
3 Tahun kemudian
Fauzi yang sudah mendekati akhir masa kuliah, kini Fauzi sedang praktek kerja. Fauzi praktek kerja menjadi asisten dokter Benny, untuk merawat para pasien yang menderita penyakit yang berhubungan dengan saraf.
Hingga suatu hari, dokter Benny merawat pasien yang bernama Anaya Aninditia yang menderita meningitis atau radang selaput otak.
Flashback On
Anaya Aninditia adalah gadis kecil yang berumur 12 tahun, Anaya sering mengalami gejala sakit kepala dari bagian punduk hingga ke bagian depan. Setelah menjalani serangkaian tes, Anaya menderita meningitis atau radang selaput otak.
Anaya harus menjalani pengobatan yang disebut vaksin sebulan sekali dan meminum obat yang hanya untuk mencegah agar virus meningitis tidak menyebar ke yang lain.
"Sayang... kamu sakit meningitis atau radang selaput otak yang diakibatkan oleh virus," ucap ayah.
"Apa bisa sembuh yah?" tanya Anaya.
"Saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya, hanya saja obat yang harus di minum untuk mencegah virus meningitis menyebar ke seluruh saraf dan bagian tubuh lainnya," ucap ayah.
Anaya yang mendengar ucapan sang ayah, langsung menangis dengan tersedu-sedu.
"Tapi nanti ada anaknya dokter Benny yang akan bantu merawat Anaya, namanya ka Fauzi," ucap ayah.
"Iya yah," ucap Anaya.
Flashback Off
"Fauzi... kamu mau tolongin papih gak?" tanya papih.
"Iya pih, apa yang Fauzi bisa bantu?" tanya Fauzi.
"Ada pasien papih, gadis kecil umur 12 tahun. Anaya menderita meningitis, kamu mau kan merawat Anaya. Kalau Fauzi mau, Fauzi pergi ke gedung Elizabeth ruang lantai 3 kamar VIP 1. Fauzi ngobrol dulu saja sama ayahnya Anaya namanya pa Teguh," ucap papih.
"Iya pih, nanti Fauzi kesana," ucap Fauzi.
"Makasih ya," ucap pih.
"Iya pih," ucap Fauzi.
"Ya udah, mau pulang duluan atau mau nunggu papih?" tanya papih.
"Pulang duluan saja pih, hari ini lumayan melelahkan," ucap Fauzi.
"Ya udah ati-ati di jalan," ucap papih.
Fauzi pun pamit duluan untuk pulang, namun sebelum pulang Fauzi mendatangi ruangan yang tadi dikatakan papih. Akhirnya Fauzi mendatangi ruangan itu.
Tok tok tok
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Teguh.
"Selamat sore pa, saya Fauzi asisten dokter Benny. Saya di tugaskan untuk membantu keluarga pa Teguh dalam merawat anak pa Teguh," ucap Fauzi.
Teguh melihat Anaya sedang tidur, Teguh pun keluar ruang rawat Anaya untuk mengobrol dengan Fauzi.
__ADS_1
"Oh iya, tadi dokter Benny bilang akan ada asistennya yang akan membantu saya. Ternyata ini yang namanya nak Fauzi, asistennya dokter Benny," ucap Teguh.
"Iya pa, tadi papih saya bilang. Kalau ada pasiennya yang masih kecil yang kena meningitis," ucap Fauzi.
"Iya anak saya umur 12 tahun terkena meningitis, dan butuh perawatan intensif. Sehingga sekolah juga terabaikan," ucap Teguh.
"Insya Allah nanti Fauzi dalam perawatan dan pelajaran untuk Anaya," ucap Fauzi.
"Terima kasih ya nak, besoklah kesini lagi untuk bertemu dengan Anaya, istri, dan anak saya yang lainnya," ucap Teguh.
"Kalau begitu, saya permisi pulang dulu pak. Besok saya kesini lagi," ucap Fauzi.
Fauzi pun pamit dengan menyalami dan mencium tangan Teguh. Fauzi pun langsung pergi dari hadapan Teguh.
"Anak itu sopan sekali," ucap Teguh dengan pelan.
Teguh pun langsung masuk kamar lagi, untuk menjaga Anaya. Teguh merasa bahagia setelah bertemu dengan Fauzi, karena merasa cocok menemukan perawat untuk Anaya nanti.
.
.
.
Alarm adzan subuh di ponsel Fauzi telah berkumandang, Fauzi langsung bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mandi dan wudhu.
Akhirnya ritual pagi yang Fauzi laksanakan, sudah terlaksanakan, karna masih ada waktu tidur sebelum bertemu dengan Anaya.
