She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 8 - Adik dan Kaka


__ADS_3

Felisya dan Fauzi yang mencari makan di kantin rumah sakit, langsung memesan makanan yang Felisya suka. Felisya bukan hanya membeli untuk dirinya saja, tapi membeli untuk Fauzi, papih dan suster Sri yang udah selalu setia sama papihnya.


"Adek mau jajan apa lagi?" tanya Felisya.


"Ini aja, susu kedelai rasa green tea," ucap Fauzi.


Felisya membayar semuanya dan kembali ke ruangan pribadi dokter Benny.


"Sus... ini untuk suster," ucap Felisya.


"Makasih nona muda," ucap Suster Sri.


Felisya pun memakan makanan yang tadi di beli bersama Fauzi.


"Dek, tadi belajar apa di sekolah?" tanya Felisya.


"Tadi guru - guru ada rapat untuk menentukan siapa aja yang bisa ikutan cerdas cermat se-kota Bandung," ucap Fauzi.


"Pasti kamu masuk," ucap Felisya.


"Belum tau ci... tadi juga dapat uang santunan dari pihak sekolah dan orang tua murid," ucap Fauzi.


"Waaah... bagus itu, berarti mereka peduli sama Fauzi," ucap Felisya.


"Ci...susah gak sih pelajaran tentang kedokteran?" tanya Fauzi.


"Ada yang susah dan ada yang gampang juga, asal kamu rajin baca buku dan memperhatikan semuanya. Pasti terlihat akan mudah," ucap Felisya.


"Fauzi mau jadi dokter kaya papih," ucap Fauzi.


"Bagus itu...belajar dari sekarang, nanti pas sma harus masuk jurusan IPA," ucap Felisya.


"Kalau Fauzi ada pelajaran yang belum mengerti, Fauzi boleh nanya sama cici kan?" tanya Fauzi.


"Ya boleh dong... cici akan selalu dukung adek untuk masalah sekolah," ucap Felisya.


"Makasih ya ci," ucap Fauzi dengan senyum yang manis semanis coklat.


Felisya sangat senang bila Fauzi mau belajar tentang ilmu kedokteran. Fauzi yang memang senang dengan membaca, Fauzi mengambil salah satu buku dari rak buku milik dokter Benny.


Tak lama kemudian, dokter Benny yang baru saja selesai operasi.


"Waah ini siapa yang jajan?" tanya papih.


"Aku pih," ucap Felisya.


"Tau aja kalau papih lapar," ucap papih sambil senyum.


"Fauzi mana?" tanya papih.


"Itu tadi lagi baca buku, tapi sampe tidur," ucap Felisya.


Dokter Benny yang melihat Fauzi membaca buku yang sama seperti waktu itu, langsung tersenyum.


"Dia memang anak yang cerdas... kalau ada kemauan pasti akan mempelajari terus," ucap papih.


"Maksudnya?" tanya Felisya.


"Dia baca buku itu dari awal dan sekarang hampir selesai," ucap papih.


Felisya hanya bisa tersenyum melihat adiknya itu yang semangat untuk mempelajari tentang kedokteran.


"Fauzi... Fauzi," ucap Papih yang mencoba membangunkan Fauzi.


Fauzi pun membuka matanya dan langsung duduk.


"Kita pulang yuuuk, bawa buku yang Fauzi mau baca," ucap Papih.

__ADS_1


Fauzi pun membawa beberapa buku dan di masukkan kedalam tasnya. Mereka pun berjalan ke arah lobi rumah sakit, karena supir sudah menunggu disana.


Setiba di rumah, Fauzi langsung masuk kamar untuk mandi serta mengganti pakaiannya. Sesudah mandi Fauzi duduk di kasur sambil memandang foto orang tuanya.


"Ayah, ibu apa kabar kalian? Fauzi rindu kalian! " ucap Fauzi sambil memeluk foto mereka yang di dekapnya di dada.


Tok tok tok


Ceklek


"Den... kata tuan makan malam," ucap mbak Imah.


"Iya mbak... bentar lagi turun," ucap Fauzi.


Mbak Imah pun menutup pintu kamar Fauzi dan merasa sedih ketika melihat Fauzi yang memegang foto orang tuanya.


Fauzi mencuci mukanya, agar tidak terlihat habis menangis. Fauzi pun turun ke bawah untuk makan malam bersama.


"Ko Alfred," ucap Fauzi sambil memeluk sang kaka yang sudah lama tak bertemu.


"Hai adik koko yang ganteng, apa kabar dek?" tanya Alfred.


"Baik, koko apa kabar?" tanya Fauzi.


"Baik juga dong, koko ada hadiah untuk adek," ucap Alfred.


"Hadiah apa?" tanya Fauzi.


"Nanti aja sesudah makan, sekarang makan dulu yuuuk," ucap Alfred.


Fauzi dan Alfred pun berjalan menuju ruang makan, disana sudah ada mamih, papih dan Felisya.


Akhirnya mereka makan malam tanpa ada suara sedikitpun, kecuali dentingan garpu dan sendok di atas piring. Dan makan malam pun telah selesai, kini duduk di ruang tengah untuk sekedar berbincang - bincang.


"Nih dek buku - buku tentang kedokteran," ucap Alfred.


"Sama - sama, belajar yang baik ya. Biar bisa jadi dokter kaya papih dan Felisya," ucap Alfred.


