
3 Tahun kemudian
Fauzi yang sudah selesai Ujian Nasional, saat ini sedang menunggu kelulusan dari SMAN 3 Bandung, tempat dimana Fauzi mengemban ilmu untuk mewujudkan cita-citanya.
"Nak... kapan kelulusan?" tanya Mamih.
"Katanya hari ini, seperti biasa lewat tukang pos," ucap Fauzi.
"Semoga lulus ya nak," ucap mamih.
"Aamiin mih," ucap Fauzi.
Tiba-tiba bi Inah membawa amplop buat Fauzi.
"Permisi den, ini ada amplop," ucap bi Inah.
"Makasih ya bi," ucap Fauzi.
"Sama-sama den, bibi permisi kedepan lagi," ucap bi Inah.
Bi Inah kembali kedepan untuk mengerjakan pekerjaan yang belum selesai, Fauzi mulai membuka amplopnya dan terkejut dengan tulisan lulus. Fauzi langsung sujud syukur, karna sudah lulus.
"Horeeeeee... Fauzi lulus, mih Fauzi lulus mih," teriak Fauzi.
Mamihnya Fauzi hanya bisa menggelengkan dari arah dapur, karna melihat tingkah laku anak bungsunya yang sudah mau 17 tahun tapi masih seperti anak kecil.
"Puji Tuhan, selamat ya sayang," ucap mamih sambil memeluk Fauzi.
"Iya mih," ucap Fauzi yang masih di peluk mamihnya.
"Nak... waktu itu kan, dari nilai-nilai pelajaran, kamu ikut SMPTN. Itu kapan pengumumannya?" tanya Mamih.
"Katanya besok, sekalian pengumuman siswa terbaik dan pengumuman beasiswa," ucap Fauzi.
"Semoga kamu salah satunya ya nak, walaupun ada yang pintar juga selain Fauzi," ucap mamih.
"Iya mih, semoga aja," ucap Fauzi.
"Ya udah mamih mau telpon papih, ada dimana," ucap mamih.
Mamih mengambil ponsel dari saku dasternya, mamih tuh suka pake daster kalau di rumah. Tapi kalau diluar rumah udah kaya ibu pejabat, dan ibu yang cetar membahana penampilannya.
"Papih... masih di rumah sakit atau dimana?" tanya mamih.
"5 menit lagi sampai di rumah," ucap papih.
"Okay deh pih," ucap mamih.
Mamih mematikan ponselnya dan menunggu papih pulang tugas dari rumah sakit.
"Nak, bentar lagi papih sampai rumah," ucap mamih.
"Okay mih," ucap Fauzi sambil senyum sinis.
"Pasti mau prank papih," ucap mamih.
Fauzi hanya bisa tersenyum dan mamih hanya bisa menggelengkan kepala, setelah melihat apa yang akan dilakukan oleh putra bungsunya.
__ADS_1
"Papih pulang," ucap papih.
Papih masuk ke dalam dan duduk di ruang TV, karna melihat putra bungsunya terduduk dengan menunduk.
"Kenapa nak?" tanya papih.
"Uzi gak lulus yah," ucap Fauzi sambil terisak menangis.
"Maksudnya gak lulus gimana?," tanya papih.
"Fauzi gak lulus ujian nasional," ucap Fauzi sambil menangis.
Mamih dari dapur hanya bisa menggelengkan kepala, melihat anak bungsunya lagi prank papihnya
"Mana amplopnya?" tanya papih dengan panik.
Fauzi memberikan amplop kelulusan itu, papih langsung membuka amplop itu dan membaca tulisan lulus.
"Puji Tuhan, kamu ya seneng liat papih jantungan," ucap papih yang langsung menjitak kepala anak bungsunya dengan pelan.
Fauzi langsung tertawa dan memeluk papihnya.
"Maaf pih," ucap Fauzi sambil nyengir kuda.
"Kapan pengumuman SMPTN?" tanya papih.
"Besok pih, sekalian pengumuman siswa terbaik dan beasiswa full," ucap Fauzi.
"Semoga kamu masuk ya, walaupun ada saingan," ucap papih.
