She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 41 - Tidak Bisa Duduk


__ADS_3

Matahari sudah menjulang tinggi di atas langit yang memberi kehangatan di setiap harinya.


Anaya yang masih tidur merasa silau dengan cahaya yang masuk lewat jendela kamar.


Anaya pun membuka mata, ternyata ada mbak Nita yang sedang beres - beres kamar Anaya.


"Met pagi non Anaya," ucap mba Nita.


"Pagi juga mbak cantik," ucap Anaya sambil terkekeh.


"Ah non Anaya bisa saja, non mau sarapan atau mandi dulu," ucap Mbak Nita.


"Mau mandi dulu deh mba," ucap Anaya.


Nita pun membantu Anaya duduk di kasur, tapi gak tau kenapa bagian tulang punggung, pinggul dan pinggang Anaya terasa lemas. Membuat Anaya tidak bisa duduk.


"Astagfirullah non, kenapa?" tanya Mba Nita.


"Gak tau mbak, punggung sampe pinggul Anaya terasa lemas," ucap Anaya.


"Ya udah non Anaya tiduran dulu, mbak panggil Ayah dan den Fauzi dulu ya," ucap Mbak Nita.


Saat Nita keluar kamar Anaya, Fauzi baru turun dari tangga.


"Den, itu non Anaya," ucap mbak Nita.


"Anaya kenapa mbak?,l" tanya Fauzi.


"Itu tadi kan mbak mau dudukin Anaya di kasur, mbak mau ancang - ancang angkat non Anaya ke kursi roda. Tiba - tiba tubuh non Anaya tidur lagi, kata non Anaya lemas badannya," ucap mbak Nita.


"Ya udah, mbak kasih tau ayah. Fauzi urus Anaya dulu," ucap Fauzi.


Fauzi pun berlari ke kamar Anaya dan Nita berlari ke arah kamar ayah.


"Astagfirullah Nay kenapa?" tanya Fauzi.


"Gak tau kak, ini punggung aku terasa lemas dan duduk pun lemas," ucap Anaya.


Fauzi pun menelepon dokter Benny.


"Pih, ini Anaya gak bisa duduk dan katanya punggung sama pinggulnya lemas," ucap Fauzi.


"Zi, itu Virus udah menyebar ke seluruh sel tulang punggung sampe pinggul. Ada kemungkinan Anaya akan sulit untuk duduk bisa tidak ada sandara," ucap dokter Benny.


Fauzi yang mendengar semua ucapan dokter Benny langsung menatap Anaya.


"Iya pih, nanti Fauzi kabarin lagi sama papih," ucap Fauzi.


Telepon pun di matikan, ayah langsung datang ke kamar Anaya setelah di kasih tau mba Nita bersama bunda dan mba Nita.


"Mba Nita tolong seka Anaya dulu," ucap Fauzi.


"Iya den," ucap mba Nita.


"ayah, bunda... Fauzi mau bicara," bisik Fauzi.

__ADS_1


"Bunda siapkan sarapan dulu ya," ucap bunda.


"Zi, kamu juga mandi dulu ya. Ayah mau urus kerjaan dulu. Anaya sama Nita dulu y," ucap ayah


"Iya yah," ucap Anaya.


Mereka bertiga pun keluar dan pergi ke kamar ayah.


"Ada apa Zi?" tanya Ayah.


"Anaya bilang punggung sampe pinggul lemas, dan Fauzi udah telepon sama papih. Kata papih, virus Anaya udah menyebar ke seluruh sel tulang hingga ke sum sum tulang belakang. Kemungkinannya Anaya gak akan bisa duduk kalau di belakang gak ada senderan atau gak ada yang menjaganya," ucap Fauzi.


Bunda dan ayah langsung menangis hingga bunda memeluk ayah. Aris yang tadi melihat Fauzi di kamar ayah, yang tadinya ingin masuk. Tapi mendengar berita Anaya.


"Apakah itu benar ya kaka katakan?" tanya Aris.


Semua kaget mendengar suara Aris.


"Iya Ris, sekarang sel nya bukan hanya menyebar ke seluruh bagian otak Anaya, tapi sudah menyebar hingga ke sum sum tulang belakang," ucap Fauzi.


Aris pun langsung terduduk dengan lemas dan memeluk ayah.


Fauzi mendengar suara ponsel nya berbunyi dan tertera nama papih, Fauzi pun mengangkat telepon itu.


