She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 60


__ADS_3

Setelah Fauzi mengantarkan Alika pulang, Fauzi kembali termenung karna rindu Anaya. Saat ini hatinya masih ada Anaya di hatinya, karna Fauzi tadinya mau melupakan Alika.


"Nay... kaka kangen sama kamu! andaikan kamu masih ada disini, mungkin hati ini tidak akan sesedih ini," ucap Fauzi yang menatap foto Anaya.


Tanpa terasa air mata sudah membasahi pipi, air mata sudah berjatuhan pada bingkai foto Anaya. Fauzi masih merasakan kehilangan Anaya, dan masih belum percaya kalau Anaya sudah beneran pergi.


Hari pun semakin malam, Fauzi merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memeluk foto yang dihiasi bingkai cantik. Tanpa terasa mata Fauzi semakin berat untuk di buka, akhirnya Fauzi tidur sambil memeluk Anaya dalam mimpi.


Fauzi dalam tidur bermimpi di datangi Anaya, yang bilang jangan meninggalkan rumah dan keluarganya.


"Kak Fauzi bangun," ucap Anaya.


Fauzi yang masih tertidur, mendengar seperti suara Anaya yang membangunkan, namun Fauzi berat untuk membuka matanya.


"Kak Fauzi, bangun yu! Anaya rindu kaka," ucap Anaya.


Fauzi pun terbangun dari tidurnya, dan melihat Anaya ada di sampingnya.

__ADS_1


"Anaya kamu ada disini?" tanya Fauzi.


"Iya Anaya ada disini, buat ketemu kaka," ucap Anaya.


"Kaka rindu kamu Nay, jangan pergi lagi ya," ucap Fauzi.


"Anaya gak akan pernah pergi dari kaka, Anaya akan selalu ada di hati kaka. Kaka jangan pernah pernah pergi dari rumah ini dan jangan tinggalin yang ada di rumah ini ya," ucap Anaya.


"Iya kaka gak akan pergi dari rumah ini, tapi kaka minta jangan pernah pergi lagi ya," ucap Fauzi.


"Anaya janji gak akan pernah pergi lagi, salam untuk suster Alika ya," ucap Anaya.


"Makasih kak, Anaya keluar dulu ya kak," ucap Anaya.


Tiba-tiba terdengar suara alarm adzan subuh dari ponsel Fauzi, lalu Fauzi terbangun dan melihat sekeliling kamar. Namun Anaya tak ada di sampingnya, dan Fauzi teringat bila yang tadi hanyalah mimpi.


"Astagfirullah, ternyata hanya mimpi. Tapi kenapa mimpi itu seperti nyata," ucap Fauzi.

__ADS_1


Fauzi pun dengan segera keluar kamar, untuk mengambil wudhu dan melakukan ritual subuh. Setelah solat subuh, Fauzi pergi ke kamar terakhir yang Anaya tempati.


"Nay... kaka rindu," racau Fauzi.


Tanpa Fauzi sadari, ayah Teguh masuk ke kamar Anaya. Ayah melihat Fauzi menangis dan ayah memeluk Fauzi.


"Sabar ya nak! Anaya sudah bahagia di surga," ucap ayah Teguh.


"Iya yah, Fauzi rindu aja! karena Anaya tadi datang ke dalam mimpi Fauzi," ucap Fauzi.


"Nanti pagi, kita ke makam Anaya yu? ayah rindu Anaya," ucap ayah.


Fauzi hanya bisa menganggukkan kepala, Fauzi langsung memeluk ayah dan menangis.


"Menangislah sepuasmu nak, bila dengan menangis bisa membuat Fauzi lebih tenang hatinya," ucap ayah Teguh sambil membelai kepala Fauzi.


Fauzi pun menangis sepuasnya dalam pelukan ayah Teguh, karna Fauzi merupakan seseorang yang terakhir bersama Anaya 24 jam selama 2 bulan terakhir, sebelum Anaya benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


"Sudah Zi, dia sudah tenang di alam sana. Kamu disini yang harus meneruskan perjalanan hidupmu yang sempat tertunda, dan masih ada cita-cita yang harus Fauzi kejar," ucap Ayah Teguh.


Teguh lupa akan cita-cita untuk menjadi dokter ahli saraf.


__ADS_2