Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Sosok Yang Sangat Berbeda


__ADS_3

Dalam dua hari keluarga Mallory terus-terusan menjadi sorotan, dan siang hari ini tepat dua hari setelah Bryan menyepakati taruhan dengan Gerry, keluarga Mallory menyatakan undur diri dari dunia bisnis.


“Undur diri? Kenapa juga dia tidak mengatakan kalau keluarga Mallory sudah mengalami kebangkrutan dan kehancuran? Undur diri, kata itu terlalu halus untuk kenyataan yang dialaminya,” ucap Bryan masih menatap layar handphonenya.


Melihat dan mendengar kabar keluarga Mallory, Bryan tiba-tiba saja tersenyum penuh arti sembari mengarahkan pandangannya pada Gerry yang berada di sampingnya. Sedangkan Gerry yang dipandang Bryan, dia tahu apa arti pandangan itu.


“Iya-iya aku kalah, dan sebagai pria sejati aku akan melakukan seperti taruhan kita, lagipula aku memang sudah ingin melakukan itu sejak lama.” Gerry sama sekali tidak kecewa meskipun dia kalah dalam taruhan. Apa yang dipertaruhkan adalah sesuatu yang sudah sejak lama ingin dia lakukan, jadi untuk apa kecewa jika dia harus melakukan apa yang sebenarnya ingin dia lakukan?


“Secepatnya kalian memang harus segera menikah, dan Mansionku selalu terbuka untuk kalian.” Menang atau kalah taruhan, Bryan sama sekali tidak keberatan jika Gerry dan Gladis tinggal di Mansion nya.


Gerry senang mendengar Bryan mengizinkan dirinya dan juga Gladis tinggal di Mansion nya, dia merasa Mansion milik Bryan adalah tempat teraman untuk Gladis yang hidup sebatang kara setelah kematian ayah dan ibunya dalam sebuah kecelakaan.


Selain aman, Gladis juga tidak akan kesepian karena di Mansion Bryan ada Nayla dan Eve yang memiliki hubungan sangat baik dengannya.


Ditengah obrolan yang sedang mereka lakukan di ruang kerja Bryan, Nicky yang merupakan sekertaris Bryan mengetuk pintu ruangan meminta izin masuk. Begitu Bryan mengizinkan dia masuk, Nicky memberitahu Bryan jika ada seorang pria yang ingin bertemu dengannya. Pria itu bernama Antonio, dan hanya itu yang diketahui Nicky tentang identitas pria itu.


Berbeda dengan Nicky yang minim informasi tentang Antonio, Gerry dengan cepat dan tepat berhasil menebak identitas lengkap pria bernama Antonio.


“Dia orang paling berkuasa di dunia bawah, dan dia juga memiliki kekuatan bisnis di beberapa kota termasuk kota ini,” ucap Gerry memberitahu Bryan siapa Antonio yang sebenarnya.


Nicky sendiri yang berada di ruangan itu menjadi ketakutan setelah tahu identitas Antonio, dan dia jujur pada kedua atasannya kalau dia tak lagi ada keberanian menemui pria itu. Sebelumnya, dia juga sudah sangat risih dengan cara Antonio menatap tubuhnya.


“Nicky, kamu tetap di sini, berdiri di belakangku! Gerry, bawa mereka ke ruanganku!” Bryan menyuruh Nicky berdiri di belakangnya, sedangkan Gerry segera keluar menemui Antonio.


Meski Antonio adalah penguasa dunia bawah dan jelas dia tak mungkin datang seorang diri, tak ada sedikitpun ketakutan di wajah Gerry saat dia harus bertemu pria itu.


Hanya dalam kurun waktu beberapa detik saja Gerry telah sampai di ruangan Nicky yang mana Antonio sedang berada di dalam ruangan. Diluar ruangan ada empat pria bertubuh tinggi besar, dan keberadaan mereka membenarkan dugaan Gerry kalau Antonio tak datang seorang diri.


Gerry mengabaikan keempat pria yang berjaga di depan pintu, tapi saat dia ingin membuka pintu, dua dari mereka mencoba menghentikannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata, Gerry langsung saja memukul keduanya sampai jatuh dan kehilangan setengah kesadarannya.


“Karena kalian tidak mengizinkan aku masuk, suruh Bos kalian keluar karena Bosku sudah menunggunya di ruang kerjanya!” ucap Gerry tegas dan jelas tak terlihat adanya ketakutan di wajahnya.


