
Pelan langkah kaki Bryan mendekati Chris yang semakin ketakutan setelah melihat sosok yang tiba-tiba saja terlihat sangat mengerikan. Rasanya dia ingin berlari, tapi kedua kakinya lemas tak bisa digerakkan.
Tak lama sosok Bryan telah berdiri tepat di hadapan Chris. Dia menyeringai begitu menyeramkan, membuat sekujur tubuh Chris terasa dingin. Wajahnya memucat, dan keringat membanjiri wajahnya.
Wajah garang Chris telah berubah menjadi wajah penuh ketakutan, mungkin hanya dengan sekali bentakan yang dilakukan Bryan, pria itu bisa saja jatuh kehilangan kesadaran. Namun, itu bukan tujuan Bryan.
Sebenarnya pertemuan kali ini bukan sesuatu yang disengaja, tapi pertemuan kali ini membuat Bryan bisa mempercepat rencana menghancurkan hidup Chris dan Jean. Ditambah barang bukti yang sudah berada di tangannya, kapanpun ingin dia bisa menjebloskan Chris dan Jean kedalam dinginnya penjara.
“Chris, bukannya tadi kau ingin membunuhku? Kemana perginya nyali besar yang sebelumnya kau tunjukkan padaku? Bagaimana bisa kau tiba-tiba menjadi pria lemah yang sangat memalukan?” Bryan menghina Chris, tapi yang dia hina hanya diam dengan sekujur tubuh gemetaran.
Masih dengan ekspresi yang begitu dingin, Bryan memberikan tatapan tajam pada Chris yang hanya bisa menatap kosong keberadaannya. “Kau sangat menginginkan kematianku, bagaimana kalau aku juga menginginkan kematianmu? Apa kamu bersedia mati di tanganku?”
Kematian? Jelas Chris belum ingin mati karena banyak impian yang belum berhasil diwujudkannya. Menjadi pengusaha sukses dengan tumpukan harta, dia sangat ingin mewujudkan semua itu, selain itu, dia juga ingin menjadi pria yang dimanja banyak wanita.
Akan tetapi pertemuannya dengan sosok yang telah dia anggap mati, mungkin dialah yang akan lebih dulu mati dan membawa seluruh mimpinya mati bersamanya.
“A-aku belum ingin mati!” Chris mencoba membuka pintu mobilnya dan pergi menjauhi Bryan.
Bryan sadar dengan apa yang ingin dilakukan Chris, tapi dia hanya tersenyum geli melihat apa yang ingin dilakukan pria itu. Jelas dia melihat Chris begitu kesulitan membuka pintu mobil dikarenakan pria itu sedang dilanda ketakutan.
“Chris, kamu tidak usah bersikeras berusaha lari dari tempat ini karena pada akhirnya kamu tidak akan bisa pergi kemana-mana selain pergi mendekam ke dalam penjara!” Mematikan rekaman video yang masih berjalan, kini gilirannya memberi pelajaran pada Chris.
“Asal kamu tahu, aku bukan lagi sosok teman yang baik, yang senantiasa memberi bantuan padamu. Sekarang aku adalah mimpi burukmu!” Ditariknya Chris menjauhi mobilnya, dan sekuat tenaga Bryan menendang Chris tepat di arah junior pria itu.
Belum sempat Chris mengaduh kesakitan, Bryan membungkam mulut pria itu dengan tinjunya.
Kuatnya tinju Bryan yang menghantam rahangnya, seketika membuat Chris terpelanting dan hilang kesadaran. Namun Bryan sama sekali tak ada niatan berbelas kasih padanya. Diinjaknya kaki Chris sampai terdengar suara retakan yang membuat ngilu siapapun yang mendengarnya.
Chris tak berteriak kesakitan karena dia telah sepenuhnya kehilangan kesadaran, tapi begitu sadar dia kan merasakan apa itu yang dinamakan rasa sakit.
Hanya saja dia akan merasakan rasa sakit itu kalau dia masih hidup, tapi sekalipun masih hidup ada kemungkinan dia harus hidup di tengah penderitaan, dan dia akan merasa kematian jauh lebih baik dari hidup di tengah penderitaan.
__ADS_1
“Chris, aku belum selesai, jadi jangan dulu mati!” ucap Bryan lalu dia begitu saja meninggalkan Chris yang tergeletak tak berdaya dipinggir jalan.
Masuk ke dalam mobilnya, Bryan mengirim pesan pada Gerry. “Ger, tolong hapus rekaman cctv yang mengarah ke jalanan tepat di depan hotel milikmu!”
Pesan telah terkirim, dan tak lama Bryan tersenyum setelah menerima balasan yang sangat memuaskan dari Gerry. Setelahnya, dia begitu saja pergi meninggalkan tempat yang membuatnya sangat puas.
Gerry sendiri yang penasaran kenapa Bryan tiba-tiba menyuruhnya menghapus seluruh rekaman cctv di jalanan yang berada tepat di depan hotelnya, dia segera meretas seluruh kamera cctv yang mengarah ke tempat, yang dimaksud oleh Bryan dan tak lama dia tahu kenapa sahabat terbaiknya itu memberinya tugas menghapus seluruh rekaman kamera cctv.
“Dia sepertinya sudah tidak ingin bermain cantik dengan menunjukkan diri di hadapan Chris,” ucapnya tersenyum puas melihat apa yang dilakukan Bryan pada Chris.
