
Beberapa hari kemudian di tengah cuaca yang jauh lebih baik dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, Bryan yang ditemani Gerry dan Hugo serta beberapa anggota organisasi dunia bawah milik Royal Company, mereka sedang mengunjungi Mansion mewah milik keluarga Mallory.
“Tuan Morgan, seharusnya Tuan sudah tahu maksud dari tujuan kedatanganku di tempat ini? Aku datang tanpa adanya niatan buruk padamu, ataupun pada keluarga Mallory. Tujuan kedatanganku justru sangat baik karena aku datang untuk melihat keadaanmu setelah pertemuan terakhir kita,” ucap Bryan sembari melihat Morgan Mallory yang saat ini hanya terbaring di atas tempat tidurnya.
Selain menderita patah tulang di kedua tangan dan kedua kalinya, kesehatan Morgan Mallory jauh dari kata baik-baik saja setelah dia mendengar kabar setengah aset berharga milik keluarga Mallory telah jatuh ke tangan Royal Company. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara Royal Company melakukan itu, dan saat memikirkannya di justru jatuh dalam keterpurukan.
Lima puluh persen aset keluarga Mallory yang masih berada di tangannya memang tidak sedikit, tapi kehilangan setengah dari keseluruhan aset yang sebelumnya adalah milik keluarga Mallory, tentu semua itu membuatnya sangat frustasi.
Keluarga Mallory baru saja naik posisi sebagai keluarga paling kaya nomor dua di seluruh negeri, tapi dengan hilangnya setengah aset berharga milik keluarga Mallory, status tinggi keluarga Mallory terjun bebas ke titik terendah yang pernah dialami keluarga Mallory selama dua puluh tahun terakhir.
Morgan menatap Bryan yang berdiri di sebelah tempat tidurnya. Dia melihat Bryan menunjukkan senyuman lebar di wajahnya, tapi melihat senyuman itu bukan membuatnya merasa senang, dia justru merasakan amarah.
“Apa kamu melakukan semua ini pada keluargaku untuk membalaskan apa yang malam itu telah aku lakukan padamu?” tanya Morgan Mallory dan dia sangat berharap mendapatkan jawaban memuaskan atas pertanyaannya.
“Sebenarnya aku tidak ingin membalas apa yang kamu lakukan malam itu. Semua memang sudah seharusnya terjadi, tapi pa yang terjadi malam itu adalah kunci utamaku dapat mengambil alih setengah aset berharga milik keluarga Mallory, dan sudah seharusnya aku berterimakasih padamu.”
Bryan tidak bercanda tentang ucapan terimakasihnya. Kalau saja malam itu Morgan Mallory tidak menyinggung nya dan mencari masalah dengannya, kemungkinan sistem tidak akan memberikan banyak hadiah berharga yang berhubungan dengan keluarga Mallory, dan kemungkinan butuh waktu yang lama untuknya dapat mengambil sedikit demi sedikit aset keluarga Mallory.
Salah satu tujuan Bryan datang ke Mansion mewah keluarga Mallory memang untuk melihat keadaan Morgan, tapi tujuan utama dia datang adalah untuk menunjukkan kekuasaannya atas apa yang dulu hanya dimiliki keluarga Mallory.
“Tunggu saja, begitu aku pulih aku pasti mengambil kembali apa yang sudah seharusnya menjadi milik keluarga Mallory! Saat itu terjadi, kau pasti hancur, begitu juga dengan keluarga Laurens!” ucap Morgan yang bertekad mengambil kembali apa yang seharusnya hanya menjadi milik keluarga Mallory.
Bukannya merasa khawatir, Bryan masih saja menunjukkan senyuman di wajahnya. “Sedikit saja kau berani mengusik kehidupan keluarga Mallory, kau akan hancur! Bukan hanya kau, tapi keluarga Mallory dan siapapun yang berhubungan denganmu pasti akan hancur!”
Suara Bryan terdengar datar dan begitu dingin selayaknya cuaca di luar Mansion. Morgan yang mendengar semua itu, entah kenapa dia merasakan ketakutan. Baginya, ucapan Bryan bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan. Ucapan itu seolah bisa menjadi kenyataan jika dirinya benar-benar mengabaikan peringatan Bryan.
Tak lagi ada yang perlu dibahas dengan Morgan. Bryan dan mereka semua yang ikut dengannya, mereka semua pergi meninggalkan Mansion mewah keluarga Mallory.
__ADS_1
“Apa lima puluh persen aset berharga keluarga Mallory sudah membuatmu puas?” tanya Gerry pada Bryan.
Keduanya saat ini sudah berada di dalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Sedangkan di tempat pengemudi, Hugo dengan fokus tinggi mengemudikan mobil.
"Lima puluh persen kepemilikan aset berharga keluarga Mallory sama sekali tidak membuatku puas! Aku baru akan merasa puas setelah memiliki seluruh aset berharga milik keluarga Mallory.”
Bryan memiliki standar kepuasan yang sangat tinggi, jadi mana mungkin dia puas hanya dengan lima puluh persen aset berharga milik keluarga Mallory. Dia akan berusaha mengambil alih seratus persen aset berharga keluarga Mallory, dan membuat keluarga itu tunduk di bawah kaki keluarga Laurens.
“Standar kepuasan yang kamu miliki benar-benar tinggi, tapi aku menyukainya dan dengan senang hati aku akan mengerahkan semua yang aku miliki untuk membantu tujuanmu!” ucap Gerry dengan senang hati akan mengerahkan semua keahliannya untuk membantu Bryan mencapai tujuannya.
