Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Kekuatan Selayaknya Superhero


__ADS_3

Di dalam mobil yang membawanya kembali ke Mansion setelah menikmati makan malam bersama kedua wanitanya, Bryan duduk tenang di tempat duduknya, tapi jelas dia tahu kalau ada sebuah mobil yang sedang membuntuti mobilnya. Mobil itu menjaga jarak aman, tapi tak sulit bagi Bryan mengetahui mobil iti mengikuti mobilnya.


“Sayang, apa kamu tahu siapa mereka?” tanya Nayla yang ternyata dia juga tahu kalau ada mobil yang mengikuti mobilnya sejak meninggalkan restoran tempat mereka menikmati makan malam.


“Di dalam mobil ada tiga orang, dan hanya salah satu dari mereka yang aku kenalin.” Bryan menjelaskan di dalam mobil itu ada Monica dan dua wanita lain yang tidak dia kenal.


Bryan sendiri sudah tahu identitas yang disembunyikan Monica dari keluarganya, dan dia tidak menyangka kalau Monica sering mengganggu bisnis kakaknya dan ayahnya yang senantiasa melanggar hukum.


Indentitas lain Monica adalah seorang polisi yang taat dengan hukum, dan baru dua hari dua pindah ke kota ini. Hanya dalam kurun waktu dua hari, sudah banyak perubahan yang terjadi di Departemen Kepolisian kota, dan itu semua terjadi setelah kedatangannya.


“Monica? Wanita itu sepertinya penasaran denganmu setelah melihat apa yang tadi kamu lakukan,” ucap Eve.


Bryan tidak terkejut jika Monica penasaran dengan dirinya karena apa yang tadi dia lakukan memang tak sembarangan orang bisa melakukan. Di luaran sana banyak orang yang menunjukkan keahlian mereka yang kebal terhadap senjata, tapi kebanyakan itu semua hanyalah trik.


Namun berbeda dengan apa yang dilakukannya, semua dilakukan tepat di hadapan Monica, dan dia yakin wanita itu tahu kalau apa yang dilakukannya bukan sekedar trik.


“Apa kalian akan marah padaku kalau malam ini aku menemui wanita itu secara khusus?” tanya Bryan pada kedua wanitanya.


“Aku tidak akan marah,” ucap Nayla.


“Begitu juga denganku,” ungkap Eve.


Mendengarnya Bryan mengangguk, lalu dia menyuruh Hugo menghentikan mobil. “Tunggu aku di Mansion!” ucapanya.


Melihat kedua wanitanya tersenyum sembari mengangguk pelan, Bryan dengan tenang keluar mobil, dan setelahnya Hugo kembali memacu mobil meninggalkannya.


Berdiri di pinggir jalan, tak lama sebuah mobil berhenti tepat di depannya, dan seorang wanita yang dikenalinya keluar dari mobil. “Sepertinya sejak awal keberadaanku sudah ketahuan,” ucap wanita itu yang tak lain adalah Monica.


“Malam ini aku masih memiliki waktu, jika ada yang ingin kamu bicarakan denganku, silahkan pilih tempat yang membuatmu nyaman,” ucap Bryan begitu santai dan tenang.


Melihat sikap tenang yang ditunjukkan Bryan, Monica merasa tertarik dengan sosoknya, dan ini kali pertama dia tertarik pada seorang pria.

__ADS_1


Monica mempersilahkan Bryan masuk ke dalam mobilnya, sedangkan dua rekan Monica, mereka telah lebih dulu berpindah ke mobil lain yang telah pergi menjauh dari tempat Bryan saat ini.


Setelah Bryan duduk di kursi penumpang di sebelah kursi pengemudi yang ditempati Monica, mobil segera melaju kencang menuju arah yang tak diketahui oleh Bryan.


Bryan benar-benar tidak tahu kemana Monica akan membawanya, tapi dia tahu wanita ini tak sedikitpun memiliki niat buruk padanya, dan tiga puluh menit kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah rumah dengan penjagaan ketat.


“Tak ada tempat yang lebih nyaman untuk kita membicarakan beberapa hal selain rumahku!” ucap Monica setelah memarkirkan mobil, dan meminta Bryan segera turun.


Walaupun dari luar rumah yang diakui Monica sebagai rumahnya terlihat sederhana, begitu masuk ke dalam rumah barulah Bryan dapa melihat keindahan dan kemewahan rumah wanita yang bekerja di Departemen Kepolisian.


Di luar rumah Bryan melihat keberadaan tujuh penjaga, dan dua dari mereka adalah dua orang yang sebelumnya satu mobil dengan Monica. Sementara di dalam rumah terdapat tiga wanita di salah satu ruangan, dan sepertinya mereka sedang mengawasi kamera cctv.


Tanpa sepengetahuan Monica, Bryan melambaikan tangannya sembari tersenyum ke arah kamera cctv yang berada di balik lukisan. Jelas apa yang dilakukannya membuat terkejut tiga wanita yang berada di ruangan monitor pengawas kamera cctv.


Selagi tiga wanita terkejut dengan apa yang baru dilakukannya, Bryan terus mengikuti Monica yang membawanya ke sebuah ruangan, yang berada di lantai dua rumahnya.


Monica sendiri tidak tahu kalau Bryan tahu letak seluruh kamera cctv tersembunyi yang ada di rumahnya. Dia hanya fokus pada langkah kakinya, dan berhenti begitu sampai di tempat yang menjadi tujuannya.


