She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 25 - Mahasiswa Kedokteran


__ADS_3

Akhirnya Fauzi menjadi mahasiswa kedokteran, setahun berlalu dalam mengikuti ilmu kedokteran.


Suatu hari Fauzi bertemu dengan wanita cantik yang selama ini di tunggu ya, dia adalaha Alika putri pujaan hati Fauzi dari SMP.


"Alika," ucap Fauzi.


"Fauzi...apa kabar?" tanya Alika.


"Aku baik, kamu?" tanya Fauzi.


"Allhamdulilah aku juga baik, kamu kuliah disini?" tanya Alika.


"Iya aku kuliah di kedokteran, kamu ngapain disini?" tanya Fauzi.


"Aku kuliah keperawatan disini," ucap Alika.


Fauzi merasa bahagia, setelah sekian lama tidak berjumpa dengan Alika. Sekarang di pertemukan lagi untuk mengemban ilmu di kampus yang sama.


"Alika...aku sudah tidak bisa menahan perasaan ini lagi, aku suka dan sayang sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Fauzi.


Alika merasa bahagia, karna selama ini yang Alika nantikan dari Fauzi. Alika tidak memikirkan bagaimana pendapat mamihnya, karna Alika pun sudah tidak sanggup menahan perasaan ini.


"Jujur ya, aku juga sudah tak sanggup menahan perasaan ini. Aku mau jadi pacar kamu," ucap Alika.


Fauzi merasa senang dan bahagia, karna Alika menerima kasih sayang dan cinta yang Fauzi punya saat ini untuk Alika. Fauzi langsung memeluk dan mengecup kening Alika.


Hari-hari mereka lewati dengan baik, sampai suatu hari.


"Aku akan minta restu sama mamih dan papih kamu," ucap Fauzi.


"Papih udah meninggal 1 tahun yang lalu, kalau mamih menolak gimana?" tanya Alika.


"Innalillahi, papih kenapa?" tanya Fauzi.


"Papih kena serangan jantung," ucap Alika.


"Kalau mamih kamu menolak, aku akan mundur. Kalau kita jodoh, pasti akan di persatukan lagi. Aku gak mau melawan ucapan mamih kamu," ucap Fauzi.


Akhirnya Fauzi mengantar Alika ke rumah, sekalian mau meminta restu untuk hubungan mereka.


"Mih... ada tamu," ucap Alika.


Mamihnya Alika pun untuk melihat siapa tamunya itu, dan mamih langsung berubah raut wajahnya yang menujukkan tak suka dengan kehadiran Fauzi.

__ADS_1


"Mau apa kamu kemari?" tanya mamih.


"Saya mau minta restu sama tante, karna saya suka dan cinta sama Alika," ucap Fauzi.


"Kamu tuh sadar diri dong, kamu itu hanya anak dari rahim seorang pembantu, yang di angkat anak sama dokter Benny. Sekarang mau pacaran sama anak saya, pendidikan kamu aja paling kuliah yang biasa saja. Jadi saya tidak akan merestui hubungan kamu sama anak saya, harap sadar diri!" ucap mamihnya Alika.


Alika yang mendengar ucapan mamihnya, merasa sakit hati dan malu sama sikap mamih nya yang merasa berkuasa dengan harta almarhum suaminya.


"Saya kuliah jurusan kedokteran dengan jurus ahli saraf, saya kuliah dengan beasiswa FULL. Baiklah kalau tante tidak merestui hubungan saya dengan Alika, saya akan pergi dari kehidupan Alika dan tidak akan mengganggu Alika lagi," ucap Fauzi.


"Baguslah kalau kamu menyadari, silahkan pergi dari sini. Karna saya tidak mau melihat muka kamu disini lagi," ucap mamihnya Alika.


"Alika kecewa sama sikap mamih yang gak pernah menyadari, seperti apa mamih yang dulu," ucap Alika.


"Diam kamu anak kecil, kamu tidak mengerti apa-apa tentang hidup," ucap mamih.


"Mamih tuh gak pernah sadar sama ucapan mamih yang sombong, mana teman-teman mamih yang akan selalu bantu mamih? sekarang mamih lagi sakit aja, gak ada yang nengok mamih, yang ada menghina mamih. Alika akan tinggal di rumah omah selamanya," ucap Alika.


"Silahkan aja sana pergi, jangan pernah pulang. Dan mamih pastikan tidak akan pernah meminta tolong sama kamu dan omah," ucap mamahnya Alika.


