
Dokter Benny pun datang.
"Selamat siang menjelang sore," ucap Dokter Benny.
"Selamat sore dok, mari masuk," ucap Teguh.
Dokter Benny pun masuk dan ayah menjelaskan kondisi Anaya hari ini.
"Begini pa, kalau virus sudah menyebar. Berarti tubuh Anaya mulai menolak dengan obat - obatan yang diberikan untuk Anaya. Saat ini kita serahkan saja semuanya sama Tuhan," ucap dokter Benny.
Bunda langsung menangis dan memeluk ayah, ayah hanya bisa terdiam. Fauzi masih bisa sedikit tenang, karna sudah terbiasa menangani pasien seperti ini.
"Lalu apa yang bisa kami lakukan untuk Anaya?" tanya Teguh.
"Buatlah Anaya selalu bahagia di sisa umurnya," ucap Dokter Benny.
"Apa benar bila virus udah menyerang hingga sum sum tulang bisa mengakibatkan lumpuh?" tanya Teguh.
"Benar pa, itu bisa menyebabkan Anaya lumpuh," ucap dokter Benny.
"Saya dapat kontak terapi totok tangan pa Doni, apa dengan itu bisa membuat memperlambat kelumpuhan untuk Anaya?," ucap Teguh.
"Jika bapak mau melakukan terapi itu, gak apa - apa pak. Soalnya itu kan tanpa obat, cuman lewat pijitan saja. Jadi saya mengijinkan bapak jika mau melakukan terapi itu," ucap Dokter Benny.
"Baik dok, tapi amankan itu terapinya?" tangan Teguh.
"Itu aman pa, itu membuat aliran darah untuk Anaya juga lebih lancar dan sendi - sendiri tulang Anaya jadi gak kaku aja pa. Kalau masalah virus, tidak bisa kami prediksi pak. Yang penting kita udah pernah berjuang untuk menyembuhkan Anaya. Tetap semuanya serahkan sama Tuhan. Hari ini saya akan ambil sample darah Anaya," ucap dokter Benny.
"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk Anaya. Kami juga sudah menyerahkan semua sama sang Maha pencipta," ucap Teguh.
"Iya pa, itu jauh lebih baik," ucap dokter Benny.
"Mari dok, saya antar ke kamar Anaya," ucap Teguh.
Mereka yang dari ruang tamu menuju kamar Anaya.
"Selamat sore Anaya cantik," ucap dokter Benny.
__ADS_1
"Selamat sore juga dokter," ucap Anaya.
"Gimana keadaan hari ini?," tanya dokter Benny.
"Tadi sempet gak bisa duduk, terus di totok gitu. Sekarang lumayan bisa duduk dan gak terlalu lemas," ucap Anaya.
"Sekarang di periksa dulu dan di ambil darah dulu ya," ucap dokter Benny.
Dokter Benny pun memeriksa kondisi Anaya.
"Tensi 100 per 50, detak jantung 45 detak dalam 1 menit, denyut nadi 50 detak dalam 1 menit," ucap dokter Benny.
"Gimana dok keadaan Anaya?" tanya Teguh.
"Hasilnya normal pa, tinggal nunggu hasil dari sample darah aja pa," ucap dokter Benny berbohong.
Fauzi mengerti, jika kondisi Anaya sedang tidak baik - baik saja. Makanya dokter Benny mengatakan Anaya baik - baik saja, karna masih di depan Anaya.
"Allhamdulilah, smoga kondisi Anaya stabil terus ya dok," ucap Teguh.
"Anaya jangan banyak pikiran, serahkan saja semua penyakit Anaya sama Tuhan. Dan Anaya juga harus banyak minum air putih dan harus mau pake oksigen," ucap dokter Benny.
"Ya udah om dokter pamit pulang dulu ya," ucap dokter Benny.
"Makasih ya om dokter, udah mau rawatin Anaya. Om dokter maaf ya kalau selama ini Anaya jadi pasien yang gak nurut. Maafin Anaya ya om, takut Anaya gak sempat meminta maaf sama om dokter ," ucap Anaya.
"Iya Anaya gak apa - apa, yang penting sekarang harus nurut sama ka Fauzi ya," ucap dokter Benny.
Dokter Benny udah biasa menghadapi pasien yang mulai melantur dalam berbicara seperti Anaya.
"Anaya disini dulu sama mbak Nita dan Adam ya. Ayah, bunda dan ka Fauzi mau mengantar dokter Benny ke depan ya," ucap ayah.
"Iya yah," ucap Anaya.
Mereka pun keluar dari kamar Anaya.
"Pa Teguh maaf sebelumnya, sebenarnya kondisi Anaya semakin tidak stabil dan semakin menurun," ucap dokter Benny.
__ADS_1
"Tadi bilangnya baik - baik saja!" ucap Teguh yang sedikit emosi.
"Maaf pa, saya tidak mungkin mengatakan kalau Anaya tidak baik - baik saja di hadapan Anaya. Saya takut Anaya memikirkan kondisinya dan itu bisa membuat fatal. Semakin banyak pikiran, itu bisa membuat Anaya kehilangan kesadaran bahkan bisa sampe meninggal," ucap dokter Benny.
Ayah dan bunda pun semakin gusar hatinya.
"Apa yang harus kami lakukan dok?" tanya Teguh.
"Coba ajak Anaya jalan - jalan untuk merefresh otaknya," ucap dokter Benny.
"Baik dok, nanti akan saya atur untuk kami liburan bersama," ucap Teguh.
"Coba ajak orang - orang yang bisa membuat Anaya bahagia," ucap Dokter Benny.
"Baik dok, nanti kami ajak orang - orang yang bisa membuat Anaya bahagia," ucap Teguh.
"Baik kalau begitu saya pamit dulu, besok siang saya beritahu hasil darahnya lewat Fauzi," ucap dokter Benny.
"Baik dok, terima kasih sebelumnya dan terima kasih juga selama ini sudah memberikan yang terbaik untuk Anaya," ucap Teguh.
"Sama - sama pak, saya permisi dulu. Selamat sore," ucap dokter Benny.
"Selamat sore juga dok," ucap Teguh.
Fauzi mengantarkan dokter Benny hingga pagar depan.
"Zi, waktu Anaya sebenarnya sudah tidak lama lagi," ucap dokter Benny.
"Iya pih, Fauzi juga sudah mulai merasakan itu," ucap Fauzi.
"Bimbing saja doa sesuai dengan agamamu, agar dia bisa lebih tenang," ucap dokter Benny.
"Iya pih, nanti Uzi bantu doa untuk Anaya," ucap Fauzi.
"Ya udah papih pamit dulu, kalau ada apa - apa segera kabari om," ucap dokter Benny.
"Baik pih...salam untuk mamih," ucap Fauzi.
__ADS_1
Dokter Benny pun melajukan mobilnya ke arah rumah sakit, karna harus menganalisis darah Anaya yang tadi sudah di ambil.