She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 46 Anaya Kembali Koma


__ADS_3

Ibu Nunung yang berada di Garut langsung cemas dan menelepon Fauzi.


"Assalamu'alaikum Zi," ucap Ibu Nunung.


"Walaikumsalam bunda," ucap Fauzi.


"Zi, gimana keadaan Anaya saat ini?" tanya Ibu Nunung.


"Kondisi Anaya masih lemah dan tidak sadarkan diri, bunda di mana?" tanya Fauzi.


"Bunda udah di Garut," ucap Ibu Nunung.


"Bunda kapan kesini?" tanya Fauzi.


"Besok pagi bunda ke Bandung dan langsung ke rumah sakit," ucap Ibu Nunung.


"Iya bunda, Fauzi standby disini," ucap Fauzi.


"Ya udah besok bunda kabarin kalau udah mauberangkat, Assalamu'alaikum," ucap Ibu Nunung.


"Iya bunda, Walaikumsalam," ucap Fauzi.


Setelah menerima telepon dari Ibu Nunung, Fauzi masuk ke dalam ruang ICU, untuk melihat kondisi Anaya.


Fauzi duduk di sebelah bed Anaya, Fauzi memandang wajah Anaya yang pucat dengan mata terpejam. Suara monitor detak jantung Anaya.


tut tut tut tut tut tut tut


"Nay, kalau masih kuat untuk bangun, bangun dong. Buka matamu Nay kalau masih kuat untuk bangun, tapi kalau Nay udah gak kuat dan udah nyerah. Anaya boleh pergi dari dunia ini," bisik Fauzi di telinga Anaya.


.


.


.


Di bawah alam sadar Anaya.


Anaya yang berada di suatu tempat serba putih, Anaya melihat ada sosok sang Ibu yang sedang menunggu Anaya.


"Ibu, Anaya rindu sama ibu," ucap Anaya.


Ibu tak banyak bicara langsung mengajak Anaya pergi.


"Kita mau kemana bu?" tanya Anaya.

__ADS_1


Sang ibu tak menjawab pertanyaan Anaya, sang ibu terus menarik tangan Anaya untuk pergi, Anaya bertemu dengan sang nenek dan kakek dari ibu dan ayahnya.


"Bu, Anaya ada di mana? Kenapa di sini ada nenek dan kakek?," tanya Anaya.


Ibu membawa Anaya untuk mendekat dengan nenek dan kakek. Saat Anaya sedang mendekati nenek dan kakek, mendengar suara memanggil Anaya.


"Anaya ... Anaya... Anaya," suara Fauzi memanggil Anaya.


"Itu seperti suara ka Fauzi yang memanggil Anaya, tapi di mana Ka Fauzi," ucap Anaya.


"Bu, itu suara ka Fauzi. Tapi kenapa Anaya tidak bisa melihat Ka Fauzi disini," ucap Anaya.


Ibu pun mendekati Anaya.


"Anak kesayangan ibu, kalau kamu masih ingin bersama ayah dan yang lain, pergilah nak. Tapi jika kamu sudah ingin bersama ibu, mari kita pergi ke Surga bareng ibu," ucap Ibu.


"Bu, Anaya masih ada yang belum selesai di dunia. Anaya mau menyelesaikan dulu, nanti kalau udah siap, Anaya akan meminta ibu menjemput Anaya untuk ke surga," ucap Anaya.


"Pergilah nak, selesaikan dulu urusanmu di dunia. Kalau udah siap, ibu akan menunggumu dan menjemputmu di sini," ucap ibu.


Anaya pun meninggalkan ibu dan mencari suara Fauzi yang memanggil nama Anaya.


Jari tangan Anaya pun gerak - gerak, Fauzi yang melihat jari Anaya bergerak langsung memencet bel untuk memanggil dokter Benny dan dokter Benny pun datang.


"Dok, tadi jari tangan Anaya gerak," ucap Fauzi.


