
Anaya terbangun di waktu tengah malam dan melihat di sekeliling sudah tidak ada siapa - siapa, hanya ada Fauzi di sebelah Anaya.
Anaya pun memegang kepala Fauzi, Fauzi yang merasakan seperti ada yang memegang kepalanya dan Fauzi bangun untuk melihatnya.
"Anaya, kenapa bangun?" tanya Fauzi.
"Aku lapar kak," ucap Anaya.
"Mau makan cemilan atau makan nasi," ucap Fauzi.
"Aku pengen makan nasi kak, apa masih ada masakan bunda atau di bawa pulang?, tanya Anaya.
"Di bawa pulang Nay, kaka pesen online aja ya. Anaya mau makan apa?," tanya Fauzi.
"Apa aja kak, yang penting makan nasi," ucap Anaya.
"Ya udah bentar kaka pesen ayam LFC aja ya," ucap Fauzi.
"Iya kak," ucap Anaya.
Fauzi pun memesan 2 paket nasi + ayam, 1 cup milo hangat, 1 box kentang goreng.
30 menit kemudian, pesanan datang ke depan ruang rawat Anaya.
"Kaka suapin ya," ucap Fauzi.
"Iya kak," ucap Anaya.
Fauzi pun dengan telaten menyuapi Anaya untuk makan jam 1 malam, makan pun telah selesai.
"Ya udah sekarang bobo lagi ya," ucap Fauzi.
"Iya, tapi sambil kaka nyanyiin untuk Anaya," ucap Anaya.
"Hah nyanyi," ucap Fauzi yang kaget di suruh nyanyi.
"Iya nyanyi," ucap Anaya.
"Nyanyi lagu apa Nay?," tanya Fauzi.
"Lagu Kerispatih yang judulnya sebentuk hati buat kekasih," ucap Anaya.
"Kenapa Anaya tau isi hatiku? Apa dia bisa baca isi hatiku? Ini lagu yang akan aku nyanyikan buat dia nanti," gunam Fauzi dalam hati.
"Kak," ucap Anaya.
"Iya Nay, bentar kaka ingat - ingat dulu liriknya," ucap Fauzi.
"Nyanyi bareng aja ya kak," ucap Anaya.
"Iya tapi pelan - pelan nyanyinya," ucap Fauzi.
Akhirnya Fauzi selesai menyanyikan, dan Anaya sudah kembali tidur lagi.
.
.
.
Fauzi pun menyelimuti Anaya dan Fauzi melihat jam sudah jam 3 pagi.
"Sebaiknya aku solat tahajud saja deh, sekalian nunggu subuh," gumam Fauzi dalam hati.
Fauzi pun bangkit dari tempat duduknya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Fauzi pun melaksanakan solat tahajud dan solat hajat dengan husyuknya, tanpa terasa jam solat subuh pun tiba, Fauzi pun solat subuh.
"Kasian kalau dibangunkan, ya sudahlah biarkan tidur saja," gumam Fauzi dalam hati.
Anaya pun sudah kembali nyenyak, karna Fauzi membenarkan posisi Anaya tidur. Anaya tidak terbangun dan tidak merasa terganggu.
"Nay, aku akan selalu ada di samping mu. Sampai Anaya sembuh atau sampai kamu tiada. Aku berjanji pada diriku dan Allah ketika aku berdoa setelah solat," ucap Fauzi pelan - pelan sambil mengelus kepala Anaya yang lalu di kecup keningnya.
Fauzi pun memesan sarapan lewat online, karna Fauzi tau kalau Anaya itu tidak suka makanan dari rumah sakit.
Fauzi pun memesan 2 paket nasi + ayam, 1 cup hot coklat, 1 cup kopi cappucino. Dan seperti biasa, Fauzi meminta driver untuk menyamar seperti pengunjung rumah sakit, karna Fauzi tidak mungkin untuk meninggalkan Anaya sendiri.