Tak lama setelah Gerry berbicara, pintu ruang kerja Nicky terbuka dan muncullah sosok Antonio dengan ekspresi wajah datar penuh dengan intimidasi yang ditujukan pada Gerry.

__ADS_1


Intimidasi yang dilakukan Antonio dapat dirasakan Gerry, tapi bukannya takut dia justru masih terlihat sangat tenang, bahkan di bibirnya masih terlihat senyuman sinis yang dia tujukan pada Antonio dan anak buahnya.


Menatap Antonio yang berwajah datar, Gerry membuka suara, “Bosku tidak memiliki banyak waktu, kalau ingin bertemu dengannya, sebaiknya jangan terlalu lama diam di tempat ini!” Gerry berbalik arah dan segera berjalan menuju ruangan Bryan begitu selesai berbicara.


Dengan kerutan di keningnya, Antonio menatap Gerry penuh dengan marah karena baru kali ini dia dipermalukan. Namun dia masih terlihat tenang, dan dengan pancaran aura dingin yang keluar dari tubuhnya, dia berjalan tak jauh di belakang Gerry dengan dikawal empat anak buahnya, dimana dua dari mereka berjalan seperti orang mabuk.


Sampai di ruangan kerja Bryan, Gerry langsung saja mengambil tempat berdiri di belakang Bryan, bersebelahan dengan Nicky. Sedangkan Antonio yang masuk ke ruang kerja Bryan bersama dengan dua anak buahnya, dia segera mengarahkan sorot mata tajam pada Bryan.


Menatap Bryan, Antonio tiba-tiba saja merasakan dingin di punggungnya dan jantungnya berdetak sangat kencang. Apa yang dirasakannya saat ini adalah reaksi tubuhnya saat merasakan bahaya.


‘Aku hanya melihatnya dan tubuh ini sudah bereaksi ketakutan. Bocah ini, dia bukan sosok biasa,’ ucap Antonio dalam hati dan dia mulai meningkatkan kewaspadaannya.


“Tidak perlu mewaspadaiku karena aku tidak pernah melakukan hal buruk pada seorang tamu sebelum aku tahu maksud dari kedatangannya,” ucap Bryan ramah sembari menunjukkan senyuman di wajahnya.


Meski Bryan terlihat ramah bahkan tersenyum padanya, Antonio justru merasa semua itu terlihat menakutkan baginya. Selama dia menjadi sosok paling berkuasa di dunia bawah, baru kali ini dia bertemu sosok seperti Bryan dan juga Gerry.


Hugo yang di masa lalu merupakan musuh bebuyutannya, dia bahkan tak melihat apa yang saat ini dilihatnya pada sosok Bryan dan Gerry. Ketenangan, sikap ramah, dan senyum di wajah Bryan justru terlihat menakutkan, dan dia merasa harus berhati-hati saat bicara dengan orang seperti itu.


Mendengar itu sulit bagi Bryan menahan senyumnya. Bukan senyum senang, melainkan senyuman sinis meremehkan apa yang menjadi tujuan Antonio datang ke perusahaannya.


"Aku sama sekali tidak kekurangan modal dan aku juga tidak ingin memiliki hubungan baik denganmu!” Tegas Bryan menolak semua tawaran Antonio bahkan dia menolak memiliki hubungan baik dengannya.


Emosi Antonio seketika itu juga meledak setelah mendengar balasan Bryan. “Apa kau menolakku karena memiliki hubungan dengan si pecundang Hugo?”


“Mengatakan Hugo sebagai pecundang sedangkan kamu menggunakan cara licik untuk mengalahkannya. Sebenarnya, siapa pecundang yang sebenarnya kami sudah tahu!” kali ini giliran Gerry yang berbicara.


“Untuk mendapatkan kemenangan mutlak semua cara berhak aku lakukan, dan ya akulah pecundang itu tapi si pecundang telah menang dan tak ada yang dapat merebut kemenangannya!” ucap Antonio.


Bryan tak bicara, dia bangkit dari tempat duduknya lalu membuka pintu ruang kerjanya. “Keluar dan tinggalkan perusahaanku dengan baik-baik, atau aku usir secara paksa!”


Antonio menggertakkan giginya marah lalu dia berbicara dengan suara lantang, “Berani menolak kerjasama denganku bahkan mengusirku, kau akan aku buat menyesal!” Selesai berbicara yang penuh dengan nada ancaman, Antonio dan keempat anak buahnya pergi meninggalkan ruang kerja Bryan.


