She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 31 - Fauzi dan Anaya


__ADS_3

Anaya dan Fauzi sedang di kamar, habis mengerjakan soal-soal try out.


"Kak ke makam ibu yu," ucap Anaya.


"Ayo, tapi kamu pake jaket dan pake kursi roda. Kaka gak mau ada apa-apa sama kamu," ucap Fauzi..


"Iya kaka ku yang terbaik dan terbawel," ucap Anaya.


Anaya dan Fauzi pun keluar kamar, bunda menghampiri mereka.


"Mau ke mana?" tanya bunda.


"Mau ke makam ibu bentar, mau minta doa restu. Soalnya senin udah mulai UAN," ucap Anaya.


"Ya udah ati-ati di jalan. Titip Anaya ya Zi," ucap bunda.


"Okay bunda, Assalamu'alaikum," ucap Fauzi.


"Walaikumsalam," jawab bunda.


Anaya dan Fauzi pun melewati ruang TV, dilihat ada Aris.


"Kak... Anaya ke makam ibu dulu ya," ucap Anaya.


"Iya," ucap Aris sambil terus memandangi ponsel nya.


Anaya pun tidak merasa ada yang aneh dengan sikap Aris, tapi berbeda dengan Fauzi yang bisa menangkap sikap Aris yang berbeda.

__ADS_1


Akhirnya Fauzi mendorong kursi roda Anaya menuju ke pemakaman. Banyak warga yang melihat Anaya dengan senyuman, ada juga yang membicarakan tentang Anaya.


Setiba di pemakaman, Anaya mengucapkan salam untuk ibunya.


"Assalamu'alaikum bu, bu doain Naya ya. Senin Naya UAN, bentar lagi Naya masuk SMP. Do'ain Naya juga ya bu, biar Naya bisa sembuh," ucap Anaya.


Fauzi yang mendengar ucapan dari Anaya hanya bisa menghela nafas, karna Fauzi tau yang sesungguhnya kondisi Anaya seperti apa.


"Udah yu, udah mau magrib," ucap Fauzi.


"Bu, Naya pulang ke rumah dulu ya. Semoga nanti kita bisa berkumpul bersama ya bu," ucap Anaya yang tanpa sadar membuat Fauzi kaget mendengarnya.


"Ya Allah dek, kamu yang kuat ya. Kaka akan selalu ada untuk ade," gumam Fauzi dalam hati.


Fauzi pun kembali mendorong kursi roda Anaya untuk pulang ke rumah, dan ada ayah di depan.


"Walaikumsalam sayang, dari mana nak?" tanya Ayah.


"Dari makam ibu, ade minta doa sama ibu biar diberi kelancaran dalam UAN dan biar bisa berkumpul sama ibu lagi suatu hari nanti," ucap Anaya yang tanpa sadar.


Ayah dan bunda yang mendengar ucapan Anaya hanya bisa menghela nafas panjang, tanpa disadari bunda sudah meneteskan air mata dan cepat-cepat menghapusnya, agar tidak terlihat oleh anaknya itu.


Fauzi pun membawa Anaya ke dalam rumah dan melihat ruang TV sudah tidak ada Aris. Fauzi pun membawa Anaya kedalam kamar, agar Anaya bisa istirahat sambil menunggu adzan maghrib.


"Nay, kaka keluar dulu ya. Ambil teh hangat untuk Nay dan cemilan untuk Nay," ucap Fauzi.


"Iya, makasih ya kak," ucap Anaya.

__ADS_1


Fauzi pun keluar kamar dan mencari ayahnya.


"Yah," ucap Fauzi.


"Iya nak, kenapa?" ucap ayah.


"Ayah dan bunda yang sabar dan kuat ya, semua demi Anaya," ucap Fauzi.


"Iya nak, bunda dan ayah Insya Allah akan kuat dan Ikhlas menerima semua ini," ucap Ayah.


"Bun, masih ada gak bolu keju yang kemarin Uzi bawa," ucap Fauzi.


"Masih ada, kamu mau?" tanya bunda.


"Iya bun, sekalian buat Anaya buat ngemil sore hari," ucap Fauzi.


"Ya udah bunda siapkan dulu, nanti biar bunda yang antar kue dan teh manis hangatnya untuk Anaya. Kalian siap-siap aja buat ke mesjid, sekalian ajak Adam dan Aris," ucap bunda.


Bunda pun masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan cemilan sore untuk Anaya dan Fauzi.


"Yah, Uzi akan melakukan apapun semampu Uzi untuk menjaga Anaya," ucap Fauzi.


"Makasih ya sayang. Semoga kita mampu melewati ujian ini dan Anaya segera disembuhkan dan semua prediksi dokter meleset ya zi. Walaupun benar, ayah udah siap dan ikhlas kok," ucap ayah.


Aris yang mendengar itu pun semakin kesal, karna semua orang jadi lebih sering memperhatikan Anaya.


Akhirnya adzan maghrib pun berkumandang, semua pun pergi ke mesjid untuk solat berjamaah di mesjid.

__ADS_1


__ADS_2