Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Sesuatu Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Pembicaraan antara Bryan dan Ramon tak berlangsung lama, dikarenakan Ramon sadar kalau adikku tak lagi memiliki hubungan spesial dengan Bryan. Pergi setelah mengakhiri pembicaraan dengan Bryan, Ramon mencar keberadaan pria yang duduk di atas kursi roda.


Dia mengenali pria itu dan beberapa kali adiknya sering pulang ke rumah diantar pria itu, bahkan saat adiknya masih berhubungan dengan Bryan.


Sedangkan Bryan yang tak lagi mendapatkan hadangan pergi meninggalkan area makam, dia segera menyusul kedua wanitanya yang sudah lebih dulu pergi ke parkiran mobil. Dari kejauhan melihat tempat parkir mobil, dia melihat pria tak asing sedang berbicara dengan Nayla yang ditemani Eve.


“Owen? Pria itu ternyata masih memiliki keberanian mengganggu Nayla,” ucap pelan Bryan.


Owen datang bersama lima pria bertubuh tinggi besar, dan kelihatan dia sedang berdebat dengan Nayla. Tentu perdebatan mereka diwarnai oleh ancaman Owen yang tak sedikitpun membuat gentar Nayla.


Bryan yang ingin melihat nasib sial Owen karena berani mengganggu wanitanya, dia mencari tempat strategis untuk melihat apa yang sedang terjadi.


“Aku berharap mereka tak terlalu berlebihan memberi pelajaran pada Owen karena aku ingin membuat pria itu menderita setelah jatuh miskin!” gumamnya dan dia memastikan Owen serta orang-orangnya tak melihat keberadaannya.


Meski jarak dirinya dengan mereka cukup jauh, Bryant dengan jelas mendengar suara perdebatan mereka serta bagaimana Owen mengancam Nayla. Mendengar semua itu membuatnya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


“Nay, aku akan memberikan apapun yang kamu mau, asalkan kamu mau meninggalkan pria itu dan menikah denganku! Uang, rumah, perhiasan, mobil mewah, semua akan aku berikan begitu kamu menjadi istriku!” ucap Owen mencoba menggoda Nayla dengan semua yang dimilikinya.


“Owen, apa kau lupa siapa aku dan sekaya apa keluargaku? Apa yang ingin kamu berikan padaku, aku bisa mendapatkannya sendiri bahkan tanpa harus meminta pada orangtuaku. Jadi, untuk apa juga aku menikah denganmu sedangkan aku bisa mendapatkan semua itu tanpa dirimu?” ungkap Nayla.


“Aku tahu kamu memiliki apa yang ingin aku berikan padamu, tapi setidaknya buka kedua matamu dan lihat seberapa tidak sebandingnya pria rendahan itu denganku! Kamu yang begitu sempurna, sudah sewajarnya mendapatkan pria sempurna, dan tentu semua orang tahu pria itu adalah aku!”


Owen sangat percaya diri dengan ucapannya, tapi ucapannya justru terdengar lucu bagi Nayla dan Eve.


“Owen, aku sangat malas berdebat dengan pria narsir sepertimu! Sebaiknya kamu pergi sebelum kekasihku datang!” ucap Nayla yang tak lagi ingin berdebat dengan Owen.


Bukannya segera pergi, memanfaatkan situasi sepi dan yang dihadapinya saat ini adalah dua wanita cantik, dia menyuruh dua anak buahnya mengelilingi Nayla dan Eve.


Nayla dan Eve menggelengkan kepala melihat apa yang ingin dilakukan Owen. Sejak awal mereka sudah menduga apa yang direncanakan pria itu, dan mereka tak gentar dengan apa yang direncanakannya.


“Tangkap mereka dan segera bawa mereka ke mobil! Setidaknya setelah malam ini berlalu, bukan hanya satu wanita cantik, tapi aku akan mendapatkan dua wanita cantik.”

__ADS_1


Kelima anak buah Owen segera bergerak menangkap Nayla dan Eve, tapi belum juga berhasil menyentuh keduanya, mereka lima pria terdorong mundur setelah masing-masing dari mereka terkena pukulan Nayla dan Eve.


“Jangan harap tangan kotor kalian dapat menyentuh kami!” ucap Eve yang salah satu pukulannya berhasil membuat salah satu pria tumbang dan kehilangan kesadaran.


Tersisa empat pria dengan luka memar di wajah setelah terkena pukulan dua wanita, yang seharusnya tak sulit ditaklukkan oleh mereka yang terlatih dalam pertarungan tangan kosong.


Tak menunggu keempat pria pulih dari rasa sakit, kini giliran Nayla dan Eve maju menyerang mereka. Meski kalah jumlah, kedua wanita dengan kekuatan super tak kesulitan menumbangkan empat anak buah Owen, dan sekarang hanya tersisa Owen seorang diri.


Melihat tak ada yang mungkin kemberi pertolongan padanya, Owen mencoba pergi melarikan diri, tapi tiba-tiba saja tangan yang begitu kokoh mencengkram bahunya, membuat dia merintih kesakitan.


“Aku tidak memiliki niatan membiarkan kamu pergi sebelum membayar ganti rugi atas apa yang sudah kamu lakukan pada wanitaku! Setidaknya biarkan aku mematahkan beberapa tulang tubuhmu!”


“Crack...” Suara yang begitu renyah terdengar saat Bryan begitu cepat mematahkan salah satu lengan Owen. Bukan jari, tapi kaki ini lenganlah yang dia patahkan. “Seharusnya aku mematahkan kelalamu, tapi hari ini aku sedang tidak ingin membunuh orang, jadi aku hanya mematahkan lengan tanganmu sebagai peringatan terakhir!”


