She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 23 - Kampus UNPAD Jatinangor


__ADS_3

Akhirnya Fauzi dan papih tiba di kampus UNPAD yang berada di Jatinangor.


"Wow kampusnya bagus pih," ucap Fauzi.


"Ya udah kita ke bagian administrasi dulu," ucap papih.


Fauzi dan papih berada di ruang bagian administrasi.


"Permisi pa, mau tanya kalau mau mengetahui biaya kuliah dan daftar ulang SNMPTN dimana ya?" tanya dokter Benny.


"Disini pa, nama mahasiswanya siapa?" tanya petugas.


"Muhammad Fauzi," ucap dokter Benny.


"Muhammad Fauzi dari SMAN 3 Bandung ya?" tanya Petugas.


"Benar pa," ucap dokter Benny.


"Seluruh biaya percakapan semester dari awal semester hingga beres, mendapatkan beasiswa FULL. Bapak hanya membayar uang bangunan, uang, biaya yang lainnya sudah di tanggung sama pihak yang memberikan beasiswa, asalkan Fauzi bisa mempertahankan nilai IP di 3 smpe 4" ucap petugas.


"Baik, saya bayar sekarang lewat mbanking bisa?" tanya dokter Benny.


"Bisa pa," ucap Petugas.


Dokter Benny membayarkan sebesar 250 juta, itu uang sebagai uang pangkal atau uang bangunan, per semesternya 15 juta. Namun per semesternya sudah dibayar oleh beasiswa yang nantinya Fauzi dapatkan.

__ADS_1


Akhirnya Fauzi akan resmi jadi mahasiswa UNPAD fakultas kedokteran dengan jurusan ahli syaraf.


"Wah anak papih akan jadi mahasiswa, belajar yang rajin ya nak. Biar beasiswanya gak hilang dan biar lulusnya lebih cepat," ucap papih.


"Makasih ya pih, selama ini slalu dukung apa yang Fauzi lakukan," ucap Fauzi.


"Selama papih masih bisa bekerja dan sehat, papih akan selalu dukung apa yang Fauzi cita-citakan," ucap papih.


"Makasih ya pih, Fauzi sayang banget sama papih," ucap Fauzi.


"Papih juga sayang sama kamu nak, buatlah orang tuamu di surga sana, bangga dengan apa yang kamu cita-citakan selama ini. Mereka pasti bahagia memiliki anak seperti Fauzi yang tak pernah lupa untuk solat," ucap papih.


Fauzi langsung memeluk sang papih dan mencium tangannya. Besok adalah hari kelahirannya Fauzi, semua keluarga sedang mempersiapkan kejutan untuk Fauzi.


"Fauzi juga lapar pih," ucap Fauzi.


Akhirnya mereka keluar dari kampus UNPAD, dan mencari makan siang. Dan mereka tiba di sebuah restoran Padang yang bernama Simpang Raya yang berada di daerah Cileunyi.


Papih, Fauzi, dan supir turun untuk makan siang. Sudah banyak makanan yang berjejer di meja.


"Silahkan makan dan pilih yang di suka, makanan disini enak," ucap Papi.


"Mas," papi memanggil pelayan.


"Iya pa," ucap pelayan.

__ADS_1


"Pesan ayam pop 5, jus melon 1, jus mangga 1, dan es jeruk 1 dan tambah nasi 3," ucap Papih.


"Baik pa," ucap pelayan.


Papih tau dan ingat apa saja yang disukai oleh anak-anaknya, istrinya, supir pribadinya dan seluruh asisten rumah tangga.


Pesanan pun telah datang, makanan yang berjejer di meja pun sudah mulai habis. Karna Fauzi bukan tipe anak yang memilih dalam makan, Fauzi tidak makan, yang benar-benar Fauzi tidak suka.


Supir pribadi pun sudah tidak merasakan malu-malu, jadi makan pun tidak malu-malu lagi.


Dokter Benny melihat lahapnya sang anak yang makan, dan papih kembali memanggil pelayan untuk membungkus makana.


"Saya pesan ayam pop 20, otak 20, kikil 20, sambal hijau, singkong, gulai kakap 2 porsi," ucap Papi.


"Baik pa, akan saya siapkan dulu," ucap pelayan.


Dokter Benny tidak pernah melupakan orang-orang yang ada di rumah, dokter Benny tidak mempermasalahkan membayar makan mahal. Karna makan kenyang jauh lebih penting dari perut lapar.


Makan siang pun sudah selesai, dokter Benny membayar makan siang yang lumayan menguras dompet. Namun itu semua tidak membuat dokter Benny bersedih, justru rezeki dokter Benny selalu bertambah banyak.


Perjalanan pulang membuat Fauzi tertidur dengan nyenyak, hingga akhirnya tiba di rumah.


"Zi bangun... sudah sampai di rumah," ucap papih.


Fauzi pun turun dari mobil dan melanjutkan tidur di sofa kerajaan milik Alfred.

__ADS_1


__ADS_2