
Alika yang semangat berangkat sekolah merasa bahagia, meskipun harus tetap mewaspadai karna suatu saat mamihnya bisa bertindak di belakang Alika dan papihnya. Akhirnya Alika tiba di sekolah dengan di antar oleh supir pribadinya, turun dari mobil dan melihat Fauzi baru sampai di sekolah.
"Pagi Fauzi," ucap Alika.
"Pagi juga Al...li... ka," ucap Fauzi.
"Iiissshhh... kebiasaan deh," ucap Alika.
Fauzi hanya bisa tertawa melihat Alika yang di panggil seperti itu.
"Oh iya kemarin aku ketemu papih kamu," ucap Alika.
"Dimana?" tanya Fauzi.
"Kemarin di rumah sakit," ucap Alika.
"Papih gak cerita sama aku, mungkin lupa," ucap Fauzi.
Alika dan Fauzi pun telah tiba di kelas, hari ini Fauzi akan mengikuti pertandingan cerdas cermat antar SMP Se-Bandung raya.
"Fauzi, persiapkan diri ya," ucap wali kelas.
"Iya bu," ucap Fauzi.
"Semangat ya, semoga lancar semuanya," ucap Alika.
"Makasih ya," ucap Fauzi.
Fauzi dan kedua kaka kelasnya mpersiapkan diri untuk mengikuti lomba cerdas cermat. Fauzi segera pergi bersama masing-masing wali kelas.
Fauzi mengikuti seleksi per-orang sesuai kelasnya dan per-team, SMPN 2 Bandung keluar sebagai juara 1 sesuai point yang di dapatkan dan keluar sebagai juara umum.
.
.
.
Hari demi hari terlewati dengan penuh semangat dan penuh rintangan, kini Fauzi, Alika, Lukas dan kawan-kawan.
Tanpa terasa hari ini pertama Ujian Akhir Nasional, tanpa terasa 3 tahun sekolah di SMP.
"Kita harus lulus semua ya," ucal Fauzi pada Lukas Dan Alika.
"Buat semua teman-teman, sebelum memulai ujian mari kita berdoa menurut agama masing-masing," ucap Fauzi.
Berdoa pun telah selesai, kini siap mulai untuk ujian. Suasana pun hening dan sepi, karna sedang fokus mengerjakan soal ujian.
Ujian hari pertama pun telah terlewati, Fauzi dan kawan-kawan pulang untuk mempersiapkan ujian hari esok.
Dokter Benny telah menanti Fauzi untuk pulang ujian, disana dokter Benny tidak sendiri. Dokter Benny mengobrol dengan papihnya Alika.
"Papih," ucap Alika dan Fauzi yang melihat papihnya.
"Gimana ujiannya bisa?" tanya papih Benny.
Fauzi dan Alika hanya bisa tersenyum, karna mereka belum tau bagaimana hasilnya.
"Pa Soni... kami pamit duluan, sampaikan salam untuk ibu Lili dan sampai ketemu nanti sore di rumah sakit," ucap Dokter Benny.
__ADS_1
"Baik pa, sampai ketemu nanti sore," ucap Pa soni.
Fauzi dan papihnya pulang ke rumah dan sudah di dalam mobil.
"Pih... emang mamihnya Alika sakit apa?" tanya Fauzi.
"Sakit kanker otak nak," ucap papih.
"Astagfirullah... Alika gak pernah cerita sama Fauzi," ucap Fauzi.
"Iya mungkin gak mau cerita-cerita, malu kali!" ucap papih.
"Lagian, lulus SMP juga, dia pindah lagi ke Surabaya katanya," ucap Fauzi.
Akhirnya tiba di rumah, di rumah sudah ada mamih, ko Alfred dan cici Felisya.
"Fauzi pulang," ucap Fauzi.
"Gimana bisa dek ujiannya?" tanya Felisya.
"Bisa gak bisa," ucap Fauzi.
"Ya udah ganti baju dulu, solat dulu terus nanti kita makan," ucap mamih.
"Iya mih... ko Alfred mana?" tanya Fauzi.
Mamih dan Felisya menunjuk arah sofa kerajaan Alfred, dengan nyenyaknya sudah tidur hingga terbang ke alam mimpi.
Fauzi segera berjalan menuju kamarnya untuk segera mengganti baju dan menjalankan solat Dzuhur, solat pun telah selesai. Fauzi segera turun, melihat ke arah sofa ang di tiduri Alfred. Dan masih terjaga dalam tidurnya dan Felisya berniat menjahilinya.