Bryan mengangguk mendengar semua itu. “Gerry, sebenarnya kamu bisa memimpin sebuah perusahaan atas namamu sendiri, tapi kenapa kamu lebih memilih memberikan semua padaku? Kalau kamu ingin, saat ini kita bisa berdiri sejajar dengan status yang sama,” ucap Bryan merasa Gerry terlalu banyak memberi bantuan padanya.
“Aku sama sekali tidak tertarik menjadi pemimpin sebuah perusahaan. Aku lebih merasa nyaman dan berguna saat bekerja untukmu.” Kemampuannya memang cukup untuk membuatnya menjadi pemimpin sebuah perusahaan, tapi dia sama sekali tidak memiliki keinginan mendirikan sebuah perasaan. Lagipula dia sudah mendapatkan banyak uang dengan bekerja pada Bryan.
Bryan kembali menganggukkan kepalanya, lalu dia bertanya. “Bagaimana hubunganmu dengan Gladis? Apa kalian berencana lebih serius dalam hubungan?”
“Aku sudah mengungkapkan perasaanku padanya, dan dia menyambut baik perasaanku bahkan dia juga memiliki perasaan yang sama. Sejak semua itu terungkap, kami telah menjadi sepasang kekasih, tapi jujur saja kami belum ada rencana untuk ke jenjang yang lebih serius,” ucap Gerry memberi jawaban atas pertanyaan Bryan.
“Aku senang dengan adanya hubungan diantara kalian. Dengan begini akan ada sosok pria yang bisa melindungi Gladis. Kota ini semakin tidak aman, terutama untuk para wanita seperti kedua wanitaku dan juga Gladis.” Banyak pria yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan kehangatan wanita, termasuk jika mereka harus melakukan tindakan melanggar hukum.
“Kota ini memang sudah tidak aman untuk para wanita,” ungkap Gerry membenarkan ucapan Bryan.
“Begitu urusanku dengan keluarga Mallory selesai dan Royal Company telah merajai dunia bisnis di kota ini, aku akan memperkuat kekuatan kita di dunia bawah, dan aku akan melakukan perubahan besar di dunia bawah! Mereka yang menentang tujuanku, mereka hanya akan menemukan kehancuran!” ucap Bryan dengan tekad kuat yang terlihat dari sorot matanya.
"Jangan lupa untuk melibatkan aku dalam rencana besarmu! Dengan kekuatan besar setelah meneli pil yang kamu berikan padaku, kehidupan keras dunia bawah sangat cocok untuk menguji seberapa besar kekuatanku!” ungkap Gerry.
Bryan tentu saja akan melibatkan Gerry karena bagaimanapun juga dia butuh lebih banyak kekuatan untuk menaklukkan dunia bawah, dibandingkan saat dia berusaha menjadi penguasa dunia bisnis di kota tempat tinggalnya.
__ADS_1
“Tak lama lagi aku akan membuat kota ini menjadi jauh lebih baik!” gumam lirih Bryan yang tak dapat didengar orang lain, termasuk Gerry yang ada di sebelahnya.
...----------------...
Waktu terus berlalu dengan cepat, dalam sepuluh hari ini kerjasama Bryan, Gerry, serta Gladis, mereka berhasil mengambil alih seperempat dari setengah aset keluarga Mallory yang tersisa.
Apa yang mereka lakukan benar-benar membuat keluarga Mallory semakin mendekati jurang kehancuran. “Biarkan keluarga Mallory tetap memiliki aset yang hanya akan membuat mereka semakin merugi setiap harinya!” ucap Bryan yang memutuskan tak lagi mengambil alih aset berharga milik keluarga Mallory.
Aset yang saat ini berada di tangan keluarga Mallory bukanlah aset berharga yang dapat memberi keuntungan. Daripada disebut aset berharga, apa yang tersisa untuk keluarga Mallory justru aset yang merugikan mereka.
Beberapa perusahaan yang terus saja mengalami inflasi benar-benar membuat keluarga Mallory kelimpungan, dan tinggal menunggu waktu untuk mendengar kabar kehancuran keluarga Mallory.
“Bagaimana kalau kita bertaruh tentang berapa lama keluarga Mallory akan hancur?” ucap Gerry yang ingin menguji keberuntunganny dengan sebuah taruhan.
“Apa yang ingin kamu pertaruhkan?” tanya Bryan pada Gerry.
“Jika aku menang taruhan, aku dan Gladis harus kamu izinkan tinggal selamanya di masion milikmu! Tapi jika sebaliknya, terserah kamu ingin apa dariku!” ucap Gerry yang mana dia merasa nyaman daat bisa berkumpul bersama Gladis di tempat tak jauh dari Bryan dan kedua wanitanya.
“Baiklah, jika aku memang taruhan kamu harus segera menikah dengan Gladis!” ucap Bryan, dan keduanya sepakat.
Gerry segera menebak keluarga Mallory akan hancur dalam waktu tujuh hari. Sedangkan Bryan, tebakannya jauh berani. Dia yakin keluarga Mallory akan hancur kurang dari dua hari, dan dia yakin tujuh puluh persen tebakannya benar.
Keduanya saling berjabat tangan, dan hasil taruhan mereka dapat dilihat dalam beberapa hari ke depan.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1