She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 20 - Menjenguk Ibunya Guntur


__ADS_3

Guntur dan dokter Benny pergi ke rumah sakit bersama, dokter Benny ingin melihat kondisi ibunya Guntur.


Akhirnya mereka tiba di ruang rawat, tempat dimana ibunya Guntur di rawat.


"Tuan, ini ibu saya," ucap Guntur.


"Selamat sore Bu, Saya majikannya Guntur. Guntur bekerja di tempat saya," ucap dokter Benny.


"Selamat sore juga tuan, saya ibunya Guntur," ucap ibunya Guntur.


"Semua pengobatan dan biaya rumah sakit, akan saya tanggung. Karna udah kewajiban saya sebagai majikannya Guntur," ucap dokter Benny.


"Nak, bukannya mamihnya Alika yang biayai ini semua?" tanya ibunya Guntur.


"Sudah tidak lagi bu, semenjak Guntur sudah lulus sekolah. Dia juga stop biayai kontrakan kita dan biayai rumah sakit," ucap Guntur.


"Astagfirullah, terus kita akan tinggal dimana nak?" tanya ibu.


"Selama ibu masih pengobatan disini, ibu disini saja. Kalau sudah diperbolehkan pulang, nanti ibu dan nak Guntur akan tinggal di rumah saya. Karna Guntur bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah saya, Guntur merupakan teman anak saya," ucap dokter Benny.


"Allhamdulilah, terima kasih tuan. Semoga rezeki untuk tuan bertambah banyak dan berkah," ucap ibunya Guntur.


"Sama-sama bu, nanti saya obrolkan dulu dengan dokter yang merawat ibu, baiknya harus bagaimana untuk pengobatan ibu ini," ucap dokter Benny.


"Terima kasih tuan," ucap Guntur dan ibunya.


"Sama-sama, Guntur kalau kamu mau disini dulu ya silahkan saja. Ini uang untuk kamu beli makan, kalau mau pulang ya silahkan pulang ke rumah saya," ucap dokter Benny.


"Terima kasih tuan, mungkin malam ini saya disini dulu. Besok pagi saya akan ke rumah tua membawa baju-baju saya," ucap guntur.


"Baiklah, saya permisi dulu," ucap dokter Benny.


Dokter Benny pun pergi keluar dari ruang rawat ibu Siti Aisyah yang merupakan ibunya Guntur.


"Sus... saya minta hasil rekap pengobatan dan rekap biaya ibu Siti Aisyah dan nanti kirim ke ruangan saya," ucap dokter Benny.


"Baik dok," ucap suster.


Dokter Benny pun berjalan ke arah ruang praktek pribadinya, sebenarnya hari ini tidak ada praktek. Hanya saja dokter Benny ingin mengetahui sejauh apa pengobatan ibunya Guntur.


Dokter Benny melihat seluruh hasil rekap pengobatan ibu Siti, ternyata hasilnya bikin dokter Benny bingung. Pasalnya ibu Siti bukan hanya sakit diabetes saja, tapi sakit liver, ginjal dan pembengkakan jantung.


Dokter Benny pun memanggil para dokter yang menangani ibu Siti.

__ADS_1


"Sus, tolong panggi dokter Andi, dokter Jefri, dokter Hasan, dan dokter Agus," ucap dokter Benny.


Suster Sri yang sebagai suster pribadinya dokter Benny segera menelepon dokter yang di panggil oleh dokter Benny.


Akhirnya semua pun sudah tiba di ruang dokter Benny.


"Maaf, bila saya mengganggu waktu kalian. Saya ingin mengetahui bagaimana perkembangan kesehatan dari ibu Siti Aisyah," ucap dokter Benny.


"Kondisi ibu Siti, tinggal menunggu waktunya aja dok. Soalnya kami sudah pernah memeriksa seluruh kondisi ibu Siti, namun hasilnya sudah telat untuk terselamatkan. Kita tinggal nunggu waktunya aja dok," ucap dokter Andi.


Dokter Benny pun tercengang dengan hasil yang sudah di lakukan, karna telat penanganan dan selama sebelum pengobatan di rumah sakit, ibu Siti belum pernah berobat, jadi minum obat warung.


