She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 39 - Ibu Nunung


__ADS_3

2 hari yang lalu, Anaya sudah di inginkan pulang ke rumah.


Fauzi pun melihat ke depan dan ternyata, ya itu Ibu Nunung.


"Assalamu'alaikum," ucap Ibu Nunung.


"Walaikumsalam," ucap semua.


Semua pun menyalami dan mencium tangan Ibu Nunung, tapi Fauzi langsung memeluknya.


"Mari masuk bu," ucap pa Teguh.


Ibu Nunung pun masuk ke dalam rumah dan Fauzi pun langsung memberitahu mba Nita untuk membuatkan minuman.


"Bagaimana kondisi Anaya pa?" tanya Ibu Nunung.


Fauzi yang baru saja datang dari dapur dan duduk disebelah ayah.


"Kalau masalah Anaya, biar Fauzi saja yang menjelaskan. Karna Fauzi lebih paham," ucap Ayah.


"Kondisi Anaya saat ini masih tidak stabil. bila dilihat dari ilmu kedokteran kesehatan Anaya tinggal 50%. Bila dilihat dari dunia nyata, itu semua kembali lagi sama Allah. Tapi udah beberapa kali Anaya udah sering berbicara negalantur dan Anaya bilang bertemu dengan ibunya, bahkan sepertt berbicara dengan Almarhumah ibunya," ucap Fauzi.


"Astagfirullah Anaya, ternyata hidupmu sangat berat seperti ini. Pa kalau boleh saya sarankan, coba saja Anaya terapi totok tangan Pa Doni di daerah sukajadi pa. Bisa juga di panggil ke rumah, karna adik dari suami saya, dia pernah sakit jantung kronis, dokter menyatakan hidup dia tinggal 50 %, tapi setelah totok tangan. Allhamdulilah bisa bertahan sampe saat ini, tapi semuanya tetap kembali sama Allah. Yang penting kita udah berusaha untuk menyembuhkan Anaya," ucap Ibu Nunung


"Baik bu, nanti saya minta no telepon pa Donni. Uzi antar Ibu Nunung ke kamar Anaya. Dan Ibu harus makan siang disini," ucap Teguh.


"Baik pa," ucap Ibu Nunung.


Fauzi dan Dita pun mengantar Ibu Nunung ke kamar Anaya.


"Assalamu'alaikum Anaya," ucap Ibu Nunung.


"Waalaikumsalam Ibu," ucap Anaya sambil menyalami dan mencium tangan Ibu Nunung

__ADS_1


"Gimana keadaan nya?" tanya Ibu Nunung.


"Allhamdulilah hari ini jauh lebih baik bu, apa lagi di temani sama Dita dan ka Fauzi," ucap Anaya


"Ibu kesini sekalian mau pamit juga, ibu mau pindah ke Garut. Karna suami ibu di tempatkan kerjanya di garut, jadi ibu akan pindah mengajar ke Garut," ucap ibu Nunung.


"Kenapa gak tetap disini aja bu?" tanya Anaya.


"Gak bisa sayang, kalau disini gak ada yang antar jemput ibu. Jadi mau gak mau bunda ikut suami ibu pindah ke Garut. Tapi nanti ibu pasti akan sering nengok Anaya, Dita dan Fauzi kesini," ucap ibu Nunung.


"Kalau itu udah keputusan ibu, Anaya Terima," ucap Anaya.


"Kalau udah di Garut, jangan lupain kita ya bu," ucap Dita.


"Pasti dong nak, kalian kan anak ibu," ucap Ibu Nunung.


"Bu, maafkan Dita ya kalau selama ini, Dita ada salah sama Ibu dan pernah bikin Ibu marah dan kecewa sama Dita. Dita akan ingat semua ilmu dan nasehat Ibu untuk Dita," ucap Dita.


"Iya nak, kamu itu anak yang pintar, tekun terkadang lelet," ucap Ibu Nunung sambil terkekeh.


"Bunda mengerti kok kenapa kamu pernah menghilang, dan bunda bangga sama kamu. Sekarang kamu mengikuti jadi dokter ahli syaraf seperti dokter Benny. Dan bunda lebih bangga, karna semua ilmu yang bunda ajarkan padamu, kamu turunkan sama Anaya," ucap Ibu Nunung.


