She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 44 - Pernyataan Anaya


__ADS_3

Keesokan harinya, Anaya terbangun dari tidurnya dan membangun kan Fauzi.


"Kak bangun," ucap Anaya.


Fauzi pun bangun sambil mengucek mata.


"Iya kenapa Nay?" tanya Fauzi.


"Aku ingin ke kamar mandi, perut ku sakit," ucap Anaya.


Fauzi pun menggendong Anaya ke kursi roda dan mendorong ke kamar mandi.


"Kaka panggil mbak Nita dulu ya," ucap Fauzi.


Fauzi pun mencari mbak Nita dan menemukannuay.


"Mbak, itu Anaya lagi buang air besar di kamar mandi.


" Oh iya den, mbak ke sana dulu, permisi den," ucap mbak Nita.


Fauzi pun menganggukkan kepalanya setelah mbak Nita pergi. Fauzi melihat jam, sudah jam 6 pagi. Fauzi pun berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.


"Pagi anak bunda, udah bangun?" tanya bunda.


"Belum bun, ini arwahnya Fauzi yang bangun," ucap Fauzi sambil terkekeh.


"Kamu ini ada - ada aja," ucap bunda.


"Mau sarapan apa?" tanya bunda.


"Apa aja bun, yang penting masakan bunda. Karna masakan bunda enak sekali," ucap Fauzi.


"Bisa aja anak bunda yg ini ngegombal nya, jangan - jangan suka gombalin perempuan," ucap bunda.


"Perempuan siapa bun, Uzi jomblo begini," ucap Fauzi.


Saat mereka sedang mengobrol, ayah keluar kamar dan menghampiri mereka.


"Ngobrolin ayah ya," ucap ayah sambil terkekeh.

__ADS_1


"Itu sih maunya ayah," ucap bunda.


Tidak lama kemudian, Adam turun yang udah siap memakai seragam untuk siap bersekolah.


"Wah, anak ganteng baru turun," ucap Fauzi.


"Baru tau ya kak, kalau Adam ganteng. Dari dulu juga udah ganteng, kaka aja yang baru sadar," ucap Adam sambil terkekeh.


"Iya deh, kaka baru sadar kalau Adam lebih ganteng dari kaka," ucap Fauzi.


"Ini sarapan buat Adam, roti bakar isi Strawberry keju," ucap bunda.


"Di bekel aja deh bun, takut terlambat," ucap Adam.


"Okay, nih bunda masukin ke plastik ya. Tuh om Rio udah nunggu," ucap bunda.


Adam pun menyalami dan mencium tangan ayah, bunda, ka Fauzi. Saat sedang berjalan ke arah depan, melihat Anaya yang baru keluar dari kamar.


"Kak, Adam berangkat dulu ya," ucap Adam sambil mengecup pipi Anaya.


"Assalamu'alaikum semua," teriak Adam sambil menutup Pintu.


"Pagi juga yah, yah ke makam ibu yu," ucap Anaya.


"Okay, agak siangan ya. Sekarang kita sarapan dulu. Oh iya Nay, kapan pengumuman kelulusan?" tanya Ayah.


"Gak tau yah, nanti di kirim lewat pos," ucap Anaya.


"Semoga kamu lulus dengan nilai yang terbaik ya. Mau daftar ke SMP mana?" tanya Ayah.


"Pengennya sih ke SMP 2 atau SMP 5,tapi itu juga kalau Anaya masih sehat dan belum di jemput ibu," ucap Anaya.


Semua yang mendengar pernyataan Anaya menatap Anaya dan langsung kembali sarapan pagi.


"Iya pokoknya Anaya harus sehat, biar Anaya bisa kembali sekolah dan bertemu teman - teman baru," ucap ayah.


"Iya yah, semoga aja Anaya bisa sembuh dan gak berakhir seperti artis Olga Syahputra dan Glenn Fredly," ucap Anaya.


"Ya udah sekarang kita sarapan, nanti kita ke makam ibu," ucap ayah.

__ADS_1


Semua pun Sarapan dan sarapan pun telah selesai. Mereka bersiap - siap untuk ke makam almarhumah ibunya Anaya.


Akhirnya mereka telah sampai di depan makam Ibu Yuni, Anaya meminta untuk duduk di sebelah makam ibunya.


"Assalamu'alaikum bu, bu apakah masih lama menjemput Anaya untuk pergi? Kalau masih lama, Anaya ingin bisa sekolah disini bu, sebelum ibu mengajak Anaya pergi jauh," ucap Anaya.


Semua yang sudah biasa dengan ucapan Anaya, hanya bisa menghela nafas dan memeluk Anaya.


"Kak, aku ingin ke danau yang deket taman. Tapi sama berdua aja sama kaka," ucap Anaya


"Iya boleh, kalian ke sana. Tapi ati - ati ya kalian. Ayah sama bunda kembali ke rumah duluan ya," ucap ayah.


"Iya yah, Fauzi akan jagain Anaya sebaik mungkin," ucap Fauzi.


Fauzi dan Anaya pergi ke danau yang dekat taman, melihat banyak bebek berenang di danau.


"Kak," ucap Anaya.


"Kenapa Nay?" tanya Fauzi


"kak, jangan pernah tinggalin Anaya sendiri ya, Anaya sayang banget sama kakak," ucap Anaya.


"Kaka gak akan pernah tinggalin Anaya, kaka juga sayang sama Anaya sebagai adik kaka," ucap Fauzi.


"Kak, maksudnya Anaya bukan sayang seperti itu," ucap Anaya.


"Terus yang seperti apa?" tanya Fauzi.


"Anaya suka sama kaka, dari pertama deket. Anaya merasakan kasih sayang yang tulus. Kakak jangan pernah tinggalin Anaya sampai kapan pun yaya," ucap Anaya.


"Insya Allah dek, pokoknya kaka akan menjaga Anaya sampe kapan pun," ucap Fauzi.


"Makasih ya kak, Anaya sayang banget sama kaka," ucap Anaya.


Fauzi bingung harus jwab apa, karna harus bagaimana. Fauzi pun bingung dengan perasaan dan ucapan yang Anaya kasih untuk Fauzi.


"Nay pulang yu, makin siang makin panas," ucap Fauzi.


"Iya kak, kita pulang," ucap Anaya.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pulang ke rumah, terlihat bahagia dari wajah Anaya dan Fauzi senang sekali bisa melihat Anaya tersenyum.


__ADS_2