
Di tengah perjalanan menuju Mansion nya, suara sistem terdengar menggema di kepala Bryan.
[Ding... tuan rumah berhasil menyelesaikan misi tersembunyi, memberi pelajaran pada Morgan Mallory, kepala keluarga Mallory yang telah mengganggu kesenangan malam tuan rumah]
[Mendapatkan hadiah misi tersembunyi > 1.000.000 dolar, tambahan lima puluh persen saham Mallory Hotels And Resorts, kemampuan memasak semua jenis makanan, kemampuan tahan lama di atas ranjang]
Senyuman tipis terlihat di wajah Bryan setelah dia mendengar suara sistem di kepalanya, tapi tak lama senyuman aneh terlihat setelah tahu hadiah terakhir yang kali ini diberikan sistem padanya.
“Kemampuan tahan lama di atas ranjang? Sistem, kenapa kamu memberiku hadiah yang begitu aneh? Apa menurutmu aku ini lemah di atas ranjang sampai harus mendapatkan hadiah itu?” Bryan memberikan banyak pertanyaan pada sistem.
[Ding... tuan rumah ditakdirkan memiliki lebih dari satu wanita. Dengan kemampuan tahan lama di atas ranjang, tuan rumah telah memiliki modal besar untuk memberi kepuasan pada para wanita, yang kelak menjadi bagian dari kehidupan tuan rumah]
Mendengarnya Bryan hanya menghela napas dan tak lagi ada keinginan bertanya kembali pada sistem. Dia terus saja diam di sepanjang jalan, sampai akhirnya mobil yang dikemudikan Hugo memasuki halaman Mansion.
Keluar dari mobil, bergantian Bryan membukakan pintu untuk kedua wanitanya. Gerakannya sangat cepat, dan dia hanya butuh satu detik membuka pintu mobil untuk kedua wanitanya.
Tersenyum Nayla dan Eve keluar dari mobil dan segera mereka mengaitkan tangan memeluk Bryan di dua sisi yang berbeda.
Melangkah bersama memasuki Mansion, Gerry dan Gladis berjalan tepat di belakang Bryan dan kedua wanitanya. Sedangkan Hugo, dia kembali ke pos jaga setelah memarkirkan mobil di garasi, dan kembali dia pada tugas memastikan keamanan Mansion.
Meski ada beberapa orang kepercayaannya yang saat ini bergantian memastikan keamanan Mansion, Hugo baru puas dengan keamanan Mansion setelah dia sendiri yang memastikan keamanan Mansion.
Di dalam Mansion, Bryan meminta Ling, kepala pelayan Mansion nya mengantarkan Gerry dan Gladis ke kamar kosong yang ada di lantai dua. Masih banyak kamar kosong di lantai dua, dan mereka bebas ingin menempati yang mama saja.
Duduk bersama kedua wanitanya di ruang keluarga Mansion miliknya, Bryan mulai bicara, “Musim yang buruk sudah tiba, jika kalian membutuhkan sesuatu, kalian bisa langsung meminta padaku!”
Bryan akan memberikan apapun yang dibutuhkan kedua wanitanya, selagi dia bisa memberikannya. Namun jika dirinya tidak mampu memberikan apa yang mereka inginkan, dia akan langsung berterus-terang pada keduanya.
Mendengar itu, Nayla dan Eve saling melirik lalu tersenyum secara bersamaan. “Saat ini kami memang membutuhkan sesuatu, dan kami yakin kamu dapat memberikan apa yang kami inginkan!” ucap Nayla berbicara dengan suara pelan di dekat telinga Bryan, sembari dia menunjukkan senyuman di wajahnya.
Senyumnya sangat indah dan membuat dia terlihat semakin cantik, siapapun pria yang saat ini melihat wajah Nayla, pasti dia ingin memilikinya.
“Katakan apa yang kalian butuhkan?” ucap Bryan dengan suara lembut sembari dia menatap bergantian wajah cantik Nayla dan Eve.
