
Hari ini adalah hari terakhir ujian untuk anak SMP, setelah itu mereka akan libur selama sebulan untuk menunggu kelulusan.
Ujian pun telah selesai, Alika berpamitan pada Lukas dan Fauzi, karna selama 3 tahun ini sudah menjadi sahabat yang paling baik.
"Fauzi, Lukas... aku pamit ya, makasih udah menjadi sahabat ku selama 3 tahun ini," ucap Alika.
"Iya sama-sama, moga kamu sukses disana ya," ucap Lukas.
"Iya makasih, kamu juga sukses ya," ucap Lukas.
"Aku tunggu 3 tahun lagi di kota Bandung," ucap Fauzi.
"Insya Allah Zi," ucap Alika.
Alika memeluk sahabatnya itu satu per satu, orang tua Fauzi dan Alika melihat perpisahan itu.
"Maafkan papih nak, harus memisahkan kalian lagi," gumam pa Soni dalam hati.
"Semoga kamu bisa melewati semua ini nak!" gumam dokter Benny dalam hati.
Alika dan Fauzi seakan tak bisa saling melepaskan, karna sebelumnya pernah terjadi perpisahan dan kini harus berpisah lagi.
"Ati-ati di jalan pa, smoga sampe tujuan dengan selamat," ucap dokter Benny.
"Aamiin, terima kasih dok untuk doanya. Fauzi belajar yang rajin dan tingkatkan terus prestasi mu," ucap pa Soni.
"Iya makasih om, Alika ingat harus rajin belajar ya! jangan malas-malasan lagi, biar mamih gak marah-marah lagi sama kamu," ucap Fauzi.
"Iya Zi, aku akan rajin belajar. Tunggu aku 3 tahun lagi di Bandung ya," ucap Alika sambil memeluk Fauzi.
"Aku dan hatiku akan selalu menunggu mu di kota Bandung," ucap Fauzi.
Alika kaget mendengar ucapan Fauzi, Fauzi berkata yang sesungguhnya dari apa yang Fauzi rasakan. Tapi Fauzi belum mampu mengungkapkan yang sebenarnya, Fauzi hanya mampu mengatakan itu saja.
__ADS_1
Kini Alika telah pergi jauh meninggalkan Bandung dengan sejuta kenangan bersama Fauzi, Fauzi hanya bisa menangis dalam pelukan sang papih, ketika mengantarkan dan melihat Alika pergi.
"Bye Fauzi, aku akan kembali," gumam Alika dalam hati.
"Bye Alika, aku akan menunggu kamu kembali," gumam Fauzi dalam hati.
Setelah mengantar Alika ke bandara, Fauzi tak banyak bicara.
"Nak... sudah jangan sedih, masih bisa komunikasi dan nanti kapan-kapan kita ke Surabaya," ucap papih.
"Iya pih... Fauzi sedih aja, baru juga bahagia bisa sekolah bareng sama sahabat. Sekarang udah di pisah lagi," ucap Fauzi.
"Mungkin sekarang di pisah lagi, nanti diasa yang akan datang bisa hidup bersama," ucap papih.
"Aamiin pih," ucap Fauzi.
Fauzi memikirkan ucap papih dan Fauzi berdoa dalam hati agar bisa di persatukan suatu hari nanti untuk selamanya.
Fauzi yang duduk di sofa, melihat banyak makanan kesukaannya dan langsung tersenyum.
"Mih... ini punya siapa?" tanya Fauzi.
"Ini buat anak mamih yang lagi sedih," ucap mamih.
"Waaah enak banget ini, papih mau dong mih!" ucap papih.
"No papih... ini punya Fauzi," ucap Fauzi sambil memberi telunjuk yang di goyang-goyangkan.
"Iya ini punya Fauzi, dan sana makan es nya. Nanti keburu mencair," ucap papih.
"Waaah mamih... bikin ini buat Felisya ya mih," ucap Felisya yang menggoda adiknya, karna Felisya tau kalau semua ini kesukaan adiknya.
"No! ini punya Fauzi," ucap Fauzi sambil memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
"Ini sih punya Alfred semua ya mih," ucap Alfred yang sama aja menggoda adiknya.
"Buat papih, Felisya, dan Alfred sudah mamih sediakan di meja pizzanya dan es krimnya ada di kulkas. Sudah jangan ganggu bungsuku," ucap mamih sambil memeluk Fauzi.
Semua pun bukan pergi ke meja, melainkan memeluk Fauzi yang tadi sedih karna Alika. Tapi sepertinya sekarang sudah lupa dengan kejadian tadi siang.
Fauzi dengan lahapnya menghabiskan pizza berukuran besar yang full daging dan keju mozarella di tambah salad buah serta es krim vanilla yang full coklat chacha dan marsmellow.
Bukan hanya Fauzi yang lahap menghabiskan pizza dan es krim, tapi semuanya menjadi lahap ketika melihat Fauzi yang sudah sedikit kembali ceria lagi.
"Untung aja tadi papih chat mamih, mengatakan Fauzi sangat sedih. Dan papih meminta mamih untuk membelikan makanan kesukaan Fauzi, sekarang udah mulai kembali lagi cerianya," gumam papih dalam hati.
"Untung aja mamih sempat membeli ini semua, bukan hanya untuk Fauzi. Bahagia terus ya nak, mamih akan selalu ada untuk Fauzi," gumam mamih dalam hati.
"Sebisa mungkin, Alfred akan selalu ada untuk Fauzi. Meskipun bukan adik kandung, tapi Alfred bangga memilikimu," gumam Alfred dalam hati.
"Felisya akan menjadi kaka yang terbaik untuk Fauzi," gumam Felisya dalam hati.
Semua merasa senang, ketika melihat Fauzi yang sudah kembali ceria, namun mereka tertawa melihat tingkah laku Fauzi makan es krim yang seperti anak kecil.
"Kamu tuh ya, kebiasaan kalau makan es krim kaya anak kecil," ucap mamih sambil mengelap sisa-sisa es krim di mulut sampe pipi.
"Jangan di lap mih, nanti aja sekalian. Ini belum abis es nya," ucap Fauzi.
Semua yang melihat tingkah Fauzi, langsung tertawa.
"Udah mau SMA, tapi kaya anak SD," ucap Felisya.
"Cici juga kalau makan nasi masih berantakan," ucap Fauzi.
"Sudah-sudah, cepat habiskan nak," ucap mamih.
Acara sore hari berakhir bahagia, Fauzi sudah sedikit kembali ceria seperti biasanya.
__ADS_1