"Allhamdulilah Zi, Anaya melewati masa kritisnya dan Anaya mampu melewati komanya. Sekarang Anaya sedang tidur pengaruh obat tidur," ucap dokter Benny.


"Allhamdulilah, terima kasih ya Allah telah mengabulkan doa kami," ucap Fauzi sambil mengecup kening Anaya.


Fauzi pun menelepon sang ayah untuk memberitahu kalau Anaya udah melewati masa kritis dan udah melewati koma.


"Assalamu'alaikum yah," ucap Fauzi.


"Iya Zi ada apa?" tanya Ayah.


"Yah, Anaya udah melewati masa kritis dan udah melewati koma," ucap Fauzi.


"Allhamdulilah, Terima kasih ya Allah sudah mendengar dan mengabulkan doa kami," ucap Ayah.


"Ya udah ayah gak usah balik ke rumah sakit malam ini, besok aja yah," ucap Fauzi.


"Iya sayang, ayah titip Anaya sama kamu ya sayang. Assalamu'alaikum," ucap ayah.


"Iya yah, Walaikumsalam," ucap Fauzi.

__ADS_1


Ponsel pun di matikan, Fauzi menelepon Ibu Nunung untuk memberi kabar tentang Anaya.


"Assalamu'alaikum bunda," ucap Fauzi.


"Iya nak, ada apa?" tanya Ibu Nunung.


"Ini bun, Uzi mau ngasih kabar. Kalau Anaya udah melewati masa kritis dan Anaya udah melewati masa komanya," ucap Fauzi.


"Allhamdulilah nak, ya udah bunda besok tetap ke Bandung. Sekalian bunda pamit untuk pindah ke Garut," ucap Ibu Nunung.


"Iya bunda, ya udah Uzi mau ngabarin Dita dulu, Assalamu'alaikum bunda," ucap Fauzi.


"Iya nak, Walaikumsalam," ucap Ibu Nunung.


Fauzi pun mematikan sambungan telepon sama Ibu Nunung, sekarang Fauzi menelepon Iyan.


"Assalamu'alaikum Iyan," ucap Fauzi.


"Walaikumsalam ka Fauzi, ada apa?" tanya Iyan.


"Ini mau ngabarin, kalau Anaya udah melewati masa kritis dan masa komanya," ucap Fauzi.


"Allhamdulilah kak, ya udah besok pagi Iyan kabarin ke Ibu dan Dita. Soalnya udah pada tidur," ucap Iyan.


"Aduh maaf ya, kaka telepon malam - malam. Ya udah Iyan juga istirahat ya, Assalamu'alaikum," ucap Fauzi.


"Iya gak apa - apa kak, Walaikumsalam," ucap Iyan.


Fauzi pun mematikan sambungan telepon dengan Iyan, dan dokter Benny menghampiri Fauzi.


"Zi, karna kondisi Anaya udah stabil. Kita pindahkan saja ke ruang rawat biasa," ucap dokter Benny.


"Iya pih," ucap Fauzi.


Dokter dan para suster langsung menyiapkan pindah ruang Anaya dari ICU ke ruang rawat di Gedung Elizabeth lantai 3 ruang VIP 1.


Tiba di ruang rawat, Anaya masih menggunakan oksigen dan alat deteksi jantung. Karena Anaya belum 100% sadar dan belum benar - benar bisa lepas dari alat.


Fauzi langsung mengirim pesan ke Ayah, Ibu Nunung dan Iyan memberitahu ruang rawat Anaya di Gedung Elizabeth lantai 3 ruang VIP 1.


Fauzi mengambil kursi dan duduk di sebelah bed Anaya.


"Nay, bangun dong. Kaka kangen sama kamu," ucap Fauzi.


Fauzi melihat jam tangan, ternyata sudah jam 12 malam.

__ADS_1


"Semoga besok pagi kamu sadar ya, kaka sedih kalau kamu seperti ini," gumam Fauzi dalam hati.


__ADS_2