Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Tak Lagi Ada Tempat Yang Aman.


__ADS_3

Marcel dan Ken yang baru keluar dari gedung dua puluh lantai, yang selama ini menjadi markas kelompok yang dipimpin Marcel, keduanya belum sadar jika nyawa mereka terancam.


Terus berjalan menuju mobil yang terparkir, keduanya dibuat terkejut dan segera berlari mencari tempat perlindungan setelah sebuah peluru meluncur cepat, dan menghancurkan roda mobil yang mereka tujua. Keduanya sembunyi di balik pilar-pilar gedung, tapi yang tak mereka sadari, posisi mereka terlihat jelas oleh sniper di sisi lain.


Merasa masih ada ancaman yang tertuju padanya dan sang keponakan, Marcel memanggil Ken dan menunjuk pintu masuk gedung. Dia berencana membawa Ken kembali kedalam gedung karena dia merasa berada di sana jauh lebih aman, dibandingkan berada di luar seperti situasi mereka saat ini.


Setidaknya banyak tempat bersembunyi di dalam gedung, termasuk ruang bawah tanah, dengan keamanan maksimal.


Namun, tanpa sepengetahuan mereka, anak buah Bryan dan anak buah Leo yang tersebar di gedung sebelah, satu-persatu mulai menyusup ke gedung dua puluh lantai milik Marcel.


Berhasil masuk tanpa terdeteksi musuh, mereka langsung saja menyisir setiap lantai dan membunuh siapapun yang mereka temui.


Langkah mereka begitu pasti dan dengan bantuan alat komunikasi yang terhubung dengan Bryan, gerakan mereka sama sekali tidak bisa diketahui musuh, sedangkan mereka dengan mudahnya membunuh satu-persatu musuh. Disaat seperti ini, kemampuan mata tembus pandang milik Bryan sangatlah berguna.


Mereka yang sudah tahu tentang kekuatan mata tembus pandang milik Bryan, mereka terlihat biasa-biasa saja, tapi bagi yang baru saja tahu, mereka benar-benar sangat terkejut karena ada manusia yang memiliki kemampuan luar biasa, dan tak masuk akal manusia memiliki kemampuan seperti itu.


Kalau saja tidak melihat semuanya secara langsung, mereka tentu tidak akan percaya kalau ada manusia biasa yang memiliki kemampuan selayaknya superhero dalam film fantasi.


Disaat satu-persatu lantai gedung milik Marcel berhasil diambil alih anak buah Bryan dan Leo, Marcel dan Ken baru saja berhasil masuk ke dalam gedung dan berlindung di tempat yang menurut mereka aman. Namun, mereka benar-benar tidak tahu kalau tak lagi ada tempat yang aman untuk mereka, bahkan jika mereka bersembunyi di lantai bawah tanah.


Kamera cctv di setiap lantai tidak menayangkan kejadian seperti apa yang sedang terjadi karena Gerry telah meretas seluruh kamera cctv di seluruh gedung. Melihat tak ada yang mencurigakan dari kamera cctv, semua petugas keamanan yang menjaga ruang monitor cctv sama sekali tidak tahu kalau setengah bagian gedung telah berhasil dikuasai musuh, bahkan mereka sudah mulai menyisir lantai kesembilan.


“Mereka hanya sekumpulan orang-orang bodoh yang tidak melihat jika disekelilingnya sudah dipenuhi musuh!” gumam Bryan sambil tersenyum sinis.


Tak ada yang mendengar gumamannya atau melihat senyumnya, dikarenakan semua orang sedang fokus pada tugas masing-masing.


“Mereka berdua masih terjebak di salah satu ruangan di lantai satu gedung. Kalau mereka bergerak dan menuju ruang bawah tanah, bunuh saja mereka dalam perjalanan!” Bryan memberi perintah pada para sniper.


Tak terdengar ada balasan dari para sniper, tapi Bryan tahu mereka semua mendengar perintahnya.


Di tempat lainnya, Hugo dan lima prajurit super berhasil masuk ke dalam Mansion keluarga Oliver, dan membunuh seluruh penjaga yang mereka temui.


Puluhan penjaga mati termasuk para pelayan yang ternyata merupakan orang-orang terlatih, tapi berharap dengan Hugo dan lima prajurit super mereka sama sekali tidak bisa melawan. Hanya sekali serang mereka semua mati mengenaskan.

__ADS_1


Selesai dengan orang-orang yang melindungi anggota keluarga Oliver, Hugo memimpin lima prajurit super menuju tempat persembunyian pemimpin keluarga Oliver dan istrinya. Tanpa perlawanan keduanya berhasil ditangkap dan dibawa ke dalam mobil, untuk seterusnya mereka akan dikumpulkan bersama Marcel dan Ken.