.
.
.
.
.
Bunda yang baru saja selesai belanja dari warung sayur, bunda segera menyuruh Nita untuk masak untuk sarapan pagi.
"Yah, kita harus segera menjelaskan kepada Aris, biar Aris gak cemburu lagi sama Fauzi. Nantinya malah membuat Anaya sedih dan membuat Anaya tertekan lagi," ucap bunda.
"Iya bun, lagian sekarang hari Minggu. Kita ada banyak waktu sama anak - anak," ucap Ayah.
"Ya udah bunda, masak buat sarapan dulu. Ayah tanya sama Fauzi, Anaya mau makan siang apa," ucap bunda.
"Iya nanti ayah tanya Fauzi," ucap ayah.
Bunda pun kembali ke dapur untuk membuat sarapan pagi. Ayah mengirim pesan pada Fauzi.
"Zi, tanyakan sama Anaya. Hari ini mau makan apa?," isi pesan ayah pada Fauzi.
Ayah pun pergi ke halaman belakang, kangen sama Miko kucing kesayangan Anaya.
"Miko," ucap ayah.
"Meong," suara Miko.
"Miko kenapa sedih, kangen Anaya ya," ucap ayah.
"Meong," suara Miko.
__ADS_1
"Miko kangen Anaya kali ya, lesu gitu. Nanti aja deh video call kalau Anaya udah bangun," gumam ayah dalam hati.
Ayah pun memberi makan untuk Miko, biar Miko bisa makan.
.
.
.
.
Fauzi yang baru saja kelar mandi, langsung mengambil ponselnya dan melihat ada pesan dari ayah. Fauzi pun melihat Anaya yang masih tidur.
Anaya pun bangun dan melihat Fauzi.
"Kak," ucap Anaya.
"Iya sayangku," ucap Fauzi.
"Pengen buang air kecil," ucap Anaya.
Fauzi pun menghentikan aliran cairan infusan dulu dan membantu Anaya turun dari tempat tidur lalu membantu Anaya ke kamar mandi.
"Kalau udah teriak ya," ucap Fauzi.
"Iya kak," ucap Anaya.
Fauzi pun menunggu di depan kamar mandi.
"Kak, udah," ucap Anaya.
Fauzi pun langsung masuk kamar mandi dan membantu Anaya berjalan dari kamar mandi menuju bed nya lagi.
"Anaya sarapan dulu ya. Oh iya tadi ayah kirim pesan, katanya Anaya mau makan siang apa," ucap Fauzi.
"Kak, boleh pinjem ponsel nya. Anaya mau video Call sama ayah," ucap Anaya.
Fauzi pun memberikan ponselnya pada Anaya dan Anaya melakukan panggilan video call pada sang ayah.
"Assalamu'alaikum ayah," ucap Anaya.
"Walaikumsalam sayang, lagi apa?" tanya Ayah.
"Lagi sarapan, kaka beliin sarapan buat Anaya," ucap Anaya.
"Kaka Fauzi baik ya Nay," ucap Ayah.
"Iya yah, kaka baik," ucap Anaya.
"Nay, ada yang kangen sama Anaya. Dari kemarin sedih terus," ucap ayah.
"Siapa yah?" tanya Anaya.
"Bentar ayah ke tempat nya dulu," ucap Ayah.
Ayah pun menutup kamera ponselnya dan lalu menghadapkan kamera ponsel ke depan Miko.
"Meong," suara Miko.
Miko loncat - loncat di kandangnya, Miko senang melihat dan mendengar suara Anaya.
"Kangen Miko," ucap Anaya.
"Meong," suara Miko.
"Miko do'ain aku ya, biar aku bisa cepat pulang ke rumah dan main sama Miko lagi ya," ucap Anaya.
"Meong," suara Miko dan menganggukkan kepala, seperti mengiyakan ucapan Anaya.