"Gak apa pih, dia itu penyemangat untuk Fauzi. Biar Fauzi terus belajar dan berusaha," ucap Fauzi.
"Makasih ya, papih dan semuanya udah selalu support buat Fauzi selama ini," ucap Fauzi.
"Udah kewajiban papih nak, mamih mana?" tanya papih.
"Ada di dapur, lagi bantu mbak Siti beres-berea dapur," ucap Fauzi.
"Panggilkan mamih," ucap papih.
Fauzi pun segera berjalan ke dapur, untuk memanggil mamih.
"Mih, di panggil papih," ucap Fauzi.
"Mbak Siti, ini sudah beres semua. Mbak Siti boleh istirahat," ucap mamih.
"Iya nyonya, terima kasih," ucap mbak Siti.
Mamih dan Fauzi berjalan dari dapur menuju ruang TV, Fauzi melingkarkan tangan di pinggang mamihnya.
Fauzi langsung mengecup pipi mamihnya di depan papih.
"Cuman mamih doang nih yang di kecup pipinya?" tanya papih yang merajuk pada anaknya.
Fauzi langsung berjalan menuju sang papih dan mengecup pipinya juga.
"Mih, kita makan malam diluar lagi yuuu," ucap papih.
__ADS_1
"Boleh, pasti bertiga lagi nih. Rasanya sepi kalau gak lengkap," ucap mamih.
"Formasi lengkap mih," ucap Felisya dan Alfred yang baru saja datang.
"Kapan datangnya?" tanya mamih.
"Alfred pulang dari Bali kemarin," ucap Alfred.
"Felisya lagi libur praktek hari ini," ucap Felisya.
"Horeeee... formasi lengkap," ucap Fauzi.
"Selamat ya dek, akhirnya lulus juga," ucap Felisya dan Alfred.
"Makasih buat semua, yang selalu dukung dan support buat Fauzi selama ini," ucap Fauzi.
Semua langsung memeluk Fauzi dengan penuh kasih sayang yang tulus dan penuh kehangatan.
"Ya udah sekarang kalian mandi, untuk siap-siap makan malam bersama untuk merayakan kelulusan bungsu," ucap papih.
Semua pun masuk kedalam kamar masing-masing untuk menyiapkan diri, Fauzi masuk kamar dan mengambil foto orang tuanya.
"Bu, pak... Fauzi udah lulus SMA, sekarang mau masuk kuliah. Doakan Fauzi biar bisa jadi dokter ya, kalian tenang di surga sana. Maaf Fauzi belum bisa menengok kalian, tapi doa Fauzi untuk kalian tidak pernah berhenti," gumam Fauzi dalam hati.
Fauzi segera mengambil handuk dan pakaian ganti, ritual mandi pun telah selesai. Fauzi sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian terbaiknya. Dan tak lupa, Fauzi melakukan solat maghrib dulu sebelum pergi makan malam bersama keluarganya.
Fauzi yang sudah siap, segera keluar kamar. Fauzi turun ke bawah sambil menunggu semuanya selesai.
Fauzi mengambil buah semangka dari kulkas, sambil menunggu yang lainnya. Fauzi makan semangka dengan bermain game di ponselnya.
"Udah siap nak?" tanya papih yang secara tiba-tiba.
"Astagfirullah," ucap Fauzi dengan kaget.
"Kaget?" tanya papih.
"Gak pih, cuman reuwas," ucap Fauzi.
reuwas itu bahasa Sunda dari kaget
"Sama aja nak," ucap papih sambil tertawa.
"Lama banget sih pih," ucap Fauzi.
"Semua udah siap?" teriak papih.
"Bentar lagi pih," ucap Alfred.
"Ini udah pih," ucap Felisya.
Mamih segera keluar dari kamar, dan mamih berdandan sangat cantik seperti ibu pejabat. Alfred dan Felisya turun kebawah bersama.
"Ada bidadari dari mana ini?" tanya Alfred sambil menggoda sang mamih.
Mamihnya tersipu malu dengan ucapan sang anak sulung yang menggoda mamihnya.
"Sudah kita berangkat sekarang," ucap papih.
__ADS_1
Dan mereka pun telah tiba di restoran untuk makan malam.