Jam 8, Fauzi sudah siap membawa jas putih di dalam tas ranselnya. Kini Fauzi udah siap dengan jaket kesayangannya, kini Fauzi turun untuk sarapan.
"Gimana udah ketemu dengan pa Teguh?" tanya papih.
"Sudah pih kemarin, sekarang akan bertemu dengan Anaya," ucap Fauzi.
"Semangat ya nak, biar kamu juga bisa belajar terus menerus," ucap papih.
"Iya pih," ucap Fauzi.
"Ya udah kita sarapan dulu," ucap papih.
"Papih ke rumah sakit jam berapa?" tanya Fauzi.
"Papih ke rumah sakit jam 10an, sekalian periksa Anaya juga," ucap papih.
Akhirnya sarapan pagi sudah selesai.
"Pih, mih, Fauzi berangkat ya," ucap Fauzi.
"Ati-ati di jalan ya nak," ucap mamih.
"Nanti papih nyusul ya nak," ucap papih.
Fauzi pun pamit pergi dengan menyalami dan mencium tangan satu per satu orang tuanya. Pagi ini Fauzi pergi membawa motor kesayangannya, dan Fauzi telah tiba di parkiran motor rumah sakit Borromeus Bandung.
__ADS_1
Fauzi melihat jam, ternyata baru jam 9 pagi. Fauzi pergi ke kantin untuk membeli cemilan untuk diberikan pada Alika. Fauzi tau kalau Alika praktek kerja di tempat yang sama dengan Fauzi.
Akhirnya Fauzi pergi ke ruang rawat Anaya, Fauzi sudah tiba di depan ruang rawat Anaya.
tok tok tok
"Eh nak Fauzi, silahkan masuk," ucap Teguh.
"Terima kasih pa," ucap Fauzi.
"Anaya... ini ka Fauzi yang akan bantu merawat Anaya di rumah," ucap ayah.
"Hai Ka Fauzi... aku Anaya," ucap Anaya.
"Hai Anaya, apa kabar hari ini?" tanya Fauzi sambil memeriksa keadaan Anaya.
"Anaya baik ka, Anaya udah pengen pulang," ucap Anaya.
"Emang kalau mau pulang mau ngapain?" tanya Fauzi.
"Mau ketemu ibu, ketemu Miko, dan ketemu sahabat Anaya," ucap Anaya.
"Emangnya ibunya Anaya kemana?" tanya Fauzi.
"Ibu di Bali kak," ucap Anaya.
"Yang penting Anaya sehat dulu ya, nanti kalau udah sembuh kita ke Bali nengok ibunya Anaya ya," ucap Fauzi.
"Iya kak, emang kaka mau nemenin Anaya ke Bali untuk ketemu sama ibu?" tanya Anaya.
"Iya kaka akan nemenin Anaya," ucap Fauzi.
Tiba-tiba suster datang untuk menyuntikan obat ke dalam infusan Anaya, tidak lama setelah menyuntikan cairan ke dalam infusn. Anaya tertidur, karna obat itu memang untuk menenangkan Anaya.
"Nak Fauzi," ucap Teguh.
"Iya pa," ucap Fauzi.
"Jangan panggil bapak, panggil ayah aja biar lebih enak. Sebenarnya sebelum Anaya masuk rumah sakit, ibunya Anaya sudah meninggal dunia," ucap Teguh.
"Astagfirullah...Ya begitulah yah, reaksi yang menderita meningitis. Terkadang memori di otak suka hilang seketika, terkadang juga akan muncul lagi memori yang hilangnya itu," ucap Fauzi.
Tiba-tiba istri dari Teguh beserta kedua anaknya datang.
"Bunda, Aris, Adam... kenalkan ini Fauzi, asisten dokter Benny, Fauzi ini yang nantinya akan membantu merawat Anaya di rumah. Kalian juga kalau ada pelajaran sekolah yang kurang di mengerti bisa nanya sama Fauzi," ucap Teguh.
"Hai Ka Fauzi... nama aku Adam kelas 2 di SD Harapan Bangsa," ucap Adam.
"Hai Ka Fauzi... nama aku Aris kelas 9 di SMP Harapan Bangsa," ucap Fauzi.
"Hai Adam dan Aris, aku Fauzi alumni SD Harapan Bangsa, SMPN 2 Bandung, SMAN 3 Bandung, dan sekarang masih kuliah di UNPAD," ucap Fauzi.
"Wah dari Harapan Bangsa juga, Anaya juga kelas 6 di Harapan Bangsa," ucap Teguh.
__ADS_1
Akhirnya semua pun berbicara untuk selalu mendukung dan mensupport Anaya agar mau tetap minum obat dan menjalani hari-harinya.