Semua memeluk Fauzi untuk memberi semangat dan support, agar Fauzi tetap mau semangat dalam menggapai cita - cita.


Semua pun masuk kamar masing - masing, karna hari semakin malam. Besok masih melakukan aktifitas seperti biasa.


.


.


.


Pagi hari pun tiba, adzan subuh sudah berkumandang, Fauzi yang sedang tidur dengan nyenyak pun terbangun karna suara adzan. Fauzi segera mandi dan wudhu untuk solat, dan Fauzi segera mengganti baju seragam. Hari ini bisa sedikit siang berangkatnya karna masuk jam 8.


Tok tok tok


"Den... sarapan dulu," ucap mbak Imah.


"Iya mbak, nanti Fauzi turun," ucap Fauzi.


Fauzi udah siap dan segera turun ke ruang makan.


"Pih... hari ini Fauzi masuk jam 8," ucap Fauzi.


"Tumben masuk jam 8?" tanya papih.


"Hari ini ada pemilihan siapa aja yang masuk cerdas cermat dan langsung seleksi hari ini. Dan nanti di gabungkan untuk jadi 1 tim dengan tim yang berisikan kelas 7 smpe kelas 9," ucap Fauzi.


"Semoga kamu ke pilih ya nak," ucap papih.


"Amin pih," ucap Fauzi.

__ADS_1


"Fauzi... ini mamih udah siapkan untuk makan siang ya, biar anak mamih yang ini gak jajan sembarang," ucap mamih.


"Makasih ya mih," ucap Fauzi.


"Sama - sama sayang," ucap mamih sambil mengecup kening Fauzi.


Fauzi bersiap - siap untuk berangkat sekolah yang diantar sama dokter Benny, karna sekalian berangkat kerja juga.


Akhirnya tiba di sekolah, Fauzi turun dari mobil sambil menyalami dan mencium tangan dokter Benny, dokter Benny pun mengecup kening Fauzi.


"Selamat sekolah ya sayang, nanti kalau ada apa - apa kabari papih ya," ucap papih.


"Iya pih," ucap Fauzi.


Fauzi pun masuk ke dalam gerbang sekolah, disana sudah ada Lukas.


"Hai Lukas," ucap Fauzi.


"Hai Fauzi," ucap Lukas.


Mereka berdua pun jalan berdua menuju kelas, karna sebentar lagi bel akan segera berbunyi. Dan benar bel pun berbunyi.


Wali kelas masuk ke dalam kelas untuk mengumumkan siapa aja yang terpilih.


"Assalamu'alaikum," ucap wali kelas.


"Walaikumsalam warohmatullohi wabarokathu," ucap kompak seluruh murid.


"Hari ini ibu akan memberitahu bahwa ada anak baru pindahan dari Surabaya dan memberitahu siapa aja yang masuk seleksi cerdas cermat," ucap wali kelas.


Murid - murid pun ribut tentang siapa anak baru itu, Fauzi hanya bisa menundukkan kepala, karna sedang membaca buku.


Wali kelas pun masuk kelas lagi dengan seorang murid perempuan.


"Kenalkan siapa namamu," ucap Wali kelas.


"Hai teman - teman, kenalkan namaku Alika Putri asal dari Surabaya," ucap Alika.


Fauzi yang kaget mendengar siapa namanya, langsung menatap ke depan. Dan ternyata sahabatnya yang hilang saat lulus sekolah dasar, kini kembali lagi.


Fauzi merasa senang karna sahabatnya datang lagi, Alika pun melihat sekelilingnya dan melihat Fauzi.


"Alika silahkan kamu pilih tempat duduk," ucap Wali kelas.


"Saya mau disana bu," ucap Alika sambil menunjuk arah Fauzi.


"Pilihan yang tepat, silahkan duduk," ucap wali kelas.


Alika pun berjalan menuju bangku Fauzi dan Fauzi menyiapkan bangku untuk Alika.


"Hai Alika... apa kabar?" tanya Fauzi.


"Kabar baik dan buruk Zi," ucap Alika.


"Apa yang terjadi?" tanya Fauzi.


"Nanti istirahat akan ku ceritakan semua," ucap Alika.


Alika pun duduk disebelah Fauzi dan bu guru sedang bersiap - siap memberitahu siapa aja yang masuk seleksi.


"Anak - anak ibu sepakat untuk memilih Lukas, Anita, Luki, Naina dan Fauzi," ucap Wali kelas.


"Hari ini kita akan mengadakan seleksi, nantinya akan menghasilkan 3 orang dari kelas 7 smpe kelas 9," ucap Wali kelas.


Akhirnya Fauzi terpilih dari kelas 7A, Fauzi harus bersaing lagi dengan kelas 7 lainnya. Hingga Fauzi menjadi perwakilan dari kelas 7. Fauzi memiliki kecerdasan yang luar biasa dan mampu melewati semua seleksi. Kini sudah terpilih Fauzi dari 7A, Adrian 8B dan Akira dan 9C.


"Hari ini tidak ada pelajaran, tapi kita pulang jam 12. Sekarang kalian bebas mau melakukan apa saja, asalkan tidak pulang," ucap Wali kelas.

__ADS_1


Akhirnya murid - murid ada yang ke kantin, ada yang mengobrol, dan masih banyak yang mereka lakukan.


__ADS_2