“Kamu bisa duduk di tempat manapun yang membuatmu nyaman,” ucap Monica pada Bryan, dan Bryan segera memilih tempat duduk yang membuatnya nyaman.


“Siapa kamu sebenernya, dan bagaimana kamu bisa mengetahui identitas yang selama ini disembunyikan kakakku?” tanya Monica sambil memberikan gelas berisi minuman pada Bryan.


Bryan lebih dulu meminum satu tegukan air yang diberikan Monica padanya, dan setelahnya baru dia menjawab pertanyaan wanita itu.


“Sebelum pertemuan malam ini aku telah menyelidiki identitas seluruh anggota keluarga William, dan penyelidikan yang aku lakukan berhasil mengungkap banyak identitas tersembunyi yang dimiliki keluarga William.”


“Aku rasa kamu juga telah tahu identitasku karena itu kamu bersedia ikut denganku ke tempat ini,” ungkap Monica.


Bryan menganggukkan kapala. “Aku memang mengetahui semua tentangmu, dan semua prestasi yang kamu miliki selama bekerja di Departemen Kepolisian. Bahkan aku juga tahu tentang hubungan percintaanmu yang belum lama ini kandas,” ucap Bryan membuat Monica benar-benar terkejut karena pria itu tahu sangat banyak tentang dirinya maupun keluarganya.


“Sepertinya kamu memiliki orang kepercayaan yang dapat melakukan semua itu untukmu, dan harus aku akui orang itu memiliki kemampuan yang selama ini sedang aku cari-cari. Bagaimana kalau kamu memperkenalkan orangmu itu padaku?” Memperkerjakan orang seperti itu akan sangat membantu tugasnya di Departemen Kepolisian.

__ADS_1


“Sayangnya dia bukan orang yang mudah bekerja untuk orang lain selain sahabatnya, dan setahuku selama ini dia hanya ingin bekerja untukku,” ucap Bryan yang sepenuhnya adalah kebenaran.


Gerry selama ini memang tidak ingin menjalin hubungan kerja dengan orang lain selain dirinya, dan dia sangat tahu kalau pria itu hanya akan mengerjakan apa yang diperintahkan langsung oleh dirinya.


“Sayang sekali kalau seperti itu, padahal aku bisa memberinya banyak uang jika bersedia bekerja untukku,” ucap Monica.


“Orang sepertinya tidak tertarik dengan uang dan dia sama sekali tidak kekurangan uang, bahkan aki harus memaksa dia menerima uang dariku tiap kali dia menyelesaikan tugas yang aku berikan padanya.”


Kerutan muncul di kening Monica mendengar semua itu, dan kalau semua itu benar dia memiliki keyakinan kalau orang yang dimaksud Bryan bukanlah sosok yang mudah berhubungan dengan orang lain, terutama seseorang yang belum dia kenal.


“Baiklah, aku tak akan membahas orang itu lagi, tapi aku ingin sedikit tahu bagaimana kamu bisa memiliki tubuh yang kebal terhadap senjata api? Apa kami memiliki kekuatan khusus selayaknya superhero?” tanya Monica sangat penasaran.


“Kekuatan superhero? Mungkin aku memilikinya, tapi aku tidak bisa menjelaskan padamu bagaimana aku bisa memiliki kekuatan ini. Bagaimanapun juga kita belum saling mengenal secara langsung, dan tidak mungkin aku menceritakan rahasiaku padamu yang bagiku bukanlah siapa-siapa!” ungkap Bryan.


Monica seketika sadar kalau dirinya belum memperkenalkan diri secara langsung pada Bryan. Meski keduanya sudah saling mengenal melalui informasi yang dikumpulkan masing-masing, perkenalan diri secara langsung adalah cara untuk mulai hubungan baik.


Akhirnya Monica memperkenalkan diri secara langsung pada Bryan, dan sebaliknya.


Setelah perkenalan, Bryan memberi Monica botol berisi pil yang sama seperti yang dia berikan pada Nayla dan Eve. Pil yang sama dapat dia beli di toko sistem, dan harganya tidak membuat berkurang banyak poin sistem miliknya.


“Aku tahu tugasmu sebagai anggota Departemen Kepolisian tidaklah mudah apalagi kamu seorang wanita. Pil di tanganmu bukanlah obat-obatan terlarang, dan juga tidak akan membuat kecanduan begitu kamu mengkonsumsinya. Pil iti justru akan memberimu kekuatan luar biasa, dan semua itu bersifat permanen. Artinya selamanya kami akan memiliki kekuatan jauh lebih kuat dari manusia biasa,” ucap Bryan memberi penjelasan.


“Apa pil ini buatanmu sendiri dan kekuatan yang kamu miliki juga karena pil ini?” tanya Monica masih ragu untuk mengkonsumsi pil pemberian Bryan.


“Bisa dikatakan pil itu memang buatanku sendiri, tapi semua bahan untuk membuatnya sangatlah rahasia, dan jumlah pil itu sangat terbatas,” jawab Bryan.


“Sepertinya tak ada salahnya jika aku mengkonsumsi pil ini.” Monicr langsung menelan pil yang baru dia keluarkan dari dalam botol, dan hanya dalam kurun waktu beberapa detik wanita itu merasakan perbedaan dari tubuhnya.


“I-ini, aku merasa tubuhku jauh lebih kuat dari sebelumnya.” Dia merasa sangat bertenaga, bahkan cidera lama di kakinya yang semula masih terasa ngilu kini sudah tak lagi terasa.


“Pil yang sangat luar biasa...”

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2