Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Pergi Dengan Rasa Sakit


__ADS_3

Keadaan Bar seketika menjadi hening, bahkan suara musik tak lagi terdengar. Semua orang sekarang hanya berfokus pada apa yang sedang dilakukan Morgan, bahkan tak sedikit yang mengabadikan peristiwa malam ini, dan bisa diyakini kalau besok akan ada kabar yang membuat gempar seluruh negeri.


Morgan Mallory, kepala keluarga Mallory yang merupakan salah satu orang paling kaya di seluruh negeri, bersujud bahkan mencium kaki putra tunggal kepala keluarga Laurens. Kabar ini tak lama lagi akan tersebar, dan setelah kabar ini tersebar nama keluarga Mallory tak akan dipandang tinggi seperti sebelumnya. Bagaimanapun juga, apa yang dilakukan Morgan adalah sesuatu yang sangat memalukan.


Apa lagi dengan fakta jika dia bersujud dan mencium kaki pria yang jauh lebih muda darinya. Keluarga Mallory benar-benar akan menanggung malu dari apa yang malam ini dia lakukan, dan ada kemungkinan beberapa investor menarik diri mereka dari beberapa perusahaan milik keluarga Mallory.


Bryan yang merasa cukup dengan apa yang dilakukan Morgan, dia menyuruh pria itu pergi sedangkan untuk semua bodyguard nya, petugas keamanan membantu mengeluarkan mereka dari Bar. Setelah Morgan dan para bodyguard nya meninggalkan Bar, suasana Bar kembali ramai seperti sebelumnya.


Suara musik yang memekakkan telinga kembali terdengar. Bryan dan Gerry juga telah kembali ke tempatnya dan mereka melanjutkan apa yang sebelumnya tertunda. Meski sebelumnya terjadi masalah, semua itu tak mempengaruhi kesenangan Bryan, apalagi sekarang dia telah memiliki lima puluh persen aset berharga milik keluarga Mallory.


“Sayang, kita telah banyak minum tapi kenapa sama sekali tidak merasakan mabuk?” ujar Nayla.


Mendengarnya Bryan tersnyum, lalu tangannya bergerak mengelus lembut kepala Nayla. “Sebanyak apapun kita minum, kita tidak akan mabuk. Kita hanya akan merasa tubuh menjadi hangat, tapi jika terlalu banyak minum mungkin perut kita akan kembung,” ucap Bryan.


Nayla mengangguk dan dia tidak ingin terlalu berlebihan minum. Meski tidak mabuk, dia bisa saja kembung atau memuntahkan isi perutnya karena terlalu banyak minum. Sedangkan Eve, dia saat ini menyandarkan kepalanya ke bahu Bryan, dan tak lagi memiliki minat pada minuman ataupun makanan di atas meja.


Dari mereka berenam, hanya Gladis yang terlihat sedikit mabuk, tapi karena tahu batas kemampuannya dalam minum, dia sudah berhenti minum dan hanya menikmati cemilan yang telah dipesan.


Gerry menatap Gladis yang wajahnya sedikit memerah. “Apa kamu sudah ingin pulang? Kalau kamu ingin pulang, aku akan mengantarkanmu,” ujarnya terus menatap Gladis.


Gladis mengangguk mendengar itu karena menurutnya hari sudah larut malam dan lagi dia sudah sedikit mengantuk. Gerry sendiri segera izin pulang lebih dulu pada Bryan setelah melihat anggukan kepala Gladis. Bryan tentu memberi izin pada Gerry, dan lagi dia juga ingin segera pulang karena sudah cukup baginya menikmati suasana malam.


Sebelum pergi meninggalkan Bar, Bryan membayar lebih pada pengelola Bar karena sebelumnya dia sempat membuat kekacauan, dan lagi Morgan pergi meninggalkan Bar sebelum membayar semua tagihannya. Bahkan pria itu belum membayar semua wanita yang dia sewa untuk menemaninya minum. Setidaknya Bryan harus mengeluarkan ratusan ribu dolar untuk malam ini.


“Gerry, ada yang sedang mengamati kita, dan sepertimu mereka memiliki niatan buruk pada kita!” ucap Bryan yang dapat melihat keberadaan belasan orang mengawasinya dari tempat tersembunyi.


