Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Mematahkan Tangan Dan Kaki Zeis


__ADS_3

Zeis mengumpulkan seluruh keberaniannya, lalu dia melompat dari tempat tidur dan menyerang Bryan menggunakan pukulan.


“Silahkan pukul sesuka hati!” Tak melawan, Bryan membiarkan Zeis memukulinya, tapi baru juga dua pukulan Zeis mengenai tubuhnya, pria itu segera mengambil jarak darinya.


Kedua tangan Zeis gemetaran setelah memukuk tubuh Bryan. Bukan sekedar gemetaran, tapi dia merasa kedua tangannya begitu sakit seolah tulang-tulang tangannya patah berhamburan. Selama menjadi sosok yang sangat berkuasa, dia selalu berhasil memukul jatuh semua lawannya.


Namun hari ini, sesuatu yang lain terjadi pada dirinya. Bukan hanya gagal menjatuhkan lawannya, dia justru merasakan sakit di kedua tangan yang dia gunakan untuk memukul lawannya. Jelas dia tahu kalau lawannya kali ini sangat kuat, jauh lebih dibandingkan kekuatan yang dimilikinya.


“Katakan padaku, siapa kau sebenarnya? Sekalipun aku tidak merasa pernah menyinggung orang sepertimu, tapi kau tiba-tiba datang menyerangku!” Zeis berbicara lantang dengan niatan mengalur waktu, sampai anak buahnya datang menyelamatkannya.


“Bagaimana mungkin kamu tidak pernah menyinggungku padahal jelas baru saja kamu menyinggungku!” Ingin berbuat buruk pada wanitanya, jelas Zeis baru saja menyinggungnya secara tidak langsung.


“Seharusnya kau tahu dari tadi aku berada di rumah sakit, tepatnya di ruangan ini. Jadi, bagaimana mungkin barusan aku menyinggungmu?” Zeis tidak mengerti bagaimana dia bisa menyinggung seseorang sedangkan dia berada di ruang rawat rumah sakit sejak semalam.


“Kamu jelas-jelas barusan ingin mencelakai pemilik otoritas tertinggi di Departemen Kepolisian kota ini, dan asal kamu tahu orang yang ingin kamu celakai adalah wanitaku! Oleh karena itu juga, kali ini aku datang secara pribadi menemuimu.”


Mendengarnya sekarang Zeis tahh kesalahan apa yang baru dia lakukan, tapi dia tidak tahu bagaimana pria di hadapannya bisa tahu rencananya. Namun, begitu teringat tadi dia bicara sangat kencang, jelas suaranya terdengar sampai luar ruangan.


‘Kedua polisi di luar pasti mendengarnya dan dia segera melaporkan rencanaku pada pemimpin mereka.’ Zeis mengutuk kebodohannya yang sebelumnya berbicara keras.


“Baiklah, aku berjanji tidak akan mengganggu atau mengusik kehidupan wanitamu, tapi itu belum menjawab kenapa semalam kamu tiba-tiba menyerangku!” Belum juga ada anak buahnya yang datang, Zeis sebisa mungkin terus mengulur waktu.


“Hugo adalah orangku dan karena kamu membantu Antonio, jelas kamu juga musuhku!” Tenang Bryan menjawab pertanyaan Zeis.


Zeis kesulitan menelan ludah begitu tahu Bryan adalah atasan Hugo yang membuat Antonio tak berdaya berhadapan dengan orang itu. Anak buahnya saja sangat kuat, jelas tuannya jauh lebih kuat dari anak buahnya.


“Sebenarnya aku tidak ingin membantu Antonio, tapi aku punya hutang padanya jadi mau tidak mau aku harus memberi bantuan padanya.” Zeis mengatakan yang sebenarnya.


Benar kalau bantuannya untuk membalas hutang jasa Zeis pada Antonio, tapi dari apa yang dilihat Bryan, bantuan diberikan Zeis bukan hanya untuk membalas jasa, melainkan Antonio telah menjanjikan sesuatu padanya, dan itu berhubung dengan wilayah kekuasaan.

__ADS_1


“Apa kamu pikir aku percaya dengan alasanmu itu?” Bryan tak begitu saja percaya dengan alasan yang diberikan Zeis.


Tahu pria di hadapannya tidak percaya, Zeis mulai kebingungan mencari cara mengulur waktu sampai anak buahnya datang, tapi dia benar-benar bingung harus melakukan apa untuk mengulur waktu.


Sementara itu saat Zeis berusaha mengulur waktu, jauh di luar kawasan rumah sakit anak buah yang ditunggu Zeis, mereka ditumbangkan oleh anggota pasukan elite milik Monica. Mereka terus memaksa masuk kawasan rumah sakit yang jelas terlarang untuk mereka.


Dikarenakan melawan saat dilarang, akhirnya terjadi perkelahian yang dimenangkan anggota pasukan elite milik Monica. Bukannya datang menyelamatkan Zeis, mereka justru diseret ke dalam penjara.


