She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 18 - Calon Mahasiswa


__ADS_3

Hari ini Fauzi sudah siap dengan seragam putih abunya. Hari ini pengumuman SNMPTN yang pernah Fauzi ikuti untuk masuk ke UNPAD jurusan Kedokteran.


Fauzi turun kebawah, ternyata sudah ada mamih, papih, dan cici Felisya yang sudah menanti kehadiran siswa teladan.


"Sudah siap semua?" tanya papih.


"Sudah pih," ucap semua.


Keluarganya Fauzi pergi ke SMAN 3 Bandung untuk melihat putra bungsunya mencapai pendidikan SMAnya, sebelum nanti menjadi mahasiswa.


Akhirnya mereka tiba disana, Fauzi dan keluarganya turun dari mobil dan menuju ruang acara. Banyak siswa-siswi yang menyapa Fauzi, Fauzi kembali menyapa dan memberikan senyuman yang membuat siswa-siswi bahagia.


Fauzi memiliki kharisma yang membuat para siswi terpesona melihat Fauzi yang semakin hari semakin ganteng. Di tambah Fauzi memeliki sifat yang mau bergaul dengan siapa saja, tanpa melihat dari kalangan mana saja. Itulah yang membuat para siswa-siswi jatuh cinta sama Fauzi.


"Ternyata adiknya cici banyak pengagum rahasia," ucap Felisya.


"Maklumlah ci... adiknya cici ini punya paras yang ganteng," ucap Fauzi dengan percaya diri.


Felisya menoyor kepala adiknya, karna kepercayaan diri yang berlebihan.


"Apakah ini Felisya?" tanya salah seorang guru, yang dulunya wali kelas 12 IPA 1.


"Iya bu... ini Felisya," ucap Felisya sambil menyalami wali kelasnya.


"Aduh anak kesayangan ibu, sekarang kerja dimana?" tanya ibu guru.


"Sekarang dokter anak di rumah sakit Borromeus," ucap Felisya.


"Allhamdulilah, sekarang kesini dalam rangka apa?" tanya ibu guru.


"Ini bu, mau menghadiri acara adiknya Felisya yang bernama Fauzi," ucap Felisya.


"Muhammad Fauzi?" tanya ibu guru.


"Iya bu, itu adik angkatnya Felisya," ucap Felisya.


"Kenapa nak Fauzi gak bilang, kalau adiknya Felisya," ucap ibu guru.


Fauzi hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala, Felisya pun hanya bisa tersenyum. Karena Felisya tau kalau Fauzi itu tidak mau melibatkan siapa pun dalam mencari ilmu.


Semua sudah berkumpul dalam aula besar, acara pun sudah berlangsung beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, selamat pagi kepada semua orang tua yang sudah hadir dan seluruh siswa yang saat ini sedang menunggu pengumuman. Saya ingin memberitahu siswa berprestasi tahun ini, juara umum SE-BANDUNG dan Se-SMAN 3 di raih oleh Muhammad Fauzi, silahkan maju untuk Muhammad Fauzi," ucap pa Kepala Sekolah.


Fauzi pun maju ke atas podium untuk menerima Piagam dan beberapa hadiah lainnya, saingan Fauzi merasa kesal dengan hasil akhir.


Flashback On


Saat pertama masuk SMAN 3 Bandung, Fauzi yang memiliki paras ganteng, tinggi dan berkulit kuning langsat menjadi incaran para siswi kaka kelas.


Semakin hari, Fauzi menunjukkan hasil nilai-nilai yang sangat memuaskan. Walaupun belum nilai yang sempurna, tapi itu sudah membuat pria ganteng yang berparas ganteng, tinggi dan berkulit putih yang bernama Guntur merasa terasa tersaingi.


Guntur merasa tersaingi oleh Fauzi, karna nilai-nilai Fauzi selalu berada diatas nilainya Guntur.


"Gue yakin! kalau nanti, gue akan menjadi siswa teladan dan menjadi juara umum di sekolah ini," ucap Guntur dengan percaya diri yang tinggi.


"Silahkan saja kalau mau jadi juara umum! kita bersaing secara sehat aja, kalau kamu curang lebih baik mengundurkan diri dari sekarang," ucap Fauzi.


