
Bryan yang tak tahu tentang apa yang terjadi pada Jacob dan Dokter Rosaline, dia telah sampai di mansion dan kedatangannya disambut Eve yang pagi ini sudah harus mulai bekerja, sedangkan Nayla, wanita itu masih sibuk merias diri di kamarnya.
Melihat penampilan Eve yang terlihat cantik dan berwibawa saat menggunakan seragam polisi, dengan cepat dia berhasil melupakan sosok Dokter Rosaline yang telah merusak suasana paginya.
Setelah melakukan sesuatu yang tak pernah diduga oleh Bryan, yaitu menciun pipinya, Eve dengan wajah bersemu merah pamit dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Mobil segera keluar gerbang, meninggal Bryan yang tersenyum setelah mendapatkan ciuman Eve.
“Wanita zaman sekarang jauh lebih agresif dibandingkan pria,” ungkapnya dan segera dia masuk ke dalam mansion, dan bergegas menuju kamarnya untuk mandi.
Mandi membersihkan tubuhnya dan setelahnya mengganti pakaiannya. Setelah semua selesai, dia pergi menikmati sarapan bersama Nayla, dan selesai sarapan dia mendapatkan ciuman dari Nayla sebelum wanita itu berangkat bekerja.
“Mereka sepertinya sengaja melakukan itu,” gumam Bryan.
...----------------...
Waktu yang sama di mansion Jacob.
Jacob yang sudah menyiapkan makanan untuk sarapan, dia memanggil Rosaline untuk sarapan bersama dengannya, tapi seperti hari-hari yang sudah lalu ajakannya selalu ditolak, dan keberadaannya benar-benar diacuhkan oleh wanita itu.
Sesaat dia masih membujuk Rosaline, tapi seperti apapun cara membujuj yang digunakannya, tetap penolakan yang didapatkannya, bahkan Rosaline begitu saja pergi meninggalkannya.
Dia sudah terbiasa dengan semua ini, dan sekalipun sudah beberapa bulan tinggal bersama sekalipun mereka belum pernah bertegur sapa.
Kalaupun Jacob berinisiatif menyapa Rosaline seperti apa yang barusan dia lakukan, dia hanya akan diabaikan, dan jika terlalu memaksa Rosaline akan marah dan suasana tak pernah baik jika wanita itu mulai marah.
“Apa aku harus menceritakan kejadian malam itu padanya? Hah, sepertinya aku memang harus melakukan itu,” ucapnya dan dia akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semua pada Bryan.
Dia sudah tahu di mansion mana Bryan tinggal tapi dia tidak tahu siapa-siapa saja yang tinggal dengannya. Satu lagi dia juga tahu permasalahan Bryan dengan mantr tunangannya, dan mungkin jika saat ini dia cerita masalahnya dengan Rosaline, bisa jadi Bryan akan sangat marah padanya.
“Kalaupun dia ingin membunuhku, aku tak akan melawan dan aku rasa semua itu cukup untuk membayarkan kesalahanku padanya.” Jacob tak masalah dengan kematiannya, jika itu bisa membayangkan kesalahannya di masa lalu.
...----------------...
Di rumah mewah milik Bryan, yang sekarang jatuh ke tangan Jean dan Chris.
“Sayang, akhir pekan ini aku ingin pergi keluar kota untuk bertemu klien. Mereka hanya memiliki waktu akhir pekan ini, jadi terpaksa kita tunda acara liburan akhir pekan ini!” ucap Jean dengan menunjukkan wajah kecewa pada Chris.
__ADS_1
“Apa kedua asisten yang kamu miliki tidak bisa menggantikanmu sampai harus kamu sendiri yang menemukan klien di akhir pekan?” tanya Chris sambil menikmati secangkir kopi buatan Jean.
Mendengarnya, Jean menggelengkan kepala. “Kali ini klien ingin bertemu langsung denganku, dan tidak menerima pertemuan dengan asisten pribadi.”
“Kalau begitu, apa kamu butuh aku untuk menemani perjalanmu?” tanya Chris.
Jean menggelengkan kepala. “Aku akan berangkat sore, dan sebelum siang aku pasti sudah kembali. Bukannya kamu juga sedang banyak pekerjaan? Sebaiknya akhir pekan ini selesaikan semua pekerjaan kamu, dan minggu depan kita bisa pergi bersenang-senang!”
“Baiklah, akhir pekan ini kita habiskan untuk bekerja, dan minggu depan kita akan bersenang-senang,” ucap Chris tak sedikitpun menaruh curiga pada Jean.
Senyuman terlihat di wajah Jean yang merasa lega karena Chris tak curiga dengan apa yang ingin dilakukannya di akhir pekan ini. ‘Dengan begini setidaknya aku bisa tenang menyelesaikan masalah akhir pekan ini,’ ucapnya dalam hati.
Setelah semua urusan dirumah selesai, keduanya bermaksud pergi bekerja, tapi belum juga mereka keluar rumah, seseorang tanpa mengetuk pintu langsung nyelonong masuk ke dalam rumah mereka.
Orang itu adalah Martin, adik Jean yang baru kali memiliki kesempatan mengunjungi kakaknya setelah terus menerus bersembunyi dari orang-orang yang menginginkan nyawanya karena hutang, yang tak kunjung dia lunasi.