Berbeda dengan Hugo yang dengan mudah menyelesaikan tugasnya, pertarungan sengit saat ini sedang terjadi di gedung milik Marcel. Lantai dua puluh sampai lantai tiga bangunan dengan mudah diambil alih, tapi dikarenakan penjagaan ketat di lantai kedua dan pertama, pertarungan terbuka tak bisa dihindari.


Marcel dan Ken yang tahu ada pertarungan di lantai kedua bangunan miliknya, dia mencoba pergi ke lantai bawah tanah untuk berlindung, tapi saat tinggal sebentar lagi sampai di tujuan, sebuah peluru menghantam kakinya, membuat dia jatuh tersungkur, dan hal yang sama juga terjadi pada Ken.


“Sial! Ternyata sudah tidak ada tempat aman di bangunan ini! Mereka yang datang terlalu luar biasa, aku tidak yakin dapat menghindari mereka dan pergi dari tempat ini!” gumam Marcel.


Dia dan Ken tak ada yang berani bergerak karena yakin musuh sudah mengunci pergerakan mereka. “Ken jangan bergerak! Kemungkinan mereka akan langsung membunuh kita, kalau kita memaksakan diri pergi ke lantai bawah tanah. Mereka tahu tempat itu bisa menyelamatkan hidup kita, karena itu mereka tidak mungkin membiarkan kita berhasil mencapai tempat itu!”


Ken tidak bersuara, dia hanya mengangguk dalam diam dan menahan rasa sakit di tangan dan kakinya. Tangan yang belum sembuh akibat berantem dengan Bryan, sekarang ditambah luka tembak di kaki kanannya.


“Kita harus tenang dan tunggu apa apa yang menjadi keinginan mereka!” ucap Marcel pada Ken yang lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya pelan.


Suara pertarungan di lantai dua semakin jelas di telinga mereka. “Mereka sepertinya tidak bisa bertahan lebih lama lagi, musuh yang datang benar-benar bukan sesuatu yang dapat aku lawan.” Marcel memikirkan siapa sebenarnya musuhnya saat ini, tapi dia sama sekali tidak bisa menyebab siapa mereka.


Namun, tak lama dia teringat sekelompok pembunuh bayaran yang dia sewa untuk mencelakai mantan istrinya, dan membawa Elena kehadapannya. Akan tetapi kelompok pembunuh bayaran telah gagal, bahkan tak ada satupun dari mereka yang selamat.


‘Apa sebenarnya yang terjadi pada mereka aku masih menyelidikinya, tapi melihat keadaan mereka semua yang mati mengenaskan di dalam mobil, aku yakin telah terjadi pertarungan di jalan, tapi aku belum bisa menyimpulkan siapa yang menjadi lawan mereka.’


Marcel masih belum tahu kalau Elena sudah tak lagi ada hubungan dengan orang yang dia maksud.


Yang dia ketahui Elena menjalin hubungan dengan seorang dokter, bukan dengan Bryan. Kalau saja sejak awal dia tahu putrinya berhubungan dengan Bryan, dia jelas tak lagi memiliki keberanian menyinggung nya.


Marcel benar-benar tidak tahu siapa musuh yang datang menyerang markas utamanya, tapi salah satu anak buahnya yang mendekatinya tapi buru-buru dia larang mendekat, dari anak buahnya dia tahu siapa yang datang menyerang markas utamanya.


“Apa kamu yakin mereka adalah anak buah Bryan dan Leo?” Marcel tahu tentang kelompok Bryan yang diketahuinya sebagai dalang kematian Zein dan Zeis, lalu untuk Leon, dia tahu pria itu memiliki kekuatan dan kekuasaan di dunia bawah meski tak sebesar kekuasaannya.


“Tuan saya yakin mereka anak buah kedua orang itu, dan mereka sepertinya telah meretas sistem keamanan bangunan yang membuat keamanan kita telat menyadari keberadaan mereka di dalam gedung ini.”


Anak buah Marcel menjelaskan kalau lantai dua puluh sampai lantai tiga telah dikuasai musuh, dan lantai kedua tinggal menunggu waktu untuk jatuh ke tangan musuh. Namun, anak buahnya tidak tahu apa alasan mereka menyerang markas utama miliknya.


Ketika keduanya sedang berbicara, dari arah pintu masuk gedung sekelompok orang masuk ke dalam gedung, dan dari tempatnya Marcel dan Ken dapat melihat siapa saja orang-orang itu. Kerutan muncul di kening Marcel saat dia melihat mantan istrinya dan juga istrinya berada diantara kelompok yang baru memasuku gedung miliknya.

__ADS_1


Sedangkan Ken, kedua matanya saat ini tertuju pada Nayla, tapi tak lama dia merasakan ketakutan saat pandangannya bertemu dengan pandangan Bryan. Orang itu memang tidak melakukan apa-apa, tapi dia merasa ketakutan padanya.