"Jangan terlalu percaya diri kamu, nanti kalau kamu gak jadi juara akan malu," ucap Guntur yang sangat yakin bisa bisa mengalahkan Fauzi.


"Dan kamu juga jangan terlalu percaya diri, nanti kalau tidak terwujud, jangan nangis ya!" ucap Fauzi dengan santai.


Guntur meninggalkan Fauzi di kelas, dan beberapa teman satu kelas melihat apa yang terjadi.


"Sudah, biarkan saja. Kita liat aja di akhir nanti," ucap Fauzi.


"Anak baru yang sombong," ucap beberapa teman yang lain.


"Sudahlah... anggap aja dia itu saingan yang harus kita lawan! orang sombong itu di kasih hasil akhir, jangan di kasih sombong lagi," ucap Fauzi.


Fauzi dan teman lainnya pulang ke rumah, Lukas menjadi teman sebangku di SMAN 3 Bandung.


Flashback Off


Guntur merasa tidak terima hasil akhir ini, Guntur merasa kesal.


"Kesal ya? makanya jadi orang jangan sombong," ucap salah satu teman.


"Makanya jangan terlalu percaya diri, bro!" ucap Lukas.


"Selamat menerima kekalahan," ucap teman yang lain.


"Duh pasti sakit hati, udah percaya diri! eh taunya kalah, simpen tuh muka di atas genteng," ucap salah satu teman.

__ADS_1


Guntur merasa kesal dengan ucapan dari beberapa temannya, Guntur pun pergi menjauh dari acara.


Kepala sekolah mengumumkan beberapa nama siswa yang keterima SNMPTN, salah satunya Fauzi yang keterima di UNPAD jurusan kedokteran.


"Puji Tuhan, selamat ya sayang," ucap papih.


"Makasih pih," ucap Fauzi.


Felisya dan mamih hanya bisa memeluk Fauzi dan mengecup keningnya, akhirnya acara pun telah selesai.


Fauzi dan teman-temannya saling mengucapkan selamat, para orang tua dan murid-murid menyantap makan siang bersama yang disediakan di sekolah.


Akhirnya acara selesai, Fauzi tak melihat keberadaan Guntur. Fauzi pun pulang ke rumah bersama keluarganya.


"Nak... mana temanmu yang sombong itu?" tanya papih.


"Ntah pih... malu kali, jadi dia pergi," ucap Fauzi.


"Itulah manusia sombong, jadi jangan pernah menjadi orang yang sombong," ucap papih.


Fauzi pun pulang dengan bahagia, dari kejauhan Guntur melihat kebahagiaan itu.


"Lo memang pantas yang mendapatkannya, gue udah salah sama lo. Gue akan pergi dari sini, karna tugas gue udah selesai," gumam Guntur dalam hati. Selama ini Guntur mengajak Fauzi bersaing, karna suruhan mamihnya Alika.


Fauzi pun tiba di rumah, setelah mengantarkan Felisya ke rumah sakit. Karena mendadak ada tugas harus periksa anak yang sakit.


"Nak... besok kita ke kampus UNPAD ya, liat kampusnya," ucap papih.


"Iya pih," ucap Fauzi.


Fauzi bahagia sekali, karna akan menjadi mahasiswa jurusan ilmu kedokteran, yang nantinya akan mendalami di ilmu syaraf dan bedah syaraf.


"Andaikan ibu masih ada, pasti ibu akan bangga melihat aku yang akan kuliah dan akan menjadi dokter," gumam Fauzi dalam hati, sambil memeluk foto orang tuanya.


Tanpa terasa Fauzi hampir mewujudkan cita-citanya yang menjadi dokter, semua usaha tang Fauzi lakukan berkat keluarga dokter Benny Hadiatma yang selalu mendukung dan meslnsupport Fauzi selama ini.


Tiba-tiba Fauzi teringat akan sahabatnya Alika Putri, gadis punaan hati Fauzi dari jaman sekolah dasar.


"Apa Alika akan kuliah di Bandung? selama ini tak ada kabar darimu, aku rindu kamu Alika!" gumam Fauzi dalam hati, sambil memandang foto mereka berdua.


Tanpa terasa Fauzi, merebahkan tubuhnya di atas kasur. Entah lelah atau capek, Fauzi pun mulai pergi ke alam mimpi

__ADS_1


__ADS_2