
Fauzi yang tidur di samping Anaya sambil menggenggam tangan Anaya, perlahan Anaya mulai sadar dari tidur panjangnya. Anaya melihat Fauzi tidur di sampingnya, Anaya membelai kepala Fauzi pelan - pelan.
Fauzi merasakan ada yang membelai kepalanya dan perlahan Fauzi bangun dan melihat Anaya sudah sadar.
"Allhamdulilah Anaya sudah sadar," ucap Fauzi.
"Kak," ucap Anaya.
"Iya sayang, apa yang Anaya rasakan?" tanya Fauzi.
Anaya menggelengkan kepalanya dan Fauzi mengecup kening Anaya.
"Kak apa yang terjadi sama Anaya?" tanya Anaya.
"Kemarin Anaya pingsan dan obat - obatan tidak bereaksi dengan baik, sehingga Anaya pingsan dan hingga koma," ucap Fauzi.
Anaya hanya bisa menatap Fauzi dan tanpa terasa air mata Anaya sudah membasahi wajah Anaya.
"Jangan nangis ya, kaka akan selalu ada untuk Anaya dan kaka tidak akan pernah meninggalkan Anaya sedikit pun," ucap Fauzi.
Anaya merentangkan kedua tangannya untuk meminta pelukan hangat dan Fauzi pun memeluknya dengan hangat.
"Sekarang kaka mau panggil papih dokter Benny dulu ya, biar bisa periksa kondisi Anaya," ucap Fauzi sambil memencet tombol ponsel untuk mengirim pesan suara.
"Pih, Anaya udah sadar," ucap Fauzi.
Fauzi mengirim pesan kepada ayah, Ibu Nunung dan Iyan.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi. Allhamdulilah Anaya sudah sadar," ucap Fauzi dalam pesan.
Dokter Benny pun masuk ke ruang rawat Anaya.
"Pagi Anaya, apa yang dirasakan?" tanya dokter Benny.
"Pagi juga om dokter, Anaya masih sedikit pusing dan sedikit sesak," ucap Anaya.
Dokter Benny pun memeriksa kondisi tubuh Anaya dan dokter Benny hanya bisa menghela nafas panjang. Karna kondisi Anaya masih lemah dan belum normal. Setelah selesai memeriksa, dokter Benny pun keluar ruangan dengan memberi tanda kode pada Fauzi.
Fauzi hanya bisa menghela nafas setelah menerima sinyal kode dari dokter Benny.
"Nay, semoga kamu masih bisa bertahan hingga waktu nanti kamu pergi untuk selamanya," gumam Fauzi dalam hati.
Fauzi menatap Anaya dengan sendu dan memeluk Anaya dengan penuh kasih sayang.
.
.
.
.
.
Ayah yang baru saja bangun tidur langsung mengecek ponselnya dan melihat ada sebuah pesan dari Fauzi.
"Allhamdulilah Anaya sudah sadar," gumam Ayah dalam hati.
Ayah pun berdiri dari kasur dan berjalan keluar kamar dan memberitahu bunda.
"Bunda, Anaya sudah sadar. Fauzi udah kasih kabar kalau Anaya sudah sadar," ucap ayah.
"Allhamdulilah Anaya sudah sadar, kalau begitu bunda akan masak untuk di bawa ke rumah sakit," ucap bunda.
Ayah pun langsung menuju kamar Adam untuk membangunkan Adam, karena Adam harus sekolah.
__ADS_1
"Sayang, bangun yu. Nanti kesiangan sekolahnya," ucap ayah sambil memeluk Adam dari samping.
Adam pun terbangun dari tidurnya dan langsung memeluk sang ayah.
"Kak Anaya sudah sadar?" tanya Adam.
"Allhamdulilah udah dek, adek sekolah ya," ucap ayah.
"Iya yah, adek mandi dulu ya yah. Nanti ayah antar sekolah kan?," tanya Adam.
"Iya, nanti ayah antar sekolah," ucap ayah.
Adam pun mandi dan ayah pergi ke kamar Aris.
"Ris," ucap ayah yang membangunkan Aris.
Aris pun menggeliatkan badan nya sambil membuka matanya.
"Iya yah bentar," ucap Aris.
Aris berdiri dari kasur dan buka pintu.
"Ada apa yah?," tanya Aris.
"Itu Anaya Ris," ucap ayah sambil muka sedih.