"Ibu, maafin Anaya ya, kalau Anaya ada salah sama Ibu. Anaya takut tidak sempat meminta maaf sama ibu, sebelum ibunya Anaya menjemput Anaya pergi. Anaya akan ingat semua ilmu dan nasehat ibu. Maafin Anaya ya bu," ucap Anaya.


Ibu Nunung yang mendengar ucapan Anaya, ibu Nunung tak kuat untuk berbicara. Ibu Nunung langsung memeluk Anaya. Fauzi dan Dita pun ikut memeluk bersama Anaya dan Ibu Nunung.


"Ibu jangan menangis, Anaya aja gak menangis saat ibu mau pindah. Tapi kalau nanti Anaya pergi, ibu, Dita, ka Fauzi dan semuanya jangan menangis ya. Anaya kan cuman pergi sama ibu, nanti Anaya akan kembali sama kalian lagi," ucap Anaya.


Semua yang mendengar ucapan Anaya langsung bergandengan tangan.


"Ya udah kita berdoa aja yu buat Anaya, ibu yang pimpin doa. Ya Allah kami datang untuk meminta dan petunjuk darimu. Ya Allah sembuhkanlah untuk anak kami, saudara kami, adik kami yang saat ini sedang sakit meningitis. Ya Allah sembuhkanlah penyakitnya dan buanglah semua penyakitnya dari dalam tubuh Anaya. Ya Allah kepadamu lah kami berdoa, aamiin," ucap Ibu Nunung.


Anaya pun langsung memeluk Ibu Nunung dan menangis dalam pelukkan Ibu Nunung.

__ADS_1


"Menangislah nak, bila dengan menangis bisa menenangkan hatimu. Ibu siap menjadi tempat kamu untuk menangis," ucap ibu Nunung yang sembari menangis juga.


Fauzi yang tak kuat menahan air mata yang iya tampung untuk tidak menetes, akhirnya air mata itu menetes juga.


Dita pun menangis sambil memeluk Fauzi, Dita tak kuat menahan tangis. Tiba - tiba bunda masuk.


"Udah jangan pada nangis, sekarang kita makan siang dulu aja, mari bu Nunung kita makan dulu," ucap bunda.


"Aduh jadi merepotkan," ucap Ibu Nunung.


"Ah tidak bu, kami senang banyak yang menengok Anaya. Anaya jadi tidak kesepian," ucap Bunda.


Semua pun keluar kamar Anaya menuju ruang tengah untuk makan siang dengan lesehan, mereka pun mengambil makan dengan porsi masing - masing.


Hari ini bunda masak nasi bakar ayam dan nasi bakar cumi asin, di tambah sayur asem. Dessertnya bunda bikin pudding buah dan jus alpukat.


Saat sedang makan, ada tamu. Ternyata orang tua Iyan dan Dita.Karna sedang makan, mereka pun di ajak untuk makan siang bersama.


Akhirnya makan siang pun telah selesai, Ibu Nunung pun ijin pamit pulang.


"Buat semuanya, saya pamit duluan. Nanti sehari sebelum saya pindah ke Garut, saya akan ke sini dulu. Pamit sama semua yang disini," ucap ibu Nunung.


"Iya bu, semoga disana pekerjaannya lebih baik disin," ucap pa Teguh.


"Ibu kabarin Dita ya, kalau udah mau pindah. Biar Dita ke sini," ucap Dita.


"Iya nanti ibu kabari lewat Fauzi, biar Fauzi yang memberitahukan kapannya ya," ucap Ibu Nunung.


"Anaya cepet sehat ya sayang, biar bisa nanti bisa main ke Garut," ucap Ibu Nunung.


"Iya bu, kalau pun Anaya gak bisa sembuh, nanti Anaya lihat dan datang ke Garut bersama ibunya Anaya," ucap Anaya.


Semua yang mendengar ucapan Anaya, langsung saling menatap dan mengelus dada secara bersama.

__ADS_1


Akhirnya Ibu Nunung pun pulang, dan kini Iyan dan Dita pun pulang ke rumah.


__ADS_2