"Kita lihat saja siapa yang ke depannya akan menyesal,” ucap Bryan, lalu dia menyuruh Gerry mengikuti Antonio karena dia sedikit mengkhawatirkan Hugo yang dia tahu, orang itu saat ini ada di ruangan khusus petugas keamanan yang berada di lantai satu. Sedangkan Nicky, Bryan menyuruhnya kembali ke ruang kerjanya.

__ADS_1


Sementara itu di lantai satu perusahaan Bryan, Hugo yang baru saja membeli minuman dari kantin perusahaan dan ingin kembali ke ruangan tempat dia mengawasi keamanan perusahaan, langkah kakinya dihentikan wanita yang dia kenal, wanita yang dulu sangat dia cintai, dan wanita yang telah menghancurkan hidupnya.


Namun semua itu adalah masa lalunya. Sekarang dia telah bangkit dan memiliki kehidupan baru yang jauh lebih baik dibandingkan kehidupan masa lalunya, dan sosok wanita di hadapannya bukanlah sosok yang perlu dia anggap keberadaannya.


“Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di perusahaan ini, dan dari penampilanmu sepertinya kamu cukup memiliki pengaruh di tempat ini!” ucap wanita yang berdiri tepat di hadapan Hugo.


Hugo tersenyum mendengar ucapan wanita di hadapannya. “Aku mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari apa yang aku lakukan di masa lalu, dan sebaiknya kamu segera menyingkir karena keberadaanmu sudah mengganggu pekerjaannku!” Tangan kanan Hugo terulur, lalu dengan kasar dia menyingkirkan wanita di hadapannya.


Dua langkah meninggalkan wanita yang terdiam di tempat setelah perlakuan kasarnya, sudut bibir Hugo terangkat membentuk senyuman sinis saat dia melihat sosok Antonio melangkahkan kakinya cepat menuju ke arahnya.


“Jika binatang peliharaannya ada di tempat ini, pasti tuannya juga ada.” Hugo berucap dengan suara seperti biasa, dan apa yang dia ucapkan jelas terdengar oleh wanita yang hanya berjarak dua langkah di belakangnya.


Mengikuti arah pandangan Hugo, wanita di belakangnya melihat Antonio dan keempat anak buahnya, melihat mereka, seketika dia sadar siapa yang dimaksud Hugo sebagai binatang peliharaan.


"Kau, beraninya kau menganggapku sebagai binatang peliharaan! Tunggu saja, begitu Antonio datang, kau pasti akan aku buat menyesal!” teriak wanita di belakang Hugo, tapi pria itu acuh dan mengabaikannya.


Jika perasaannya di masa lalu pada wanita itu masih ada, mungkin saat ini dia akan berlutut untuk meminta wanita itu kembali ke sisinya tanpa peduli sekotor apa wanita itu saat ini.


Namun semua perasaannya di masa lalu telah menghilang, dan wanita di belakangnya hanya terlihat seperti kotoran di matanya.


Sementara itu Antonio yang melihat keberadaan Hugo tak jauh dari wanitanya, dia tersenyum sinis sembari melangkah mendekatinya. “Teman lama, sudah lama kita tidak bertemu dan sepertinya kamu masih berharap untuk kembali mendapatkannya, tapi sayangnya dia telah menjadi milikku, bahkan aku selalu dibuat puas dengan pelayanannya di atas ranjang.”


Sampai di depan Hugo, Antonio mencoba memanas-manasi pria itu dengan mengatakan apa saja yang selalu dia lakukan dengan wanita yang berada di belakang Hugo. Akan tetapi ekspresi Hugo masih saja terlihat datar, tak peduli dengan ucapannya.


Merasa sudah cukup mendengar ucapan tidak penting Antonio, Hugo membuka suara, “Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang kalian lakukan, dan siapa juga yang masih berharap mendapatkannya? Di dunia ini banyak wanita, dan aku bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik darinya.”


Ucapan Hugo terdengar begitu tenang, dan tak sedikitpun terasa adanya kebohongan dari ucapannya. Antonio yang mendengarnya, entah kenapa dia kali ini dapat merasakan sensasi bahaya dari sosok Hugo, selayaknya apa yang dia rasakan saat berhadapan dengan Bryan dan Gerry.


‘Apa yang terjadi dengannya, kenapa dia tiba-tiba menjadi sosok yang sangat berbeda?’ ucap Antonio dalam hati, dan segera dia pergi meninggalkan Hugo bersama wanita yang datang bersamanya serta ke empat anak buahnya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2