She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 9 - Alika ke Bandung Lagi


__ADS_3

Alika yang awalnya pindah ke Surabaya, harus kembali lagi ke Bandung. Mamihnya Alika harus menjalani pengobatan kanker otak di Bandung.


"Kamu kenapa bisa ke Bandung lagi?" tanya Fauzi.


"Aku ikut papih, karena papih di tugaskan untuk di Bandung lagi," ucap Alika berbohong.


"Mamih kamu apa kabar?" tanya Fauzi.


"Mamih baik - baik aja... oh iya nanti kalau tiba - tiba mamih jemput ke sekolah, kita pura - pura musuhan ya," ucap Alika.


"Kenapa kaya gitu?" tanya Fauzi.


"Biar mamih gak pindahin aku, soalnya mamih akan pindahin aku kalau di sekolah ada kamu," ucap Alika.


"Tapi kan Wali kelas akan bicara sama mamih kamu," ucap Fauzi.


"Makanya bantuin aku buat bicara sama Wali kelas," ucap Alika.


"Iya nanti aku bantu setelah pulang sekolah ya," ucap Fauzi.


"Makasih ya... kamu slalu bantu untuk aku," ucap Alika.


"Iya santai aja," ucap Fauzi.


Bel sekolah yang menandakan sekolah berbunyi, tandanya untuk siap - siap pulang sekolah. Alika dan Fauzi segera menemui Wali kelas untuk berbicara.


"Bu," ucap Fauzi.


"Iya, ada apa?" tanya Wali kelas.


"Apa bisa mengobrol sebentar bu, ini ada masalah," ucap Fauzi.


"Ada masalah apa?" tanya Wali kelas.


"Gini bu, Fauzi dan Alika ini bersahabatan dari jaman sekolah dasar. Hanya saja mamih nya Alika gak suka sama Fauzi, karna Fauzi anak angkat dari dokter Benny. Ibu tolong jaga rahasia kalau Fauzi dan Alika dekat, misalkan ibunya Alika tanya kedekatan Alika dan Fauzi, ibu bilang aja kalau mereka musuhan," ucap Fauzi


"Ya Allah rumit gitu ceritanya, tapi akan ibu usahakan untuk menutupi semuanya," ucap Wali kelas.


"Makasih ya bu, udah mau bantu Fauzi dan Alika," ucap Fauzi.


"Sama - sama, ya udah kalian pulang sekarang. Karna besok masih ada pelatihan untuk Fauzi," ucap Wali kelas.


"Baik bu, kita berdua pamit pulang," ucap Fauzi.


Alika telah berbicara dengan Wali kelasnya yang di bantu Fauzi, tiba - tiba ponsel Alika berbunyi.


"Iya pih," ucap Alika.


"Papih udah ada di depan," ucap Papih.


"Iya bentar pih, Alika ke depan sekarang," ucap Alika.

__ADS_1


Ponsel pun di matikkan, sehingga Alika berjalan jauh dari Fauzi. Tibalah di depan dan merencakan sesuatu, agar tidak terlihat marah.


Fauzi berjalan sendiri menuju gerbang, yang supirnya Fauzi pun telah menjemputnya. Alika pun sudah di depan dan ada sang papih di depan.


"Bukankah itu Fauzi sahabatmu nak?" tanya papih.


"Iya pih, kenapa?" tanya Alika.


"Kenapa tidak menyapanya?" tanya papih.


"Tidak apa - apa kalau aku menyapa Fauzi di hadapan papih? kalau mamih tidak suka dengan Fauzi," ucap Alika.


"Nak... ini papih bukan mamihmu! papih tidak akan melarangmu untuk tidak menyapa Fauzi dan papih tidak akan bilang sama mamih kalau kamu bertemu dengan Fauzi," ucap papih.


"Are you sure, dad!?" tanya Alika yang spontan berbicara bahasa Inggris.


"Yakin nak," ucap papih.


"Makasih ya pih... papih memang yang mengerti perasaan Alika selama ini," ucap Alika yang langsung memeluk papih nya.


"Dadah Fauzi, ati - ati di jalan ya," teriak Alika.


Fauzi hanya bisa melambaikan tangan ke arah Alika, mobil Fauzi pun pergi meninggalkan sekolah menuju rumah.


"Tumben Alika teriak begitu, apa orang tuanya tidak marah?" gumam Fauzi dalam hati.