Zanna, Eve, serta Nayla, mereka yang lebih dulu selesai melakukan perawatan telah bergabung dengan Bryan dan yang lainnya, sehingga saat ini mereka bisa berada di dalam gedung milik Marcel.


Bryan yang berjalan di bagian depan bersama Gerry, dia tak melihat keberadaan anak buah Marcel di lantai satu karena semua anak buah Marcel telah mati di tangan para sniper, kalaupun tidak mati di tangan para sniper mereka dipastikan mati di tangan anak buah Hugo.


Sekarang rombongan yang dipimpin Bryan berjalan mendekati Marcel dan Ken yang masih terduduk di lantai dengan luka tembak di kaki mereka.


Dengan sinis Bryan berbicara pada Marcel, “Tuan Marcel senang rasanya melihatmu setelah terakhir kali kita bertemu saat aku masih di bangku sekolah. Mungkin kamu lupa padaku, tapi aku tidak akan lupa padamu!”


Marcel merasa aneh saat Bryan mengatakan pernah bertemu dengan dirinya saat dia masih di bangku sekolah, tapi meski Marcel menggali dalam ingatannya, dia sama sekali tidak menemukan ingatan pertemuan antara dirinya dan seorang Bryan, yang dia ketahui sebagai pemilik Royal Company, Tuan Muda keluarga Laurens, serta sosok yang saat ini paling berkuasa atas dunia bawah.


Bryan menggelengkan kepalanya pelan tahu kalau Marcel tak mungkin mengingat pertemuan mereka di masa lalu. Bagaimanapun juga saat itu Marcel hanya mengenalnya sebagai teman putrinya, dan tak tahu menahu tentang identitas aslinya. “Wajar jika Tuan Marcel melupakan aku karena saat itu kita hanya bertemu kurang dari sepuluh detik dan tidak saling sapa.”


Marcel benar-benar tak mengingat pernah bertemu Bryan di masa lalu, tapi sebuah ingatan tertuju pada pria yang saat itu diketahui sebagai kekasih putrinya, sebelum Elena melakukan sandiwara kematian. Mengingat itu, perasaan buruk mulai menyelimuti dirinya, dan melihat mantan istrinya serta Elena yang datang bersama kelompok Bryan, dia merasa ada hubungan antara Bryan dengan mantan istri dan Elena.


Melihat Marcel bergantian mengarahkan pandangan ke arahnya dan kadang ke arah Elena, Bryan tahu kalau pria itu sedang mencari petunjuk ada atau tidaknya hubungan antara dirinya dan Elena.


“Sepertinya Tuan Marcel sudah memiliki ingatan masa lalu tentangku, dan kalau Tuan Marcel ingin tahu aku ada hubungan atau tidak dengan Elena, aku bisa menyatakan kalau tak lama lagi kami akan menikah. Satu lagi, pembunuh bayaran waktu itu sebagian besar akulah yang menyingkirkannya!”


Mata Marcel terbuka sempurna mendengar sebuah kenyataan yang baru dia ketahui, dan sekarang dia tahu kenapa Bryan tiba-tiba mengerahkan anak buah menyerang markas utaman miliknya. Dia benar-benar tak menyangka kalau pria putrinya adalah sosok Bryan Laurens.


Kalai saja sejak awal dia tahu siapa pria putrinya, tentu dia tidak akan berani mencari masalah dengan putrinya, apalagi mencoba melakukan hal buruk pada mantan istrinya yang tentu berada di bawah perlindungan calon menantunya.


‘Sial! Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui tentang semua ini.’ Marcel berbicara dalam hati, sedangkan Ken, pria itu hanya bisa diam sambil berharap masih ada kesempatan hidup untuk dirinya.


Marcel menatap Bryan dengan rasa takut, dan dia sama sekali tidak mampu membuka suara hanya untuk sekedar memohon pengampunan dari pria yang seharusnya menjadi menantunya.


Saat Bryan ingin kembali bicara pada Marcel, telinga tajamnya mendengar suara beberapa mobil berhenti di depan gedung milik Marcel, dan menggunakan kekuatan matanya yang dapat melihat 360 derajat dia tahu siapa-siapa saja yang baru saja datang.


“Kejutanku sudah datang, dan aku berharap Tuan Marcel menyukai kejutan yang telah aku persiapkan.” Bersama dengan selesainya ucapan Bryan, Hugo datang membawa dua orang yang membuat Marcel dan Ken terkejut melihat keberadaan mereka.


“Aku tidak mungkin mengeksekusi kalian di tempat terpisah, jadi sekalian kalian akan aku eksekusi di tempat ini!” Seringaian terlihat di wajah Bryan membuat siapapun yang melihatnya merasakan ketakutan padanya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2