"Iya pih," ucap Fauzi.


"Nanti sore, beres papuh operasi pasien. papih ke sana," ucap dokter Benny.


"Iya pih, nanti Fauzi bilang sama ayah," ucap Fauzi.


Telepon pun di matikan dan Fauzi lemas dengan keadaan seperti ini.


"Nanti sore papih mau kesini, mau periksa Anaya," ucap Fauzi.


"Ya udah sekarang kita sarapan aja dulu, hapus semua air mata kalian. Jangan perlihatkan kesedihan kalian di hadapan Anaya," ucap ayah.


Semua pun mengangguk dan turun ke bawah dan semua pun berjalan ke arah meja makan.


Lalu duduk di kursi meja makan.


Anaya yang baru saja keluar dari kamar, semua menatap sendu Anaya.


"Hai dek," ucap Aris dengan suara serak.


"Kaka habis konser di mana? itu suara ilang gitu?" tanya Anaya sambil terkekeh.


"Kaka semalam konser sama Miko," ucap Aris sambil terkekeh.


Semua pun tertawa mendengar Aris dan Anaya yang bercanda. Tiba - tiba Miko datang.


"Meong," ucap Miko.


"Walaikumsalam Miko," ucap Anaya.


Miko pun langsung duduk disebelah Anaya.

__ADS_1


"Miko manja," ucap Aris.


Miko langsung mencakar Aris, setelah Aris bilang Miko manja.


"Miko nakal," ucap Aris.


Miko langsung mengeong terus dan menatap Aris.


"Udah Miko diam, aku mau makan dulu, nanti main bareng," ucap Anaya.


Miko pun langsung diam, Fauzi sebenarnya tidak terlalu suka sama kucing, karna alergi dengan bulunya. Fauzi hanya melihat interaksi Miko dengan Anaya.


Saat sedang makan, mbak Nita mengatakan ada tamu namanya Pa Doni.


"Bun, ada tamu namanya pa Doni," ucap Nita.


"Bilang tunggu sebentar, kamu kasih minum aja dulu," ucap bunda.


"Baik bu, saya permisi," ucap Nita.


Akhirnya sarapan yang kesiangan telah selesai, ayah dan bunda yang ke ruang tamu untuk bertemu dengan pa Doni.


"Selamat pagi pa, maaf tadi sedang sarapan dulu," ucap Teguh.


"Iya pa, tidak apa - apa. Mana anak yang mau di terapi nya?" tanya Pa Doni.


Akhirnya ayah menjelaskan dulu tentang kondisi Anaya selama ini dan kondisi yang tadi pagi.


"Baik pa, saya liat aja dulu dan lagsung terapi pertama," ucap pa Doni.


Ayah dan bunda pun membawa pa Doni ke kamar Anaya.


"Anaya, ini pa Doni yang mau terapi sama Anay," ucap ayah.


Pa Doni pun langsung memegang Anaya dan Fauzi memegang Anaya dari depan.


"Anaya, kalau merasa sakit. Kalau mau teriak, teriak aja ya. Jangan di tahan," ucap pa Doni.


Awalnya Anaya masih santai, pa Doni memijit pada bagian - bagian syaraf yang menghubungkan dengan titik tertentu.


Anaya pun menjerit dan menangis karna sakit saat di pijit pada bagian tertentu. Yang melihat Anaya hanya bisa terdiam.


"Semoga dengan totok ini, kamu bisa lebih baik," gumam ayah dalam hati.


"Sabar ya Nay! kaka yakin, kamu bisa sembuh," gumam Fauzi dalam hati.


"Sabar dek, ini ikhtiar kami untuk adek," gumam bunda dalam hati.


"Sabar dek, semoga dari terapi ini. Adek bisa kembali sehat lagi dan bisa sekolah lag," gumam Aris dalam hati.


Pa Doni memijit bagian - bagian dengan titik syaraf tertentu.


"Buat masnya, coba lepasin dari Anaya. Apa bisa duduk atau gak tanpa ada yang pegangin," ucap pa Doni.


Anaya pun sedikit bisa duduk dengan sendiri tanpa di pegangin.

__ADS_1


"Kak, adek bisa duduk dan gak terlalu lemes kaya tadi pagi," ucap Anaya.


Semua yang di sana merasa bahagia , karna ada progres untuk menuju kesembuhan Anaya.


__ADS_2