Sebelum pulang ke rumah, supir menjemput dokter Benny di rumah sakit, Fauzi makan siang dari makanan yang di bawakan sang mamih tadi.


"Hai nak," ucap papih yang baru saja tiba di dalam mobil.


"Waaah... anak papih pintar, banyak belajar sama cici Felisya dan ko Alfred aja ya. Papih sudah lupa pelajarannya," ucap papih.


"Okay pih," ucap Fauzi.


"Ada kabar apalagi di sekolah?" tanya papih.


"Oh iya... hari ini ketemu sama sahabat Fauzi yang namanya Alika, dia pindah lagi ke Bandung," ucap Fauzi.


"Waaah seneng dong, tapi ati - ati ya. Nanti mamih nya ngamuk lagi," ucap papih.


"Iya pih," ucap Fauzi.


Akhirnya dokter Benny dan Fauzi tiba di rumah, ternyata sedang ada tamu, ternyata tamu itu teman mamih Meliana.


Fauzi langsung masuk ke kamar untuk segera mengganti baju dan menjalankan solat, setelah itu Fauzi belajar untuk cerdas cermat nanti. Tiba - tiba ponsel Fauzi berdering dan muncul nama Alika.


"Hai... aku sudah sampe rumah, apa kamu sudah sampai rumah?" ucap Alika.


"Allhamdulilah sudah... kamu telpon, gak ketauan mamih?" tanya Fauzi.


"Mamih lagi pergi ke rumah sodara sama papih," ucap Alika.

__ADS_1


"Oh gitu... eh nanti di sambung lagi ya, aku di panggil sama papih untuk makan siang! kamu jangan lupa makan siang ya," ucap Fauzi.


"Okay... makasih, bye Zi," ucap Alika.


Telepon pun di matikan dan Fauzi segera turun untuk makan siang yang sudah di siapkan oleh Mamih nya.


"Sayang... katanya kamu terpilih jadi peserta cerdas cermat?" tanya mamih.


"Iya mih... tadi seleksi pesertanya dan Fauzi lolos sampe akhir, nantinya menjadi 1 tim sama kelas 8 dan 9," ucap Fauzi.


"Waaah... anak mamih pintar, acaranya kapan?" tanya mamih.


"Katanya seminggu lagi," ucap Fauzi.


"Belajar yang rajin ya," ucap mamih.


"Iya mih," ucap Fauzi.


Akhirnya makan siang pun tanpa ada suara, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu di atas piring.


"Pih... Fauzi nanti sore mau renang ya," ucap Fauzi


"Iya sayang... tapi jangan terlalu sore ya," ucap papih.


Fauzi yang sudah makan siang segera pergi ke ruang tengah untuk menonton TV di temani mamih yang sudah menyiapkan jus mangga dan puding buah kesukaan Fauzi.


Ketika sedang asyik menonton, Fauzi ketiduran di sofa yang empuk. Sebelum ketiduran tadi sempat minum jus mangga dan makan puding buah.


"Nih anak... pasti aja tidur kalau nonton di sofa, gak jauh beda sama Alfred," gumam mamih dalam hati.


"Nyari apa pih?" tanya sang istri.


"Fauzi mana ya?" tanya sang suami.


"Tuh di sofa lagi tidur," ucap Sang istri.


"Alfred kedua... kalau udah diem di sofa pasti tidur," ucap papih.


"Iya Alfred banget ya," ucap mamih.


Tiba - tiba Felisya pulang dengan membawa banyak barang dan berjumpa mamih - papih di ruang tengah.


"Kok buru - buru, kenapa sayang?" tanya mamih.


"Fauzi mana?" tanya Felisya.


"Fauzi habis makan, terus minum jus dan makan puding. Sekarang di sofa lagi bobo," ucap mamih.


Felisya pun melihat Fauzi ke arah sofa yang biasa di pake Alfred tidur kalau nonton TV.


"Ko Alfred kedua, kebiasaannya sama banget sama ko Alfred," ucap Felisya.

__ADS_1


"Emang enak sih tidur siang di sofa itu, tapi sofa itu hanya Alfred dan Fauzi yang pastinya bisa tidur dengan nyenyak," ucap mamih.


Mereka bertiga pun memerhatikan gaya tidur Fauzi dan mereka senyum melihat Fauzi yang tidur.


__ADS_2