Dokter Benny bingung harus berbicara bagaimana dengan Guntur nantinya, karna Guntur taunya kalau ibunya itu hanya sakit diabetes.


"Lakukan saja yang terbaik untuk ibu Siti," ucap dokter Benny.


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk ibu Siti," ucap dokter Andi.


"Terima kasih untuk para dokter yang ada disini, mari kita perjuangkan dulu untuk pengobatan ibu Siti. Biar Tuhan yang memberikan hasil terakhirnya," ucap dokter Benny.


"Baik dok, kalau begitu kami pamit undur diri dulu. Karna mau pemeriksaan malam," ucap dokter Andi.


Dokter yang tadi di undang oleh dokter Benny pun telah pamit keluar dari ruangan dokter Benny.


"Apa yang harus saya sampaikan pada Guntur nantinya," gumam dokter Benny dalam hati.


Dokter Benny mengirimkan bukti transfer pada bagian admin, jika pembiayaan untuk ibu Siti Aisyah sudah terbayarkan.


Hari menjelang malam, dokter Benny sudah siap untuk pulang ke rumah, namun sebelum pulang akan mampir dulu ke ruang rawat ibunya Guntur di rawat.


"Selamat malam ibu dan Guntur, saya ijin pamit pulang. Besok Guntur ke rumah jam berapa?" tanya dokter Benny.


"Besok beres mengurus ibu, saya langsung ke rumah tuan," ucap Guntur.


"Baik nak, saya tunggu di rumah ya," ucap dokter Benny.


"Baik tuan," ucap Guntur.


Dokter Benny pun pamit untuk pulang ke rumah, selama perjalanan pulang dokter Benny sempat berhenti membeli cemilan martabak manis dan asin untuk orang-orang di rumah.


Akhirnya dokter Benny tiba di rumah, dan di ruang keluarga hanya ada sang istri.


"Mih," ucap Papih.

__ADS_1


"Eh papih udah pulang, gimana pih kondisi ibunya Guntur?" tanya mamih.


"Ibunya Guntur sakit diabetes, liver, ginjal dan pembengkakan jantung," ucap papih.


"Astaga, terus gimana saat ini?" tanya mamih.


"Saat ini hanya Tuhan dan mukjizat yang tau jawabannya," ucap papih.


"Semoga aja ada mukjizat ya pih," ucap mamih.


"Si bungsu kemana?" tanya papih.


"Di kamar," ucap mamih.


Dokter Benny pun naik ke atas, untuk ke kamar sang anak bungsu. Saat masuk kamar, melihat putra bungsu sedang tidur.


"Nak bangun nak," ucap papih.


"Iya pih," ucap Fauzi.


"Bangun nak, papih bawa martabak yang Uzi suka," ucap papih.


Fauzi langsung membuka matanya dan langsung duduk sambil mengucek mata di tambah menggeliat badannya.


"Ya sudah sana mandi, solat. Terus turun kebawah," ucap papih.


"Iya pih," ucap Fauzi.


Sang papih pun keluar dari kamar Fauzi, Fauzi segera menyambar anduknya untuk mandi dan mengambil air wudhu untuk solat.


Fauzi pun sudah mandi dan solat, kini Fauzi berjalan menuju ruang keluarga. Karna sudah ada mamih dan papih menunggu si bungsu turun.


"Aduh anak mamih, enak bobonya?" tanya mamih.


"Enak banget mih, efek sudah ada hasil kelulusan dan penerimaan mahasiswa baru. Jadi bobonya enak," ucap Fauzi.


"Besok setelah Guntur datang, dan papih memberikan tugas untuk Guntur. Kita ke kampus UNPAD ya," ucap papih.


"Pih... boleh gak kalau Fauzi kuliahnya naik motor?" tanya Fauzi.


"Gak naik mobil aja?" tanya papih.


"Naik motor aja pih, biar bisa lebih leluasa mau kemana-mana," ucap Fauzi.

__ADS_1


"Ya udah mau motor apa?" tanya papih.


"Motor apa aja pih, gimana papih aja yang beliinnya," ucap papih.


__ADS_2