
Fauzi yang kini tinggal bersama keluarga Dokter Benny, Fauzi ingin mewujudkan cita - citanya. Fauzi rajin sekolah dan kalau tidak ada hal yang tidak terlalu penting untuk ijin sekolah, Fauzi memilih untuk tetap sekolah.
"Pih, mih... Fauzi berangkat sekolah dulu ya," ucap Fauzi.
"Selamat sekolah ya sayang, ini bekal makan siangnya," ucap Mamih Meliana.
"Makasih mih," ucap Fauzi yang mengambil kotak makan dari tangan mamih Meliana.
"Ini uang untuk Fauzi selama seminggu," ucap papih Benny.
"Ini kebanyakan pih," ucap Fauzi.
"Kalau kebanyakan, bisa Fauzi tabung," ucap papih.
"Makasih pih," ucap Fauzi.
Fauzi pun mencium tangan dan pipi mereka satu per satu, akhirnya Fauzi berangkat sekolah di antar supir pribadi.
"Aku harus membalas budi atas kebaikan keluarga ini untuk Fauzi dan orang tuaku. Aku akan menjadi dokter sesuai cita - cita ku dan aku harus menunjukkan dengan prestasi," gumam Fauzi dalam. hati.
Akhirnya Fauzi tiba di sekolah yang di antar oleh supir pribadi.
"Pa nanti jemput jam 2 ya," ucap Fauzi sambil mencium tangan.
"Iya Zi, nanti bapak jemput jam 2," ucap pa supir.
Akhirnya Fauzi memasuki gerbang sekolah, Fauzi mulai sekolah lagi setelah beberapa hari yang lalu sang ibu meninggal.
"Zi... gue turut berduka cita ya, atas meninggalnya ibu," ucap salah satu teman Fauzi.
"Makasih ya," ucap Fauzi.
Hari ini adalah hari Senin, setiap Senin pasti ada upacara.
"Untuk Muhammad Fauzi kelas 7A harap kedepan," ucap Kepala Sekolah.
Fauzi pun keluar barisan dan berjalan menuju podium upacara dan berdiri di samping Kepala Sekolah.
"Fauzi... saya sebagai kepala sekolah mewakili guru, staff dan murid - murid disekolah ini, ingin menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Ibu tercinta. Ini ada sedikit uang untuk keperluan mu, uang ini dari pihak sekolah dan orang tua murid disini," ucap Kepala Sekolah.
Fauzi merasa terharu dengan perhatiannya mereka untuk Fauzi.
"Assalamu'alaikum... saya Fauzi kelas 7A, saya mau mengucapkan banyak terima kasih untuk semuanya atas perhatian kalian semua untuk Fauzi. Maaf Fauzi tidak bisa membalas satu per satu kebaikan dari kalian semua, biar Allah SWT yang membalas kebaikan kalian semua. Fauzi terima ya," ucap Fauzi.
Tak lupa Fauzi menyalami dan mencium tangan Kepala sekolah, staff dan seluruh guru. Dan Fauzi kembali berdiri ke barisan kelas 7A. Teman - teman Fauzi senang sekali jika berteman dengan Fauzi, karna Fauzi mau membantu bila ada teman - teman yang tidak mengerti dalam pelajaran sekolah.
"Allhamdulilah ya Allah... rezeki untuk ibu, akan Fauzi simpan ke dalam tabungan, agar Fauzi bisa kuliah nantinya," gumam Fauzi dalam hati.
Fauzi memberi kabar sama papih Benny, kalau Fauzi dapat uang bela sungkawa dari sekolah.
__ADS_1
"Pih... Fauzi dapat uang bela sungkawa dari pihak sekolah dan orang tua murid, katanya ada 3 juta," ucap Fauzi.
"Ya udah kamu simpan ke dalam tabungan ya nak, nanti papih jemput kamu ke sekolah," ucap papih.
"Iya pih... pih Fauzi masuk kelas dulu ya," ucap Fauzi.
"Iya nak... semangat belajarnya ya," ucap papih.
Ponsel pun dimatikan, sekarang waktunya fokus belajar.
"Selamat pagi anak - anak, hari ini kami pihak sekolah akan ada rapat mendadak. Kami akan rapat untuk acara cerdas cermat kelas 7, 8 dan 9 se - kota Bandung, jadi kami akan merapatkan siapa aja yang nantinya akan ikut seleksi," ucap Wali kelas.
"Jadi sekarang kita pulang atau bagaimana bu?" tanya Fauzi.
