Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Situasi Kurang Kondusif


__ADS_3

Satu-persatu orang yang memarkirkan mobil mereka di parkiran gedung datang dan mengambil mobil mereka, lalu pergi untuk memulai aktivitas. Saat satu-persatu mobil meninggalkan parkiran, saat itu juga Bryan mengemudikan mobilnya pergi meninggalkan parkiran gedung.


Memacu mobil dalam kecepatan sedang, saat melintasi depan bangunan Kasino, Bryan masih melihat keberadaan anak buah Zeis dan Anton di depan gedung Kasino.


Mudah mengidentifikasi mereka sebagai anak buah Zeis dan Antonio, dikarenakan ada tato senada di leher mereka. Baik anak buah Zeis maupun Antonio, mereka sama-sama memiliki tato di leher. Tato anak buah Zeis memiliki motif kalajengking, sedangkan tato anak buah Antonio memiliki motif kepala harimau.


Semua anggota memiliki tato itu sebagai identitas dan tak semua orang dapat menirunkan tato khusus, yang hanya dimiliki anggota Zeis maupun Antonio. Jika ada yang ketahuan meniru motif tato milik kedua kelompok, bisa dipastikan hidup orang itu tak akan berlangsung lama.


“Mereka belum pergi padahal jelas-jelas orang yang dicari tidak mungkin mereka temukan! Mencari menggunakan kamera cctv juga percuma karena aku sudah meretas seluruh kamera cctv sejauh lima kilometer dari tempat kita memarkirkan mobil,” ucap Gerry yang baru saja terbangun dari tidurnya.


Bryan tersenyum mendengar semua itu, dan benar semalam sebelum pergi ke Kasino dia telah meminta Gerry meretas seluruu kamera cctv yang memiliki kemungkinan dapat mengungkap identitas mereka.


“Biarkan mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan! Sebaiknya kita sekarang pulang dan melanjutkan istirahat,” kata Bryan dengan kedua tangan mengendalikan laju mobil.


Meski sempat tertidur, tapi tidur Gerry sangat jauh dari kata nyenyak. Mendengar Bryan ingin melanjutkan istirahat, dia juga ingin beristirahat sampai puas, dan untuk pekerjaan dia akan menyelesaikannya begitu bangun.


...----------------...


Di rumah sakit tempat Zeis dan Antonio yang sedang mendapatkan perawatan setelah kejadian penyerangan yang terjadi semalam.


Keduanya berada di ruangan yang sama, dan saat ini mereka sedang mendengar laporan dari anak buah mereka masing-masing tentang dua orang yang telah memukuli mereka.


“Bos, dari semalam kami mencari mereka, tapi tak ada satupun petunjuk yang kita dapat untuk mengungkap identitas mereka!” Laporan pertama terdengar sangat mengecewakan untuk keduanya.


“Bos, kita juga sudah memeriksa seluruh kamera cctv yang memungkinkan menampilkan sosok kedua orang itu, tapi sayangnya kita terlambat. Sudah ada orang yang lebih dulu melakukan peretasan, dan menghapus seluruh rekaman kamera cctv selama lima hari terakhir.”


Mendengar laporan kedua, baik Zeis maupun Antonio, keduanya merasa musuh yang kali ini mereka hadapi bukanlah muauh yang mudah di kalahkan, bahkan sampai detik ini keduanya masih belum melihat adanya celah mengalahkan musuh yang identitasnya saja belum diketahui.


Awalnya mereka sempat mengira yang semalam itu adalah ulah Hugo, tapi mata-mata yang mengawasi markas kelompok Hugo, mata-mata itu melaporkan jika malam ini anggota kelompok maupun Hugo sendiri, tak satupun dari mereka malam ini yang melakukan pergerakan.


Tentunya kabar itu membuat keduanya bingung tentang siapa dua orang yang tiba-tiba datang, dan langsung menyerang mereka. Dari keberanian yang ditunjukkan dua orang itu, semua itu menunjukkan kalau mereka memiliki kemampuan mampu melakukan apa yang ingin mereka lakukan.


“Kakak Zeis, apa mungkin ada kelompok lain yang membantu kelompok Hugo, dan sekarang kelompok itu sedang menargetkan kita?” Antonio merasa posisinya akan semakin terpojok jika ada kekuatan besar yang diam-diam memberi bantuan pada Hugo.


“Memang ada kemungkinan ada kelompok lain yang membantunya, tapi siapa kelompok itu yang begitu bodoh karena berani berurusan denganku? Memiliki keberanian berurusan denganku, artinya mereka telah siap menanggung seluruh akibatnya!” Zeis tak pernah memberi ampun pada siapapun yang berani berurusan dengannya. Kebanyakan siapapun itu akan mati jika berani berurusan dengannya.


