Sign Of Zodiac: Aries

Sign Of Zodiac: Aries
[Sign 3: Gemini] Ingatan


__ADS_3

Altan lantas mengeluarkan sebuah batu Kristal agate berwarna kuning. Batu itu ia serahkan pada Chiara yang masih bercermin di atas permukaan air. Gadis itu pun menerima Kristal agate tersebut dan mulai mengamatinya. Ia ingat mimpinya beberapa waktu lalu, saat ia mendapati diri berada di padang bunga krisan. Kristal ini juga ada dalam mimpi tersebut. dibawa oleh sesosok orang yang memanggil namanya: Jauza.


Saat jemarinya menyentuh batu agate itu, rasa hangat mengaliri tubuhnya. Batu itu seolah berdenyut dalam genggamannya. Chiara merasa begitu damai, sekalipun segala hal dalam hidupnya tengah kacau saat itu.


Tak lama kemudian batu itu tiba-tiba melayang ke udara. Secara perlahan batu itu bergerak mendekati tenggorokan Chiara, tepat ke arah lambang zodiaknya yang berwujud chakra Vishuddha. Sebuah lingkaran yang memiliki warna putih dengan enam belas ungu atau kelopak berwarna asap. Di dalam pericarp terdapat segitiga biru langit yang mengarah ke bawah yang berisi daerah putih melingkar seperti bulan purnama. Ini mewakili unsur akasha atau "aether."


Tak berapa lama kemudian batu Kristal agate itu pun masuk begitu saja ke dalam lambang chakra Vishuddha Chiara. Begitu kedua katalis tersebut menyatu, Chiara pun kembali kehilangan kesadarannya.


Chiara mendapati dirinya berada di sebuah padang bunga krisan. Ia berdiri dengan seluruh ingatannya dari kehidupan lalu sudah kembali. Ia adalah Jauza, namanya mula-mula. Ia sudah hidup selama ribuan tahun, dalam raga yang berberda-beda. Jiwanya kekal, terikat dengan tanah ini sebagai pelindung hingga akhir zaman.

__ADS_1


Chiara menarik napas dalam-dalam. Sesosok pemuda sekonyong-konyong muncul di hadapannya. Pemuda itu adalah Kale. Dia tersenyum pada Chiara seolah sedang mengucapkan salam perpisahan.


“Jauza, kita adalah satu. Mulai sekarang, aku akan selalu menjadi bagian dari dirimu,” ucap sosok yang menyerupai Kale tersebut.


Chiara mengangguk, memahami dualitas tersebut, yang kini telah menjadi satu. “Aku sudah ingat,” ucap Chiara lirih.


Setelah momen-mmen intens itu berlangsung seperti selamanya, tiba-tiba tubuh Chiara kembali terasa berat. Ia seperti di tarik turun ke bawah, dipaksa untuk berada di tubuh yang memenjara jiwanya. Kesedihan, tekanan dan rasa sakit kembali muncul dan menderanya. Chiara meneteskan air mata sembari membuka kedua matanya yang sembab.


“Aku sudah ingat,” ucap Chiara sekali lagi. Kini yang ada di hadapannya adalah Altan, pemuda Giyatsa berambut perak yang duduk menatapnya sambil membawa sekotak ramuan beraroma rempah yang kuat.

__ADS_1


“Kau sudah kembali?” ucap Altan lega.


Chiara hanya mengangguk lemah. “Aku akan pergi bersamamu. Api sebelum itu, aku ingin menemui keluargaku dulu. Aku juga harus menyelesaikan beberapa masalah lain,” ucap Chiara tenang.


“Tentu saja. Gunakan waktumu sebanyak yang kau inginkan,” sahut Altan kemudian.


Chiara pun bangkit dari tempat tidurnya. Lukanya belum sembuh sepenuhnya. Akan tetapi kini seluruh kekuatannya sudah kembali. Chiara sudah ingat cara menggunakan kekuatannya. Ia adalah Pejuang Zodiak Gemini. Kemampuannya adalah berubah wujud. Lebih tepatnya berubah menjadi manusia serigala. Memang seperti itulah kemampuan yang diturunkan kepadanya.


Gadis itu pun berjalan keluar pondok. Ia konsentrasikan tubuhnya untuk berubah, mulai dari tangan dan kakinya, hingga ke seluruh tubuh. Secara perlahan, bulu abu-abu mulai tumbuh di permukaan kulitnya. Tangannya berubah menjadi cakar yang tajam, dan tinggi badannya meningkat drastic, hingga dua kali lipat. Wajah Chiara berubah menjadi sosok serigala dengan moncong bertaring mengerikan. Chiara melolong pilu. Merayakan kepedihan jiwanya yang selalu ditakdirkan untuk menderita. 

__ADS_1


__ADS_2