She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 40 Menjaga Anaya


__ADS_3

Ayah bergantian dengan Fauzi untuk menjaga Anaya, ayah melihat wajah anak semata wayangnya yang selalu ayah jaga. Ayah membelai kepala anaknya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Anaya merasa ada yang membelai kepalanya dan Anaya membuka matanya, ternyata sang ayah berada di samping Anaya.


"Ayah," ucap Anaya.


"Maaf bila belaian ayah, membangunkan dari tidur nya Anaya," ucap ayah.


"Gak apa - apa yah, ka Fauzi ke mana? kok ayah di sini?,l" tanya Anaya.


"Tadi ayah yang menyuruhnya untuk istirahat, karna Fauzi udah terlalu sering menjaga mu, hingga jam tidur nya tidak teratur," ucap Ayah.


"Ayah, makasih ya. Udah jadi ayah yang terbaik untuk Anaya. Maaf, bila saat ini Anaya merepotkan ayah terus," ucap Anaya.


"Anaya anak kesayangan ayah. Ayah tidak pernah merasa direpotkan. Justru ayah seperti ini, karna ayah ingin Anaya sembuh," ucap ayah.


"Yah, udah gak usah perjuangkan penyakit Anaya untuk sembuh. Buat apa di perjuangkan, bila pada akhirnya meninggal dunia juga," ucap Anaya.


"Nak, hidup mati seseorang di tangan Allah. Tak ada manusia yang tau, kapan akan meninggal. Jadi gak usah bahas masalah meninggal lagi ya. Besok akan ada terapi totok untuk Anaya," ucap ayah.


"Buat apa yah? minum obat aja udah lelah yah, apa lagi harus terapi. Anaya udah lelah. Biarkan Anaya seperti ini, biarkan Anaya mati menyusul ibu, tubuh Anaya udah lelah yah. Tiap hari infusan di tangan, tiap tidur pake oksigen, obat di minum, di suntik. Anaya lelah yah," ucap Anaya


"Nak, kasih ayah kesempatan untuk mendatangkan terapi itu untukmu. Jika Anaya merasa tidak nyaman dan hasilnya bikin tidak enak. Nanti akan ayah stop," ucap Ayah.


Anaya pun tidak bisa melawan perkataan dari sang ayah, karna sang ayah ingin memberikan yang terbaik untuk Anaya.


"Baik, Anaya akan kasih ayah kesempatan. Bila gak enak, Anaya minta stop ya yah," ucap Anaya.


"Makasih ya sayang," ucap ayah.


"Sama - sama yah, sebenernya Anaya gak mau. Tapi akan Anaya coba dulu," ucap Anaya.


Waktu sudah menunjukkan jam 6 sore, adzan maghrib pun sudah berkumandang. Anaya pun solat berdua dengan ayah.


"Ya Allah sembuhkanlah Anaya, jika memang Anaya gak bisa sembuh. Anaya siap dan pasrah, bila engkau mau mengambil Anaya. Anaya udah lelah seperti ini, yang setiap hari harus minum obat. Asalkan buat Keluarga Anaya dan sahabat Anaya bahagia bila Anaya pergi untuk selamanya," ucap Anaya saat berdoa.


Ayah yang mendengar doa Anaya, hanya bisa menghela nafas panjang dan menghapus air mata, agar tidak terlihat oleh Anaya.

__ADS_1


Solat pun sudah selesai, Anaya di naikkan ke atas kursi roda dan ayah membawa Anaya keluar kamar, ternyata sudah ada Fauzi, Aris, Adam, Nita dan Rio.


"Yah, kita makan di halaman aja yu, Anaya ingin menikmati malam hari sambil melihat bintang," ucap Anaya.


Fauzi jadi teringat akan ucapan Anaya tadi siang masalah bintang dan bulan.


"Ya udah kita makan di halaman belakang," ucap ayah tanpa ada rasa curiga.


Semua pun membantu membawa makanan dan piring ke halamana belakang.


"Ada bintang dan bulan," ucap Anaya.


Semua pun melihat ke atas.