“Di dunia bawah, kelompok mana sekiranya yang bisa kita curigai sebagai otak dari serangan yang baru kita alami? Kelompok Rajawali dan kelompok Cobra Hitam, selama ini hanya mereka yang berani melawan kelompok kalajengking hitam secara terbuka,” ungkap Antonio.

__ADS_1


“Cih, kalau benar salah satu dari mereka atau justru kedua-duanya yang telah melakukannya, dengan tanganku sendiri aku akan meratakan seluruh wilayah kekuasaan mereka!” ucap Zeis bersungguh-sungguh.


...----------------...


Keluar dari mobil begitu sampai Mansion, Bryan menghembuskan napas lega dan berjalan masuk Mansion. Suasana Mansion pagi ini sudah ramai seperti hari kemarin karena saat ini para wanita sedang bersama-sama menyiapkan makanan untuk sarapan.


Berada di dalam Mansion, Bryan langsung saja merebahkan tubuhnya di sofa lebar dan empuk yang berada di ruang keluarga, hal yang sama juga dilakukan Gerry. Namun, keduanya tidak tidur melainkan hanya tiduran dengan mata terpejam. Berada di dalam mobil semalam membuat tubuh mereka tidak nyaman, dan sekarang dua pria itu sedang membuat nyaman tubuh mereka.


Eve dan Gladis pergi ke ruang keluarga untuk melihat keadaan Bryan dan Gerry. Tahu keduanya dalam keadaan baik-baik saja, mereka segera membantu melepaskan sepatu yang dipakai pasangan masing-masing. Begitu selesai, mereka kembali ke dapur untuk melanjutkan aktifitas bersama yang lain.


Setengah jam berlalu akhirnya seluruh makanan sudah teesaji di atas meja, dan kini saatnya memanggik Bryan serta Gerry. Namun, belum juga dipanggil keduanya sudah datang ke ruang makan.


Begitu semua orang lengkap dan menempati tempat duduk masing-masing, acara sarapan bersama segera berlangsung. Suasana tenang saat makan bersama, membuat mereka semua sangat menikmati saat-saat seperti saat ini.


Selesai sarapan bersama, para wanita pamit bekerja. Dikarenakan ingin istirahat, Bryan tidak bisa mengantarkan Elena pergi ke rumah sakit, yang pada akhirnya dia pergi diantarkan Monica yang kebetulan searah dengan rumah sakit tempatnya bekerja.


Untuk Nayla, Eve dan Gladis, mereka naik mobil masing-masing. Namun, tanpa sepengetahuan mereka, senantiasa ada mobil lain yang melakukan pengawalan dari kejauhan, dan mereka adalah orang-orang yang dilatih langsung oleh Hugo.


...----------------...


Sampai di rumah sakit tempatnya bekerja, Elena merasa ada pemandangan aneh di rumah sakit. Tak seperti kemarin, hari ini banyak pria bertato dengan pakaian serba hitam yang bersliweran di dalam maupun di luar rumah sakit.


Monica yang mengantarkan Elena juga merasakan adanya keanehan, dan saat kedua matanya fokus melihat tato di leher para pria berpakaian hitam, tiba-tiba saja muncul kerutan di keningnya.


“Mereka anggota kelompok kalajengking hitam dan kelompok harimau selatan,” ucap Monica pada Elena.


Mendengarnya Elena hanya menganggukkan kepala karena dia sudah tahu keberadaan kedua kelompok itu di dunia bawah, tapi dia tidak menyangka bisa melihat secara langsung keberadaan mereka di tempatnya bekerja.


“Saudariku, sebaiknya hari ini aku temani kamu bekerja! Aku khawatir mereka akan melakukan tindakan kurang ajar saat melihat keberadaanmu. Bagaimanapun juga, kecantikanmu bisa memancing banyak pria berebut untuk mendapatkanmu!” Monica tidak membiarkan Elena sendiri di tempatnya bekerja.


“Kalau kamu bersamaku, bagaimana dengan pekerjaanmu? Bukannya kamu akan banyak menunda pekerjaan hari ini?” tanya Elena sembari menatap wajah cantik Monica.


“Aku bisa menyelesaikan pekerjaanku dari jarak jauh, lagipula apa yang aku lakukan di tempat ini juga berhubungan dengan pekerjaanku, yang mana pekerjaan itu berkaitan erat dengan kedua kelompok yang saat ini berada di rumah sakit,” ucap Monica memberi jawaban.


