She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 56


__ADS_3

Kini giliran Aris dan Adam yang masuk ke dalam ruang ICU, seharusnya Adam tidak boleh masuk. Namun pihak keluarga meminta ijin, karna Adam sangat dekat dengan Anaya.


"Kak, bangun dong. Adam sedih kalau liat kaka seperti ini. Nanti yang ajarin Adam belajar siapa?" tanya Adam.


"Nay, please bangun. Katanya mau ke sekolah di bonceng naik motor," ucap Aris.


"Dek, kita keluar yu. Biarkan ka Anaya untuk istirahat dulu," ucap Aris.


Adam pun hanya menganggukkan kepala, sebelum meninggalkan Anaya, Adam pun mengecup pipi Anaya. Adam pun meneteskan air mata, Aris pun ikut meneteskan air mata.


Adam dan Aris pun keluar ruang ICU, lalu berlari memeluk sang bunda.


"Bunda, apa kak Anaya akan seperti itu terus?" tanya Adam.


"Sabar ya sayang, doakan aja terus buat ka Anaya," ucap bunda.


Ibu Nunung pun masuk ke dalam ruang ICU untuk melihat murid kesayangannya itu dengan air mata yang sudah mengalir tanpa henti.


"Sayang, ibu disini nak. Kalau Anaya udah gak sanggup buat menahan segala penyakit yang ada tubuhmu, ibu ikhlas kalau Anaya mau pergi dan menyusul ibu mu yang udah di surga," ucap Ibu Nunung dengan lirih.


Belum ada tanda - tanda dari Anaya, hanya ada suara detak jantung dari monitor di samping bed Anaya.


"Nay, ibu pulang dulu ya. Kalau masih ingin bertahan, bukalah matamu. Jika sudah tak sanggup untuk bertahan, ibu ikhlas," ucap Ibu Nunung sambil mengecup kening dan pipi Anaya.


Ibu Nunung pun keluar ruang ICU dengan langkah gontai dan berasa lemas di sekujur tubuh, setelah melihat keadaan Anaya saat ini.


"Zi apa kamu mau masuk?" tanya ayah.


"Yang lain saja dulu yah, Uzi nanti terakhir aja," ucap Fauzi.


"Mba Nita dan mas Rio, kalian masuklah dulu," ucap ayah.


Nita dan Rio pun giliran masuk ke ruang ICU untuk melihat kondisi Anaya.


"Non, cepet sembuh ya. Biar nanti kita masak bareng lagi. Mba belum sempat mengajari non masak bolu caramel," ucap Nita.


"Non, ayo bangun. Katanya mau ikut sama mas Rio ke kampung, kita main di sawah," ucap Rio.

__ADS_1


Nita dan Rio sudah menganggap keluarga ini seperti keluarganya sendiri, karna keluarga ini juga menganggap mereka bukan seperti pembantu. Melainkan seperti keluarga mereka yang tak pernah membedakan mereka.


Rio yang mampu melihat dunia lain, Rio melihat sosok arwah Anaya di dekatnya. Rio yang memiliki kelebihan itu pun, berbicara lewat batin.


Nita merasakan mendadak bulu punduknya berdiri dan merasa dingin lalu merinding.


"Rio, udah yu," ucap Nita.


Rio pun hanya menganggukkan kepala dan melihat arwahnya Anaya berdiri di sampingnya. Rio pun masih berbicara dengan Anaya lewat batinnya.


Rio yang setelah keluar dari ruang ICU tampak pucat dan lemas, karna energi Rio digunakan untuk mengobrol dengan Anaya lewat batin.


"Rio, kamu gak apa - apa?" tanya ayah.


"Gak apa - apa," ucap Rio.


Ayah tau, pasti Rio habis menggunakan energinya untuk melihat keadaan Anaya.


"Bunda dulu yang masuk, ayah mau mengobrol dulu dengan Rio," ucap ayah.


"Iya yah," ucap bunda.


"Rio, saya mau bicara dulu," ucap ayah.


Ayah dan Rio pun menjauh dari yang lain.


"Apa yang kamu liat di dalam?" tanya Ayah.


