
Setelah kelulusan di sekolah dasar, Fauzi masih ada waktu libur sebelum masuk SMP. Fauzi mendaftarkan di SMPN 2 Bandung.
"Fauzi... ikut papih ke rumah sakit yu, papih ingin kamu belajar tentang bagaimana kerjaan seorang dokter," ucap Dokter Benny.
"Apa boleh pih, Fauzi ikut ke rumah sakit?" tanya Fauzi.
"Boleh dong sayang, karna papih ingin kamu mempelajari tentang kedokteran dan rumah sakit," ucap Dokter Benny.
"Horeeee...Fauzi mau pih, ikut ke rumah sakit," ucap Fauzi.
"Ya udah, kamu ganti baju dulu. Nanti kita ketemu di depan ya," ucap Dokter Benny.
Fauzi pun berlari ke kamarnya dan segera mengganti baju, dokter Benny yang melihat kebahagiaan Fauzi. Dokter Benny yang sudah tidak punya anak kecil, karna 2 anaknya sudah kuliah.
Dokter Benny pun segera bersiap - siap untuk ke rumah sakit dan menunggu Fauzi.
"Ibu Siti... saya dan Fauzi pamit ke rumah sakit ya. Saya ingin mengenalkan ilmu kedokteran dan rumah sakit sama Fauzi," ucap Dokter Benny.
"Fauzi jangan nakal... nurut sama om dokter ya," ucap ibu Siti.
"Iya bu... Fauzi berangkat dulu ya bu," ucap Fauzi lalu mencium tangan sang ibu.
Fauzi dan dokter Benny pun berangkat ke rumah sakit, dokter Benny melihat wajah Fauzi yang antusias dan bahagia.
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit Borromeus dan dokter Benny membawa Fauzi ke ruangan praktek dokter Fauzi.
Dokter Benny pun banyak memberikan ilmu untuk Fauzi, agar Fauzi bisa mewujudkan cita - citanya.
Fauzi diajak untuk memeriksa beberapa pasien yang sakit dengan beberapa penyakit yang berhubungan dengan saraf.
Dokter Andi yang merupakan dokter ahli bedah menghampiri mereka.
"Siang dokter Benny," ucap dokter Andi.
"Siang juga dokter Andi," ucap dokter Benny.
"Sama siapa dok?" tanya dokter Andi.
"Ini anak angkat saya, dia punya cita - cita ingin jadi dokter. Jadi saya mengajaknya ke rumah sakit untuk belajar," ucap dokter Benny.
"Hai ganteng... namanya siapa?" tanya dokter Andi.
"Nama saya Fauzi om dokter," ucap Fauzi.
"Kelas berapa?" tanya dokter Andi.
"Baru mau masuk SMPN 2 Bandung," ucap Fauzi.
"Kalau mau jadi dokter, harus rajin belajar," ucap dokter Andi.
"Iya om dokter, Fauzi akan rajin belajar. Biar bisa jadi dokter kaya papih dokter Benny," ucap Fauzi.
"Good boy and good luck," ucap dokter Andi.
"Makasih om," ucap Fauzi.
__ADS_1
Dokter Andi pun undur diri, karna harus periksa pasien lain. Fauzi banyak diberikan ilmu tentang ilmu kedokteran.
Setelah berkeliling memeriksa pasien, Fauzi dan dokter Benny kembali ke ruangan khusus dokter Benny.
Fauzi sangat antusias untuk belajar.
"Coba Fauzi praktek jadi dokter dan papih jadi pasiennya," ucap dokter Benny.
Fauzi pun dengan teliti mempraktekkan apa yang di perintahkan oleh dokter Benny, suster pribadi dokter Benny pun bangga dengan ketelatenan Fauzi memeriksa dokter Benny. Fauzi mencatat semua hasilnya di sebuah kertas.
"Sudah pih... ini hasilnya," ucap Fauzi.
Dokter Benny pun melihat hasilnya dan ternyata hasilnya sangat benar.
"Kamu memang ada bakat menjadi dokter nak! papih akan buat kamu jadi dokter," gumam dokter Benny dalam hati.
"Waaaah... hebat sekali, baru satu kali papih kasih tau, tapi Fauzi mempraktekkan dengan benar. Papih bangga sekali padamu," ucap dokter Benny.
"Makasih pih... tapi Fauzi harus banyak belajar dari papih dan Fauzi akan kuliah jurusan kedokteran, sesuai cita - cita Fauzi," ucap Fauzi.
"Belajar yang rajin... papih akan selalu mendukung Fauzi, selama itu hal yang positif," ucap dokter Benny.
Dokter Benny pun bersiap - siap untuk pulang, karna hari sudah semakin sore. Dokter Benny berencana ingin mengajak Fauzi jalan - jalan untuk membeli perlengkapan untuk sekolah.
"Ayo kita pulang! tapi sebelum pulang, papih ingin mengajak Fauzi jalan - jalan ke suatu tempat," ucap dokter Benny.
Fauzi pun mengikuti langkah dokter Benny keluar rumah sakit dan di depan sudah ada sebuah mobil bersama supirnya yang sudah menunggu mereka.
.
.
.
"Baik tuan," ucap supir.
"Mau kemana ya, tumben papih dokter ajak Fauzi jalan - jalan," gumam Fauzi dalam hati.
Akhirnya Fauzi dan dokter Benny tiba di sebuah mall yang pertama kali ada di kota Bandung, dokter Benny mengajak Fauzi untuk jalan - jalan. Karena selama ini Fauzi belum pernah merasakan jalan - jalan ke mall, yang pastinya hanya jalan - jalan ke pasar bersama sang ibu.