Gerry sendiri tidak bisa melihat keberadaan orang-orang itu, tapi dia dapat merasakan keberadaan mereka, dan dia yakin orang-orang itu merupakan bodyguard yang diperkirakan Morgan untuk menjaga dan melindungi keluarga Mallory.


“Untuk menghindari bahaya saat perjalanan pulang, bagaimana kalau malam ini kalian bermalam di Mansionku? Dengan pulang bersama-sama, jauh lebih besar kesempatan kita mengalahkan mereka meski aku sendiri yakin masing-masing dari kalian mampu mengalahkan mereka tanpa terluka.” Tentu Gladis tak termasuk yang dapat mengalahkan mereka.

__ADS_1


“Kebetulan aku belum berbelanja untuk persiapan cuaca buruk beberapa hari ke depan. Sementara waktu tinggal di Mansionmu tentu sangat menguntungkanku,” ucap Gerry, lalu dia mengarahkan pandangan pada Gladis. “Gladis, sebaiknya kamu juga tinggal bersama kami!” lanjutnya berbicara.


“Daripada tinggal sendirian dan melewati cuaca buruk seorang diri, kamu memang sebaiknya tinggal bersama kami, dan kita bersama-sama melewati cuaca buruk!” ungkap Nayla lalu dia dan Eve berdiri di sisi kanan dan kiri Gladis karena mereka merasa harus melakukan itu, untuk melindungi Gladis dari bahaya.


Akhirnya Gladis setuju untuk bermalam di Mansion Bryan. Bukan hanya bermalam, tapi selama cuaca buruk melanda dia akan tinggal di Mansion Bryan.


Setelah Gladis memberi keputusan, mereka semua segera masuk ke dalam mobil, dan dua mobil segera melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan Bar.


Tak lama meninggalkan Bar, dengan mata tembus pandang yang bisa melihat bagian belakang mobil tanpa harus menoleh, Bryan dapat melihat delapan mobil yang mengikuti dari belakang. Mobil-mobil itu sengaja menjaga jarak dari mobilnya, dan dia juga melihat di masing-masing mobil terisi oleh empat orang.


Bryan membiarkan mobil-mobil itu terus mengikutinya. Sekalipun mereka sampai di Mansion tempat tinggalnya, mereka tak akan mampu berhadapan dengan orang-orang khusus yang dipilih langsung oleh Hugo sebagai penjaga Mansion.


Sementara itu di mobil terdepan yang mengikuti mobil Bryan dan Gerry, Morgan berada di dalam mobil itu, dan dia sendiri yang kali ini memimpin puluhan bodyguard keluarga Mallory mengikuti dua mobil yang melaju tak jauh di depan mobilnya.


Morgan berencana menyerang Bryan dan yang lainnya, begitu mereka sampai di jalanan yang cukup sepi. Kali ini dia mempersenjatai para bodyguard nya dengan berbagai senjata, dan dia yakin senjata-senjata yang dibawa para bodyguard nya lebih dari cukup untuk membunuh Bryan yang sebelumnya menunjukkan diri kalau dia kebal terhadap senjata api.


“Terus ikuti mereka, dan hentikan laju mobil mereka begitu sampai di tempat sepi!” Morgan berkomunikasi dengan alat komunikasi khusus yang terhubung dengan seluruh bodyguard nya.


Kedua mobil itu berhenti tepat di jalur yang dilalui mobil Gerry dan Bryan, dan mau tidak mau mereka harus menghentikan laju mobil untuk menghindari terjadinya kecelakaan.


Tak butuh waktu lama setelah Bryan dan Gerry menghentikan laju mobil mereka, enam mobil datang dan langsung mengepung posisi berhentinya mobil Bryan dan Gerry.


Setelahnya tanpa memberi peringatan lebih dulu, orang-orang yang baru keluar dari mobil langsung saja menghujani mobil Bryan dan Gerry dengan peluru tajam. Namun sayangnya dari semua peluru yang ditembakkan, semua berhasil ditahan oleh Bryan, Gerry, dan Hugo yang telah lebih dulu keluar dari dalam mobil.