“Dia memang pantas mendapatkan itu, dan untuk Jean aku sudah punya cara sendiri untuk membantu Bryan membalaskan dendamnya!”
Gerry diam-diam merekam saat empat pria bersamaan menikmati tubuh indah Jean. Dalam rekamannya hanya menunjukkan keindahan tubuh Jean bersama empat benda tumpul yang membuat wanita itu hampir pingsan karena terus-menerus mengulang rasa nikmat.
“Aku tinggal sedikit melakukan penyesuaian, dan setelahnya video ini akan beredar luas serta dapat dinikmati oleh semua orang,” ucap Gerry yang rencananya akan memberi kepuasan tersendiri pada Bryan.
...----------------...
Jam lima pagi Bryan sampai Mansion. Terlihat olehnya petugas keamanan dan beberapa pelayan sudah memulai aktivitas mereka di pagi hari. Mereka menyambut kedatangannya, dan dengan ramah Bryan menyambut baik sambutan mereka.
Penasaran dengan apa yang dilakukan wanita itu di dalam kamarnya, perlahan Bryan masuk ke dalam kamar Nayla, dan apa yang dilihatnya saat ini adalah dua wanita yang masih tertidur nyenyak. Keduanya tidur di atas ranjang yang sama, dan dia baru tahu kalau kedua wanitanya suka tidur bersama.
Membiarkan kedua wanitanya melanjutkan tidurnya, Bryan memutuskan pergi ke kamarnya. Dia sendiri merasakan rasa kantuk, dan tak lama setelah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dia segera terlelap dalam tidur di pagi hari.
...----------------...
Siang hari, tepatnya pukul dua belas siang, Bryan terbangun dari tidurnya, dan setelah mandi dan berganti pakaian dia mencari keberadaan kedua wanitanya.
Dia menemukan keberadaan Nayla yang sedang bersantai di pinggir kolam renang, tapi dia tak melihat keberadaan Eve.
Tak melihat keberadaan Eve di akhir pekan, Bryan segera teringat kalau tak setiap akhir pekan Eve mendapatkan libur. Pekerjaannya menuntut dia terus bekerja, dan dalam satu bulan dia hanya mendapat dua kali jatah libur.
__ADS_1
Menghampiri Nayla yang sedang bersantai di bawah hangatnya sinar matahari di tengah suhu yang semakin dingin, Bryan melihat wanita itu sedang ***** fokus dengan layar handphonenya.
Melihat Nayla tak menyadari keberadaannya, Bryan begitu saja duduk di sebelahnya, dan apa yang dilakukannya membuat Nayla terkejut. Wanita itu benar-benar terkejut karena dia sama sekali tidak mendengar suara langkah Bryan.
“Apa yang sedang kamu lihat sampai tidak menyadari kedatanganku?” tanya Bryan pada Nayla yang langsung saja memeluk lengannya.
Wanita satu ini memang sangat manja dengannya kalau saat berdua ataupun saat ada Eve diantara mereka, dan dia akan terlihat semakin manja saat jalan bersama Bryan di luar sana.
Mendengar pertanyaan Bryan, Nayla menunjukkan apa yang sedang dia lihat. “Video ini baru saja masuk trending, dan sudah lebih dari lima juta orang yang melihatnya,“ ucap Nayla.
Bryan segera melihat video yang ditunjukkan Nayla, dan sekali melihat dia hanya bisa menggelengkan kepala karena dia tahu siapa-siapa pemeran dalam video, dan dia juga tahu siapa yang mengupload video ini.
“Sayang, mulai hari ini aku dan Eve akan memanggilmu seperti itu, dan kamu harus menyetujuinya!” ungkap Nayla, dan Bryan sama sekali tidak keberatan menyetujuinya.
“Sayang, apa kamu tidak ada penjelasan untuk video ini? Aku tahu video ini berhubungan denganmu!” ucap Nayla serius.
Bryan yang tak ingin menyembunyikan apapun pada Nayla maupun Eve selain keberadaan sistem, dia menceritakan rencana yang disusun bersama Gerry, dan untuk siapa yang mengupload video tanpa diberitahu Nayla sudah tahu siapa yang melakukannya.
“Bukannya cara seperti ini masih kurang setelah apa yang dia lakukan padamu di masa lalu?” ucap Nayla setelah mendengar keseluruhan cerita Bryan.
“Ya, semua itu masih kurang dan aku sudah menyiapkan rencana lain untuk menghancurkan mereka.” Bryan menunjukkan hasil rekamannya, yang menunjukkan pengakuan Chris kalau pria itu pernah mencoba membunuhnya.
Marah, itulah yang terlihat di wajah Nayla setelah dia melihat rekaman video pengakuan Chris. “Pria itu harus membayar sangat mahal karena hampir membuatku tak lagi bisa bertemu kembali denganmu!”
Bryan menyadari Nayla yang sangat marah pada Chris, dan dia mencoba menenangkannya.
“Untuk masalah ini kamu percaya saja padaku karena aku punya rencana matang, yang dapat membuat mereka tak lagi memiliki niatan melanjutkan kehidupan!” ungkap Bryan.
Nayla menghela napas panjang lalu dia mengangguk. “Buat mereka lebih buruk dari apa yang dinamakan kematian!” ungkapnya yang sedikit bisa mengatur amarahnya.
“Mereka memang akan aku buat merasakan sesuatu yang jauh lebih buruk dari kematian!”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.