“Bagaimana kau bisa kemari? Bukannya terakhir kau bilang padaku kalau kau sedang pergi menghindar orang-orang yang menginginkan nyawamu!” ujar Jean pada Martin.
Martin yang masih terengah-engah karena baru saja berlari dari tempat yang cukup jauh tanpa istirahat, dia masih mencoba mengatur napasnya, dan setelah napasnya mulai teratur dia mulai segera mengucapkan apa yang ingin dia ucapkan pada Jean dan Chris.
Meski dia tak melihat secara langsung kejadian malam itu, dia bisa mengetahui semuanya dari cerita Jean, yang menceritakan semua kejadian malam itu secara lengkap padanya. Awalnya dia tak mempercayainya, tapi setelah Chris membenarkan cerita itu, barulah dia percaya.
Chris yang mendengar ucapan Martin, dia segera mengarahkan pandangannya pada calon adik iparnya. “Apa kau yakin orang itu benar-benar dia, dan apa yang membuatmu yakin kalau orang itu adalah dia?” tanyanya.
“Meski malam itu gelap dan wajahnya tidak terlihat jelas, tapi postur tubuhnya sama persis dengannya. Aku semakin yakin kalau itu dia saat mendengar suaranya dan lagi dia mengenaliku, dan juga tahu kalau aku adalah adik kalian. Selain itu, dari suaranya jelas dia sangat marah.”
Mendengarnya, Chris segera beralih memandang Jean. “Tunda dulu pekerjaan hati ini! Kita pergi ke hutan waktu itu untuk memastikan ada tidaknya sisa mayatnya di tempat itu! Kalau tak ada sisa mayat, besar kemungkinan dia masih hidup.”
Jean mengangguk setuju, dan kali ini mereka tidak pergi berdua melainkan bertiga dengan Martin. Dengan mengendarai mobil Chris, mereka segera memacu mobil menuju hutan.
Sementara itu di tempat lain, Bryan dikejutkan dengan suara sistem. Bukan memberitahu soal hadiah karena hadiah sudah didapatkan Bryan begitu menyelesaikan misi. Melainkan, kali ini sistem memberinya sebuah informasi penting.
[Ding... informasi penting untuk tuan rumah]
[Diketahui Chris, Jean, serta pria bernama Martin saat ini sedang menuju hutan tempat tuan rumah mendapatkan kekuatan sistem. Mereka ingin memastikan apa tuan rumah benar-benar sudah mati atau masih hidup]
__ADS_1
[Ding... pilhan misi untuk tuan rumah]
[Pilihan pertama, membiarkan mereka tahu tuan rumah masih hidup]
[Hadiah misi > tidak ada hadiah untuk misi ini]
[Pilihan kedua, membuat mereka yakin jika tuan rumah telah mati]
[Hadiah misi > kekuatan menghilang selama sepuluh menit, Martin tak lagi dipercaya Chris dan Jean]
“Kali ini sistem memberi pilihan misi padaku, dan jelas aku memilih menyelesaikan misi dengan hadiah.”
Pagi tadi Bryan telah menggunakan lima kupon lotre miliknya, dan salah satu hadiah yang dia dapatkan adalah kerangka manusia asli.
“Uang, emas, berlian, serta 50 persen saham Lion Company telah aku dapatkan dan jelas aku tahu fungsinya. Hadiah kerangka manusia yang sebelumnya aku kira tak ada gunanya, ternyata kali ini akan sangat berguna untuk menyelesaikan misi sistem.”
Sekarang Bryan tahu kalau semua barang yang dia dapatkan dari sistem selalu memiliki kegunaan. Tak ada satupun barang yang tidak berguna baginya.
Keberuntungan juga mempengaruhi apa yang dia dapat dari sistem. Kalau saja tadi dia tak mendapatkan kerangka manusia asli yang dapat dia rubah sesuai keinginannya, mungkin saat ini dia akan kebingungan bagaimana cara menyelesaikan misi sistem.
Setelah tahu apa yang harus dia lakukan, dengan mengendarai motor sport miliknya, dia berusaha mendahului tiga orang yang memiliki tujuan sama sepertinya.
“Dengan mengendarai motor aku bisa lebih dulu sampai tempat itu, apalagi jarak tempatku ini ke hutan jauh lebih dekat dibandingkan jarak yang harus mereka tempuh,” gumamnya sambil fokus dengan keadaan jalanan.
Dia bisa lebih cepat satu jam dibandingkan Chris, Jean dan Martin yang melakukan perjalanan menggunakan mobil. Satu jam dia rasa cukup untuk merubah tempat itu kembali menjadi kuburannya.
“Aku tidak sabar melihat seperti apa ekspresi mereka saat melihat mayatku yang mulai menjadi kerangka, dan jelas tak mudah bagi mereka untuk mengenali mayatku!”
Motor Bryan terus saja melaju kencang dan saat ini dia telah melewati jalanan perkotaan, dan mulai memasuki jalanan sepi menuju kawasan hutan yang menjadi tujuannya.
Kalau semua berjalan lancar, kurang dari setengah jam dia akan sampai di tujuan, dan bisa segera melakukan apa yang ingin dilakukannya di tempat itu.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1