
Flashback On
Semenjak Anaya meninggal dunia, hanya Alika lah yang selalu menemani Fauzi saat praktek kerja di rumah sakit.
Fauzi meminta pada papih Benny untuk membantu Alika, agar bisa menjadi suster pribadinya. Seperti dokter Benny dengan suster Sri, sekarang Fauzi dengan suster Alika.
"Pih... bisa gak kalau Alika menjadi suster pribadiku, seperti papih dengan suster Sri," ucap Fauzi.
"Bisa... memang kenapa?" tanya papih.
"Bantu Alika menjadi suster pribadiku dong pih!" ucap Fauzi
"Hmmm... pasti ada sesuatu nih!" ucap papih.
"Gak ada apa-apa pih, cuman biar lebih deket untuk meluluhkan hati mamihnya Alika," ucap Fauzi.
"Yakin cuman itu?" tanya papih dengan menggoda anak bungsunya.
"Iiissshhh... papih kaya yang gak pernah muda aja," ucap Fauzi.
"Okaylah... besok papih kabari, kamu pulanglah ke rumah. Mamih kangen anak bungsunya," ucap papih.
"Iya ntar Fauzi pulang, Fauzi juga udah kangen mamih," ucap Fauzi.
Akhirnya Fauzi ijin pamit untuk pulang duluan, karna Fauzi lelah dengan kegiatan hari ini. Fauzi rencana pulang bareng Alika, dan Alika sudah menanti di lobi rumah sakit.
"Hai udah lama?" tanya Fauzi.
"Belum... tadi mamih kirim pesan, katanya aku disuruh bawa kamu ke rumah," ucap Alika.
"Aku disuruh ke rumah?" tanya Fauzi dengan heran.
"Iya... gak tau ada apa! aku juga bingung," ucap Alika.
__ADS_1
"Ya udah, kita hadapi bersama ya," ucap Fauzi.
Fauzi masih penasaran dengan pesan mamihnya Alika, yang menyuruhnya untuk datang ke rumahnya setelah sekian tahun. Akhirnya tiba di rumah mamihnya Alika, karena selama ini Alika tinggal di rumah omahnya.
"Ada apa ya?" tanya Fauzi yang masih heran.
"Gak tau, aku juga bingung!" ucap Alika yang bingung.
"Assalamu'alaikum," ucap Alika yang masuk ke dalam rumah.
Selama ini mamihnya Alika hidup berdua dengan seorang suster yang di kirim oleh Alika, semenjak Alika sudah bisa mencari uang sendiri. Alika mencari perawat yang bisa menjaga mamihnya, karna Alika tidak bisa setiap waktu menjaga dan merawat mamihnya.
"Walaikumsalam nak, mana Fauzi?" tanya mamihnya.
"Kalau mamih mau marahin Fauzi lagi kaya waktu itu, lebih baik aku pulang," ucap Alika dengan ketus.
"Gak nak, mamih mau bicara sama kamu dan Fauzi," ucap mamih.
Mamih pun berjalan ke halaman depan untuk menemui Fauzi, karna Fauzi masih trauma dengan kejadian beberapa tahun yang lalu ketika datang untuk minta restu.
"Fauzi," ucap mamihnya Alika dengan lirih.
"Tante," ucap Fauzi yang kaget melihat kondisi mamihnya Alika saat ini.
"Kita masuk yu nak, tante ada yang ingin dibicarakan dengan Fauzi," ucap mamihnya Alika.
"Ada apa sih mih?" tanya Alika.
"Sebelumnya tante mau minta maaf sama Fauzi, karna waktu itu pernah berkata kasar dan marah-marah sama Fauzi," ucap mamihnya Alika.
"Iya tante gak apa-apa, itu jadi penyemangat buat Fauzi, biar suatu hari bisa bikin Alika bahagia ketika hidup dengan Fauzi," ucap Fauzi.
"Makasih nak udah mau memaafkan tante, dan ucapan tante menjadi penyemangat untukmu. Sekarang tante mau minta tolong sama Fauzi," ucap mamihnya Alika.
__ADS_1
"Minta tolong apa?" tanya Fauzi dengan heran.
"Tante mau minta tolong sama Fauzi buat jagain Alika ya, tante takut umur tante gak lama lagi," ucap mamihnya Alika.
"Maksud mamih apa? kenapa bilang begitu?" tanya Alika.
"Nak...mamih tau kalau umur mamih gak akan lama lagi, karna kanker otak mamih udah masuk stadium akhir. Jadi mamih mau minta sama Fauzi buat jagain kamu selamanya," ucap mamihnya Alika.
"Gak... mamih pasti sembuh mih, dokter Benny dan Fauzi pasti bisa sembuhin mamih," ucap Alika sambil memeluk mamihnya.
"Nak Fauzi, tante titip Alika ya! tante merestui hubungan kalian, mulai sekarang kalian hidup bahagia ya," ucap mamih Alika.
"Maksud mamih?" tanya Alika.
"Mamih udah sering liat kamu dan Fauzi bersama, ternyata kalian memang di takdirkan untuk bersama. Hanya bersama Fauzi kamu semangat sekolah, rajin belajar, dan sekarang kalian bekerja di tempat yang sama. Jadi mamih merestui hubungan kalian," ucap mamihnya Alika.
"Ini serius mih? mamih lagi gak bercandakan?" tanya Alika.
"Gak sayang, sini nak mendekat. Mamih sayang sekali sama kalian, mamih mau kalian hidup bahagia bersama. Kalian semakin di pisahkan malah semakin erat untuk bersama," ucap mamih sambil memeluk anak dan calon menantu.
"Te... terima kasih tante, Fauzi janji akan buat Alika bahagia. Dan Fauzi akan bantu tante sembuh," ucap Fauzi.
"Tidak usah nak, biarkan penyakit ini ada di dalam tubuh ini. Itung-itung ini dosa yang tante buat selama ini, dan jangan panggil tante tapi harus mamih!" ucap mamihnya Alika.
"I... iya mih, makasih ya mih udah merestui hubungan Fauzi," ucap Fauzi.
"Makasih ya mih, udah mau menerima Fauzi," ucap Alika.
"Iya nak, kata omah kamu selalu di antar jemput oleh Fauzi. Omah dan mamih lebih tenang kalau Fauzi jadi pendampingmu," ucap mamihnya Alika.
Alika dan Fauzi merasa bahagia, karna sang mamih telah merestui hubungan mereka. Setelah kejadian beberapa tahun yang lalu, Fauzi sempat menjauh dari Alika. Namun semenjak Anaya pergi, Fauzi membuka kembali hati untuk Alika.
Flashback Off
__ADS_1