
Monica merasakan banyak manfaat dari pil pemberian Bryan.
Selain meningkatkan kekuatannya dan memulihkan seluruh cidera yang dialaminya, saat melihat wajahnya sendiri di cermin, dia menyadari wajahnya lebih cerah dari sebelumnya, dan saat memegang wajahnya dia merasa kulit wajahnya jauh lebih halus dari sebelumnya.
Bryan sendiri hanya melihat apa yang saat ini sedang dilakukan Monica sembari menyunggingkan senyuman tipis. Dari apa yang dirinya lihat, apa yang dialami Monica saat ini sama persis dengan apa yang dialami Nayla dan Eve, setelah mengkonsumsi pil yang sama. Mendapatkan kekuatan super, pemulihan kesehatan organ dalam dan pemulihan luka, dan terakhir pil itu membuat penampilan para wanita menjadi lebih menarik.
Melihat penampilan Monica saat ini Bryan yakin akan banyak pria yang jatuh hati padanya, tapi mereka pastinya akan berpikir ulang untuk mendekatinya karena status pekerjaan yang dimiliki Monica. Memiliki pangkat tinggi di Departemen Kepolisian, pria yang mendekatinya haruslah pria yang benar-benar layak mendapatkannya.
Bryan sendiri dalam diam dia tertarik dengan Monica, tapi dia tidak ingin mencari penyakit dengan mencintai wanita lain, sedangkan dia sudah memiliki dua wanita yang dilihat dari sisi manapun mereka tak kalah dibandingkan Monica.
Mereka memang terlihat mirip satu sama lain jika dilihat dari tingkat kesempurnaan seorang wanita, bahkan kecantikan seorang top model tak sebanding dengan kecantikan mereka bertiga. Jika Bryan harus menilai, nilai sepuluh akan dia berikan pada Nayla, Eve dan juga Monica. Sedangkan untuk wanita cantik lain, nilai tak akan lebih dari lima.
“Bagaimana, apa kamu menyukai manfaat pil pemberianku?” tanya Bryan sekedar berbasa-basi karena hanya dengan melihat ekspresi Monica dia bisa menyimpulkan kalau wanita itu sangatlah menyukai manfaat pil pemberiannya.
“Bohong jika aku tidak menyukai manfaat pil pemberianmu. Pil ini sangatlah luar biasa, dan aku harap semua ini permanen bukan sekedar manfaat yang hanya bisa dinikmati dalam jangka waktu tertentu,” ucap Monica memberi jawaban atas pertanyaan Bryan.
“Tenang saja, pil itu benar-benar memiliki manfaat permanen,” ungkap Bryan.
Wajah Monica terlihat makin cerah setelah mendengar itu. “Tapi aku sekarang merasa khawatir dengan wajahku. Wajah ini kedepannya bisa menimbulkan masalah untukku.”
Bryan tak bisa menahan tawanya mendengar itu. Wajah cantik memang impian kebanyakan wanita, tapi baru kali ini dia menemukan wanita yang merasa kecantikan adalah sebuah masalah, dan itu terdengar lucu baginya.
Pada saat Bryan ingin kembali bicara dengan Monica, dia merasakan handphonenya bergetar, dan saat dilihat ternyata ada panggilan telepon masuk yang dilakukan Gerry. Merasa ada yang penting, dia segera menjawab panggilan itu.
“Ada apa? Tidak biasanya kamu menghubungiku lebih dulu, biasanya juga kalau tidak aku hubungi kamu tidak menghubungiku,” ujar Bryan yang terdengar jelas oleh Gerry di seberang sana.
“Ada puluhan orang yang mendekati Mansion milikmu, dan aku rasa mereka memiliki tujuan tidak baik,” ucap Gerry.
Mendengar itu, Bryan segera bangkit dari tempat duduknya. “Apa kamu sudah memastikan siapa mereka?” tanyanya yang mulai khawatir dengan mereka yang ada di Mansion nya.
__ADS_1
“Aku baru saja memastikan siapa mereka dan aku seratus persen yakin mereka adalah anak buah Sean, putra pertama Mark William. Lalu untuk apa tujuan mereka mendatangi Mansion milikmu, seharusnya kamu lebih tau dariku apa yang menjadi tujuan mereka,” ungkap Gerry.
“Lakukan apapun untuk memperlambat mereka! Aku setidaknya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai ke Mansion,” ucap Bryan lalu dia segera memutus panggilan telepon, dan mengarahkan pandangan pada Monica. “Kakakmu sepertinya ingin bermain-main denganku, dan aku curiga kamu sedang bekerjasama dengan pria itu untuk menahanku di tempat ini!” ucapnya, dan hanya dalam satu kedipan mata dia telah berdiri di belakang Monica dengan lengan melingkar di leher wanita itu.
“Tuan Bryan, aku sama sekali tidak tahu apa yang kamu ucapkan dan mustahil aku bekerjasama dengan pria itu, yang ada aku justru ingin menjebloskan dia ke dalam penjara!” ucap Monica.
Bryan melonggarkan lengannya yang melingkar di leher Monica. “Kalau kamu tidak bekerjasama dengan kakakmu, sekarang kamu ikut denganku membereskan orang-orang suruhan kakakmu!”
