
1 bulan kemudian
Hari ini adalah hari pengumuman dimana hasil ujian Nasional yang sudah dilakukan sebulan yang lalu sudah keluar. Kini Fauzi sedang menunggu hasilnya yang dikirim ke rumah.
"Nak... kaya setrikaan aja, bulak balik," ucap mamih.
"Mih... Uzi udah gak sabar sama hasilnya," ucap Fauzi.
"Tuh ada tukang pos," ucap mamih.
Fauzi langsung berlari ke halaman depan dan segera menghampiri tukang pos itu.
"Ini buat Muhammad Fauzi," ucap tukang pos.
"Iya pa, itu saya," ucap Fauzi.
"Tanda tangan disini," ucap tukang pos.
Fauzi pun segera menandatangani dan menerima amplop itu, Fauzi segera membuka amplop itu.
"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Fauzi sambil membuka amplop itu.
Fauzi membuka amplop itu dan hasilnya lulus.
"Allhamdulilah... horeeeeeee Fauzi lulus," ucap Fauzi sambil loncat-loncat.
Semua pekerja yang melihatnya merasa bahagia, karna mereka merupakan pekerja lama yang tau siapa Fauzi.
"Mamiiiiiiiih," teriak Fauzi sambil berlari ke dalam rumah.
"Iya sayang, kenapa?" tanya mamih dengan sedikit panik.
"Fauzi lulus mih," ucap Fauzi.
"Puji Tuhan... selamat ya nak, ini usaha mu selama ini," ucap mamih.
"Fauzi bahagia mih," ucap Fauzi.
"Iya sayang, nanti kita bilang papih ya. Oh iya jangan lupa kabari cici dan koko," ucap mamih.
"Iya mih, Fauzi ke atas dulu, mau ambil ponsel," ucap Fauzi.
Mamih hanya bisa tersenyum melihat anak bungsunya yang sudah lulus SMP dan sekarang akan SMA.
"Tidak terasa, anak itu akan SMA. Mamih akan selalu ada untuk Fauzi," gumam mamih dalam hati.
Fauzi segera masuk ke dalam kamarnya, Fauzi menatap foto kedua orang tuanya dan langsung memeluk foto itu. Fauzi hanya bisa mengucapkannya dalam hati.
"Bu, pak... Fauzi udah lulus SMP dan sekarang akan masuk SMA, doakan Fauzi slalu ya bu. Biar Fauzi bisa mewujudkan cita-cita Fauzi," gumam Fauzi dalam hati sambil menatap foto orang tuanya.
Fauzi mengambil ponselnya dan segera mengirim pesan untuk Alfred, Felisya dan Alika.
__ADS_1
"Ko... Fauzi lulus," isi pesan Fauzi untuk Alfred.
"Ci... Fauzi lulus," isi pesan Fauzi untuk Felisya.
"Hai Alika... apa kabar? kamu lulus gak?" isi pesan Fauzi untuk Alika.
Fauzi segera memasukkan ponselnya ke saku celana pendeknya, karna belum ada balasan dari siapapun.
Namun tiba-tiba terdengar suara ponsel berbunyi dan tertera nama wali kelas 9a.
"Assalamu'alaikum bu," ucap Fauzi.
"Walaikumsalam nak, selamat ya sudah lulus," ucap Wali kelasnya.
"Allhamdulilah bu, ada apa ya bu?" tanya Fauzi.
"Besok kumpul di sekolah jam 9, dan rundingkan dengan orang tua untuk masuk SMA mana, siapkan 3 SMA yang Fauzi mau. besok datang dengan orang tua, karena besok langsung pengumuman nilai," ucap wali kelasnya.
"Iya bu, nanti Fauzi datang sama papih atau mamih. Dan nanti Fauzi rundungkan dengan orang tua," ucap Fauzi.
"Baik nak, ibu mau menelepon orang tua Alika dulu," ucap wali kelasnya.
"Iya bu, assalamu'alaikum," ucap Fauzi.
"Walaikumsalam nak," ucap wali kelasnya.
Fauzi pun sebenarnya sudah ada 3 pilihan SMA yang Fauzi mau, sebelumnya sudah berbicara dengan Felisya.
Sore yang senja, adik-kaka sedang mengobrol di halaman belakang.
"Dek... nanti mau meneruskan ke SMA mana?" tanya Felisya.
