She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 30 - Kondisi Anaya


__ADS_3

Akhirnya UAN yang Aris jalani telah usai, kini giliran Anaya yang akan UAN. Anaya belajar yang di bantu oleh Fauzi dan Aris.


"Kak Fauzi bantu belajar ya, soalnya aku ketinggalan banyak pelajaran," ucap Anaya.


"Pelajaran mana yang menurut Anaya sulit? Nanti kaka bantu," tanya Fauzi.


"Gak ada sih kak, tapi Nay ragu takut gak bisa," ucap Anaya.


"Ya udah hari ini, kaka mau lihat kamu mengerjakan soal matematika ini selama 90 menit," ucap Fauzi.


Anaya pun mengerjakan soal-soal matematika yang sudah Fauzi kasih, Fauzi mendapatkan soal-soal itu dari temannya yang sebagai guru SD. Anaya pun dengan teliti mengerjakan soalnya


Anaya mengerjakan setiap soalnya dengan setiap soalnya, Fauzi yang melihat Anaya mengerjakan soalnya sangat bahagia. Akhirnya 90 menit telah selesai dan Fauzi pun memeriksa soalnya. Dan Fauzi sangat terharu karna semua jawabannya dengan benar semua.


"Wow... kaka bangga sama kamu. Kaka yakin kamu bisa mengerjakan semua soa nanti saat UAN, karna ini aja udah bener semua," ucap Fauzi sambil memeluk Anaya.


Anaya pun terharu setelah tau semua jawabannya benar semua.


"Masa sih kak?" tanya Anaya yang masih tak percaya.


"Ini liat aja, kalau untuk bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kamu belajar dan baca aja ya," ucap Fauzi.


"Allhamdulilah... iya kak. Makasih ya kak udah jadi guru untuk aku, jadi kaka buat aku, jadi perawat untuk aku. Anaya sayang banget sama kaka," ucap Anaya.


"Sama-sama sayang, kaka akan selalu ada untuk Anaya," ucap Fauzi.


Fauzi dan Anaya pun berpelukkan, Fauzi bangga dengan kepintaran Anaya. Disaat lagi sakit tapi masih bisa mengerjakan soal ini.


"Kak... anter ke makam ibu yu," ucap Anaya.


"Iya boleh... tapi nanti kalau sudah tidak panas ya, sekarang masih panas. Nanti kamu kepanasan," ucap Fauzi.


"Makasih ya kak," ucap Anaya.


Aris yang tak sengaja lewat kamar Anaya dan melihat keakraban Anaya dan Fauzi. Aris merasa sedih karna Anaya semakin jauh dari Aris.


"Apa kamu sudah tidak butuh kaka lagi," gumam Aris dalam hati.


Aris pun berjalan ke atas. Bunda yang melihat itu pun merasa sedih.

__ADS_1


"Sabar ya nak, kamu harus mengerti keadaan Anaya. Karna ada hal yang tidak kamu tau dengan keadaan Anaya saat ini," gumam bunda dalam hati.


Flashback On


Saat sudah pulang dari Puncak, keesokan harinya ayah, bunda, Anaya dan Fauzi pergi ke rumah sakit yang biasa merawat Anaya selama ini. Ayah melakukan check keseluruhan untuk mengetahui keadaan Anaya.


Pemeriksaan keseluruhan memakan waktu selama 3 jam, keesokan harinya hasilnya sudah keluar. Anaya yang sedang di rawat dan di jaga oleh Nita. Ayah, bunda dan Fauzi menuju ruang dokter Benny untuk mengetahui lebih lanjut keadaan Anaya.


"Selamat siang semua, saya akan menyampaikan kondisi Anaya. Sebelumnya saya mau mengucapkan kata maaf, maaf bila selama ini saya ada salah dalam menangani tubuh Anaya. Kondisi Anaya saat ini sangat kritis, virus meningitis dalam otak Anaya sudah menyebar ke seluruh bagian otak, efek dari obat-obatan menyerang pada bagian ginjal. Dan Anaya sepertinya pernah tidak meminum obat, sehingga Anaya pernah pingsan dan mimisan," ucal dokter Benny.


Ayah, bunda sangat kaget mendengar tentang kondisi Anaya, bunda sudah tak tahan untuk menahan air matanya. Ayah berusaha menenangkan bunda yang shock mendengar kondisi Anaya.