"Sekarang Fauzi pilih 2 pasang sepatu, untuk sekolah dan untuk jalan - jalan. Jangan liat harganya, papih akan belikan yang Fauzi mau," ucap dokter Benny.
Akhirnya Fauzi memilih sepatu Converse hitam yang tinggi untuk sekolah dan sepatu converse warna merah - hijau untuk jalan - jalan.
Setelah dari toko sepatu, dokter Benny mengajak Fauzi membeli baju dan celana jins.
"Sekarang pilih 2 kaos, 1 kemeja, 1 jaket, 1 sweater dan 1 celana jeans yang Fauzi suka. Jangan liat harga," ucap dokter Benny.
"Tapi pih... tadi udah belikan sepatu dan harganya mahal. Masa sekarang belikan Fauzi baju, Fauzi masih ada baju pih," ucap Fauzi yang merasa tidak enak.
"Papih tidak mau mendengar penolakan dari Fauzi! kalau Fauzi menolak, papih akan sedih," ucap dokter Benny.
Akhirnya Fauzi pun memilih yang tadi di suruh sama dokter Benny. Fauzi memliki postur tubuh yang tinggi, karna sedari kecil Fauzi sudah rajin olah raga. Di rumah dokter Benny ada alat - alat olah raga gym, ada kolam renang dan dokter Benny tidak pernah membedakan mana majikan dan mana asisten rumah tangga. Anak - anak dokter Benny pun menyayangi Fauzi, karna Fauzi anak yang baik dan mau belajar.
Setelah berbelanja, dokter Benny mengajak Fauzi untuk membeli donat J.Co untuk para asisten rumah tangga dan istri dokter Benny.
__ADS_1
Setelah itu mereka makan pizza, karna dokter Benny tau, kalau Fauzi sangat suka pizza.
"Sekarang pilih yang Fauzi mau dan Fauzi suka. Hari ini spesial untuk Fauzi," ucap dokter Benny.
"Sekali lagi makasih pih, udah bikin Fauzi bahagia hari ini. Fauzi janji akan jadi murid teladan dan bisa jadi dokter di kemudian hari," ucap Fauzi.
Dokter Benny pun bangga melihat kedewasaan seorang anak yang baru berusia 12 tahun, dengan pemikiran yang sangat bijak.
Akhirnya pesanan Fauzi datang dan Fauzi lahap sekali memakan semua yang di pesan. Dokter Benny pun tak lupa memesan pizza meat lover ukuran besar sebanyak 5 dus dan salad untuk istrinya.
Akhirnya setelah kenyang dan hari menjelang malam, Fauzi dan dokter Benny pun pulang ke rumah.
.
.
.
"Ibu Siti... panggilkan seluruh pelayan di rumah ini,untuk berkumpul di ruang makan dan berikan 1 dus ini untuk security," ucap dokter Benny.
"Fauzi... simpan semua barang - barang kamu di kamar, lalu mandi dan jangan lupa beribadah," ucap dokter Benny.
Sebelum Fauzi masuk ke dalam rumah, Fauzi memeluk dokter Benny.
"Makasih pih buat semuanya," ucap Fauzi lalu mencium tangan dokter Benny.
"Sama - sama sayang, sudah kita bersih - bersih," ucap dokter Benny.
Fauzi pun masuk ke dalam rumah dan ke dalam kamar, kamar Fauzi ada di sebelah kamar kedua anak dokter Benny. Dokter Benny menempatkan Fauzi disana, agar Fauzi bisa belajar dan istirahat dengan nyaman.
Setelah Fauzi masuk kamar, sang ibu mengikuti Fauzi masuk kamar.
"Nak," ucap Ibu Siti.
"Ibu... Papih dokter baik banget, belikan ini semua untuk Fauzi," ucap Fauzi.
"Allhamdulilah nak, kamu harus balas semua kebaikan tuan dengan prestasi ya nak. Ibu akan bangga sekali, kalau kamu bisa jadi dokter. Andaikan bapak mu masih ada, pasti bapak akan bangga padamu," ucap ibu.
Flashback On.
Saat Fauzi kelas 4, pa Ali yang merupakan sosok seorang ayah untuk Fauzi harus meninggal dunia.
Pa Ali terkena serangan jantung ketika sedang tidur, kematian pa Ali menyisakan kesedihan untuk Fauzi. Fauzi sangat dekat bersama sang ayah, hal itu yang membuat Fauzi drop.
Karna semua ilmu agama, etika, dan sopan santun yang pa Ali ajarkan dan berikan untuk Fauzi, dan hal ini yang membuat Fauzi drop hingga sakit.
Flashback Off
"Ayah pasti udah bahagia di surga, kini hanya ibu yang Fauzi punya. Fauzi akan membahagiakan ibu dengan Fauzi berprestasi, tunggu Fauzi jadi dokter ya bu, biar ibu gak perlu kerja lagi," ucap Fauzi sambil memeluk sang ibu.
Ibu Siti menangis mendengar ucapan sang anak.
"Ibu akan selalu mendoakan untukmu nak, agar semua yang kamu inginkan tercapai. Dan tetap jadi anak yang baik, jangan pernah meninggalkan solat 5 waktu dan solat yang lainnya. Tetap buat bangga dokter Benny sama Fauzi ya," ucap Ibu Siti.
"Iya bu... bu Fauzi mandi dulu dan mau maghrib, ibu tunggu di sini ya," ucap Fauzi.
__ADS_1
Fauzi segera membawa pakaian ganti ke kamar mandi untuk mandi, dan segera solat, setelah itu mereka turun untuk berkumpul bersama yang lainnya.