Dari leher tangan Bryan beralih ke lengan Monica. Menggenggam erat lengan Monica, dia menyerat wanita itu ikut dengannya dan mengabaikan keberadaan orang-orang di rumah Monica.
Mengemudikan mobil Monica dengan pemilik mobil duduk di sebelahnya, Bryan segera memacu mobil dengan kecepatan tinggi menuju Mansion miliknya.
Terlihat sebuah mobil melaju kencang di belakang mobil yang dikemudikan Bryan. Tak perlu bertanya pada Monica, Bryan tahu kalau mobil itu dikemudikan bawahan Monica, dan ada empat orang di dalam mobil.
Sementara itu di Mansion milik Bryan, orang-orang berpakaian serba hitam dengan bersenjatakan belati, mereka mulai memasuki kawasan Mansion.
Tak memiliki firasat buruk mereka terus saja merangsek maju, tapi detik berikutnya terdengar rentetan suara senjata api dari dari dalam Mansion, dan langsung menjatuhkan beberapa orang yang berpakaian hitam.
“Sial! Segera cari tempat persembunyian!” teriak pemimpin yang memimpin penyerangan Mansion Bryan, dan segera mereka yang selamat pergi mencari tempat persembunyian. Namun mereka sedikit telat bergerak, dan harus kehilangan belasan dari mereka.
“Mereka sepertinya telah mengetahui kedatangan kita, dan bodohnya kita telah masuk dalam jebakan mereka,” ucap si pemimpin.
Saat mereka semua berhasil sembunyi, suara tembakan berhenti, tapi setelahnya mereka dikejutkan dengan pergerakan cepat dua sosok yang melakukan serangan mendadak dari dua arah berbeda.
Tentu saja kedua sosok itu adalah Nayla dan Eve. Dengan tangan kosong mereka menyerang orang-orang yang bertujuan datang untuk mencelakai mereka, tapi bulannya berhasil mencelakai penghuni Mansion, pada akhirnya justru orang-orang itu yang celaka di tangan penghuni Mansion.
“Kekuatan yang kita miliki ternyata sangat berguna disaat situasi seperti ini,” ucap Eve yang telah berhasil menumbangkan lima orang pria, begitu juga dengan Nayla yang tak lebih banyak menumbangkan lawannya.
“Ditambah dengan senjata yang dimiliki Hugo dan yang lainnya, mereka yang datang hanyalah datang untuk mengantarkan nyawa,” ungkap Nayla yang terus saja memukuli lawannya.
__ADS_1
Setelah lima menit berlalu, dari seluruh orang yang datang dengan niatan buruk pada penghuni Mansion, kini hanya tersisa pemimpin mereka, tapi keadaannya jauh dari kata baik.
Wajahnya sudah dipenuhi memar, dan dia harus terus menahan rasa sakit karena tangan kanan dan kaki kirinya telah dipatahkan oleh dua wanita yang berdiri di hadapannya.
Bryan yang baru saja datang bersama Monica, dia langsung berlari ke bagian samping Mansion karena di tempat itu dia melihat ramai orang sedang berkumpul.
Sampai di tempat itu dia dapat bernapas lega karena melihat dua wanitanya dalam keadaan baik-baik saja, begitu juga dengan penghuni Mansion nya.
Nayla dan Eve yang melihat keberadaan Bryan, segera mereka berlari ke arahnya, lalu masing-masing dari mereka memeluk sebelah lengan Bryan.
“Maafkan aku yang telat datang! Kalau saja aku tidak telat datang, kalian tidak perlu mengotori tangan dengan darah mereka!” ucap Bryan pada kedua wanitanya.
“Sayang, kamu tidak perlu minta maaf karena kami sekalian olahraga menghadapi mereka,” ucap Nayla tak mempermasalahkan Bryan yang datang terlambat.
“Daripada membahas itu, apa kamu tidak ingin menjelaskan pada kami kenapa wanit itu datang bersamamu? Apa kamu ingin menambah jumlah wanita?” tanya Eve sambil memandangi wajah Bryan.
Mendengarnya Bryan segera menggelengkan kepalanya. “Dia ikut karena aku meminjam mobilnya, dan aku mencurigainya terlibat dalam masalah ini,” ucapnya.
Bryan kemudian mulai menjelaskan kalau orang-orang yang datang menyerang Mansion kemungkinan besar adalah anak buah Sean, dan sebelumnya dia punya alasan yang jelas saat menuduh Monica terlibat dalam apa yang dilakukan kakaknya.
“Namun aku salah menuduhnya, dan aku mulai yakin dia tak terlibat dalam masalah ini!” ucap Bryan pada kedua wanitanya sembari mengarahkan pandangan pada Monica yang melihat acuh keberadaan anak buah Sean.
“Dari apa yang aku tahu, Monica tak memiliki hubungan baik dengan anggota keluarga William, dan dari apa yang pernah aku dengar dia telah menangkap Pamannya sendiri yang terlibat dalam perdagangan manusia,” ucap Eve yang yang saat itu terlibat dalam penangkapan Paman Monica.
Dari apa yang diucapkan Eve padanya Bryan lebih yakin tentang Monica yang tak terlibat dalam masalah di Mansion nya. ‘Sebaiknya aku harus mengenalnya lebih jauh untuk membuatku semakin yakin dia benar-benar tak terlibat dalam masalah malam ini!’ ucapnya dalam hati.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1