"Kalau menurut cici yang bagus kemana, yang mendukung siswanya dengan cita-cita menjadi dokter," ucap Fauzi.
"Kamu tetap ingin jadi dokter?" tanya Felisya.
"Iya ci... aku akan tetap mewujudkan cita-cita aku," ucap Fauzi.
"Kamu harus tetap konsisten sama apa yang kamu mau, wujudkan cita-cita mulia dengan kesungguhanmu dalam belajar," ucap Felisya.
"Iya ci... aku udah banyak belajar tentang ilmu kedokteran dan semakin mempelajari, semakin ingin menjadi dokter," ucap Fauzi.
"Apa yang membuat Fauzi ingin menjadi dokter? " tanya Felisya.
"Fauzi ingin banyak membantu orang, kalau Fauzi ada rezeki ingin membuat klinik untuk orang-orang miskin yang ingin berobat tapi gak punya biaya," ucap Fauzi.
"Puji Tuhan, mulia sekali hatimu dek! semoga tercapai ya dek segala keinginan dan cita-citanya adek," ucap Felisya.
"Aamiin ci, semoga aja," ucap Fauzi.
"Kalau kamu tetap ingin jadi dokter, kamu pilih SMA 1, 3, 5," ucap Felisya.
__ADS_1
"Oh gitu ya Ci, tapi diantara ketiga SMA itu yang paling unggul SMA mana?" tanya Fauzi.
"Kalau yang paling unggul itu SMA 3 dan 5," ucap Felisya.
"Nah katanya harus menentukan dari sekarang 3 SMA," ucap Fauzi.
"Kalau gitu pilihan pertama SMA 3, pilihan kedua SMA 5, dan pilihan ketiga SMA 1," ucap Felisya.
"Iya ci... nanti aku obrolin lagi sama papih, makasih ya ci udah bantu Fauzi selama ini," ucap Fauzi.
"Iya sama-sama dek, kamu kan adiknya cici. Masa iya cici gak bantu kamu," ucap Felisya.
Felisya memeluk Fauzi dengan penuh rasa kasih sayang yang tulus.
Flashback Off
Fauzi keluar kamar, karna mendengar suara papih sudah pulang dari rumah sakit, Fauzi turun dengan perasaan yang sangat bahagia.
"Puji Tuhan, selamat ya nak. Sekarang calon anak SMA," ucap papih.
"Iya Pih, oh iya besok di suruh ke sekolah bareng orang tua jam 9. Sekalian penentuan mau daftar ke 3 SMA yang di mau," ucap Fauzi.
"Kamu sudah punya sekolah yang di mau?" tanya papih.
"Udah pih... Uzi juga udah sempelat ngobrol sama cici Felisya," ucap Fauzi.
"Mau ke SMA mana?" tanya papih.
"Pilihan pertama SMA 3, pilihan kedua SMA 5, dan pilihan ketiga SMA 1," ucap Fauzi.
"Bagus itu... itu seperti pilihan Felisya waktu itu, karna waktu itu juga Felisya udah ingin menjadi dokter. Pilihan Felisya tepat sekali untukmu nak," ucap Felisya.
"Iya pih," ucap Fauzi.
"Ya udah nanti malam kita makan malam bersama bertiga atau berlima," ucap papih.
Dokter Benny segera mengambil ponselnya untuk menelepon kedua anaknya, karna ingin mengajak makan malam bersama. Namun kedua anaknya tidak bisa, Alfred yang sedang bertugas keluar kota dan Felisya sedang banyak tugas yang tidak bisa di tinggalkan.
"Ya sudah kita bertiga saja makan malam bersamanya, karna mereka sedang sibuk," ucap papih.
"Ya udah nak, sekarang kamu mandi, solat dan bersiap-siap yang ganteng ya nak," ucap mamih.
"Iya mih... Uzi ijin mau mandi dan biar gantengnya mengalahkan papih," ucap Fauzi.
"Papih juga bersiap-siap yang ganteng," ucap mamih.
"Mamih juga harus cantik ya, biar papih makin cinta," ucap papih.
"Iiisssshhh papih... malu tuh sama si bungsu," ucap mamih.
Semua pun bersiap-siap untuk makan malam atas kelulusan Fauzi, mereka bertiga pergi ke sebuah resto ternama di kota Bandung dengan hati bahagia.
__ADS_1