
Fauzi masih menangis memandangi foto - foto saat selama merawat Anaya. Fauzi ingat dengan pesan terakhir Anaya untuk melihat video, Fauzi pun melihat video itu.
"Hai Miko kesayangan Anaya, kalau kamu liat video ini. Mungkin Anaya udah pergi ke surga, Miko di sana baik - baik ya. Oh iya, katanya Miko udah punya teman baru yang nama Meli. Kalian baik - baik ya, semoga kalian selalu akur ya. Miko tolong titip ayah ya, Anaya pergi dulu ya. Dadah Miko...Anaya sayang Miko. Kak tolong liatin video ini sama Miko ya," ucap Anaya.
Fauzi kaget dengan video ini dan Fauzi melihat waktu, kapan Anaya membuat video ini. Fauzi pun pergi keluar kamar dan berjalan mengarah ke halaman belakang.
"Mau kemana Zi" tanya Ayah.
"Ke belakang yah, ngasih video Anaya buat Miko," ucap Fauzi.
Fauzi pun berjalan ke halaman belakang dan ayah penasaran dengan video apa yang di maksud. Mau gak mau Fauzi memberikan video itu ke hadapan Miko.
Miko dengan seksama memperhatikan video itu, seolah - olah Miko mengerti dengan arti dari video itu, selesai video di putar, Miko meneteskan air mata. Miko seperti mengerti kalau Anaya sudah pergi.
Ayah menggendong Miko dan memeluk Miko, Miko seperti mengerti apa yang dirasakan sama majikannya ini. Ayah membawa Miko ke makam Anaya, dan Miko seperti mengerti kalau Anaya sudah pergi.
Fauzi yang ikut ke makam, hanya bisa menangis karna hatinya hancur saat kehilangan kekasih hatinya.
"Assalamu'alaikum Nay, aku datang sama ayah dan Miko. Miko nangis saat liat video yang kamu buat Nay. Kamu lagi apa disana?" ucap Fauzi di hadapan makam Anaya.
Ayah yang mendengar apa yang dikatakan Fauzi, ayah pun masih belum bisa melepaskan anak semata wayangnya ini. Ayah pindah ke makam mendiang mantan istrinya.
"Yun... saya titip Anaya sama kamu ya, jaga anak kita dengan baik - baik ya. Mungkin Anaya akan lebih bahagia bersamamu, omah dan opah di surga sana," ucap Teguh.
"Nay, ibu... Fauzi, ayah dan Miko pulang dulu ya. Aku akan setiap hari kesini menengok kalian," ucap Fauzi.
"Assalamu'alaikum," ucap ayah.
Ayah pun menggendong Miko, tapi Miko seperti tidak ingin pulang. Miko pun merasakan kehilangan teman mainnya itu. Miko menatap makam Anaya dari gendongan ayah, Fauzi yang melihat Miko seperti itu, jadi ikut sedih.
"Mungkin, aku harus memberanikan diri untuk bermain bersama Miko," gumam Fauzi dalam hati.
.
.
.
.
.
Alika sedang bertamu ke rumah Anaya, karna Alika baru bisa datang ke rumah Anaya.
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum," ucap Alika.
"Walaikumsalam," ucap bunda sambil membuka pintu.
__ADS_1
"Saya Alika suster yang waktu itu merawat Anaya, maaf saya baru datang sekarang tante. Soalnya dari kemarin saya lembur," ucap Alika.
"Iya gak apa - apa sayang, tante berterima kasih sekali, karna ada teman Fauzi yang sekaligus suster yang merawat Anaya mau datang kesini," ucap bunda Hanna.
"Fauzi nya ada tante?" tanya Alika.
"Tadi lagi ke makam Anaya sama ayah dan Miko," ucap bunda.
"Oh gitu," ucap Alika.
"Nita," panggil bunda.
"Iya bunda," ucap Nita.
"Tolong buatkan lemon tea dan bawa kue yang di meja kesini, ini ada temannya Fauzi," ucap bunda.
"Baik bunda," ucap Nita.
Nita pun ke dapur mengambil pesanan bunda untuk tamunya Fauzi.
"Gak usah repot - repot tante," ucap Alika.
"Gak repot kok," ucap Bunda.
Gak lama kemudian Fauzi dan ayah pulang, Fauzi kaget ada Alika.
"Siang om, Fauzi," ucap Alika.
