
Fauzi dan ayah pun berkeliling mencari Aris di sekitaran rumah sakit. Akhirnya Fauzi melihat Aris yang sedang menangis di sebuah kursi.
"Yah itu Aris," ucap Fauzi.
Ayah yang melihat tubuh anaknya langsung menghampiri anaknya itu.
"Nak, ke kamar yu," ucap sang ayah.
"Ayah duluan saja, Aris masih ingin disini sendiri," ucap Aris.
"Ini panas na, nanti kamu sakit," ucap ayah.
"Biarlah Aris sakit, biar bunda bahagia dan biar Aris mati saja. Aris tau Aris salah, tapi kan Aris udah minta maaf. Jadi sekarang biar Aris aja yang sakit dan biar Aris mati untuk menebus semua kesalahan Aris pada semuanya, terutama pada Naya," ucap Aris.
"Nak, bicara apa sih kamu?, bunda gak marah, tadi bunda kelewat emosi," ucap ayah.
"Tapi apa yang di omongin bunda benerkan yah, semua berawal dari Aris. Aris memang gak pantas jadi kaka yang baik buat Anaya," ucap Aris.
"Ris, kalau kamu emang sayang sama Anaya, kita balik kamar yu," ucap Fauzi.
"Kak, aku memang sayang sama Anaya. Tapi buat apa aku balik kamar, kalau itu semua gak bisa membalikkan keadaan dan gak bisa menyembuhkan Anaya," ucap Aris.
"Nak, tadi itu bunda tidak sadar bilang seperti itu. Apa pernah bunda marahin kamu seperti itu?," tanya ayah.
"Gak yah, tapi biarkanlah Aris disini dulu untuk menenangkan hati ini. Aris belum siap ketemu bunda dan melihat kondisi Anaya saat ini. Kesalahan ini takkan bisa membuat Anaya sembuh," ucap Aris.
"Ris, kalau Anaya sadar dan nyariin kamu. Kaka harus jawab apa? Kamu mau bikin Anaya makin parah sakitnya? Asal kamu tau, selama kamu di Villa, orang yang sering Anaya cari itu kamu. Orang yang selalu Anaya doakan itu kamu Ris," ucap Fauzi.
"Apa yang di katakan Fauzi itu benar nak, ayah harus bilang apa kalau Anaya tanya mana Aris. Kamu mau bikin Anaya tambah drop? Atau kamu ingin membuat Anaya pergi meninggalkan kita selamanya saat ini? Anaya pasti akan meninggal, tapi itu semua hanya Allah yang tau jawabannya. Apa kamu siap kalau Anaya anfal dan meninggal saat ini!," ucap Ayah.
Aris yang terdiam mendengarkan ucapan Fauzi dan ayah, lalu Aris menganggukkan kepala.
"Ya udah Aris mau ikut ke dalam," ucap Aris.
__ADS_1
Ayah dan Fauzi pun merasa lega, akhirnya Aris mau ikut ke dalam ruang rawat Anaya. Sesampainya di ruang rawat Anaya, Aris duduk di sofa dan melihat Anaya yang masih tertidur tanpa melihat keberadaan bunda nya.
Bunda pun berjalan ke arah Aris dan duduk di sebelah Aris, lalu menggenggam tangan putra sulungnya itu.
"Nak, maafkan perkataan bunda yang tadi ya. Tak seharusnya bunda berbicara seperti itu tadi," ucap bunda sambil memeluk putra sulungnya itu.
Aris yang menahan untuk tidak menangis, akhirnya menangis.
"Maafin Aris ya bun, ini juga kesalahan Aris yang membuat Anaya seperti ini," ucap Aris.
"Bukan nak, ini sudah jalan takdir dari Allah," ucap bunda.
"Iya bun," ucap Aris.
Bunda pun melepaskan pelukannya.
"Doakan terus untuk Anaya, agar Anaya mampu bertahan dan melewati kondisi seperti ini," ucap bunda.
"Iya bun," ucap Aris.
Aris yang berjalan ke arah Anaya, menggenggam tangannya, lalu mencium punggung tangannya dan mengecup keningnya.
"Dek bangun dong," bisi Aris di telinga Anaya.
Semua pun masih menunggu hasil dari pemeriksaan hari ini.
"Nay, bangun dong," ucap Fauzi dalam hati.
Dokter pun datang untuk melihat kondisi Anaya, ternyata belum ada perubahan, dokter lalu kembali keluar.
Aris yang berusaha untuk memeluk Anaya, agar Anaya bangun dari tidurnya. Tapi usaha itu pun tidak membuat Anaya bangun.
Setelah 6 jam, akhirnya Anaya tersadar dari tidur panjangnya.
__ADS_1
"Nay, apa yang di rasakan?" tanya Fauzi.
"Ini di mana?" tanya Anaya.
"Di rumah sakit nak," ucap Ayah.
"Aku mau pulang aja, gak mau disini," ucap Anaya.
"Disini dulu aja ya, dokter belum kasih ijin untuk pulang. Karna masih ada pemeriksaan lagi," ucap Fauzi.
"Gak mau, pokoknya Anaya mau pulang. Kalau Anaya gak boleh pulang, biar Anaya yang pulang sendiri aja," teriak Anaya.
"Ya udah Anaya tunggu sini, ayah bicara dulu sama dokter," ucap ayah.
Anaya masih menangis karna ingin pulang, tidak mau di rawat di rumah sakit. Semua pun mencoba menenangkan Anaya.
"Sabar Nay, nanti juga pulang ya," ucap Aris.
"Gak mau, pokoknya mau sekarang pulang," ucap Anaya.
"Kalau gitu, biar Anaya pulang sendiri aja," ucap Anaya.
"Iya tunggu bentar, ayah belum kembali dari ruang dokter," ucap Bunda.
"Kenapa sih Anaya gak boleh pulang?" tanya Anaya.
Semua pun terdiam karna bingung harus menjawab apa. Dan Anaya tetap berontak untuk minta pulang ke rumah.
"sabar Nay," ucap Aris.
"Gak mau, pokoknya mau pulang," ucap Anaya.
"Iya kita pulang," ucap ayah.
__ADS_1
Akhirnya Anaya di ijinkan pulang ke rumah.