“Kami membutuhkan kehangatan!” Bukan Nayla yang menjawab, tapi Eve yang memberi jawaban, dan setelahnya kedua wanita itu menyeret Bryan menuju kamarnya.
Berada di kamarnya sendiri, Bryan melihat Eve mengunci pintu kamar, sedangkan Nayla memadamkan lampu utama kamar dan menggantinya dengan lampu tidur. Suasana remang-remang segera terlihat di kamar Bryan.
__ADS_1
“Sebelumnya kita hanya saling berbagi kehangatan, tapi sekarang kami berdua ingin merasakan kehangatan yang sesungguhnya!” Mendorong Bryan sampai jatuh terlentang di atas tempat tidur. Nayla mulai membuka pakaiannya begitu juga dengan Eve.
Bukan hanya pakaian luar, tapi semua kain yang menutupi tubuh mereka, semuanya dilepas dan sekarang tak ada sehelai benangpun yang menutupi keindahan tubuh mereka.
Melihat apa yang ditunjukkan kedua wanitanya, Bryan bukanlah pria munafik. Dia segera membebaskan miliknya yang terperangkap di dalam celana, membuat miliknya tegak berdiri di hadapan kedua wanitanya.
Bryan bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya, dan setelah malam ini berlalu dia akan menjadi pria sejati. Selain itu, setelah malam ini berlalu, dia harus bisa bertanggung jawab atas perbuatannya, dan tidak boleh mengecewakan mereka yang telah membuatnya menjadi pria sejati.
Membuat nyaman tubuhnya di atas tempat tidur dengan miliknya yang berdiri tegak, Bryan menanti apa yang akan dilakukan Nayla dan Eve, yang saat ini pandangannya tertuju pada miliknya.
Bryan tersenyum melihat mereka terus menatap miliknya. “Apa kalian hanya akan terus melihatnya? Bukannya kalian menginginkan kehangatan? Tunggu apa lagi, mari kita saling memberi kehangatan!”
[Ding... sebentar lagi akan terjadi proses penyatuan cinta antara tuan rumah dan dua wanita yang telah terikat hubungan dengan tuan rumah]
[Selama proses penyatuan cinta sistem akan menonaktifkan diri, dan untuk sementara waktu tuan rumah tidak bisa menghubungi sistem]
Selesai bicara, suara sistem benar-benar menghilang, dan Bryan tak lagi bisa berkomunikasi dengannya. Namun dengan begini Bryan merasa lega karena sistem tak bisa melihat apa yang akan dia lakukan bersama kedua wanitanya.
Sementara itu, dengan tubuh polos Nayla dan Eve naik ke atas tempat tidur dan mulai melucuti seluruh pakaian Bryan, dan tak lama mereka dapat melihat tubuh sempurna Bryan yang tak tertutup apapun.
Tak membuang waktu hanya dengan mengagumi tubuh Bryan yang begitu sempurna, Nayla dan Eve segera melakukan apa yang ingin mereka lakukan.
Eve sendiri tidak mengucapkan apapun karena saat ini mulutnya sedang tersumpal milik Bryan, dan dia begitu menikmati benda itu di mulutnya meski sesekali dia hampir tersedak karena terlalu memaksakan diri memasukkan semua milik Bryan kedalam mulutnya.
Cukup membiarkan kedua wanitanya bermain-main dengan miliknya, segera Bryan merubah posisi, dan sekarang giliran dia melakukan serangan pada kedua wanitanya.
Dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, bergantian dia mengambil kesucian kedua wanitanya, dan dia terus saja memburu kenikmatan bersama mereka.
Suara kenikmatan terdengar memenuhi kamar Bryan. Beruntung kamar ini kedap suara jadi orang di luar kamar tidak bisa mendengar suara dari dalam kamar.
Kalau saja tidak kedap suara, orang-orang di Mansion pasti mendengar suara indah yang keluar dari mulut Nayla dan Eve, saat milik Bryan mengaduk-aduk milik mereka.
Setelah tiga jam berlalu dan berhasil membuat kedua wanitanya berkali-kali merasakan puncak kenikmatan, Bryan akhirnya mendapatkan puncak kenikmatannya, dan cairan hangat bening keluar dari miliknya yang tertanam dalam di milik Nayla.