Alika menarik Fauzi pergi dari rumah mamihnya dengan rasa marah dan kecewa.


"Maafkan semua omongan mamih ya," ucap Alika dengan menundukan kepala, karna tak berani menatap wajah Fauzi.


"Udah jangan nangis, mungkin sekarang kita belum berjodoh. Kalau kita berjodoh pasti nanti dipersatukan lagi," ucap Fauzi.


"Tapi mamih udah jahat dan kejam sama omongannya, anterin aku ke rumah omah ya. Kamu masih ingatkan rumah omah?" tanya Alika.


"Mamih gak jahat, tapi itu jadi pacuan untuk kita biar bisa jadi anak yang lebih baik lagi. Sekarang kita fokus kuliah aja dulu, kita udah tau isi hati masing-masing. Aku antarkan ke rumah omah, nanti kita cerita aja sama omah ya," ucap Fauzi.


Fauzi membawa Alika dari rumah mamahnya ke rumah omahnya Alika, karna Fauzi paling tidak bisa melihat wanita menangis.


Akhirnya tiba di rumah omahnya Alika, Alika membawa Fauzi masuk ke dalam rumah omah.


"Sayang kenapa menangis?" tanya omah.


"Mamih," ucap Alika.


"Kenapa mamih?" tanya Omah.


Akhirnya Alika menjelaskan apa yang terjadi, dan menjelaskan siapa Fauzi.


"Mamih kamu ya, gak pernah sadar," ucap omah.

__ADS_1


"Alika harus gimana omah?" tanya Alika.


"Sudah kamu tinggal disini aja, baju kamu juga banyaknya ada disini. Dan apa yang dikatakan Fauzi ada benarnya, kalian fokus kuliah aja dulu. Kalau berjodoh pasti di persatukan nantinya," ucap omah.


"Tapi omah setuju kan, kalau Alika sama Fauzi?" tanya Alika.


"Omah akan selalu mendukung apa yang Alika lakukan, selama itu hal positif pasti omah dukung kamu. Lagian Fauzi juga anak baik, di tambah calon dokter juga. Buat omah gak jadi masalah siapa orang tua Fauzi," ucap omah.


"Makasih omah," ucap Fauzi dan Alika.


"Sama-sama yang ganteng dan yang cantik, yang terpenting sekarang fokus kuliah dulu," ucap omah.


Fauzi dan Alika merasa tenang, karna ada yang mendukung dengan rencana mereka, omah mengajak untuk makan siang.


Akhirnya hari semakin sore, Fauzi pun pamit.


"Omah... Fauzi pamit pulang, karna ada tugas praktek malam di rumah sakit," ucap Fauzi.


"Ati-ati ya cucu omah yang ganteng, tenang aja jodoh gak akan kemana," ucap omah.


"Iya omah, lagian sekarang Fauzi juga masih fokus kuliah. Fauzi mau mewujudkan cita-cita Fauzi jadi dokter dulu," ucap Fauzi.


"Omah doakan, semoga lancar semuanya ya," ucap Omah.


"Aamiin omah, Fauzi pamit. Assalamu'alaikum," ucap Fauzi sambil menyalami dan mencium tangan omah.


Alika mengantarkan Fauzi sampe ke gerbang rumah omah.


"Aku pulang dulu ya, kamu jangan sedih lagi. Jodoh gak akan kemana," ucap Fauzi.


"Iya Zi, aku akan setia menanti menunggu semua itu. Hanya Allah yang tau," ucap Alika.


"Aku pun harus berjuang dulu, aku akan selalu setia untuk menunggu mamih hingga merestui hubungan kita," ucap Fauzi.


Alika langsung memeluk Fauzi, Fauzi pun membalas pelukan Alika. Tak lama Fauzi melepaskan pelukan itu, karna tak enak bila ada yang melihatnya.


"Kamu ati-ati di jalan ya, kabarin kalau udah sampe rumah atau rumah sakit," ucap Alika.


"Nanti aku kabari, assalamu'alaikum," ucap Fauzi.


"Walaikumsalam," ucap Alika.


Fauzi pun pergi dari hadapan Alika, Alika pun masuk ke dalam rumah omah.

__ADS_1


Semenjak kejadian itu, Fauzi sedikit jaga jarak. Bukan untuk meninggalkan, namun Fauzi ingin berjuang untuk mewujudkan cita-citanya. Alika pun sibuk dengan kuliah dan tugas lainnya, begitu pun Fauzi sibuk dengan kuliah dan tugas-tugas lainnya.


__ADS_2