"Rio, tadi mengobrol dengan arwah Anaya. Katanya Anaya sudah tidak sanggup menahan semua ini, tapi Anaya takut sedih bila meninggalkan semuanya. Anaya belum siap meninggalkan semua, terutama Dita, ayah dan Fauzi," ucap Rio.


Ayah pun hanya bisa menghela nafas panjang dan berjalan ke arah ruang ICU untuk menyusul istrinya.


"Anaya anak kesayangan ayah, kalau kamu sudah tak sanggup menahan sakitnya ini, pergilah susul ibu di surga. Insya Allah ayah dan kami semua yang disini sudah ikhlas dan kami akan slalu mengingatmu selama ini," ucap Ayah.


"Anaya anak kesayangan bunda, kalau Anaya sudah gak kuat. Anaya boleh pergi, kami disini akan ikhlas. Justru kami akan sedih bila melihat Anaya yang seperti ini," ucap bunda.


"Ayah tau, kalau kamu sudah tak sanggup. Jika dengan pergi, bisa membuat Anaya sehat. Maka pergilah, kami ikhlas Nay," ucap ayah.

__ADS_1


Ayah dan bunda saling berpelukkan karna tak sanggup melihat kondisi Anaya seperti ini, dan ayah yang sudah tau kondisi Anaya dari Rio pun. Ayah semakin sedih dan tak kuat menahan air mata yang ayah tahan untuk tidak keluar.


Ayah dan bunda pun keluar ruang ICU dengan perasaan yang sangat hancur, setelah melihat putri kesayangannya saat ini.


Fauzi pun membantu bunda untuk duduk dan memenangkan hatinya.


"Nak, sekarang giliranmu untuk masuk. Masuklah, pasti Anaya menunggu kedatanganmu untuk menjenguknya," ucap ayah sambil memeluk Fauzi.


Fauzi pun masuk dengan perasaan hancur dan ntah harus bagaimana, karna orang yang disayanginya sedang tidur dengan ntah kapan sadarnya.


"Anaya sayang, katanya mau berkumpul semuanya. Sekarang disini udah berkumpul semuanya, apa yang Anaya mau lagi? bukalah matamu sebentar, bila sudah melihat semuanya. Anaya boleh pergi, kaka ikhlas dengan semua ini," ucap Fauzi.


Kini ada gerakkan dari tangan Anaya, Fauzi merasakan tangan Anaya bergerak. Fauzi memencet bell untuk memanggil suster dan dokter.


Dokter Benny pun masuk ke ruang ICU, yang di luar ICU pun mendadak panik, karna melihat dokter Benny masuk ke ruang ICU.


"Ada apa Zi?" tanya dokter Benny.


"Barusan jari tangan Anaya bergerak," ucap Fauzi.


Dokter Benny pun langsung memeriksa kondisi Anaya dan ada sebuah keajaiban muncul lagi untuk Anaya.


"Zi, Anaya sudah mampu melewati masa kritisnya. Sekarang biarkan Anaya untuk tidur dulu. Kalau kondisinya stabil, kita akan pindahkan Anaya ke ruang rawatnya lagi," ucap Dokter Benny.


"Allhamdulilah," ucap Fauzi.


"Sudah, sekarang kita keluar. Biarkan Anaya istirahat, biar suster yang menjaga disini," ucap dokter Benny.


Fauzi dan dokter Benny pun keluar ruang ICU.


"Apa yang terjadi dok?" tanya Teguh.


"Masa Kritis Anaya, mampu terlewati. Kini sedang menunggu kondisi Anaya stabil, jika stabil akan kami pindahkan ke ruang rawat lagi. Sekarang kita menunggu 2 jam saja untuk melihat perkembangan Anaya," ucap dokter Benny.


Semua yang ada disana merasa lega, setelah mendengar kabar Anaya melewati masa kritisnya.


2 jam sudah, semua menunggu hasil kondisi Anaya, kondisi Anaya mulai stabil dan bisa di pindahkan ke ruang rawatnya kembali.

__ADS_1


Tetap saja mereka masih setia menunggu Anaya untuk sadar kembali.


__ADS_2