Merasakan rasa sakit, bukannya berteriak Owen justru pingsan dan jelas dia tak mendengar apa yang diucapkan Bryan padanya, tapi dua anak buahnya yang masih sadar, Bryan yakin mereka mendengar ucapannya.


"Beritahu tuan kalian! Jika dia masih ingin menikmati indahnya kehidupan, jangan lagi mengganggu wanitaku atau muncul di hadapanku!” ucap Bryan tegas, lalu bersama kedua wanitanya dia pergi meninggalkan area parkir.


...----------------...


“Keluarga William, sepertinya sudah saatnya aku membuat perhitungan dengan mereka!” Bryan menyeringai, saat memikirkan apa yang hendak dia lakukan pada keluarga William.


Menurutnya, keluarga William akan terus mengganggu Nayla atau bahkan Eve, kalau mereka tetap dibiarkan melakukan sesuatu, sesuai dengan keinginan mereka.


“Dengan tujuh puluh persen saham State Electricity Company yang aku miliki, tak sulit bagiku membuat keluarga William tunduk dibawah kakiku!”


“Kalau mereka tidak mau tunduk, aku cukup menggiring mereka menuju jurang kehancuran, dan memastikan mereka kehilangan semuanya!” Bryan tak ingin setengah-setengah dalam melakukan sesuatu, dia akan melakukan semua sampai tuntas, dan barulah dia akan merasa puas.


Untuk saat ini dia tinggal menunggu selesainya pekerjaan Gerry tentang pergantian nama pemilik saham, di ketiga prusahaan yang mana mayoritas sahamnya adalah miliknya. Begitu semua itu selesai, barulah dia bisa melakukan serangan langsung pada keluarga William.


Keluarga William sendiri tahu kalau tujuh puluh persen saham State Electricity Company telah jatuh ke tangan orang lain, yang dengan begitu gila melakukan pembelian saham secara besar-besaran seolah orang itu tak pernah kehabisan uang.

__ADS_1


Saham State Electricity tidaklah murah, dan membutuhkan banyak uang hanya untuk membeli satu persen saham. Namun orang itu langsung membeli sebanyak tujuh puluh persen saham, dan sekarang dia adalah pemegang mayoritas saham State Electricity Company.


Keluarga William sendiri saat ini hanya tinggal memiliki delapan belas persen saham State Electricity Company, dan sisanya adalah milik belasan orang yang masing-masing memiliki satu persen saham.


“Bagaimana, apa kalian sudah tahu identitas orang yang telah membeli tujuh puluh persen saham State Electricity Company?” tanya Mark William pada Jose, asisten pribadi yang sudah bekerja dengannya selama belasan tahun.


“Tuan, masih belum diketahui dengan jelas identitas orang itu, tapi beberapa waktu yang lalu kepemilikan saham telah berganti nama,” jawab Jose.


“Telah berganti nama? Jelaskan padaku, siapa sekarang yang memiliki semua sahan itu!” Mark William sangat penasaran dengan pemilik saham mayoritas State Electricity Company.


“Kali ini saham itu bukan dimiliki oleh seseorang, tapi dimiliki oleh sebuah perusahaan. Royal Company, perusahaan yang bergerak dalam bidang industri perbankan dan finansial.”


“Tuan, perusahaan inilah yang saat ini memiliki tujuh puluh persen saham State Electricity Company, dan dari data kepemilikan perusahaan ini adalah milik Bryan Laurens, putra tunggal Kennan Laurens. Keluarga Laurens sendiri termasuk keluarga besar di negara ini, dan Tuan tentu tak asing dengan mereka.”


Jose telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh, dan itu semua adalah yang dia dapat dari penyelidikannya.


Segera suasana di tempat itu menjadi hening setelah Mark tahu siapa pemilik tujuh puluh persen saham State Electricity Company, yang selama ini menjadi penyumbang utama pendapatan keluarga William. Tak lagi menjadi pemilik saham mayoritas State Electricity Company, jelas membuat pendapatan keluarga William merosot tajam.


Mark William sebagai kepala keluarga William setelah menggantikan peran ayahnya, dia segera berpikir keras untuk menentukan langkah yang akan diambil untuk menyetabilkan keadaan keluarga William.


Dalam jangka pendek tentu keluarga William masih dapat bertahan dengan jumlah tabungan yang berada di beberapa Bank, tapi untuk bertahan dalam jangka panjang, keluarga William harus mendapatkan pemasukan sebesar sebelum kehilangan saham State Electricity Company.


“Jose, apa kamu bisa membuat jadwal pertemuan dengan Bryan Laurens? Dalam waktu dekat aku harus bertemu dengannya, dan menjalin hubungan baik dengannya!” ungkap Mark pada Jose.


“Sebelum bertemu dengan Tuan Bryan Laurens, bagaimana kalau Tuan memperhatikan penampilan terbaru orang yang ingin Tuan temui?” Jose menunjukkan foto terbaru Bryan pada Mark.


Mark segera melihat foto terbaru Bryan. Dia melihat sosok pemuda tampan yang begitu berkharisma, dan belum menemukan ada sesuatu dari foto itu. Namun tak lama kemudian kedua matanya terbuka lebar dan dia sangat terkejut, setelah mengingat sosok yang sama persis dengan pemuda yang ada di foto.


“Sial, kenapa harus dia?” Sekarang dia tahu identitas sebenarnya dari kekasih Nayla serta pria yang telah melukai putranya, dan dia yakin tak ada kesempatan untuknya menjalin hubungan baik dengan pria itu.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2