
Semalaman Fauzi menemani Anaya tanpa tidur, karna takut terjadi sesuatu sama Anaya.
"Kak," ucap Anaya dengan lirih.
"Iya sayang, Anaya mau apa?" tanya Fauzi.
"Pengen minum kak," ucap Anaya.
Fauzi pun memberikan minum untuk Anaya dan Anaya banyak minum, karena efek dari cuci darah membuat haus dan tenggorokan kering.
"Tidur lagi ya sayang," ucap Fauzi.
"Anaya gak kuat kak, boleh gak Anaya nyerah?" tanya Anaya.
Fauzi bingung harus jawab apa, Fauzi hanya bisa menghela nafas panjang.
"Serahkan semua sama Allah, yang penting Anaya berdoa dan terus berusaha untuk sembuh," ucap Fauzi dengan lirih.
"Anaya cape kak, harus minum obat dan harus cuci darah. Lebih baik Anaya ikut sama ibu aja ke surga," ucap Anaya sambil menangis.
Fauzi yang mendengar ucapan Anaya, bingung harus menjawab apa. Karna Fauzi pun saat ini hatinya hancur, setelah melihat kondisi Anaya saat ini.
__ADS_1
"Udah ya Nay, jangan ngomong gitu. Kaka gak sanggup kalau harus kehilangan Anaya, karena kaka sayang sama Anaya. Bukan sayang seorang kaka sama seorang adik, tapi kaka sangat sayang sama Anaya," ucap Fauzi.
"Anaya hargai rasa yang kaka kasih untuk Anaya, Anaya bisa merasakan itu semua dari kaka. Tapi lebih baik, kaka simpan itu untuk jodoh kaka. Karena Anaya tidak akan lama hidup di dunia ini, Anaya udah cape dan ingin menyerah. Anaya udah gak kuat kak," ucap Anaya.
"Biarkan rasa ini untukmu saat ini," ucap Fauzi.
Anaya pun hanya bisa menggenggam tangan Fauzi dan mencium tangan Fauzi. Fauzi sudah tak kuat membendung air mata, tapi air mata itupun akhirnya turun dan membasahi wajah Fauzi.
Anaya yang melihat Fauzi menangis, Anaya langsung menghapus air mata Fauzi dengan jari Anaya.
"Udah ya kak jangan nangis, Anaya terima kaka," ucap Anaya.
"Makasih ya sayang, kaka akan menemanimu hingga akhir waktu," ucap Fauzi.
Fauzi langsung menyanyikan lagu nine ball yang berjudul hingga akhir waktu di bagian reff nya.
Takkan pernah ada yang lain disisi, Segenap jiwa hanya untukmu, Dan takkan mungkin ada yang lain disisi, Ku ingin kau disini, Tepiskan sepiku bersamamu...hingga akhir waktu
Anaya mendadak meneteskan air mata, setelah Fauzi menyanyikan lagu itu.
"Makasih ya kak, udah jadi seorang kaka, seorang perawat dan seorang yang sangat berharga dalam hidup Anaya saat ini," ucap Anaya.
__ADS_1
"Iya sayang, yang penting tetep berusaha untuk tetap semangat berobat. Urusan umur biar Allah yang mengatur itu semua," ucap Fauzi.
Anaya pun menghela nafas panjang dan mencoba untuk mengecup kening Fauzi.
"Kak, Anaya minta semuanya untuk berkumpul disini nanti siang ya," ucap Anaya.
"Iya sayang, nanti kaka bilang sama ayah. Sekarang Anaya tidur, ini masih subuh jam 3 pagi," ucap Fauzi.
"Anaya tidur ya kak, tapi kaka jangan kemana - mana," ucap Anaya.
"Iya sayang, kaka gak ke mana - mana," ucap Fauzi.
Anaya pun memejamkan matanya dan Fauzi mengirim pesan sama ayah.
"Assalamu'alaikum yah... Yah Anaya minta nanti siang, semua kumpul di rumah sakit," isi pesan Fauzi untuk ayah.
Fauzi pun memasukkan kemkembali ponsel nya ke dalam saku.
"Nay, kaka udah siap bila harus kehilangan kamu saat ini. Kaka bahagia udah bisa menyatakan isi hati kaka yang sebenarnya untuk mu Nay. Kaka juga udah mengabdikan diri untuk menjaga dan merawat kamu Nay," gumam Fauzi dalam hati.
Fauzi pun menatap wajah Anaya dan membelai kepala Anaya. Fauzi tidak berhenti mengecup kening Anaya dan mencium tangan Anaya.
__ADS_1