
Chiara kini sendirian di koridor lantai dua. Ia sedang menimbang-nimbang untuk kembali menyamar menjadi seorang pelayan dan mengecek satu per satu ruangan VIP yang ada di sana. Namun untuk melakukannya, Chiara mungkin akan memakan terlalu banyak waktu. Bisa saja Rein sudah keburu pergi, mengingat malam sudah turun. Sebaiknya ia menunggu selama beberapa waktu lagi. Kalau memang Rein tidak muncul, itu artinya pemuda tersebut mungkin memang tidak berniat pulang,
Ruang-ruang VIP di Venetian memang bisa disewa semalaman penuh. Meski harganya terbilang mahal, jika disewa saat malam, tetapi masalah itu jelas bukan apa-apa bagi Rein. Chiara memutuskan untuk menunggu selama beberapa saat sebelum melancarkan strategi penyamarannya.
Beberapa pelayan mendatanginya, menanyakan apahak ia membutuhkan kamar untuk menginap. Chiara mengiyakan. Terpaksa ia merelakan uang yang baru didapatnya untuk membayar sewa kamar semalaman. Uangnya hanya tersisa separuh.
Chiara mendesah pelan saat pelayan itu memberinya kunci ruangan. Namun Chiara masih menolak untuk masuk. Gadis itu memilih untuk duduk di set sofa coklat tua di dekat tangga. Semua seluruh koridor lantai dua beserta pintu-pintu kamar VIP bisa terlihat jelas dari sudut tersebut.
“Apa Anda ingin memesan minuman?” tanya seorang pelayan yang melihat Chiara hanya duduk tak bergerak di sudut yang sama.
__ADS_1
Chiara menatap arloji kecilnya. Sudah tepat satu jam, dan tidak ada orang lain yang keluar masuk tempat itu lagi. Sudah waktunya menjalankan rencana kedua.
“Bisakah mengantarkan makanan dan minuman ke kamarku?” tanya Chiara sembari bangkit berdiri.
Sang pelayan membungkuk sopan. “Tentu saja, Nona. Mohon ditunggu,” ucap pelayan tersebut lantas berbalik pergi meninggalkan Chiara.
“Letakkan di meja dekat rajang,” perintah Chiara sembari berjalan mendekati sang pelayan.
Sejurus kemudian, gadis itu pun melancarkan kemampuan hipnotisnya. Sang pelayan dengan cepat berada dalam kendali Chiara. Kali ini gadis itu telah memilih tempat yang tepat, yaitu di dekat ranjang. Chiara tidak perlu repot-repot menggotong tubuh sang gadis pelayan.
__ADS_1
Dalam waktu singkat, penampilan Chiara pun kembali berubah. Ia sudah menjadi seorang pelayan muda, lengkap dengan apron, serta troli berisi camilan. Chiara pun mulai bergerilnya. Ia memasuki semua kamar VIP satu persatu, dari ujung ke ujung. Beberapa kali ia berpapasan dengan pelayan lain. Chiara tetap berjalan lurus seolah tidak ada yang salah dengan dirinya. Dengan kepercayaan dirinya itu, Chiara berhasil mengelabuhi rekan kerjanya.
Tiga puluh menit berlalu, dan Chiara sama sekali tidak menemukan Rein. Pemuda itu seperti lenyap begitu saja ditelan angin. Apa tadi ia hanya salah lihat? Chiara tidak yakin. Matanya terlalu jeli untuk melakukan kesalahan. Sudah pasti sosok itu adalah Rein.
Namun kini, semua kamar sudah dia datangi, bahkan geledah. Akan tetapi sosok Rein, atau sekedar mirip Rein, juga tidak kunjung dia temukan. Satu-satunya area yang belum dia datangi adalah lantai tiga. Namun tidak ada yang tahu ada apa gerangan di lantai tersebut. Chiara pun akhirnya menepis kemungkinan bahwa Rein pergi ke lantai teratas bangunan kasino tersebut. Lantai tersebut terlalu berbahaya untuk dijelajahi.
Dengan berat hati, Chiara pun kembali ke kamarnya sendiri. Ia mengembalikan dandanannya semula, lalu membangunkan sang pelayan dan menghipnotisnya sekali lagi agar melupakan kejadian hari itu. Semuanya sia-sia. Talia akhirnya hanya membuang uang tanpa mendapat apa-apa. Sudah begitu, ia juga tidak bisa menikmati kamar tersebut sampai besok pagi. Keluarganya pasti mencarinya dengan khawatir. Masalahnya juga akan panjang kalau Chiara tidak pulang malam itu.
Maka dengan berat hati, gadis itu pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Beberapa pelayan kasino mencoba mencegahnya keluar saat malam. Chiara juga sebenarnya sedikit takut harus pergi saat gelap. Tetapi toko barang antik, Rein ada di dekat sana. Mungkin kalau jaraknya sedakat itu, diabos tidak akan sempat mendatanginya. Lagipula Chiara juga penasaran apakah Rein benar-benar adai di toko dan menunggunya atau tidak. Chiara harus memastikan hal itu.
__ADS_1