Malam ini dia menumpahkan semua di dalam milik Nayla. Untuk Eve, masih ada hari esok untuk melakukannya.
“Sayang, terimakasih,” ucap Nayla lalu dia mengecup bibir Bryan, dan hal yang sama juga dilakukan Eve.
__ADS_1
Setelah itu karena sama-sama lelah, mereka bertiga tertidur dengan posisi Bryan berada di tengah-tengah kedua wanitanya, dan lagi mereka masih sama-sama tak memakai apa-apa.
...----------------...
Malam berlalu dan pagi yang diwarnai hujan salju sangat lebat membuat semua orang enggan meninggalkan tempat tidur mereka, termasuk Bryan dan kedua wanitanya. Mereka masing saling memeluk di dalam satu selimut yang sama.
Sebagai pria normal, pagi hari milik Bryan menegang tegak berdiri. Namun pagi ini Bryan merasakan sensasi berbeda karena tiba-tiba saja dia merasa ada sepasang tangan yang mengurut naik turun miliknya. Sepasang tangan dari dua arah berbeda, merasakan itu, dia tahu siapa yang sedang mengurut miliknya.
“Sayang, kenapa milikmu kembali menegang? Apa kamu ingin kembali melakukan itu dengan kami?” tanya Nayla yang mana kedua matanya masih terpejam.
“Milik pria tegang dipagi hari adalah suatu yang wajar terjadi, tapi kalau kalian terus melakukan itu, mungkin kita bisa melakukan permainan cepat di pagi hari!”
Selesai berbicara, Bryan segera memasukkan tubuhnya ke dalam selimut, dan bergantian dia memberi kepuasan pada kedua wanitanya. Dia sendiri juga mendapatkan kepuasan, dan kali ini giliran milik Eve yang menampung cairan hangat, yang keluar dari milik Bryan.
“Sebaiknya sekarang kita bersih-bersih!” ucap Bryan begitu dia sudah kembali ke tempat diantara kedua wanitanya.
“Sepertinya aku butuh bantuan untuk pergi ke kamar mandi!” ungkap Eve.
“Begitu juga denganku!” ucap Nayla.
Keduanya masih merasakan ngilu di milik mereka masing-masing, dan akhirnya Bryan membantu keduanya berjalan ke kamar mandi.
Membiarkan kedua wanitanya membersihkan tubuh di kamar mandi, Bryan dengan cepat membersihkan tempat tidurnya. Mengganti sprei yang terdapat noda darah dari kedua wanitanya dengan sprei baru, Entah kenapa Bryan terpikirkan untuk menyimpan sprei dengan noda darah, yang jelas-jelas kotor.
“Aku akan menyimpannya sebagai kenang-kenangan,” ucapnya dan benar saja dia menyimpan sprei dengan noda darah di dalam lemari, tentunya setelah dilipat rapi.
“Sayang, kami sudah selesai!” suara Eve terdengar dari dalam kamar mandi, dan bergegas Bryan masuk ke kamar mandi untuk membantu mereka berjalan ke kamarnya.
Begitu keduanya sudah duduk nyaman di tempat tidur yang sudah bersih dan rapi, kini giliran dirinya yang membersihkan tubuh, dan tak butuh waktu lama dia telah selesai dengan aktivitasnya di dalam kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi, Bryan melihat kedua wanitanya sudah kembali tertidur dengan tubuh tertutup selimut. “Cuaca dingin memang membuat siapapun ingin kembali tidur, dan lagi sepertinya mereka masih kelelahan,” gumamnya pelan.
Tak ingin mengganggu tidur mereka, Bryan memutuskan merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di kamarnya, tentunya setelah dia memakai pakaian lengkap.
Di tengah cuaca buruk dia benar tidak tahu harus melakukan apa selain bersantai dan bermalas-malasan.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.
Hari ini author ada acara, jadi mohon maaf cuma bisa up 1 bab...