
Flashback On
Meliana Berlin merupakan sosok seorang istri dari Benny Hadiatma, Meliana merupakan anak dari ibu Cankerty Berlin Soetopo dan pa Irwan wahyu.
Setelah ibu Cankerty melahirkan Meliana, ibu Cankerty meninggal. Akhirnya pa Irwan memberi nama Meliana Berlin, pa Irwan memakai nama Berlin, karna keinginan dari istri ketika sebelum meninggal.
Meliana Berlin merupakan seorang CEO dari sebuah perusahaan obat yang di miliki ayahnya, setelah ayahnya berhenti bekerja. Semua urusan perusahaan dilanjutkan oleh putri satu - satunya yang bernama Meliana.
.
.
.
Benny Hadiatma merupakan sosok seorang suami dari Meliana Berlin. Benny merupakan anak dari ibu Suci Ramdhaeni dan pa Gilang putra Hadiatma.
Benny Hadiatma merupakan dokter saraf di rumah sakit Borromeus bandung, orang tua Benny Hadiatma meninggal saat Benny berumur 20 tahun.
.
.
.
Meliana dan Benny bertemu karna di jodohkan oleh teman dari Meliana. Akhirnya mereka menikah dan memiliki 2 orang anak, anak pertama bernama Alfred Hadiatma dan anak kedua bernama Felisya Hadiatma.
.
.
.
Alfred Hadiatma merupakan anak pertama dari pasangan ibu Meliana Berlin dan Pa Benny Hadiatma, saat ini Alfred berusia 25 tahun dengan jabatan CEO di perusahaan milik Meliana Berlin. Meliana sudah memindahkan jabatan CEO terhadap anak pertamanya.
.
.
.
Felisya Hadiatma merupakan anak kedua dari pasangan ibu Meliana dan Pa Benny. Felisya saat ini sedang mengikuti pendidikan penjurusan untuk menjadi seorang dokter anak, yang nantinya bekerja di rumah sakit Borromeus.
.
.
.
Ibu Siti dan pa Ali merupakan asisten rumah tangga di rumah Benny Hadiatma, sebelumnya mereka merupakan asisten rumah tangga di rumah orang tuanya Benny Hadiatma.
Akhirnya mereka berpacaran dan hingga menikah, setelah orang tua Benny Hadiatma meninggal. Ibu Siti dan pa Ali di bawa oleh Benny Hadiatma untuk di percayakan sebagai kepala pelayan di rumah Benny Hadiatma. Hingga akhirnya mereka memiliki seorang anak yang bernama Muhammad Fauzi.
__ADS_1
Sejak umur 3 tahun, Fauzi sudah di biasakan untuk membantu orang tuanya bekerja di rumah Benny Hadiatma.
Keluarga Benny Hadiatma pun sangat menyayangi Fauzi, apalagi Felisya sangat memanjakan Fauzi.
"Dek... kita jalan - jalan yu," ucap Felisya.
"Cici mau kemana?" tanya Fauzi kecil.
"Cici mau ajak Fauzi beli es krim," ucap Felisya.
"Fauzi mau es klim," ucap Fauzi yang masih belum bisa bilang huruf R.
"Ya udah kita berangkat sekarang," ucap Alfred.
"Asik beli es klim," ucap Fauzi.
Alfred sama Felisya sangat menyayangi Fauzi, mereka sudah menganggap Fauzi sebagai adiknya sendiri.
Benny Hadiatma yang baru saja pulang dinas dari rumah sakit, melihat ketiga putranya yang sudah siap - siap mau pergi.
"Kalian mau kemana?" tanya Benny Hadiatma.
"Ini pih... Felisya sama koko Alfred mau ajak Fauzi beli es krim," ucap Felisya.
Benny Hadiatma menggendong Fauzi kecil.
"Fauzi mau kemana?" tanya Benny Hadiatma.
"Ya udah tunggu, papih akan ikut bersama kalian," ucap Benny Hadiatma.
"Okay pih," ucap mereka bertiga.
Benny Hadiatma bersiap - siap untuk ikut jalan - jalan sore bersama. Dari kecil, Fauzi memang dekat sekali dengan keluarga Benny Hadiatma. Mereka selalu memanjakannya.
"Okay... kita berangkat, salim dulu sama ibu," ucap Benny.
"Ibu... Fauzi belangkat dulu ya," ucap Fauzi ke ibunya.
