
Ayah dan Fauzi yang berjalan dari ruang dokter Benny menuju ruang rawat Anaya.
"Zi, nanti bantu ayah untuk mengobrol dengan Anaya ya," ucap Ayah.
"Siap yah gampang, nanti malam Fauzi ngobrol berdua dulu sama Anaya. Besok baru ayah bilang," ucap Fauzi.
"Okay deh, kamu ngobrol dulu sama Anaya, nanti kabarin ke ayah," ucap ayah.
Ayah dan Fauzi pun masuk ke ruang rawat, melihat Anaya sedang makan roti yang di suapin sama Aris.
ayah melihat jam sudah sore.
"Bun, kita pulang yu. Kasian Adam pasti udah pulang," ucap ayah.
"Oh iya, Adam kenapa gak ikut?" tanya Anaya.
"Adam lagi ada latihan untuk maulid nabi di mesjid, jadi gak ikut," ucap bunda.
"Salam buat Adam ya. Oh iya ka Aris, jangan lupa video tadi liatin ke Miko," ucap Anaya.
"Iya Nay, ya udah kaka pulang dulu ya. Besok kaka gak ke sini ya, soalnya mau nunggu hasil kelulusan," ucap Aris
"Nay, Ayah dan bunda pulang dulu ya," ucap ayah sambil mengecup kening Anaya.
"Zi, ayah titip Anaya ya," ucap ayah.
"Iya yah," ucap Fauzi.
"Assalamu'alaikum," ucap ayah, bunda dan Aris.
"Walaikumsalam," ucap Anaya dan Fauzi.
"Ka, pinjem ponsel dong. Pengen video call sama Dita. Anaya kangen sama Dita," ucap Anaya.
Fauzi pun langsung melakukan video call lewat nomor ponsel Iyan.
"Assalamu'alaikum ka, ada apa?" tanya Iyan.
"Ada Dita gak? Anaya pengen ngobrol katanya," ucap Fauzi.
"Nih ada di sebelah Iyan," ucap Iyan.
Fauzi pun memberikan ponselnya pada Anaya.
"Kaka solat dulu ya," ucap Fauzi.
Anaya hanya menganggukkan kepala, lalu Fauzi menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan solat Ashar.
"Assalamu'alaikum Dita" ucap Anaya.
"Walaikumsalam Anaya, maaf belum nengok ke sana lagi. Ayah sama ibu lagi sering keluar kota, jadi di rumah cuman berdua sama kaka Iyan," ucap Dita.
"Gak apa - apa Dita, Ta pengumuman kelulusan kapan?" tanya Anaya.
"Kata nya Senin depan Nay, kalo besok ka Iyan sama ka Aris yang nunggu kelulusan," ucap Dita.
"Iya Ta, tadi ka Aris bilang," ucap Anaya.
"Nay kapan boleh pulang?" tanya Dita.
"Belum tau Ta, kondisi aku nya belum stabil, masih naik turun terus kondisinya," ucap Anaya.
"Sabar ya Nay, yang penting nanti pas boleh pulang. Anaya udah sembuh ya, Anaya jadi mau ke SMP mana?" tanya Dita.
"Belum tau Ta, belum ngobrol sama ayah. Tapi kalau bisa Anaya mau home schooling aja. Kalau harus ke sekolah, aku gak sanggup Ta. Badan aku suka mendadak lemas," ucap Anaya.
"Dimana pun Anaya sekolah, yang penting tetep semangat ya. Oh iya Nay, mau kucing betina gak? seumur Miko," ucap Dita.
"Mau dong Ta, kirim aja ke rumah. Biar Miko ada temen," ucap Anaya.
"Iya kemaren ibu di kasih kucing betina 2 sama temannya ibu. Aku inget sama Miko, kasian Miko jomblo terus," ucap Dita sambil ketawa.
Anaya pun ikut tertawa, mengingat Miko yang jomblo.
__ADS_1
"Iya Ta anter aja ke rumah, biar Miko ada temen dan biar gak sedih kalau gak ada aku," ucap Anaya.
"Iya Nay, ntar kak Iyan anter betina nya ke rumah. Betina nya baik, namanya Meli," ucap Dita.
"wah namanya bagus, Ta udah dulu ya. Mau maghrib, salam buat ka Iyan, ayah dan ibu," ucap Anaya.
"Okay, nanti di sampein. Salam juga buat ka Fauzi ya," ucap Dita.
"Okay, Assalamu'alaikum," ucap Anaya.
"Walaikumsalam," ucap Dita.
Panggilan pun dimatikan dan Fauzi yang sedari tadi main ponsel 1 nya lagi.
"Ini kak, makasih ya," ucap Anaya.
"Sama - sama, laper gak?," tanya Fauzi.
"Iya laper," ucap Anaya.
"Mau makan apa?," tanya Fauzi.
"Boleh makan lele goreng dan bebek goreng yang jualannya di sebelah rumah sakit ini gak?" tanya Anaya.
"Boleh dong, mau nasi putih biasa atau nasi uduk?," tanya Fauzi.
"Nasi uduk aja kak, di tambah kol goreng sama jeruk manis panas ya," ucap Anaya.
"Iya cantik, bentar kaka telepon temen kaka dulu. Biar nanti tinggal di ambil.
" Halo Assalamu'alaikum Ris," ucap Fauzi.
"Iya Zi, ada apa?," tanya Aris.
"Pesen nasi uduk 2, lele goreng 1, paha bebek 2 tapi gorengnya jangan terlalu kering, di tambah kol goreng 1 porsi, jeruk manis angetnya 1.Nanti gue ambil," ucap Fauzi.
"Okay Zi, emang lu lagi di mana?," tanya Aris.