"Anaya kenapa yah?," ucap Aris yang panik.
"Itu Anaya," ucap ayah.
"Iya Anaya kenapa?," ucap Aris yang mulai panik.
"Anaya udah," ucap ayah.
"Udah apa yah? tanya Aris.
"Ayaaaaaaaaaaaaah," teriak Aris.
Ayah lalu tertawa melihat Aris yang panik dan menangis. Bunda yang mendengar Aris berteriak langsung ke atas.
"Ada apa nak?," tanya bunda.
"Ini ayah jailin Aris bun," ucap Aris.
"Ayah kebiasaan deh," ucap bunda.
Ayah hanya bisa tersenyum dan memeluk Aris, bunda pun memeluk Aris. Adam yang sudah siap berangkat sekolah, menarik sang ayah untuk mengantar sekolah.
"Adam mau sarapan sekarang atau mau sarapan di sekolah?," tanya bunda.
"Sarapan di sekolah aja bun, biar gak kesiangan," ucap Adam.
Bunda pun menyiapkan bekal sarapan roti dan makan untuk istirahat. Ayah pun pergi megantarkan Adam sekolah.
"Nak, mandi dulu. Nanti kita ke rumah sakit," ucap bunda.
Aris pun menganggukkan kepala dan masuk lagi ke kamar untuk mandi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Iyan yang baru saja bangun tidur dan segera mandi, setelah mandi Iyan turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya.
"Bu, tadi malam ka Fauzi ngasih kabar. Anaya sudah sadar dan sudah di pindahkan ke ruang rawat biasa," ucap Iyan.
"Emang ada apa sama Anaya?," tanya ayah.
"Astagfirullah, maaf yah. Ibu lupa kabarin kalau kemarin Anaya sempat kritis dan koma," ucap Ibu.
"Astagfirullah, ya udah nanti siang kita ke rumah sakit," ucap ayah.
"Iya yah," ucap Dita dan Iyan.
.
.
.
.
.
Semalama Fauzi menemani Anaya, Anaya tak mau lepas dari Fauzi.
"Kak, Anaya pengen makan," ucap Anaya.
"Anaya mau sarapan apa?," tanya Fauzi.
"Anaya mau makan mekdi," ucap Anaya.
"Ya udah kaka pesan online dulu, Fauzi pun memesan 2 paket ayam + nasi di tambah sup ayam, kentang goreng, 2 milo," ucap Fauzi.
"Makasih ya kak, kaka tau apa kesukaan Anaya," ucap Anaya.
"Kaka gitu loh," ucap Fauzi dengan bergaya cool.
Anaya pun tertawa melihat Fauzi dengan gaya nya dan Fauzi menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal.
Setelah menunggu 30 menit, ponsel Fauzi berdering. Ternyata pesanan online sudah sampai di depan rumah sakit.
"Selamat pagi mas, saya dari ojek online ingin memberi tahu kalau pesanan foodnya udah di depan rumah sakit," ucap driver golek online.
"Okay mas sebentar ya, saya turun ke bawah," ucap Fauzi.
Sambungan telepon pun di matikan.
"Nay, bentar ya. Kaka ke bawah dulu, ambil pesanan online ya," ucap Fauzi.
"Iya kak," ucap Anaya.
Fauzi pun turun ke bawah untuk mengambil pesanan food online yang diminta sama Anaya, dan sebisa mungkin Fauzi mengabulkan apa yang Anaya mau atau yang Anaya minta.
"Berapa semua mas," ucap Fauzi.
"Semuanya jadi 150ribu," ucap driver golek online.
"Ini uangnya, dan kembaliannya buat bapak," ucap Fauzi.
"Allhamdulilah, terima kasih nak. Semoga keluarga yang sedang sakit disegerakan di sembuhkan dan rezeki untuk masnya di berkahi dan lancar rezekinya," ucap driver golek online.
"Aamiin, terima kasih pa. Semoga rezeki buat bapak juga lancar. Saya permisi dulu pa, Assalamu'alaikum," ucap Fauzi.
"Aamiin, Walaikumsalam," ucap driver ojek online.
__ADS_1
Fauzi pun langsung kembali naik untuk memberikan sarapan pada Anaya, agar Anaya bisa segera minum obat dan kembali untuk istirahat.
Anaya pun sarapan dengan lahap, Fauzi yang melihatnya merasa bahagia.