"Ati - ati di jalan, Fauzi jangan nakal ya," ucap ibu Siti.
Mereka pun jalan - jalan sore di sekitaran Dago, akhirnya mereka tiba di sebuah cafe yang menyediakan es krim.
"Fauzi... mau rasa apa es krimnya?" tanya Felisya.
"Fauzi mau es klim lasa Vanilla pake pelmen coklat yang banyak," ucap Fauzi.
"Okay ganteng...terus mau makan apa?" tanya Felisya lagi.
"Mau pizza pake keju mozalela yang banyak," ucap Fauzi.
Dokter Benny yang melihat tingkah laku Fauzi, tidak menyangka akan ada anak kecil lagi di rumahnya. Dan anak - anaknya bisa menerima kehadiran Fauzi di tengah keluarga.
__ADS_1
Akhirnya semua pesanan datang di atas meja, Fauzi yang sudah bisa makan sendiri. Fauzi dengan rapih makan pizza yang di inginkan nya itu.
Semua yang melihat Fauzi makan, merasa kagum dengan Fauzi. Karna anak usia 3 tahun udah bisa mandiri, gak rewel dan gak manja.
"Ini es krimnya," ucap dokter Benny.
"Wooow... pelmen coklatnya banyak banget, ini Fauzi suka banget," ucap Fauzi.
Semua tertawa mendengar celotehan Fauzi dan gaya Fauzi ketika berbicara. Fauzi makan es krim pelan - pelan, agar tidak tumpah ke baju dan belepotan di mulut.
"Pih...berasa punya adik sendiri kalau liat Fauzi," ucap Felisya.
"Ya kan emang adik mu nak... apalagi ibu Siti dan pa Ali udah papih anggap seperti keluarga. Jasa mereka banyak membantu untuk di keluarga kita. Sayangi terus Fauzi ya!" ucap sang papih.
"Iya pih... Alfred akan mengajari banyak hal untuk Fauzi. Biar dia makin pinter," ucap Alfred.
"Felis juga akan mengajarkan tentang kedokteran untuk Fauzi, karna Fauzi bercita - cita ingin menjadi dokter," ucap Felisya.
"Papih bangga sama kalian, yang mau menerima Fauzi, menjaga Fauzi, baik sama Fauzi dan mau mengajari banyak hal untuk Fauzi," ucap Benny Hadiatma.
Mereka semua pun menghabiskan semua makanan yang ada diatas meja, sebelum pulang seperti biasa memesan pizza untuk seluruh pelayan di rumah.
"Ayo kita main lagi ke tempat main game, sebelum kita pulang," ucap dokter Benny.
"Holeeeeeeee," teriak Fauzi sambil loncat - loncat.
"Awas jatoh dek," ucap Felisya.
Mereka pun menuju mobil dan pergi ke tempat game yang banyak permainannya, Fauzi pun bermain dengan gembira. Akhirnya mereka pun pulang.
Sepanjang perjalanan pulang, Fauzi tidur sangat lelap. Mungkin Fauzi lelah bermain, Felisya yang menggendong Fauzi dan memeluknya dengan kasih sayang.
Akhirnya Tiba di rumah, Felisya menggendong Fauzi turun dari mobil. Pa Ali melihatnya.
"Non... biar saya aja yang menggendongnya," ucap pa Ali.
Pa Ali pun menggendong Fauzi yang sudah tidur dan membawanya ke kamar Fauzi. Sedari kecil Fauzi sudah dibiasakan untuk tidur sendiri. Ibu Siti yang baru datang dari dapur, melihat sang suami menggendong Ali.
"Tidur ya pa," ucap ibu Siti.
"Iya bu... sepertinya kelelahan," ucap pa Ali.
"Biar ibu saja yang bawa ke kamar dan mengganti pakaiannya, bapak bantu tuan saja," ucap ibu Siti.
Pa Ali pun membantu membawa barang - barang dari mobil. Semuanya selalu menjaga tumbuh kembang Fauzi, Felisya dan Alfred pun tidak pernah lelah mengajari Fauzi belajar menulis dan membaca.
Untungnya Fauzi merupakan seorang anak yang sangat penurut, diajarkan apa saja pasti cepat bisa dan mau berlatih terus menerus hingga bisa.
Pa Ali dan Ibu Siti sangat beruntung berada di tengah keluarga Benny Hadiatma, banyak yang menyayangi Fauzi.
Flashback Off
__ADS_1