"Miko baik - baik ya, Assalamu'alaikum Miko," ucap Anaya.
"Meong," suara Miko.
"Ayah, mana bunda?" tanya Anaya.
"Bentar ayah ke bunda dulu," ucap Ayah.
Ayah pun berjalan ke dapur dan menemui bunda dan membisikkan kalau Anaya video call.
"Assalamu'alaikum anak bunda," ucap bunda.
"Walaikumsalam bunda," ucap Anaya.
"Lagi apa sayang?," tanya bunda.
"Ini lagi sarapan, di beliin LFC sama kak Fauzi," ucap Anaya.
"Anaya nanti siang mau di bawain makan siang apa?," tanya bunda.
"Mau ikan Gurame bakar sambal mattah, sayur Bayam, Puding Mangga susu, jus Alpukat," ucap Anaya.
"Kalau Fauzi mau di bawain makan apa?," tanya bunda.
"Apa aja bun, yang penting bunda yang masak. Pasti Fauzi makan, tapi Uzi mau jus Strawberry susu," ucap Fauzi.
"Okay deh, nanti siang bunda ke sana bawa pesanan kalian ya," ucap bunda.
"Okay bunda," ucap Anaya.
"Ya udah Anaya lanjutkan sarapannya dan bunda mau masak dulu. Fauzi nitip Anaya ya," ucap bunda.
"Okay bunda," ucap Fauzi.
"Assalamu'alaikum anak bunda yang cantik dan anak bunda yang ganteng," ucap bunda.
"Walaikumsalam bunda cantik," ucap Anaya dan Fauzi.
Panggilan video call pun telah selesai dan Anaya memberikan ponselnya pada Fauzi.
"Makasih ya kak, udah baik sama Anaya, udah sayang sama Anaya, udah perhatian sama Anaya, pokoknya udah jadi orang yang terbaik untuk Anaya," ucap Anaya.
__ADS_1
"Iya sama - sama tuan putri yang cantik, ya udah abiskan sarapannya," ucap Fauzi.
"Kaka gak sarapan?" tanya Anaya.
"Sebelum Anaya bangun, kaka udah sarapan duluan," ucap Fauzi.
Anaya pun ingin menyuapi orang yang paling baik dan berjasa dalam hidupnya, selain ayahnya.
"Kak, buka mulutnya," ucap Anaya sambil menyuapi ke arah mulut Fauzi.
Fauzi pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Anaya. Fauzi pun mengunyah makanan yang di suapkan pada mulutnya dari tangan Anaya.
Fauzi pun lalu mengecup kening Anaya dan membelai rambut Anaya. Anaya pun melanjutkan sarapannya hingga habis semua.
"Kak, udah habis," ucap Anaya.
Fauzi segera membereskan bekas sarapan Anaya dan mengelap tangan Anaya dengan tisu Basah.
"Mau apa lagi?" tanya Fauzi.
"Mau nonton Tom n jerry aja kak, habisnya kangen miko," ucap Anaya.
"Okay deh," ucap Fauzi sambil menyalakan TV dan mencari kartun kesukaan Anaya.
"Kak, kapan Anaya boleh pulang?" tanya Anaya.
"Sabar ya, nunggu sampai keadaan Anaya stabil dulu ya," ucap Fauzi.
"Iya kak," ucap Anaya.
Tak lama kemudian dokter Benny masuk, untuk memeriksa keadaan Anaya.
"Dok kapan boleh pulang?" tanya Anaya.
"Besok boleh pulang, kalau kondisinya terus stabil seperti ini.Tapi kita liat besok ya hasil besok kaya gimana," ucap dokter Benny
"Iya dokter," ucap Anaya yang merasa bahagia.
Dokter pun pamit keluar dan meminta untuk mengobrol sebentar.
"Nay, bentar ya. Kaka ngobrol dulu sama dokter Benny," ucap Fauzi.
"Iya kak," ucap Anaya.
