She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 21 - Ingin Cbr 250


__ADS_3

Sebenarnya Fauzi menginginkan motor sport besar seperti R15 atau CBR, namun Fauzi harus menyembunyikan keinginannya. Karna Fauzi tak mungkin untuk memintanya, karna sudah banyak biaya sang papih yang keluarkan untuk dirinya.


"Iya kamu maunya motor apa?" tanya papih.


"Maunya sih motor CBR 250, tapi gak ah," ucap Fauzi.


"Kenapa gak?" tanya papih.


"Soalnya papih udah banyak biaya yang di keluarkan untuk Fauzi, jadi Fauzi motor yang biasa aja," ucap Fauzi.


"Ya sudah nanti papih carikan dealer motornya dulu," ucap papih.


"Iya pih," ucap Fauzi.


Papih melihat raut wajah Fauzi yang menginginkan motor sport besar, sebenarnya sang papih sudah menyiapkan motor yang Fauzi mau. Sang papih melihat Fauzi mengoleksi miniatur motor sport.


"Papih tau apa yang kami mau nak, gak mungkin papih tidak membelikan untukmu. Nanti saat usia mu 17 tahun, motor itu akan ada disini," gumam papih dalam hati.


"Untung mamih pernah bilang sama papih, apa yang diinginkan Fauzi. Sebelum tadi Fauzi bilang, mamih sudah tau, apa yang Fauzi mau," ucap mamih dalam hati.


Untuk sang papih membelika martabak banyak, karna sang papih tau. Kalau Fauzi sudah makan martabak manis dan asin, sebungkus. bisa sendiri. Jadi sang papih membeli beberapa bungkus untuk Fauzi, mamih, dan papih. Tak lupa membelikan beberapa bungkua untuk para asisten rumah tangga.


"Mih... nasi masih ada?" tanya Fauzi.


"Ada, kenapa?" tanya mamih.


Fauzi langsung pergi ambil piring dan nasi, Fauzi makan martabak asin dengan nasi. Papih dan mamih bengong melihat Fauzi makan nadi pake martabak asin, padahal sebelumnya udah abisin 1 bungkus martabak keju susu.


Tiba-tiba bel di rumah berbunti, mamih membuka pintu. Ternyata yang pulang itu Felisya yang membawa pizza dan burger.


"Malam... ini," ucap Felisya.

__ADS_1


"Aduuh banyak banget nak, ini aja papih bawa martabak," ucap papih.


"Tenang aja pih, ada Fauzi," ucap Felisya.


Fauzi yang lagi makan, langsung tersenyum, makan nasi pun telah selesai. Fauzi melanjutkan makan burger, kentang goreng, pizza dan es krim.


"Itu perut apa karung?" tanya papih.


"Perut Fauzi kaya karet pih, di isi banyak juga masih muat banyak," ucap Felisya.


Mamih dan papih yang melihat Fauzi makan, merasa langsung kenyang. Tapi bahagia melihat Fauzi yang makan banyak dan sehat.


Ngemil skaligus makan malam pun telah selesai, makanan pun sudah habis.


"Allhamdulilah kenyang," ucap Fauzi.


"Kamu gak makan berapa hari?" tanya Papih.


Mamih ingat, kalau anak bungsunya itu memang belum makan dari pagi.


"Oh iya, mamih baru ingat! kalo dari pagi Fauzi belum makan. Maafkan mamih ya nak, mamih lupa menyiapkan makan untuk Fauzi," ucap mamih.


"Gak apa-apa mih, udah terbayar sama martabak dan ini semua," ucap Fauzi.


Mamih dan papih hanya bisa menggelengkan kepala, karna ucapan Fauzi.


"Ya sudah kalian jangan tidur terlalu malam, mamih dan papih masuk ke kamar duluan ya," ucap papih.


"Iya mih, pih," ucap Felisya dan Fauzi.


"Dek ngobrol di balkon atas yu," ucap Felisya.

__ADS_1


Fauzi dan Felisya pergi ke balkon atas, tak lupa Fauzi membawa sisa makanan yang belum habis dan membawa minum.


"Kamu kapan mau ke UNPAD?" tanya Felisya.


"Antara besok atau lusa ci," ucap Fauzi.


"Zi, katanya akan ada asisten rumah tangga baru ya? siapa orangnya?" tanya Felisya.


"Namanya Guntur, dia saingan aku disekolah. Dia yang pernah mengancam Fauzi untuk membuat Fauzi menjadi tidak juara," ucap Fauzi.


"Terus?" tanya Felisya.


"Tadi sore dia kesini, dia begitu karna perintah dari mamih nya Alika. Dengan iming-iming ibunya dapet pengobatan di rumah sakit, dia bisa sekolah sma, dan dapat kontrakan," ucap Fauzi.


"Mamihnya Alika! Alika temen kamu?" tanya Felisya.


"Iya ci, mamihnya tidak suka kalau anaknya bergaul dengan Fauzi. Karna Fauzi hanya seorang anak dari pembantu dan anak angkatnya papih," ucap Fauzi.


"Iiih kaya dia yang paling kaya aja! terus dia minta maaf kesini?" tanya Felisya.


"Iya dia minta maaf! dan pas dia disini, mamihnya Alika nelpon, di rekam video sama papih. Untuk bukti diberikan ke papahnya Alika," ucap Fauzi


"Ada-ada aja ya, itu mamihnya temen kamu kaya gitu. Oh iya bentar lagi kamu usia 17 tahun, mau kado apa dari cici?" tanya Felisya.


"Hmmmm... apa ya! gimana cici aja deh, aku bingung," ucap Fauzi.


Tanpa terasa, waktu semakin malam. Felisya pun mulai mengantuk, akhirnya mengakhiri pembicaraan. Kini mereka sudah berada di kamar masing-masing.


Fauzi bingung mau ngapain, karna tadi tidur siang yang terlalu lama. Hingga Fauzi susah untuk tidur lagi, akhirnya Fauzi bermain game di ponselnya untuk membuat matanya menjadi lelah dan mengantuk.


Tanpa terasa bermain game di ponsel, membuat Fauzi mengantuk dan mematikan ponselnya. Kini Fauzi sudah tertidur.

__ADS_1


__ADS_2