"Iya sekarang kalian boleh pulang dan besok masuk jam 8, karna besok ada pengumuman siapa aja yang ikut seleksi. Dari tiap kelas di ambil 6 orang dengan 3 kelompok," ucap Wali kelas.
"Iya bu... ya udah teman - teman kita sekarang berdoa menurut agama dan kepercayaan masing - masing, agar diberi keselamatan hingga rumah," ucap Fauzi.
Fauzi yang ditunjuk sebagai ketua kelas, selalu membimbing teman - temannya dan mengajari segala hal. Akhirnya mereka pulang.
"Fauzi," ucap Wali kelas.
"Iya bu... ada apa?" tanya Fauzi.
"Ibu turut berbela sungkawa ya," ucap wali. kelas.
"Iya bu terima kasih, Fauzi pamit pulang ya bu. Assalamu'alaikum," ucap Fauzi sambil menyalami dan mencium tangan Wali kelasnya.
Fauzi pun menelepon papih untuk mengabari kalau sudah pulang sekolah.
"Halo pih... lagi dimana?" tanya Fauzi.
"Di rumah sakit... kenapa nak?" tanya papih.
"Disekolah lagi ada rapat guru, jadi Fauzi udah pulang sekolah," ucap Fauzi.
"Ya udah tunggu bentar, papih jemput sekarang," ucap papih.
Fauzi pun mematikan ponselnya dan menunggu kedatangan sang papih.
"Zi... belum di jemput?" tanya Lukas yang teman satu kelas.
"Papih ku masih di jalan... kamu gak di jemput?" tanya Fauzi.
"Supir hijaunya belum datang," ucap Luka.
"Siapa supir hijau?" tanya Fauzi.
"Itu supir online," ucap Lukas.
__ADS_1
"Oh... aku kira, kamu di jemput sama hulk," ucap Fauzi sambil tertawa.
"Kas... aku duluan ya, papih ku udah jemput," ucap Fauzi.
"Iya Zi ati - ati di jalan," ucap Lukas.
"Makasih... kamu juga ati - ati di jalan sama hulk nya ya," ucap Fauzi sambil tersenyum.
Lukas merupakan teman Fauzi yang pendiam dan tak banyak bicara, karna Lukas tidak memiliki kepintaran seperti Fauzi.
"Makasih ya Zi... kamu memang teman yang baik," gumam Lukas dalam hati.
Fauzi pun di jemput sang papih yang kemudian ikut ke rumah sakit.
"Pih... ini uang santunan dari pihak sekolah dan seluruh orang tua murid," ucap Fauzi.
"Ya udah kita ke bank dulu, kita simpan uangnya di rekeningnya Fauzi ya," ucap papih.
"Iya pih," ucap Fauzi.
Fauzi pun ikut ke bank dan melihat jumlah saldo di rekening Fauzi yang setiap harinya selalu bertambah banyak.
"Dari bank, kita ke rumah sakit dulu ya. Soalnya papih ada operasi dulu bentar, kamu di ruangan papih aja ya. Kalau lapar cari makan aja di sekitaran rumah sakit," ucap papih.
"Iya pih... tapi kan tadi mamih kasih bekel, belum Fauzi makan. Paling nanti cari minum aja," ucap Fauzi.
"Okay... anak pinter, nanti juga cici Felisya mau ke rumah sakit. Dia lagi praktek kerja lapangan dari kampusnya di rumah sakit Borromeus," ucap papih.
Fauzi pun hanya menganggukkan kepala, akhirnya sudah tiba di rumah sakit dan tiba di ruangan pribadi dokter Benny.
"Kamu disini... papih kerja dulu ya, kalau mau keluar ruangan bilang suster Sri ya," ucap papih.
"Iya pih," ucap Fauzi.
Akhirnya Fauzi menunggu di ruangan dokter Benny sambil membaca buku tentang seorang dokter sambil makan yang tadi di bawakan oleh mamihnya.
Tiba - tiba ada suara pintu di ketuk dan di buka. Ternyata yang datang itu cici Felisya.
"Dek," ucap Felisya.
"Cici," ucap Fauzi.
"Papih mana?" tanya Felisya.
"Papih lagi operasi," ucap Fauzi.
"Oooh... kamu lagi apa?" tanya Felisya.
"Ini lagi baca buku tentang kedokteran dan sambil makan," ucap Fauzi.
__ADS_1
"Ya udah cepet makannya, nanti temenin cici cari makan di kantin," ucap Felisya.
Fauzi pun dengan segera menghabiskan makan yang tadi di bekali oleh mamih. Akhirnya Felisya dan Fauzi bilang ke suster Sri untuk mencari makan dan nanti akan kembali lagi ke ruangan dokter Benny.