Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Mematahkan Jari Tangan Tuan Muda Keluarga William


__ADS_3

“Siapa kamu? Beraninya mengganggu apa yang ingin aku lakukan, apa kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?” ucap Owen dengan suara keras, memancing orang-orang mengarahkan pandangan padanya.


Selama ini tidak ada yang berani mengganggunya apalagi menghalangi apa yang menjadi keinginannya, tapi kali ini ada pria yang mengganggunya, dan jelas ini membuatnya sangat marah. Namun kali ini kemarahannya datang di waktu dan tempat yang salah.


Bryan berdiri di hadapan Owen, menghalangi pria itu melihat keberadaan Nayla dan Eve. “Aku bukanlah siapa-siapa di matamu, tapi aku adalah kekasih wanita yang kamu ganggu!”


Bryan mengakui Nayla sebagai kekasihnya di hadapan banyak orang. Akan tetapi pengakuannya justru membuat Owen semakin marah.


Owen yang sudah termakan api amarah dia tak peduli dengan pandangan orang-orang padanya, yang menilainya sebagai pria pengganggu. Tak mempedulikan mereka, dia langsung saja melayangkan pukulan ke arah wajah Bryan. Pukulannya cepat dan bertenaga, tapi Bryan bukan orang yang bisa dia remehkan.


Dengan mudahnya Bryan menangkap pukulan Owen dengan tangan kanannya, lalu dia mencengkram kuat tangan Owen.


“Ingin melakukan kekerasa padaku? Apa kamu yakin dengan kemampuan beladirimu yang biasa-biasa saja ini, kamu dapat mengalahkanku? Jangankan kamu seorang diri, jika teman-temanmu ikut menyerangku, kemungkinan aku kalah sangatlah kecil.”


Bryan tak sedikitpun memiliki perasaan takut pada Owen maupun teman-temannya. Mudah baginya jika ingin mengalahkan mereka semua, tapi itu juga kalau mereka memiliki keberanian menyerang dirinya.


Owen tak menggubris ucapan Bryan, dia masih saja berusaha menarik tangannya dari cengkraman Bryan. Namun usahanya senantiasa sia-sia karena cengkraman tangan Bryan teramat kuat mencengkram tangannya.


Mau tidak mau di akhirnya meminta empat temannya yang merupakan pria bertubuh atletis untuk memukuli Bryan. Dengan senang hati keempatnya maju menyerang, tapi menghadapi Bryan yang hanya menggunakan satu tangan sementara tangan lainnya mencengkram tangan Owen, mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan menjatuhkan Bryan.


Tubuh mereka berempat memang terbentuk sempurna serta kekuatan yang mereka miliki juga tak main-main, tapi mereka bukanlah seorang ahli beladiri, berbeda dengan Bryan yang memiliki berbagai keahlian beladiri berkat kemampuan yang dia dapatkan dari sistem.


“Bugh... Bugh... Bugh... Bugh...” Cepat tendangan Bryan menghantam tubuh empat pria teman Owen, membuat keempatnya jatuh dan menyerang kesakitan, dan rasa sakit yang mereka rasakan adalah rasa sakit pertama di sepanjang hidup, yang mereka jalani.


Mereka berempat meski bukan berasal dari keluarga kaya raya selayaknya Owen, tapi mereka berasal dari keluarga kaya, yang dari kecil hidupnya selalu dimanja. Tak pernah mereka merasakan rasa sakit sejak keluar dari kandungan, tapi mereka sering menyakiti orang-orang yang dianggap lemah di mata mereka.


Tak lama setelah berhasil membuat keempat teman Owen terus saja mengerang kesakitan, kini sorot mata tajam Bryan tertuju pada Owen yang tepat berada di hadapannya.


Menguatkan cengkraman tangannya, Bryan tersenyum lebar, tapi Owen yang melihat senyumnya, entah kenapa dia merasa sangat ketakutan, bahkan dia sudah terkencing di celana yang membuat orang-orang merasa jijik.

__ADS_1


“Ka-kamu, apa yang ingin kamu lakukan padaku?” tanyanya yang tak lagi terlihat angkuh seperti sebelumnya.


“Apa yang ingin aku lakukan padamu? Bagaimana kalau aku mematahkan jari-jari tanganmu yang mencoba menyentuh wanitaku? Sepertinya itu hukuman paling tepat untukmu!” ucapnya, dan dia langsung saja menguatkan cengkraman tangannya.


“Kraakk...” Bunyi tulang patah terdengar jelas, membuat ngilu orang-orang yang mendengarnya.


“Argh...” Owen berteriak keras merasakan rasa sakit di jari-jari tangannya yang patah, yang saat ini masih berada di dalam cengkraman tangan Bryan.


Perlahan Bryan mengendurkan cengkraman tangannya, lalu setelahnya dia begitu saja menghempaskan tangan Owen, menambah sensasi rasa sakit yang dirasakan pria itu. Akan tetapi, meski Owen terus berteriak ketakutan, tak ada yang mencoba membantunya karena semua orang merasa apa yang diterima Owen adalah sesuatu yang pantas di terima pria, yang mencoba merebut kekasih orang lain.


