
Fauzi yang biasa mengurus Pasien seperti ini, baru kali ini merasakan kesedihan yang teramat dalam. Mungkin itu semua karna rasa peduli keluarga ini.
Bunda yang melihat Aris, hanya bisa menghela nafas panjang. Dan Aris pun meraih tangan Anaya, lalu mengecup punggung tangan Anaya dan di genggam tangan adiknya itu.
Dokter Benny pun masuk ke dalam ruangan dan mengatakan sesuatu.
"Untuk semuanya, kami tim dokter meminta maaf sebesar - besarnya. Kami sudah melakukan pengobatan semaksimal mungkin dan pengobatan pun sudah kami lakukan dengan sebaik -baiknya. Hasil CT-Scan Anaya menghasilkan jika virus meningitis Anaya sudah menyebar ke seluruh sel otak Anaya," ucap dokter Benny.
Bunda yang mendengar berita itu langsung shock dan pingsan. Ayah dan Fauzi pun langsung mengangkat tubuh bunda ke atas sofa. Perawat yang di sana langsung memeriksa kondisinya.
"Apa ada kemungkinan untuk Anaya sembuh?" tanya Teguh.
"Untuk kesembuhan hanya 50% pa, semuanya kembali lagi pada sang Maha pencipta," ucap dokter Benny.
"Apa yang menyebabkan anak saya seperti ini dok?," tanya teguh.
__ADS_1
"Bisa karna waktu itu Anaya tidak minum obat secara rutin, terus dari banyak pikiran juga atau bisa juga karna tekanan dari orang - orang yang membuat Anaya merasa tidak nyaman," ucap Dokter Benny.
"Sekarang kondisi Anaya bagaimana dok?" tanya Teguh.
"Kondisi Anaya drop sekali dan kondisinya tidak stabil. Saat ini saya sudah menyuntikkan obat tidur, dengan dosis yang lumayan tinggi. Obat ini untuk menenangkan kondisi Anaya. Mungkin efek obat ini, akan membuat Anaya tertidur kurang lebih selama 6 jam. Nanti setelah 6 jam, saya akan periksa lagi kondisinya. Karna kondisi ini sangat rentan, bila tubuh pasien ini tidak menerima obat ini secara baik, pasien bisa berujung koma," ucap Dokter Benny.
"Baik dok, terima kasih atas pemeriksaannya," ucap Teguh.
"Sama - sama pa, kalau begitu saya pamit keluar," ucap Dokter Benny.
"Dek maafin kaka, kaka salah sama adek. Kaka aja yang sakit, asalkan kamu sembuh dek," ucap Aris.
Fauzi yang mencoba mendekati Aris dan menenangkan Aris.
"Ris sabar dan tenangkan diri kamu. Jangan gini Ris, kita semua juga sedih dengan keadaan Anaya yang seperti ini," ucap Fauzi
__ADS_1
Ayah yang masih berusaha membangunkan bunda, akhirnya bunda sadar. Bunda langsung menangis setelah ingat kondisi anaknya.
Bunda berjalan dengan langkah yang masih terhuyung mencoba mendekati Anaya.
"Nak bangun, liat di sini ada yang menanti mu bangun," ucap bunda.
"Anaya gak kenapa - kenapa, dokter hanya menyuntikkan obat tidur. Agar Anaya lebih tenang, ucap Ayah.
Ayah menjelaskan apa yang di katakan dokter Benny, bunda pun langsung menatap anak sulungnya itu dan bunda mendadak jadi emosi.
" Semua karena Aris, coba kalau kamu gak kirim pesan yang aneh - aneh dan membuat Anaya shock. Semua gak akan jadi kaya gini," ucap bunda.
Aris yang sedang berada dalam pelukkan Aris pun langsung menatap arah suara bunda.
"Iya ini memang semua salah Aris, Aris gak becus jadi kaka yang baik buat Anaya. Kalau semua mau menyalahkan Aris, Aris Terima itu semua. Aris memang pantas untuk di benci dan di marahi," ucap Aris dan langsung berlari ke arah pintu.
__ADS_1
Fauzi dan ayah yang melihat Aris lari pun langsung bingung harus bagaimana. Fauzi yang langsung mengejar Aris keluar, hanya saja Fauzi sudah tertinggal jauh. Dan Aris ntah lari ke mana.