"Lagi jaga adik gue yang sakit di Borromeus," ucap Fauzi.
"Thanks ya, bentar lagi gue turun," ucap Fauzi.
"Okay bro," ucap Aris.
Telepon pun dimatikan.
"Kaka kenal sama yang punyanya?" tanya Anaya.
"Yang barusan, itu adiknya namanya Andris, kakanya nama Aris," ucap Fauzi.
"Owh gitu," ucap Anaya.
"Ya udah kaka ke bawah dulu, ambil pesanan ya. Anaya nonton dulu aja, mau sendiri atau di temenin suster?," tanya Fauzi.
"Temenin suster aja deh," ucap Anaya sambil nyengir.
Fauzi pun keluar ruangan, mencari suster Alika yang merupakan teman dari Fauzi.
"Lika, gue titip Anaya ya. Gue mau ke bawah dulu beli makan, Anaya takut sendiri," ucap Fauzi.
Flashback On
Fauzi kaget, setelah tau ada Alika yang bekerja di gedung Elizabeth dan lebih pasnya di tempatkan di dekat Fauzi yang sedang merawat pasien. Setau Fauzi, Alika memang praktek kerja di rumah sakit Borromeus. Tapi Alika di tempatkan di gedung Maria.
"Alika," ucap Fauzi.
"Fauzi," ucap Alika.
"Kok ada disini?" tanya Fauzi.
"Iya tiba-tiba disuruh pindah ke gedung ini dan bagian disini," ucap Alika.
"Oh gitu, bisa pas ya," ucap Fauzi dengan senang.
__ADS_1
"Kamu lagi ngapain disini?" tanya Alika.
"Aku disuruh papih untuk merawat pasiennya, namanya Anaya gadis berumur 12 tahun yang menderita meningitis," ucap Fauzi.
"Astagfirullah... itu udah berapa lama sakitnya?" tanya Alika.
"Udah 6 bulan, aku bekerja merawat Anaya baru sekitar 4 bulanan. Kamu jangan cemburu ya," ucap Fauzi yang menggoda Alika.
"Apa sih kamu, siapa juga yang cemburu," ucap Alika sambil menahan ketawa.
"Ya takutnya kamu cemburu gitu," ucap Fauzi.
Saat ini Fauzi sedang merelakan hatinya, dengan mencintai orang lain. Karena Fauzi tau, selama masih ada mamihnya Alika, selama itu juga gak akan bisa bersama.
Fauzi sedang mencoba untuk melepaskan Alika, dan membiarkan hati Fauzi untuk menerima Anaya. Meskipun Fauzi tau, umur Anaya tidak akan lama lagi. Namun Fauzi hanya bisa berpasrah pada sang Pencipta yang memegang umur manusia.
Alika Putri merupakan teman Fauzi dari jaman Sekolah Dasar hingga saat ini, Alika berprofesi sebagai suster.
Alika menyukai Fauzi, namun orang tua Alika tidak merestui dengan Fauzi, karna Fauzi sudah tidak punya orang tua.
Alika dan Fauzi sempat dekat, namun harus berakhir. Karena orang tua Alika, ingin Alika punya Suami seorang Dokter yang asal usulnya jelas.
Flashback Off
"Okay bang," ucap Alika.
Alika dan Fauzi masuk ke ruang rawat Anaya.
"Nay, ini suster Alika. Temen kaka," ucap Fauzi.
"Hay suster Alika," ucap Anaya.
"Hay Anaya," ucap Alika.
Fauzi pun ke bawah ambil pesanan makanan.
"Suster temennya ka Fauzi ya?" tanya Anaya.
"Iya saya teman Fauzi dari jaman SD," ucap Alika.
"Berarti kaka lulusan SD Harapan Bangsa?" tanya Anaya.
"Iya, kok tau?" tanya Alika.
"Ka Fauzi pernah cerita, dan sekarang Anaya sekolah di sana. Lagi nunggu kelulusan," ucap Anaya.
"Berarti kenal sama Ibu Nunung?" tanya Alika.
"Itu wali kelas Anaya, tapi sekarang udah pindah ke Garut, ikut dinas sama suaminya," ucap Anaya.
"Owh gitu, pantesan waktu itu kemari ya? Dan suster sempat ketemu, tapi cuman sebentar," ucap Alika.
"Nanti deh, kalau Ibu Nunung ke Bandung pas Anaya kelulusan. Anaya minta ka Fauzi buat telepon ka Alika ya," ucap Anaya.
"Rencana Anaya mau ke SMP mana?" tanya Alika.
"Rencana mau ke SMP 1,2,5,7 dan 14.Tapi gak tau juga. Anaya sih kalau liat kondisi seperti ini, Anaya inginnya home schooling aja," ucap Anaya.
"Apa pun hasilnya, yang penting terbaik buat Anaya ya," ucap Alika.
"Iya makasih suster," ucap Anaya.
"Panggil kaka aja, seperti Anaya memanggil Fauzi. Biar lebih enak," ucap Alika.
"Iya ka Alika," ucap Anaya.
Fauzi pun datang membawa makanan.
"Makasih ya Alika, udah mau jagain Anaya," ucap Fauzi.
"Iya sama - sama bang. Aku pamit dulu ya, mau bertugas lagi," ucap Alika.
"Makasih ya ka Alika, udah jagain Anaya," ucap Anaya.
__ADS_1
"Sama - sama Anaya," ucap Alika.
Alika pun keluar ruang rawat Anaya dan Fauzi menyiapkan makan untuk Anaya. Fauzi dan Anaya pun makan malam bersama. Setelah makan Anaya meminum obat dan tak lama kemudian, Anaya tertidur.