Fauzi pun mengikuti dokter Benny ke arah luar ruang rawat Anaya.
"Ada apa pih?" tanya Fauzi.
"Buatlah Anaya selalu bahagia tanpa beban pikiran, karna kondisi Anaya masih naik turun. Kondisi Anaya belum benar - benar stabil, papih takut kalau Anaya di rumah malah turun kondisinya," ucap dokter Benny.
"Ya pokoknya gimana baiknya aja pih," ucap Fauzi.
"Kamu obrolan dulu dengan pa Teguh baik untuk Anaya seperti apa," ucap dokter Benny.
"Iya pih, nanti Fauzi obrolkan dulu sama ayah gimana baiknya untuk Anaya," ucap Fauzi.
"Ya udah, papih kembali ke ruangan dulu. Buatlah Anaya bahagia selalu dan jangan sampai Anaya drop lagi kondisinya. Kalau drop lagi, Fauzi tau apa yang akan terjadi sama Anaya," ucap dokter Benny.
"Iya pih, sebisa mungkin, Fauzi menjaga kondisi Anaya," ucap Fauzi.
Dokter Benny pun meninggalkan Fauzi sendiri dan Fauzi mulai gusar dengan keadaan Anaya yang masih belum stabil kondisinya.
Fauzi pun masuk ke dalam ruang rawat Anaya.
"Kak, dokter bilang apa?," tanya Anaya.
"Om dokter bilang, Anaya harus selalu bahagia dan jangan banyak pikiran. Biar kondisi Anaya selalu stabil dan biar cepat bisa pulang," ucap Fauzi sambil memeluk Anaya dan mengecup kening Anaya.
"Iya kak, Anaya akan menjaga kondisi Anaya dengan baik. Biar Anaya bisa cepat pulang ke rumah," ucap Anaya sambil memeluk Fauzi dengan erat.
Anaya pun mengelap air mata yang membasahi pipinya.
"Kenapa menangis, ucapan kaka ada yang salah ya," tanya Fauzi.
"Gak kak, Anaya lag sedih aja sama kondisi Anaya," ucap Anaya.
"Gak usah sedih ya, kaka akan selalu ada buat Anaya kapanpun dan dimanapun. Kaka akan menjaga Anaya selalu," ucap Fauzi.
"Iya kak, makasih udah selalu ada buat Anaya. Hanya itu yang bisa Anaya katakan dan jangan pernah tinggalin Anaya sendiri," ucap Anaya.
"Iya tuan putri cantik, udah jangan menangis ya," ucap Fauzi
"Iya kak," ucap Anaya sambil mengelap air mata yang turun.
"Udah sekarang nonton tuh Miko," ucap Fauzi.
Tiba - tiba ada suster datang membawa obat pagi untuk Anaya.
"Permisi, ini mau antar obat untuk pagi, siang dan malam," ucap suster.
"Makasih suster," ucap Anaya.
"Sama - sama anak cantik, cepet sembuh ya," ucap suster.
"Makasih suster," ucap Anaya.
Suster pun pamit keluar dari ruang rawat Anaya.
"Ini minum obat dulu," ucap Fauzi.
Anaya pun dengan semangat minum obat, karna Anaya biar bisa cepat pulang. Anaya pun minum obat.
"Pinter banget minum obatnya," ucap Fauzi.
Fauzi tau, kalau Anaya itu paling tidak suka minum obat, tapi hari ini semangat untuk minum obat.
Anaya pun sudah minum obat dan mulai merasakan kantukx karna obat yang Anaya minum itu membuat Anaya mengantuk, agar Anaya lebih rilex dan banyak istirahat.
"Kak Anaya ngantuk," ucap Anaya.
"Ya udah tidur, kaka di samping Anaya," ucap Fauzi.
__ADS_1
Anaya pun mulai memejamkan mata dan tertidur, Fauzi membenarkan posisi tidur Anaya.