"Kebakaran.... kebakaran," teriak Felisya, karna sedari tadi di bangunkan tidak bangun.
Semua yang melihatnya tertawa dan menggelengkan kepala. Alfred merasa dijahili oleh adiknya.
"Siapa yang tadi teriak kebakaran?" tanya Alfred.
Mamih, papih dan Fauzi menunjuk ke arah Felisya. Alfred merasa kesal dan bt, karna lagi enak tidur di bangunkan dengan cara di kagetkan.
"Ayo kita makan dulu," ucap mamih.
Semua pun berjalan ke meja makan untuk makan siang tanpa ada suara sedikit pun, tiba-tiba ada suara bel. Asisten rumah tangga membuka pintu.
"Permisi bi... Fauzinya ada?" tanya Alika.
"Non siapa?" tanya bi Ani.
"Saya Alika, teman sekolahnya Fauzi," ucap Alika.
"Silahkan masuk dulu, den Fauzi lagi makan siang. Di tunggu sebentar ya non," ucap bi Ani.
"Iya makasih bi," ucap Alika.
Asisten rumah tangga yang bernama Ani pergi ke meja makan untuk memberitahu kalau ada tamu untuk Fauzi.
"Permisi tuan, ada tamu untuk den Fauzi," ucap bi Ani.
"Siapa bi?" tanya Fauzi.
"Non Alika, den!" ucap bi Ani.
__ADS_1
"Ya udah tolong buatkan minum dulu ya bi, bentar lagi Fauzi ke depan! makasih bi," ucap Fauzi.
"Sama-sama den," ucap bi Ani.
Fauzi segera menghabiskan makannya dengan pelan-pelan, tapi makannya cepat. Akhirnya makan pun telah selesai.
"Pih, mih... Fauzi sudah beres makan, Fauzi ke depan dulu," ucap Fauzi.
"Iya nak," ucap papih.
Fauzi pun segera meninggalkan meja makan dan segera ke ruang tamu.
"Hai Alika, maaf lama ya," ucap Fauzi.
"Iya gak apa-apa," ucap Alika.
"Ada apa ya?" tanya Fauzi.
"Aku kesini, takut nanti gak sempat ketemu. Soalnya beres ujian aku langsung ke Surabaya, karna aku akan SMA di sana," ucap Alika.
"Kamu balik lagi ke Surabaya? kenapa?" tanya Fauzi.
"Mamih minta pindah ke sana!" ucap Alika dengan sedih.
"Mamih tau ya, kalau kita bersahabat lagi!" ucap Fauzi.
"Gak Zi, papih dapat tugas disana lagi. Jadi kita harus pindah lagi ke sana, di tambah eyang yang di Surabaya udah tua," ucap Alika.
"Kita pisah lagi dong?" tanya Fauzi dengan muka sedih.
"Mau gimana lagi, tapi aku akan kuliah di Bandung," ucap Alika.
"Benerkan kalau kuliah pindah lagi ke Bandung?" tanya Fauzi.
"Iya aku pasti ke Bandung," ucap Alika.
Fauzi langsung memeluk Alika sebagai tanda persahabatan.
"Ini buat Fauzi, kado perpisahan dari ku untuk mu," ucap Alika.
"Makasih ya... kado buat kamu nyusul ya," ucap Fauzi.
"Gampang... santai aja, aku pamit ya sampe ketemu besok di sekolah dan lusa sebelum aku pindah," ucap Alika.
"Alika... kamu disana baik-baik ya," ucap Fauzi dengan menahan tangis yang begitu dalam.
"Kamu juga jaga diri disini baik-baik ya," ucap Alika.
Fauzi pun hanya bisa tersenyum menahan tangis sambil menganggukkan kepala.
"Aku pamit ya, salam buat om, tante, koko, dan cici," ucap Alika.
Alika pun pergi, namun tangannya masih di genggam oleh Fauzi, Fauzi menarik tangan Alika dan membawa Alika ke dalam pelukannya.
"I love you Alika," ucap Fauzi.
"I love you too Fauzi," ucap Alika.
Fauzi pun melepaskan pelukan itu, lalu mengijinkan Alika untuk pulang. Alika pun pergi, Fauzi segera berlari ke kamarnya. Semua melihat adegan persahabatan mereka, yang begitu sangat erat.
__ADS_1