"Siang juga Alika, om tinggal bentar ya. Mau masukin Miko ke kandang dulu," ucap Ayah.
Ayah pun pergi ke halaman belakang untuk membawa Miko ke dalam kandang dan ayah kembali ke ruang tamu.
"Om, Fauzi... maaf saya baru bisa kesini. Soalnya dari kemarin saya lembur terus," ucap Alika.
"Iya gak apa - apa, santai aja," ucap Fauzi.
Nita datang membawa es lemon tea 4 gelas dan 4 piring kecil kue Black Forest.
"Silahkan di minum dan di makan kuenya, Alika," ucap Bunda.
"Makasih tante," ucap Alika.
"Jangan panggil tante, panggil aja bunda dan ayah. Karena semua teman - teman Anaya, Aris , Adam dan Fauzi yang datang kesini wajib panggil ayah dan bunda," ucap bunda.
"I.. iya bunda," ucap Alika dengan gugup.
"Nah gitu, jadi bunda dan ayah nambah anak lagi," ucap bunda.
Semua pun tertawa, meskipun hati masih merasa sedih dan hancur atas kepergian Anaya.
__ADS_1
"Oh iya.. bunda belum tau nih, kalian ini pacaran atau sahabatan?" tanya bunda.
"Bun, Alika ini sahabatan dari jaman SD di Harapan bangsa. Seperti persahabatan Anaya dan Dita, pas lulus masuk SMP sampe Sma ke pisah. Dan pas kuliah satu kampus, tapi Alika ambil jurusan keperawatan dan Fauzi jurusan kedokteran. Kita pernah pacaran, tapi gak dapat restu dari mamahnya Alika," ucap Fauzi.
"Ya udah sekarang kalian pacaran lagi aja," ucap bunda.
"Fauzi takut gak dapat restu dari mamih lagi," ucap Fauzi.
"Mamih udah meninggal 1tahun yang lalu," ucap Alika.
"Innalillahi wa innaillahi rojiun," ucap ayah, bunda dan Fauzi.
"Maaf, Gak tau," ucap Fauzi.
"Iya gak apa - apa," ucap Alika.
"Ayah sih gimana Fauzi aja, kalau hatinya udah siap. Ayah dan bunda akan merestui kalian," ucap ayah.
Ayah tau, gimana isi hati Fauzi. Dan gak semudah itu untuk menerima Alika di hidup Fauzi yang masih di isi oleh Anaya.
"Kasih waktu untuk Fauzi berpikir dulu, lagian bulan Juli sidang skripsi dan bulan Desember baru mau wisuda. Fauzi mau fokus sama sidang dulu," ucap Fauzi.
Sebenarnya Fauzi masih belum siap mengganti Anaya di hatinya, tapi Fauzi juga masih ada rasa sama Alika.
"Ya udah Zi, bawa Alika ke makam Anaya," ucap ayah.
"Iya yah, ayo kita ke makam Anaya," ucap Fauzi.
"Ayah, bunda... Alika ke makam Anaya dulu," ucap Alika.
"Iya ati - ati ya," ucap bunda.
Fauzi pun membawa Alika ke makam Anaya.
"Alika, apa masih ada perasaan itu buat aku?" tanya Fauzi.
"Aku belum pernah pacaran lagi selain kamu, hati ini masih ada kamu," ucap Alika.
"Aku harap kamu bisa menunggu sampe aku beres kuliah dan menjadi dokter seperti dokter Benny. Di tambah hati ku juga masih hancur kehilangan Anaya, awalnya aku ingin bertunangan sama Anaya, namun takdir Allah mengambil Anaya," ucap Fauzi.
"Aku akan menunggu semua itu, kalau masalah Anaya jangan di pikirkan. Karna Anaya akan selalu ada di hati kita, Anaya pernah bilang kalau dia pergi, aku harus menjaga kamu," ucap Alika.
Fauzi pun kaget dengan apa yang di ucapkan Alika yang mendapatkan amanat dari Anaya, akhirnya mereka tiba di depan makam Anaya.
"Nay.. maaf ya, baru bisa kesini sekarang. Semoga kamu tenang di rumah yang baru," ucap Alika.
Fauzi masih memikirkan apa yang harus iya lakukan, apakah harus mewujudkan keinginan Anaya atau membuangnya. Fauzi pun bingung harus bagaimana.
Akhirnya Alika pulang ke kosannya, di antar oleh Fauzi.
__ADS_1