Wanita yang datang bersama Owen dan keempat temannya yang saat ini masih mengerang kesakitan, mereka para wanita telah lebih dulu pergi bahkan sebelum Bryan mematahkan jari-jari Owen. Mereka sebenarnya adalah para wanita yang terpaksa ikut dengan Owen dan yang lainnya.


Melihat kesempatan pergi, mereka langsung saja pergi membebaskan diri dari Owen dan teman-temannya. Meski tidak bisa mengucapkan langsung, para wanita itu sangat berterimakasih pada Bryan yang secara tidak langsung telah membebaskan mereka.


Sejenak Bryan melihat sekeliling dan setelah memastikan tidak ada yang mengambil gambar perkelahian secara diam-diam, dia mengajak Nayla dan Eve pergi meninggalkan tempatnya saat ini. Dia dan kedua wanitanya mengabaikan Owen dan teman-temannya, begitu juga dengan orang-orang yang tahu kejadiannya dari awal.


“Aku sudah tak lagi menikmati suasana pantai setelah bertemu dengan mereka!” ucap Nayla, mengungkapkan kekecewaan setelah bertemu Owen dan teman-temannya.


“Sebentar lagi malam, bagaimana kalau kita pulang?” Saran Bryan yang tak lagi melihat adanya semangat melanjutkan jalan-jalan dari wajah kedua wanita yang sekarang berdiri mengapit keberadaannya.


Keduanya setuju dengan saran Bryan, dan segera mereka berjalan menuju parkiran mobil.


Saat berjalan menuju parkiran mobil, dikejauhan Bryan melihat Jean dan pria yang sama, yang saat itu melakukan hubungan terlarang di kamar hotel. Melihat keduanya yang berjalan mesra dan lagi tak ada Chris diantara mereka, Bryan merasa ini saatnya menambah barang bukti perselingkuhan Jean.


Mengeluarkan handphonenya dan mengambil gambar kemesraan Jean dengan pria yang begitu mesra memeluk pinggangnya, Bryan tersenyum puas setelah mendapat gambar yang sempurna dari angle yang tepat.


“Bryan, apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa tidak segera membuka pintu mobil?” ujar Nayla, yang sudah berdiri di samping mobil Bryan.


“Aku sedang mengambil beberapa gambar pantai,” balasnya dan segera dia membuka kunci mobilnya, membiarkan kedua wanita masuk.

__ADS_1


Nayla yang suka merebahkan diri, dia memilih duduk di kursi belakang, sedangkan Eve dia berada di sebelah Bryan yang duduk di belakang kemudi mobil.


Saat mesin mobil baru dia nyalakan, Bryan dikejutkan dengan munculnya suara sistem di kepalanya yang kemunculannya begitu tiba-tiba.


[Ding... tuan rumah berhasil menyelesaikan misi misterius > memberi pelajaran pada Owen dan teman-temannya, serta membebaskan wanita yang mereka ancam]


[Mendapatkan hadiah misi > 1 unit Lamborghini Veneno, tujuh puluh persen saham State Electricity]


[State Electricity, perusahaan listrik terbesar yang merupakan salah satu penghasil kekayaan terbesar keluarga William]


‘Seperti yang diharapkan dari sistem, selalu memberi kejutan luar bisa padaku. State Electricity? Sepertinya sistem tau aku baru saja membuat masalah dengan anggota keluarga William, dan dia memberiku kunci membuat keluarga itu tak bisa berbuat macam-macam denganku!’


Bryan tidak pernah terpikir mengakuisisi saham perusahaan sebesar State Electricity yang tentu harga sahamnya tidaklah murah, tapi dia tidak menyangka mendapatkan semua itu secara gratis dari sistem.


Nayla dan Eve sama-sama mengarahkan pandangan pada Bryan yang masih saja diam, dan tak kunjung menjalankan mobil. Melihat Bryan yang diam sedang tersenyum, mereka merasa telah terjadi sesuatu, dan itu membuat pria itu dalam keadaan hati yang sangat baik.


“Bryan, apa kamu tidak berencana pergi dari tempat ini?” tanya Eve yang seketika menyadarkan Bryan dari lamunannya.


“Eh, maaf, aku baru saja melamun karena masih tidak menyangka saja aku bisa bersama kalian, dan mungkin di masa depan kita bisa hidup sebagai pasangan suami istri,” ucap Bryan sambil dia mulai tancap gas meninggal area parkir pengunjung pantai.


Bryan terlihat santai dengan ucapannya, tapi dia tak melihat ekspresi Eve maupun Nayla setelah mereka mendengar ucapannya.


Keduanya memiliki ekspresi sangat cerah setelah mendengar semuanya, dan mereka tak sabar segera menjadi istri Bryan.


Dalam diam keduanya berbicara dalam hati, dan apa yang mereka bicarakan sama persis. ’Aku tak sabar menanti malam pertama dengannya!’


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2