Zeis yang berada di rumah sakit tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi, dia masih mencoba mengulur waktu, tapi sepertinya Bryan sudah tahu kalau dia sedang mengulur waktu. ‘Sialan! Kemana perginya mereka? Kenapa sudah begitu lama tapi belum juga datang?’ Zeis mengeluh dalam hati.


“Sudah cukup mengulur waktunya, sudah saatnya kita sedikit bermain-main.” Bryan melangkah maju mendekati Zeis, sementara itu Zeis mencoba menghindari Bryan.


Saat ini fokus Zein tertuju pada pintu keluar. Selama dia bisa keluar, dia bisa menyelamatkan diri dari Bryan. Namun, bukan hal mudah untuknya mencapai pintu keluar yang berada di belakang Bryan. Dia harus melewati Bryan jika ingin sampai di pintu keluar.


“Jangan harap bisa keluar dari pintu itu sebelum aku mematahkan tangan dan kakimu!”


Zeis tak mendengar ucapan Bryan, dia hanya fokus pergi melarikan diri karena tidak mungkin baginya dapat mengalahkan orang sekuat Bryan. Akan tetapi tangan Bryan lebih cepat bergerak mencengkram tangannya, dan cukup dengan satu gerakan Bryan mematahkan salah satu lengan Zeis.


“Aaargh...”


Belum juga sembuh luka di wajahnya, Zeis harus merasakan sakit saat salah satu tangannya dipatahkan Bryan. Tak berhenti dengan mematahkan satu tangan, Bryan mematahkan satu lagi tangan Zeis.


“Aaargh...”


Zeis berteriak kesakitan tapi tak ada yang peduli dengan teriakannya meski saat ini dia berada di rumah sakit. Dokter ataupun perawat tak ada yang datang karena Bryan sudah mengatur mereka semua berada di tempat yang jauh dari ruang VVIP yang ditempati Zeis.


Wajah terluka, kedua tangan patah, Zeis mulai menyesali keputusannya memberi bantuan pada Antonio. Sekalipun memiliki hutang nyawa di masa lalu, dia tidak terpikir membantu Antonio selama tidak ada imbalan untuknya.


Antonio berjanji memberi setengah wilayah yang direbut dari Hugo padanya, dan itu adalah alasan dia bersedia membantu Antonio. Namun semua bantuannya bukannya berbuah manis untuknya, tapi justru berbuah pahit. Bukan hanya gagal mendapatkan wilayah yang dijanjikan Antonio, dia harus menanggung rasa sakit dari lukanya saat ini.

__ADS_1


“Kedua tangan sudah, sekarang giliran kedua kakimu!” Melepaskan tangan Zeis, tangan Bryan segera meraih kaki kanan Zeis. “Sebaiknya aku menyisakan kaki kananmu supaya kamu bisa berjalan dan melihat saat-saat kehancuran kelompok yang selama ini kamu bangun!”


“Kau manusia iblis, apa belum cukup dengan melukai wajah dan mematahkan kedua tanganku? Kau, kau bukan manusia, kau iblis yang menjelma menjadi manusia!” Zeis berteriak sambil menahan rasa sakit kedua tangannya yang telah patah.


Dia mengatupkan giginya menahan rasa sakit. Dia tidak pernah membayangkan akan mengalami nasib yang begitu buruk. Selama ini dia senantiasa berada di posisi menyakiti lawannya, tapi kali ini dia yang berada dalam posisi tersakiti.


“Karena kamu menganggap aku iblis, aku tidak akan sungkan lagi untuk melakukannya!”


“Krack...”


Kaki kiri Zeis patah tapi tak ada teriakan keluar dari pria itu karena dia telah pingsan.


“Baru segini tapi sudah pingsan!” Mengabaikan keadaan Zeis yang sudah pingsan, Bryan pergi meninggalkan ruang rawat VVIP. Menghubungi Gerry, Bryan meminta Gerry mengirim beberapa orang untuk membuang Zeis dari rumah sakitnya.


“Saatnya melihat pesta Hugo di tempat Antonio! Aku penasaran apa yang akan Hugilo lakukan untuk membalaskan dendamnya,” gumam Bryan lalu dia pergi meninggalkan rumah sakit.


Setelah melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan pada Zeis, Bryan yakin keadaan rumah sakit sudah aman. Dia yakin anak buah Zeis juga tidak mungkin datang karena dengan mata tembus pandang Bryan tahu apa yang terjadi pada mereka.


Jika anak buah Zeis saja tidak datang, apalagi dengan anak buah Antonio yang pastinya saat ini sedang mendapatkan gempuran dari Hugo dan orang-orang yang datang bersamanya.


Mengendarai mobilnya dalam kecepatan tinggi, Bryan hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam untuk sampai tujuan.


“Setelah kekuasaan Antonio dan Zeis jatuh, satu lagi misi sistem akan segera terselesaikan!”


Tak perlu melakukan kerja ekstra keras, satu lagi misi utama sistem kebangkitan akan segera terselesaikan, dan hanya menyisakan satu lagi misi yang harus diselesaikan dalam waktu dekat.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2