
Berhasil mengalihkan saham yang sebelumnya atas namanya menjadi milik perusahaan miliknya adalah langkah pertama Bryan membuat keluarga William tunduk padanya. Jika memang tidak mau tunduk, tak ada pilihan lain selain menghancurkan keberadaan keluarga itu.
Dengan tujuh puluh persen saham State Electricity Company yang berada di tangannya, serta saham perusahaan lain milik keluarga William yang saat ini sedang diambil alih olehnya dengan bantuan Gerry, cepat atau lambat keluarga William akan menemui kehancurannya.
“Blue Star Company, perusahaan terbesar kedua milik keluarga William juga telah jatuh ke tanganku, dan kenapa juga Gerry membeli delapan puluh persen saham Space Galaxy Company, perusahaan game milik Chris?” ucap pelan Bryan setelah membaca pesan Gerry.
Bryan merasa Gerry sengaja membeli mayoritas sahan Space Galaxy Company atas nama perusahaannya supaya Chris tahu kalau masa depannya saat ini berada di genggaman tangannya.
“Bukan hanya masa depan keluarga William yang berada di tanganku, tapi masa depan pria itu juga berada di genggaman tanganku.” Bryan menyeringai dan penasaran dengan ekspresi Chris maupun Mark William setelah mengetahui saham berharga mereka telah berpindah ke tangannya.
Dengan tambahan kepemilikan tujuh puluh lima persen saham Blue Star Company menunjukkan kalau Bryan tak main-main dengan keluarga William.
Sedangkan dengan delapan puluh persen saham Space Galaxy, Chris tak memiliki kekuatan apapun untuk melawan kekuasaan Bryan di perusahaan yang dibangun dengan kerja kerasnya, meskipun modal besar untuk mendirikan perusahaan adalah pemberian Bryan.
Bryan mematikan layar handphonenya dan segera keluar kamar untuk menikmati sarapan bersama kedua wanitanya. ‘Semakin hari entah kenapa aku merasa mereka semakin cantik dan sulit bagiku mengalihkan pandangan dari mereka,’ ucapnya dalam hati.
Duduk di meja makan, Nayla dan Eve segera mengambilkan makanan dan minuman untuk Bryan. Mendapatkan perlakuan seperti saat ini dari kedua wanitanya, Bryan merasa dirinya adalah seorang Raja yang mendapatkan pelayanan dari para istrinya.
“Terimakasih,” ucapnya tulus sembari menunjukkan senyuman pada kedua wanitanya.
“Sudah seharusnya kami melakukan ini, jadi kamu tidak perlu berterimakasih,” ucap Nayla diikuti anggukan kepala Eve.
Mendengarnya Bryan cepat menggelengkan kepal. “Tetap saja aku harus berterimakasih untuk menghargai apa yang kalian lakukan untukku.”
Nayla dan Eve tersenyum mendengarnya, dan keduanya sangat senang karena pria yang mereka cinta, sangatlah menghargai apa yang mereka lakukan untuknya.
Setelahnya tak ada pembicaraan di ruang makan karena semua menikmati makanan penuh ketenangan, dan dua puluh menit kemudian semua orang telah selesai sarapan.
“Sayang hati-hati di jalan!” ucap Nayla dan Eve bersamaan pada Bryan.
Meski kantor perusahaan mereka searah, mereka tak berada dalam satu mobil, hanya Nayla dan Eve yang berada di mobil yang sama sedangkan Bryan mengendarai mobil sendiri.
“Kalian juga berhati-hati!” ucap Bryan lalu dia mencium bergantian kening kedua wanitanya, dan setelahnya mereka berangkat menuju tujuan masing-masing.
__ADS_1
Kantor perusahaan Bryan yang lebih jauh, setidaknya dia membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk sampai tujuan.
...----------------...
Suasana pagi di Mansion keluarga William sangat sunyi setelah pagi-pagi sekali Jose datang menemui Mark William untuk menyampaikan keadaan Blue Star Company, perusahaan migas milik keluarga William yang kini tak lagi sepenuhnya menjadi milik keluarga William.
“Tuan, saat ini kita hanya memiliki lima belas persen saham Blue Star Company,” ungkap Jose.
“Jose, siapa kali ini yang melakukan pembelian besar-besaran terhadap saham Blue Star Company? Cepat beritahu aku siapa yang melakukannya!” teriak Mark William di tengah suasana sunyi Mansion keluarga William.
“Tuan, sepertinya kita telah menyinggung sosok yang salah!” Jose menjelaskan kalau pembeli saham Blue Star Company adalah sosok yang sama, yang sebelumnya telah membeli tujuh puluh persen saham State Electricity Company.
“Brak...” Mark menggebrak meja kerjanya, dan dia teringat awal mula yang membuat hubungannya dengan Bryan memburuk sampai ke titik ini.
“Jose, dimana bocah itu? Sudah sejak kemarin aku tidak melihatnya, apa dia kembali berilah?” Mark menanyakan keberadaan Owen pada Jose, dan jelas terlihat dia sangat marah pada anaknya sendiri.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Jose sejenak menghela napas lalu dia mulai menceritakan semua yang dilakukan Owen setelah menghadiri pemakaman teman lamanya, dan dimana orang itu saat ini.
“Bocah sialan!” teriak Mark marah. “Sekarang aku tahu kenapa tiba-tiba dia melakukan pembelian besar-besaran saham Blue Star Company, dan lagi-lagi ini karena bocah itu!” kali ini Mark telah kehabisan kesabarannya pada Owen.