Fauzi tidak terlalu kaget dengan kondisi Anaya, karna Fauzi udah sering menangani pasien seperti Anaya. Jadi Fauzi bisa sedikit tenang mendengar kondisi Anaya.


"Jadi kita harus bagaimana dok?" tanya ayah.


"Kita tetap menjalani pengobatan ini dan kita serahkan semua sama yang maha kuasa. Hanya Tuhan yang memberikan sakit dan Tuhan juga yang menyembuhkan segala penyakit," ucap dokter Benny.


"Tapi bagaimana kondisi Anaya saat ini?" ucap Ayah.


"Kondisi Anaya naik turun pa, usahakan untuk minum obat terus aja. Agar tidak terjadi pingsan dan mimisan, jika terlampau sering tidak rutin minum obat, bisa kehilangan kesadaran hingga bisa meninggal," ucap dokter Benny.


"Bun bangun bun," ucap ayah dan Fauzi.


Dokter Benny pun mengecek keadaan istri dari pa Teguh.


"Istri pa Teguh shock mendengar penuturan tentang Anaya. Maaf ya pa, tapi ini harus saya sampaikan karna kondisi Anaya saat ini," ucap dokter Benny.


"Tidak apa dok, tapi ini jadi tamparan buat kami, untuk lebih memperhatikan kondisi Anaya saat ini," ucap Ayah.


Bunda pun mulai tersadar dari pingsannya dan bunda pun menangis teringat kondisi Anaya saat ini.


"Bun, kita harus kuat untuk mensupport Anaya, agar Anaya tidak sedih dan down dengan keadaannya saat ini," ucap Ayah.


"Bunda tenang ya, Insya Allah Uzi akan selalu ada disamping Anaya. Dan Uzi akan melakukan apa aja, asalkan Anaya bisa sembuh," ucap Fauzi.


Ayah dan bunda yang mendengar ucapan Fauzi pun, langsung memeluk anak sambungnya ini, yang begitu baik dan peduli sama Anaya.


"Benar kita harus kuat untuk merawat Anaya," ucap Bunda.

__ADS_1


"Apakah ada pengobatan lain untuk Anaya," ucap ayah.


"Tidak ada pak, saat ini cuman doa, obat-obatan dan support untuk Anaya yang dibutuhkan saat ini," ucap Dokter Benny.


"Baik dok, kalau gitu kita pamit dulu ya," ucap ayah.


"Ayah dan bunda duluan aja, Fauzi mau ngobrol dulu sama om Benny," ucal Fauzi.


"Iya nak, ayah tunggu di kamar rawat Anaya ya," ucap ayah.


"Iya yah," ucap Fauzi.


Setelah ayah dan bunda keluar ruangan, kini tinggal Fauzi dan dokter Benny.


"Zi... kondisi Anaya sebenarnya sangat mengkhawatirkan," ucap dokter Benny.


"Mengkhawatirkan gimana pih?" tanya Fauzi.


"Kondisi Anaya tinggal 50% lagi, semuanya kembali lagi sama Tuhan yang Maha kuasa," ucap dokter Benny.


"Astagfirullah pih, apa separah itu kondisi Anaya saat ini?" tanya Fauzi.


"Ya semua kembali lagi sama kondisi Anaya dan Tuhan yang tau jawabannya," ucap Dokter Benny.


Fauzi pun hanya bisa terdiam mendengar ucapan dokter Benny, tanpa disadari Fauzi meneteskan air mata.


Dokter Benny yang melihat itu pun langsung merangkulnya untuk memberi support untuk anak didiknya itu.


Fauzi pun melangkahkan kakinya keluar ruangan dokter Benny menuju kamar rawat Anaya.


"Apa yang harus ku lakukan untuk Anaya," gumam Fauzi dalam hati.


Sesampainya di depan kamar rawat Anaya, Fauzi berusaha sikap tenang agar tidak terlihat sedih dan khawatir di hadapan Anaya.


Sebelum masuk ke kamar, Fauzi dapat pesan dari ayah.


"Zi rahasiakan kondisi Anaya dari Aris, Adam dan Nita. Cukup Uzi, ayah dan bunda yang tahu masalan ini," isi pesan dari ayah.


Fauzi pun hanya bisa menghela nafas dengan setelah tau kabar Anaya saat ini.

__ADS_1


Flashback Off


__ADS_2