Merasa jauh lebih aman dengan adanya Monica di sisinya, Elena dengan senang hati membiarkan Monica menemaninya bekerja, dan benar saja begitu dia keluar dari mobil bersamaan dengan Monica, keberadaan keduanya segera menarik perhatian banyak orang.


Kebanyakan pria yang merupakan anak buah Zeis dan Antonio, mereka sulit mengalihkan pandangan saat melihat dua wanita cantik jalan beriringan memasuki rumah sakit. Kecantikan keduanya begitu alami, dan sukses memikat hati mereka.

__ADS_1


Dari banyaknya anak buah Zeis dan Antonio, ada dua orang yang memfoto Monica serta Elena, lalu foto yang mereka dapat segera dikirim ke Zeis dan Antonio, dua sosok bos yang tergila-gila dengan kecantikan wajah dan keindahan tubuh seorang wanita.


“Bawa mereka padaku dan kalian akan mendapatkan bonus!” balasan Zeis, tak jauh berbeda dengan balasan Antonio.


Dua orang yang mendapat tugas dari Zeis dan Antonio, segera mereka mengikuti Elena dan juga Monica. Keduanya memiliki ide cemerlang, dan dua orang itu yakin tak memerlukan kekerasan untuk membawa ke-dua wanita itu ke hadapan bos mereka.


“Dokter!” teriak salah satu pria dsri dua pria berpakaian serba hitam, dan dokter yang barusan dia panggil adalah Elena.


Elena berhenti berjalan lalu menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya. Akan tetapi, kerutan di keningnya tiba-tiba muncul saat dia tahu siapa orang yang memanggilnya.


Melihat Elena berhenti dan saat ini melihat kearahnya, pria yang memanggil Elena segera berjalan mendekat. “Dokter, bos kami membutuhkan pemeriksaan segera! Kami sudah meminta dokter yang sebelumnya memeriksa, tapi dia sudah menyerah terhadap keadaan bos kami!” ucapnya dengan wajah memelas.


“Memeriksa bos kalian? Jika bos kalian wanita aku akan memeriksanya, tapi jika pria itu diluar tugas saya. Saya dokter khusus yang hanya melayani pasien wanita, bukan dokter yang melayani pasien pria!” ucap Elena.


Ucapan Elena membuat kedua pria tahu cara baik-baik tidak bisa mereka gunakan untuk membawa kedua wanita ini pada Zeis dan Antonio.


Keduanya saling melirik dan tak lama mengangguk bersamaan. “Dikarenakan dokter sepertinya menolak keinginan kami, kami akan membawa kalian secara paksa!” Keduanya langsung saja mencoba meraih tangan Elena dan Monica.


Ketika tangan mereka sedikit lagi menyentuh tangan Elena dan Monica, cengkraman tangan yang begitu kuat mencengkram bahu mereka, dan menarik mereka mundur.


“Jangan membuat keributan di rumah sakit!” kata pria yang masih mencengkram bahu salah satu anak buah Zeis dan salah satu anak buah Antonio.


Keduanya terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi pria yang mencengkram bahu mereka lebih dulu membuka suara. “Aku tahu dari kelompok mana kalian berdua, dan jangan mencoba mengancamku dengan nama kelompok kalian! Sekuat apapun kelompok kalian, aku Bryan Laurens tak takut dengan kelompok kalian!”


Pria itu adalah Bryan, dan begitu tahu identitas pria yang mencengkram bahu mereka, keduanya sekuat tenaga membebaskan diri, lalu berlari sekencang-kencangnya menjauhi Bryan.


“Aku tidak menyangka, hanya dengan menyebut nama bisa membuat mereka ketakutan seperti itu!” ucap Bryan lalu dia menghampiri kedua wanita.


Menjelaskan pada keduanya kalau saat ini situasi rumah sakit kurang kondusif, Bryan berencana membawa pulang Elena dan Monica, tapi Monica menolak karena sesaat yang lalu sudah memanggil anggotanya untuk mengamankan rumah sakit.


Benar saja, tak lama ratusan anggota kepolisian datang dengan persenjataan lengkap dan mereka segera mengamankan area rumah sakit. Anggota kelompok Zeis maupun Antonio, mereka diusir keluar dari kawasan rumah sakit, dan dengan personil tambahan pihak kepolisian melakukan pengamanan berlapis untuk menjaga keamanan rumah sakit.


Melihat gerak cepat anggota kepolisian yang sudah jauh berbeda dari sebelum kedatangan Monica, Bryan tersenyum senang. Anggota kepolisian telah berubah, dan itu bagus untuk keamanan kota.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2