"Ada yang bilang sama Anaya, Allah itu maha besar dan maha tinggi. Bulan dan bintang akan selalu menyinari bumi ini dan makhluk ciptaan Allah. Jika suatu hari nanti Anaya pergi dan tidak kembali, kalau kalian kangen Anaya, lihat saja bintang yang paling bersinar terang, maka Anaya akan berada di antara mereka. Anaya akan selalu menyinari keluarga Anaya dan keluarga sahabat Anaya. Dan Anaya minta, saat nanti Anaya pergi untuk selamanya, jangan pernah ada air mata. Anaya gak mau melihat keluarga Anaya sedih, Anaya mau lihat keluarga Anaya bahagia," ucap Anaya.


Semua yang mendengar langsung tatap mata satu sama lain, Adam yang tanpa di duga, Adam langsung memeluk Anaya dan mengecup pipi Anaya.


"Ayo kita makan dulu," ucap bunda yang mencoba mencairkan suasana yang hari biru hingga menyelimuti hati mereka yang mendengar Ucapan Anaya.


satu per satu mereka mengambil makan, mereka pun makan tanpa ada suara sedikit pun. Akhirnya makan pun telah selesai.


"Miko kangen sama Anaya ya," ucap Anaya.


"meong," ucap Miko.


Miko pun diam di atas paha Anaya dan langsung tertidur di atas paha Anaya.


"Miko aja tau, kalau Anaya akan pergi," gumam ayah dalam hati.


Flashback On


Miko adalah kucing angora campuran dengan persia. Anaya mengurus Miko dari kecil. Miko anakan dari Milo dan Moli. Milo dan Moli punya Dita dan Iyan.


Moli melahirkan 3 anak kucing yang bernama Miko, Piko, Poki.


Flashback Off

__ADS_1


Miko pun di bawa ke dalam, karna saat Miko akan di angkat, Miko mencakar dan menggigit yang akan mengangkat Miko dari pangkuan Anaya.


"Udah gak apa - apa yah, Miko kangen ma Anaya. Lagian Anaya jarang main sama Miko," ucap Anaya.


Ayah pun memperbolehkan Anaya bermain sama Anaya.


"Boleh Miko disini dulu, asalkan nanti sebelum tidur. Anaya ganti baju, seka lagi, dan Miko gak boleh masuk kamar," ucap Ayah.


"Miko dengerin kan kata ayah, kalau nanti aku mau masuk kamar. Miko juga harus masuk kandang ya," ucap Anaya.


"Meong," ucap Miko.


"Anak pinter," ucap Anaya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Anaya, udah yu. Sekarang waktu nya seka, ganti baju dan Miko pulang ke kandang dulu ya. Besok lagi mainnya," ucap Ayah.


Miko pun turun dari paha Anaya, sebelum maju miko berbunyi.


"meoooooooong," ucap Miko.


"Walaikumsalam Miko," ucap Anaya.


Setelah Anaya menjawab, Miko pun pergi dan masuk kandang.


Fauzi dan Aris yang melihat kejadian itu sangat kaget.


"Gak usah bengong kak," ucap Anaya sambil terkekeh.


Anaya pun pergi ke kamar mandi sama bunda dan Nita untuk seka dan ganti baju lalu istirahat yang di temani sama ayah dan bunda, biar Fauzi dan Aris istirahat.


"Udah malam ini, Fauzi bebas tugas jaga malam, sekarang giliran ayah dan bunda yang jaga malam. Kasian Fauzi begadang mulu. Tuh mata udah kaya panda," ucap ayah.


"Makasih ya yah," ucap Fauzi.


"Iya sama -sama, udah sana istirahat," ucap ayah.

__ADS_1


Nita dan Rio masuk kamar masing - masing, Adam pastinya udah duluan. Bunda udah masuk ke kamar bareng Anaya tadi lalu ayah pun sudah melihat kedua anak bukannya itu masuk kamar, kini giliran Ayah masuk kamar Anaya. Dan Anaya sudah tidur di peluk bunda.


__ADS_2