Sign Of Zodiac: Aries

Sign Of Zodiac: Aries
[Sign 4: Cancer] Perayaan


__ADS_3

Pengadilan selesai lebih cepat dari dugaan Damian. Seperti yang sudah ditebak oleh semua orang, Damian Castor pasti akan membawa kemenangan untuk kliennya. Viscoutess Gausse berhasil memenangkan perkara berkat kecerdikan Damian mendapatkan bukti-bukti. Suaminya akan dihukum tiga hari yang akan datang. Diarak mengelilingi kota, tanpa sehelai kain pun di tubuhnya.


Damian keluar dari ruang sidang dengan puas. Pemuda itu sedang menunggu Cassie muncul ketika ia melihat sang Viscountess, Kliennya, berlari tergopoh-gopoh menyongsongnya. Damian pun bergegas mendekat agar sang Viscountess tidak perlu berlari lebih jauh.


“Viscountess … Anda mencari saya?” tanya Damian setelah berada cukup dekat dengan kliennya tersebut.


Sang Viscountess meraih tangan Damian dan menggenggamnya dengan lembut. “Terima kasih, Lord Castor. Anda telah menyelamatkan hidup saya yang seperti neraka,” ucap wanita itu penuh syukur.


Damian tersenyum tipis. “Itu sudah menjadi kewajiban saya untuk melayani klien dengan baik. Anda berhak bahagia, Viscountess. Tapi sekarang Anda telah menjadi janda. Tentunya hal ini juga berat bagi Anda,” jawab pemuda itu berempati.


Viscountess Gausse menggeleng pelan. Di balik penutup wajahnya yang semi transparan itu, ia menyembunyikan wajah sembab dan air mata yang masih mengalir. “Ini lebih baik, Lord. Orang itu hanyalah seorang Baron sebelum menikah dengan saya. Dia merayu saya semata-mata karena ingin menguasai wilayah keluarga Gausse. Mata keranjang itu pantas mendapat hukuman,” ucapnya geram.


“Anda benar. Viscountess, Anda masih muda dan cantik. Anda pasti akan segera menemukan pria lain yang bisa membahagiaan Anda,” kata Damian sembari menggenggam erat jemari wanita tersebut.


Viscountess tersenyum tipis. “Terima kasih atas penghiburannya, Lord. Tapi di usia saya sekarang, dengan status janda ini, mungkin tidak akan ada laki-laki yang mau mendekat. Saya hanya ingin fokus mengelola wilayah saja,” ucapnya muram.


“TIdak, Viscountess. Anda masih sangat cantik. Percayalah pada saya karena saya punya mata yang baik untuk melihat kecantikan Anda. Mohon jangan mengecilkan diri. Saya benar-benar mengharapkan yang terbaik untuk Anda,” jawab Damian meyakinkan.

__ADS_1


Sang Viscountess kembali tersenyum. Kali ini lebih lebar. “Saya sungguh berterima kasih atas kata-kata Anda, Lord. Itu membuat saya merasa lebih baik.”


“Tentu saja, Viscountess. Anda tahu bahwa kata-kata saya serius,” sahut Damian sungguh-sungguh.


Setelah percakapan ringan tersebut, akhirnya Viscountess Gausse pun meninggalkan persidangan degan dikawal oleh ksatria penjaganya. Damian mengantarkan kliennya itu hingga ke depan aula utama. Tak lama setelahnya, Cassie muncul seolah sudah menunggu momen itu sedari tadi.


“Kau juga merayu seorang janda, Damian?” tanya Cassie sembari mengawasi kepergian Viscountess.


“Aku hanya menghiburnya,” kilah Damian mengarahkan pandangannya ke tempat yang sama.


Damian justru mendengkus pelan lantas tertawa kecil. “Kau suka mengimajinasikan hal-hal yang aneh, Cassie. Ngomong-ngomong terima kasih atas bantuanmu hari ini. Bayarannya akan kuberikan setelah kita kembali ke Red Lotus,” ujar pemuda itu kemudian.


Cassie pun tersenyum manja lalu mengaitkan lengannya ke tangan Damian sembari menempelkan tubuhnya. “Jadi kau akan langsung ke tempatku setelah ini?” tanya perempuan itu senang.


“Ya. Bukankah kita harus merayakan kemenangan kita hari ini,” jawab Damia sembari membimbing Cassie berjalan ke arah kereta kudanya yang sudah menunggu di depan pintu keluar.


Cassie semakin menempelkan tubuhnya rapat-rapat. Ia tampak gembira karena akan menghabiskan waktu bersama Damian sampai besok pagi. Setidaknya begitu yang dipikirkan Cassie.

__ADS_1


...***...


Damian terbangun saat tengah malam. Ia mendapati diri berada di kamar Cassie di rumah bordil. Kepalanya begitu berat, mengindikasikan banyaknya alkohol yang sudah dia minum sejak kembali dari persidangan.


Cassie bergelung nyaman dalam pelukan Damian. Tubuh perempuan itu polos, hanya tertutup selimut yang menghangatkan mereka berdua. Damian menguap pelan lantas mengusap kedua matanya yang masih sedikit pedih karena baru saja bangun.


Pemuda itu lantas melepaskan pelukannya dari tubuh polos Cassie dan beranjak dari tempat tidur. Tubuhnya sendiri juga tidak mengenakan pakaian apa pun. Pakaian mereka berdua sudah berserakan di lantai kamar. Entah sudah berapa ronde mereka mainkan di malam yang panas itu. Damian tidak bisa menghitungnya. Performa Cassie memang yang terbaik di Red Lotus.


Setelah selesai berpakaian, Damian lantas mengeluarkan satu kantong uang dari dalam saku mantelnya. Itu adalah bayaran untuk pelayanan Cassie malam ini, temasuk untuk jasanya sebagai saksi di pengadilan. Jumlah keping emas yang tidak sedikit. Meski begitu Damian sudah mendapat bagiannya sediri dari Viscountess Gausse.


Damian sudah keluar dari kamar Cassie dan menuju ke lantai bawah. Red Lotus sudah sepi saat malam hari. Tidak ada orang yang berani beraktifitas setelah matahari terbenam. Keadaan gelap di luar sana mengundang bahaya yang tidak bisa ditangani oleh siapa pun. Ancaman daemheim[1] meneror Ponza sejak bertahun-tahun yang lalu. Semua orang ketakutan dan tidak berani keluar rumah lagi setelah matahari terbenam.


Damian pun sebenarnya enggan meninggalkan tempat itu saat tengah malam seperti ini. Namun ia harus pergi ke suatu tempat. Viscountess Gausse menyelipkan selembar surat kecil di tangan Damian ketika mereka saling bergenggaman tangan tadi siang seusai persidangan. Surat itu rupanya berisi undangan untuk Damian agar datang ke mansion sang Viscountess secara rahasia. Kliennya itu hendak memberinya bayaran tambahan katanya.


Satu-satunya cara agar tidak ada yang tahu kedatangan Damian ke kediaman Viscountess muda yang baru saja menjanda adalah dengan bepergian saat tengah malam. Meski sangat beresiko, tetapi Damian tetap harus melakukannya. Viscountess itu masih cukup muda. Damian sudah menahan diri selama berminggu-minggu hingga kasusnya selesai sempurna agar tidak menjadi masalah di persidangan. Sekarang adalah saat yang tepat untuk menemui sang janda muda itu secara pribadi.


[1] Daimheim: Roh jahat

__ADS_1


__ADS_2