“Lagi-lagi kamu datang dengan mainan yang jelas-jelas semua ini belum cukup jika kamu ingin membunuhku. Bagaimana kalau aku kembalikan semua peluru ini pada kalian? Namun, aku akan mengembalikan semua sepuluh kali lebih cepat dari sebelumnya!” Bryan melemparkan peluru yang terkumpul di tangannya.


Meski hanya dilemparkan menggunakan tangan, kecepatan peluru benar-benar sepuluh kali lebih cepat daripada ditembakkan menggunakan pistol maupun senapan mesin. Tanpa suara melesat kearah musuh, peluru-peluru menghujani mereka yang masih tercengang, setelah melihat bagaimana peluru-peluru yang mereka tembakkan sama sekali tidak bisa melukai musuh.


Satu-persatu bodyguard yang dibawa Morgan tumbang. Mereka tidak mati, bahkan suara kesakitan dapat terdengar dari mulut mereka, saat masing-masing dari mereka terkena tembakan peluru tajam dibagian tangan dan kaki.

__ADS_1


Mengabaikan mereka, Bryan mengarahkan pandangannya pada Morgan. “Tuan Morgan, sebelumnya aku membiarkan kamu pergi hanya dengan rasa malu, tapi kamu kembali datang mencari masalah denganku, dan apa yang kali ini kamu lakukan benar-benar membahayakan nyawa orang-orangku!”


“Kali ini aku tetap akan membiarkan kamu pergi, tapi kamu akan pergi dengan rasa paling sakit yang pernah kamu rasakan!” Bryan melangkah maju mendekati Morgan, sedangkan pria itu yang merasakan ancaman akan datang dari Beyan, dia mencoba masuk ke dalam mobil dan pergi.


Namun sayangnya dia terlalu lambat dalam melakukan pergerakan.


Sebelum Morgan berhasil masuk ke dalam mobil, Bryan lebih dulu berada di hadapan Morgan, menghentikan apa yang ingin dilakukan pria itu.


Bryan tersenyum di hadapan Morgan yang ekspresinya terlihat sangat jelek. Dia kali ini benar-benar takut dengan sosok Bryan, tapi dia sadar kalau dirinya tak bisa pergi melarikan diri.


“Tu-Tuan Muda, ampuni orang tua tak tahu diri ini! Orang tua ini berjanji akan memberikan apapun yang Tuan Muda inginkan, asalkan Tuan Muda bersedia membiarkan orang tua ini pergi!” ucap Morgan sembari bersujud di hadapan Bryan.


Bryan kali ini tidak akan membiarkan Morgan begitu saja pergi tanpa rasa sakit, meski orang tua itu memohon padanya. Setidaknya kali ini dia ingin mematahkan kedua tangan dan kedua kaki Morgan, sebelum membiarkannya pergi.


Tak menganggap ataupun mempertimbangkan ucapan Morgan, tanpa belas kasih Bryan menendang tubuh Morgan, membuat pria itu jatuh terpelanting ke belakang.


Melihat Morgan jatuh terpelanting, Bryan masih belum puas. Dia kembali mendekati Morgan, dan begitu saja menginjak dengan kuat kaki pria itu sampai terdengar suara patahan tulang.


“Aaarrghhh...”


Morgan teriak kesakitan, tapi rasa sakitnya saat ini hanya awal karena setelahnya dia harus merasakan rasa sakit lainnya saat Bryan mematahkan kedua tangan, serta satu lagi kakinya.


“Aku akan memastikan kau merasakan rasa sakit yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan kematian!” ungkap Bryan, lalu dia menginjak kuat milik Morgan, yang seketika membuat pria itu kehilangan kesadarannya.


Bryan sejenak terdiam setelah melihat Morgan kehilangan kesadaran. “Tuan Morgan, aku bisa jauh lebih kejam dari ini jika kau masih mengganggu kehidupanku!”


Kembali ke dalam mobil begitu urusannya dengan Morgan selesai, setelah Bryan duduk nyaman di dalam mobil, Hugo segera tancap gas melanjutkan perjalanan. Sedangkan Gerry dan Gladis, mobil milik mereka lebih dulu berjalan melaju kencang tepat di depan mobil yang dikemudikan Hugo.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2