Mark menyuruh Jose mengantarkannya ke rumah sakit tempat Owen di rawat, dan kali ini nasib sangat buruk benar-benar akan menghampiri Owen yang keadaannya sudah sangat buruk.
...----------------...
Chris yang masih duduk di kursi roda, pagi ini dia kembali bekerja seperti biasa, meski harus didampingi asisten pribadi yang sentiasa berada di dekatnya. Bukan untuk membantunya bekerja, asisten pribadinya bertugas membantunya berpindah tempat dengan mendorong kursi rodanya.
“Tuan, saya ingin menyampaikan kabar buruk yang sebenarnya sejak semalam saya ingin menyampaikannya pada Tuan, tapi nomor telepon Tuan sama sekali tidak saya hubungi.” Wanita yang merupakan asisten pribadi Chris dalam urusan pekerjaan, dia menunjukkan data pembelian saham yang dilakukan oleh Royal Company.
Mengetahui ada seseorang yang membeli saham perusahaannya Chris tidak terlalu terkejut karena itu sesuatu yang wajar, dan dia yakin orang itu membeli tak lebih dari lima persen. Namun setelah melihat berapa besar nilai saham yang dibeli dan siapa pembelinya, Chris tak visar menyembunyikan keterkejutannya.
Royal Company, dia sangat tahu siapa pemilik perusahaan itu sejak dulu sampai sekarang, meski dalam beberapa hari perusahaan itu sempat berada di tangan orang lain. Lalu melihat nilai saham yang dibeli Royal Company, tubuh Chris seketika lemas karena saat ini dia bukan lagi pemilik saham mayoritas Space Galaxy Company.
“Seharusnya ini bukan masalah besar untuk Tuan, bukannya pemilik Royal Company adalah teman baik Tuan!” ucap asisten pribadi Chris.
__ADS_1
Mendengarnya Chris hanya bisa menggertakkan gigi menahan amarah. Semua karyawannya tahu hubungan baik dia dengan Bryan, tapi tak satupun dari mereka tahu apa yang terjadi akhir-akhir ini.
Tak ada karyawannya yang tahu hubungan gelap antara dirinya dan juga Jean, dan percobaan pembunuhan yang dilakukannya pada Bryan. Dengan kepemilikan delapan puluh persen saham Space Galaxy Company oleh perusahaan Bryan, ini adalah mimpi buruknya.
‘Dia benar-benar tidak melepaskan aku setelah apa yang telah dia lakukan padaku. Apa mungkin dia ingin menyiksaku sebelum kematian tragis menghampiriku seperti apa yang terjadi pada Jean?’ ucapnya dalam hati.
Sekali lagi Chris menatap lembaran kertas di tangannya yang menyatakan pemindahan delapan puluh persen saham Space Galaxy Company yang sekarang telah menjadi milik Royal Company. Semua jelas tertulis dan tak terlihat adanya kesalahan dalam penulisan.
‘Sekarang aku hanya memiliki dua puluh persen saham, dan aku harus bertahan hidup dengan itu,’ ucapnya dalam hati dan sebisa mungkin dia harus bertahan hidup, meski jelas dia tak akan bisa hidup tenang dengan adanya Bryan, yang belum puas membalaskan dendam padanya.
...----------------...
Ruang kerja Bryan.
Disaat keluarga William dilanda kebingungan dan Chris yang dilanda ketakutan, di ruang kerjanya Bryan sedang bersukacita bersama Gerry dan Gladis.
Bryan tak segan menggelontorkan banyak bonus untuk keduanya. Meski mereka menolak, Bryan tetap memberikan apa yang ingin dia berikan pada mereka.
“Bryan, seharusnya kamu tidak perlu memberikan bonus padaku karena apa yang selama ini kamu berikan padaku, belum semua bisa aku nikmati,” ucap Gerry yang yakin pundi-pundi uangnya akan bertambah dengan apa yang baru diberikan Bryan.
“Begitu juga denganku. Kali ini Tuan sepertinya sudah sangat berlebihan!” ungkap Gladis setelah melihat pesan dari Bank di layar handphonenya. Pihak Bank memberitahu kalau baru saja ada yang mentransfer uang padanya sebanyak sepuluh juta dolar.
Mendengarnya Bryan hanya tersenyum. “Apa yang aku berikan memang sudah seharusnya menjadi milik kalian yang telah bekerja keras memberi bantuan padaku.”
Bryan sangat puas dengan pekerjaan mereka, dan untuk mengapresiasi pekerjaan mereka dia memberi bonus melimpah. “Sudahlah, kalian cukup nikmati pemberianku!” lanjutnya berucap.
Merasa tak mungkin mengembalikan pemberian Bryan, Gerry dan Gladis hanya bisa mengikuti apa yang diucapkan Bryan, yaitu menikmati apa yang mereka dapatkan darinya.
Setelah sedikit perayaan di rhangr kerja Bryan, semua orang kembali ke tempat kerja mereka masing-masing, dan mulai hari ini Gerry menjadi karyawan tetap perusahaan Bryan. Meski dia memiliki beberapa hotel untuk dikelola, dia jauh merasa lebih senang jika dapat bekerja dan membantu Bryan.
Lagipula, hotel-hotel miliknya tak akan pernah ada kalau tidak mendapatkan suntikan modal keluarga Laurens, yang tak lain adalah keluarga Bryan.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.